Anda di halaman 1dari 38

ASUHAN

KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN
GLAUKOMA

OLEH : Ambran Muttaqin


ANATOMI MATA
Aliran Aquos Humor
Aquos Humor
( Corpus Siliaris )

C O P ( Bilik Mata Belakang )

C O A ( Bilik Mata Depan )

Kanal Schlenn ( Melalui Trabekula )

Vena Di Jaringan Sklera

Vena Siliaris Anterior

Corpus Siliaris
Aliran Aquos Humor
Aliran Aquos Humor
Aliran Aquos Humor
Glaukoma

Glaukoma merupakan penyebab


tertinggi kebutaan
2 % usia 40 tahun keatas menderita
glaukoma
Merupakan sekumpulan beberapa
gejala dengan tanda utama TIO
meningkat dengan adanya defek
lapangan pandang
Pembagian Glaukoma

I. Glaukoma Primer
a. Dewasa : Simpleks, Akut
b. Kongenital / Yuvenilis

II. Glaukoma Sekunder


Glaukoma Primer
Glaukoma Simpleks ( Sudut terbuka )
- Pada stadium dini tidak menimbulkan

keluhan
- 50 % kasus bersifat herediter

- 90 % kasus diderita oleh usia diatas

40 th
- Hambatan aquos humor disebabkan

oleh proses sklerosis


Tanda Klasik Glaukoma
Simpleks
Bilateral
Herediter
TIO meningkat
Sudut COA meningkat
Lapangan pandang mengecil
Perjalanan penyakit lambat
Gambaran halo (+)
Gambaran Halo Positif
Glaucoma Vision
Px Penunjang
Tonometri
Pirimeter Goldman (Px. Lapang Pandang)
Oftalmoskopik
Gonioskopik
Tonografi
Tes Provokasi
TONOMETRI SCHIOTZ
TONOMETRI DIGITAL
PIRIMETER GOLDMAN
OFTALMOSKOP
GONIOSCOPY
TONOGRAFI
Tes Provokasi
Tes Minum Air
Pressure Congestion Test
Kombinasi Tes Minum Air & PCT
Pengobatan

Medikamentosa :
mengurangi/menghambat produksi
aquos humor
Pembedahan :

Iridenkleisis, Trabekulektomi
TIO tak dapat dipertahankan dibawah 22
mmHg
Lapangan Pandang Terus Mengecil
Pemakaian Obat Yang Kurang Teratur
Tidak Tersedianya Obat yang diperlukan
Glaukoma Akut (Sudut Tertutup)
Peningkatan TIO karena ada hambatan aquos humor
oleh akar iris
Terjadi sakit pada mata secara mendadak serta
penurunan lapangan pandang
Terjadi secara mendadak sehingga disebut glaukoma
akut kongestif
Faktor Predisposisi

F. Anatomis :
- Pertumbuhan Lensa
- Kornea yang kecil
- Tebalnya iris
F. Fisiologis

Akomodasi : Iris lebih maju ke depan


Dilatasi Pupil : Akar iris menjadi lebih
tebal
Letak lensa lebih ke depan : terjadi
hambatan pupil sehingga sudut COA
menyempit
Px. Penunjang
Tonometri
Oftalmoskopik
Gonioskopik
Tonografi
Px. Lapangan Pandang
Tes Provokasi
Tes Provokasi
Tes Kamar Gelap
Tes Membaca
Tes Midriasis
Tes Bersujud
Gejala klinik

Fase Prodorma ( Non Kengestif )


Penglihatan Kabur, Penyempitan lapang pandang
Halo (+)
Sakit Kepala
Nyeri Pada Mata
Pada Px : Pembesaran Kornea, COA dangkal, Pupil
melebar, TIO meningkat
Fase Kongestif

Nyeri Kepala Yang Hebat


Muntah
Visus Menurun
Nyeri Hebat Pada Mata
Halo (+)
Pada Pemeriksaan : Palpebra Bengkak,
Edema iris, COA dangkal, Konjungtiva
Bengkak, Pupil melebar
Fase Non Kongestif

Pilokarpin 2 -4 % Setiap 20 30 menit

Penghambat karbon Anhidrase 3 x 1


Medika Mentosa
Pilokarpin, Penghambat karbonik hidrase,
Morfin
Pembedahan
Iridektomi perifer, Operasi Filtrasi
Glaukoma Sekunder
Akibat Perubahan Lensa

Dislokasi Lensa
Intumesensi Lensa Pada Katarak
(Fakotopik)
Proses Fakolitik & Fakotoksik
Akibat Perubahan Uvea
Uveitis Anterior
Tumor Pada Jaringan Uvea
Rubeosis Iridis

Akibat Trauma
Hifema : Perdarahan Pada COA
Robeknya Kornea
Glaukoma Kongenital / Yuvenilis

0,01 % diantara 250.000 penderita

Dibagi ; G. Infantum ( 1 3 Tahun ),


G. Yuvenilis ( > 3 Tahun )
Gejala Klinik

Gajala Dini
Fotofobia. Lakrimasi, Blefarospasme

Keluhan Lanjut
Kekeruhan Kornea, Peningkatan Diameter
Kornea & TIO meningkat
Pengobatan
Medikamentosa
Pilokarpin
Diamox

Pembedahan
Asuhan Keperawatan
Pengkajian
Pengkajian Umum ; Usia
Pemeriksaan Umum Pada Mata
Pengkajian Umum Mengenai Keluhan
Penglihatan
Tingkat Pengetahuan Klien
Diagnosa Keperawatan
Nyeri b/d Peningkatan TIO
Resiko cedera b/d penurunan
penglihatan
Ansietas b/d Perubahan Status
Kesehatan, Kehilangan Penglihatan
Resiko gangguan konsep diri b/d efek
keterbatasan penglihatan
Kurang pengetahuan tentang kondisi,
prognosis dan pengobatan