Anda di halaman 1dari 12

Unsur Mikro dan

Pengapuran
Materi kuliah Kesuburan
Tanah
Alida Lubis
Unsur mikro yang penting adalah B, Mn,
Fe, Co, Cu, Zn dan Mo. Ion-ion lain Cr,
Ni,Cd, Hg dan Pb mempunyai perilaku
serupa di dalam tanah, tetapi merupakan
racun bagi organisme.
Secara umum ketersediaan ion-ion ini
meningkat sejalan dengan meningkatnya
kemasaman tanah. Kecuali Mo, Cr dan
terkadang B yang berbeda, yaitu
ketersediaannya menurun dengan
meningkatnya kemasaman tanah.
Mo
Pengaruh buruk kemasaman tanah pada
tanaman Legum kelihatannya lebih
disebabkan oleh defisiensi Mo drpd
keracunan Al.
Perlakuan Hasil rumput Kg/ha
Alfalfa
Tanah- Tanah-
Melbourne Aiken
PKBS 1280 6010
PKBS Kapur (5 ton/ha) 7060 9810
PKBS Mo (0,5 kg/ha) 5980 10020
PKBS
PKBS KapurKalium,
: Posfor, + Mo Boron, 7310 pada dosis rekomendasi
Sulfur 9790 daerah
Oregon
Perhatikan bhw pemberian 0,5 kg /ha Mo tanpa
kapur sudah dapat meningkatkan produksi Alfalfa.
Manajemen Pengapuran
Penyediaan tanaman yang tolerant
terhadap kemasaman tanah
merupakan suatu pilihan lain dari
pengapuran dalam hal pertimbangan
biaya.
Reaksi kapur dalam tanah
Reaksi pengapuran dimulai dengan netralisasi H + di
larutan tanah oleh OH- atau HCO3- yang berasal dari
bahan kapur.
CaCO3 + H2O Ca2+ + HCO3- + OH-
Selama ion H+ terdapat dalam larutan tanah, Ca 2+ dan
HCO3- akan terus menerus masuk ke larutan tanah
(CaCO3 larut).
Perpindahan selanjutnya ion H + dari larutan tanah pada
akhirnya akan menghasilkan presipitat Al 3+ dan Fe3+
berupa Al(OH)3 dan Fe(OH)3 dan kompleks
jerapan/pertukaran ditempati oleh ion Ca 2+ dan atau Mg2+.
Keseluruhan reaksi netralisasi kemasaman
tanah

Al3+ K+
Ca2+ Ca2+
Liat Mg2+ +3CaCO3 +3H2O Liat Ca2+ +2Al(OH)3 + 3CO2
K+ Mg2+
Al3+ Ca2+
Ca2+

Berdasarkan reaksi di atas, jelaslah bahwa jika pH


meningkat, persentase kejenuhan basa juga akan
meningkat.
Metode Pengapuran
Efektivitas dari suatu bahan kapur sangat ditentukan
oleh metode pengapuran yang dilakukan antara lain
mencakup jumlah bahan kapur yang diapliksi, waktu
dan cara pengapuran.
Penetapan Jumlah Kapur
Penetapan jumlah kapur yang diberikan didasarkan
pada beberapa faktor antara lain
- nilai Al dapat ditukar (Al-dd) dalam tanah,
- Tekstur tanah
- nilai kapasitas tukar kation (KTK)
- pH tanah
- faktor tanaman.
Metode penetapan jumlah kapur oleh
Schoemaker, Mc Lean dan Pratt (1961)

Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata metode SMP


pun kurang cocok untuk tanah tropik.
Berdasarkan Al yang dapat dipertukarkan
(Al-dd)
Rekomendasi kebutuhan kapur berdasarkan Al-dd ini didasarkan
pada kejenuhan Al yang meracun dan sangat berkaitan dengan
tingginya Al-dd pada tanah-tanah mineral masam di tropik.
Dengan demikian tujuan pengapuran akan tercapai.
Pertumbuhan tanaman jagung tidak lagi berkurang, bila
kejenuhan Al kurang daripada 44%.
Kapas dan kedelai membutuhkan kejenuhan Al 20% atau
kurang.
Juga dikemukakan bahwa pemberian kapur sebanyak 1.5 x Al-dd
(1 me Al/100 g = 1.5 me CaCO3/100 g) menyebabkan
kejenuhan Al turun menmjadi 15% atau kurang.
Berdasarkan Al yang dapat dipertukarkan
(Al-dd)
Untuk tanaman yang peka terhadap Al disarankan
pemberian kapur
2.0 x Al-dd (1 me Al/100 g = 2 me CaCO3/100 g),
karena dengan kapur tersebut kejenuhan Al sangat kecil
dan kadang-kadang tidak terukur.
Untuk tanaman yang relatif toleran terhadap Al dapat
menggunakan kapur
1.0 x Al-dd (1 me Al/100 g = 1 me CaCO3 / 100 g) dengan
jumlah kapur ini kejenuhan Al menjadi sekitar 25% atau
kurang.
Al-dd dikaitkan dengan pH
tanah
Untuk menaikkan pH tanah menjadi 6.0 kebutuhan
kapur adalah 2.1 x Al-dd atau sama dengan 2.1 ton
CaCO3/ha, tiap 1 me Al/100 g.
Untuk menaikkan pH tanah menjadi 5.5 kebutuhan
kapur adalah 1.5 x Al-dd atau sama dengan 1.5 ton
CaCO3/ha, tiap 2 menit Al/100 g.
Untuk menaikkan pH tanah menjadi 5.2 kebutuhan
kapur adalah 1.2 x Al-dd atau sama dengan 1.2 ton
CaCO3/ha, tiap 1 me Al/100 g.
Jumlah kapur yang diberikan juga ditentukan oleh
tekstur, nilai kapasitas tukar kation dan pH tanah.
Semakin tinggi KTK, semakin banyak kapur yang
harus ditambahkan. Karena KTK juga dipengaruhi
oleh tekstur tanah, maka kebutuhan kapur menjadi
sangat tergantung pada kelas tekstur tanah.
Jumlah CaCO3
Tekstur Tanah Nilai KTK
pH 4.5-5.5 pH 5.5-6.5
Pasir Rendah 1.15 1.4
Lempung Berpasir 1.85 3.0
Lempung 2.75 3.9
Lempung Berdebu 3.50 4.6
Liat Brdebu 4.35 5.3
Gambut/Tanah Organik Tinggi 8.70 9.8
Sumber: Western Fertilizer Handbook dalam Novizan (2007)