Anda di halaman 1dari 32

PELAKSANAAN TEKNIS

AUDIT BLUD
AINUN NAIM
AKUNTANSI TERAPAN
143141914111027
San Rudiyanto, SE., MSA., Ak., CA., AAP B

KAP. DRS. THOMAS, BLASIUS,


WIDARTOYO DAN REKAN
TUJUAN OJT

1. Untuk mengetahui, memahami dan memperoleh


pengalaman dalam etos kerja, seluk beluk organisasi,
dan suasana kebersamaan untuk mendukung
produktivitas di dunia usaha dan dunia industri.
2. Untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat
bekerja dengan keahlian akuntansi terapan sehingga
lulusannya sangat cepat berapdatasi dengan
suasana pekerjannya.
3. Untuk mempraktekkan dan mengembangkan
PELAKSANAAN OJT

Sesuai dengan surat balasan yang dibuat oleh pihak KAP.


Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo & Rekan Nomor
001/PM/V/2016 tertanggal 23 Mei 2015, berikut rincian
tempat dan waktu pelaksanaan OJT.
Nama Perusahaan : KAP. Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo &
Rekan
Alamat Perusahaan : Jalan Taman Kendangsari 07 Surabaya
60292
Tanggal Pelaksaan : 23 Mei s/d 10 Oktober 2016
Hari Kerja : Senin-Sabtu
Jam Kerja : 08.00-17.00 WIB (Senin-Jumat)
SEJARAH KAP

KAP Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo & Rekan


Cabang Surabaya (KAP TBW) didirikan pada
tahun 1996 berdasarkan Akta Notaris No. 67
Budiarti Karnadi, S.H., notaris di Jakarta pada
tanggal 25 Juli 1996. Kemudian sesuai Akta
Notaris No. 09 Lenny Janis Ishak, S.H., pada
tanggal 28 Juli 2009, dilakukan perubahan
sekaligus menandai pembukaan cabang baru di
Surabaya dan Makassar
JENIS USAHA KAP

Kantor Akuntan Publik Thomas, Blasius, Widartoyo & Rekan


merupakan badan usaha yang telah mendapatkan izin dari
menteri keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik
dalam memberikan jasanya. Jasa yang diberikan berupa
Jasa atestasi jasa atestasi dan jasa non atestasi.
Jasa non atestasi
- penyusunan laporan keuangan,
audit atas laporan keuangan -
- penyusunan studi kelayakan,
review laporan keuangan - - penyusunan proyeksi keuangan,
- prosedur yang disepakati, dan
- Training dan konsultasi bisnis
SRUKTUR ORGANISASI KAP

Asisten Auditor
AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

AUDIT adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis


dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan
keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-
catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan
tujuan untuk dapat memberikan opini mengenai kewajaran
laporan keuangan tersebut (Agoes, 2012:4)
TUJUAN AUDIT

Memperoleh pendapat dari akuntan publik mengenai


kewajaran penyajian laporan keuangan, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan (neraca), hasil usaha (laporan
operasional, lap. LR), perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai
PABU. (PSA No. 2)
Memenuhi Permendagri No. 61 Tahun 2007 Pasal 118 ayat (3)
mengenai Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), diaudit oleh pemeriksa eksternal sesuai dengan
peraturan perundang-undangan. (Khusus BLUD)
PENGERTIAN BLUD

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah


Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja
pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan
pemerintah daerah yang dibentuk untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat
berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang
dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan,
dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan
pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
(Permendagri No. 61 Th 2007 Pasal 1 ayat 1)
AUDIT BLUD PERIKATAN

1. Menerima surat
penunjukkan
langsung dari klien
atau ikut dalam
pengadaan jasa audit
AUDIT BLUD PERIKATAN

2. Jika menerima surat


penunjukkan langsung
maka pihak KAP akan
memberikan surat
balasan sebagai bentuk
persetujuan dan
kesanggupan berupa
surat penawaran
negosiasi harga, waktu,
tugas yang akan
dilakukan, dan hasil
AUDIT BLUD PERIKATAN

3. Klarifikasi oleh pihak klien


atas surat balasan KAP. Jika
BLUD tidak setuju maka mereka
akan mengirimkan kembali
negosiasi harga (fee) dan
waktu audit yang ditawarkan
oleh KAP. Jika BLUD setuju
maka pihak BLUD akan
membuat surat persetujuan
yang didalamnya terlampir SPK
(Surat Perintah Kerja) dan SPMK
(Surat Perintah Mulai Kerja)
AUDIT BLUD PERIKATAN

4. Pihak KAP setuju atas surat balasan klien yang


atasnya terlampir SPK (Surat Perintah Kerja), SPMK
(Surat Perintah Mulai Kerja), dan hasil yang akan
didapat oleh BLUD. Selanjutnya KAP akan mengirimkan
Surat Pernyataan Kesanggupan
AUDIT BLUD - PERENCANAAN

1. Mengirimkan daftar
permintaan data audit.
Keberhasilan suatu audit
ditentukan dari kualitas data
yang memadai serta lingkup
audit yang luas untuk
menjalankan prosedur yang
telah ditetapkan. Auditor
menyusun daftar permintaan
data audit yang akan mendukung
proses audit.
AUDIT BLUD - PERENCANAAN

1.1. Mendapatkan
Laporan Keuangan
yang selanjutnya
akan dilakukan UJI
ANALITIKAL
AWAL
AUDIT BLUD - PERENCANAAN
b.
T a. Saldo ekuitas 31 Desember 2014 Saldo Saldo kas dan setara kas31 Desember 2014
a.
2. UJI ANALITIKAL Kas Arus kas operasional
e b. Surplus atau defisit tahun 2015
dan Arus kas investasi
AWAL, uji hubungan s c. Koreksi ekuitas awal + Setar Arus Kas pendanaan +
E Saldo ekuitas 31 Desember 2015 yang seharusnya a Kas Saldo kas dan setara kas 31 Desember 2015 seharusnya

antar akun. k Saldo ekuitas 31 Desember 2015 di neraca -


Per Saldo kas dan setara kas di neraca 31 Desember 2015 _
31 Selisih
ui Selisih Des
ta 15

Uji (+) Persediaan awal 2015 Tes beban Akumulasi penyusutan dan amortisasi 31 Desember 2014
Beban penyusutan dan amortisasi tahun 2015 +
Pers (+) Pembayaran 2015 peny dan
Total
edia (+) Hutang usaha 31 Desember 2015 akumulasi Akm. Penyu. dan amortisasi aset yang dihentikan 2015
penyusuta Akm. Penyu. dan amortisasi 31 Des 2015 seharusnya _
c. an (-) Hutang usaha 31 Desember 2014
d. n
Akm. Penyu. dan amortisasi 31 Des 2015 di neraca _
Selisih
(-) Beban bahan tahun 2015 +
Persediaan 31 Desember 2015 seharusnya
Persediaan 31 Desember 2015 di neraca _
Minta penjelasan selisih
AUDIT BLUD - PERENCANAAN

3. Menyiapkan data-
data berupa
kuesioner dan Top
and Supporting
Schedule. Di dalam
kuesioner auditor
akan meminta
terlebih dahulu SOP
(Standart Operating
Procedure) entitas
AUDIT BLUD - PERENCANAAN

4. Analisis Risiko Audit Penilaian Risiko ASET TETAP


dan Tingkat Materialitas AR IR CR DR
Sedang Sedang Sedang
Quantitative Factors Sedang

Form. 12
SPM Form.
5-10% of pretax incomes

SPM
11

0,5-1% of sales
0,25%-1% of assets
Faktor yang menjadi pertimbangan :
- Kerentanan akun
- Data Audit tahun sebelumnya
- Personal Adjusment (Mengacu pada
PSA No. 25 Seksi 312)
AUDIT BLUD PELAKSANAAN
TEKNIS AUDIT ASET TETAP

1. Uji analitik beban penyusutan dangan Tes beban


peny dan Akumulasi penyusutan dan amortisasi 31 Desember 2014
akumulasi penyusutan aset tetap. akumulasi Beban penyusutan dan amortisasi tahun 2015 +

Bertujuan untuk mengetahui hubungan


penyusutan Total
Akm. Penyu. dan amortisasi aset yang dihentikan 2015

antar akun aset tetap sehingga nilai yang Akm. Penyu. dan amortisasi 31 Des 2015 seharusnya
Akm. Penyu. dan amortisasi 31 Des 2015 di neraca
_
_

tersajikan dalam neraca sudah diyakini Selisih

kebenarannya karena dalam memasukkan


jurnal penyusutan pasti menggunakan
double entry
AUDIT BLUD PELAKSANAAN
TEKNIS AUDIT ASET TETAP

2. Buat Top
Schedule dan
dapatkan daftar
aset tetap
beserta
perhitungan
beban
penyusutan,
lakukan footing
dan cross
AUDIT BLUD PELAKSANAAN
CROSS FOOTING
TEKNIS AUDIT ASET TETAP

FOOTING
AUDIT BLUD PELAKSANAAN
TEKNIS AUDIT ASET TETAP

3. Lakukan rekalkulasi beban


penyusutan, yaitu melakukan
perhitungan ulang terhadap
nilai beban penyusutan yang di
lampirkan dalam laporan
keuangan. Hal ini dilakukan
dengan cara penghitungan
ulang oleh auditor melalui
rincian aset tetap
AUDIT BLUD PELAKSANAAN
TEKNIS AUDIT ASET TETAP

4. Lakukan pemeriksaan fisik aset tetap


secara random. Berita Acara Pemeriksaan
Fisik per tanggal lapangan. Hal ini dilakukan
untuk mengecek aset tetap benar-benar ada
dan dilakukan pengadaan oleh entitas
disamping itu juga untuk melihat kondisi aset
tersebut. Apakah sudah masuk kategori aset
tetap dan harus disusutkan atau masih dalam
bentuk konstruksi dalam pengerjaan (KDP).
AUDIT BLUD PELAKSANAAN
TEKNIS AUDIT ASET TETAP
5. Lakukan vouching secara
random status kepemilikan, berita
acara serah terima barang, jumlah
dan harga satuan barang. Dari aset
tetap yang telah di sampling harus
dilengkapi dengan dokumen
pengadaan dan dokumen legalitas
kepemilikan aset tetap (akta
tanah, BPKB, dan dokemen
pendukung lainnya) sehingga aset
tetap dapat diyakini status
kepemilikannya
AUDIT BLUD - PELAPORAN

1. Membuat kesimpulan. Dalam


melakukan audit sering dijumpai
kesalahan-kesalahan dalam
penyajian laporan keuangan
yang selanjutnya disebut
temuan audit. Di KAP. Drs.
Thomas, Blasius, Widartoyo &
Rekan temuan audit dibagi ke
dalam 2 hal. Pertama temuan
yang akan di usulkan dalam
jurnal koreksi audit dan temuan
yang akan masuk ke dalam opini
audit
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada
Yth. Pejabat Pengelola
BLUD
Kami telah mengaudit laporan BLUD terlampir, yang terdiri dari neraca tanggal 31 Desember 2015 serta laporan laporan

AUDIT BLUD - PELAPORAN


operasional, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dan suatu
ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk
memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan kecurangan
maupun kesalahan.

Tanggung jawab auditor


2. Membuat Draft OPINI Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan ini berdasarkan audit kami. Kami

AUDIT. Jenis opini :


melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut
mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material.

WTP - Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti-bukti tentang angka-angka dan pengungkapan dalam
laporan keuangan. Prosedur yang dipilih tergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan
penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan
penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian
WTP dengan Bahasa wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk
tujuan menyatakan suatu opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian

Penjelas - atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta
pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini audit kami.
WDP - Basis opini wajar dengan pengecualian

1. Sesuai catatan nomor 2d,5 persediaan sebesar Rp. xxxxxxxxx,- setelah kami lakukan pengujian fisik terhadap 30 sample
Tidak Wajar - sebesar Rp34.082.456,- semuanya tidak cocok dengan kartu persediaan. Alternatif prosedur lain tidak dapat kami lakukan,
sehingga kami tidak meyakini saldo persediaan yang disajikan di neraca.
2. Sesuai catatan nomor 2e,6 aset tetap sebesar Rp xxxxxxxxx belum dilakukan penyusutan karena tidak diketahui tahun

Disclaimer -
perolehan aset yang dimiliki.

Menurut opini kami, kecuali untuk dampak atas selisih persediaan dan tidak dilakukannya penyusutan, serta belum disajikannya
seluruh komponen laporan keuangan secara komparatif, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar dalam semua hal
yang material, posisi keuangan BLUD tanggal 31 Desember 2015, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.

Surabaya, 30 Mei 2016


AUDIT BLUD - PELAPORAN

3. Membuat management
letter. Sebagai salah hasil
audit selain Laporan Audit
Independen adalah
management letter,
merupakan suatu
kesimpulan dan berupa
saran kepada klien atas
pengendalian internal yang
telah diterapkan klien
selanjutnya diperiksa auditor
PERMSALAHAN MAHASISWA

Kurangnya Materi dan waktu perkuliahan


Dampak : Mahasiswa kesulitan dalam melaksanakan tugasnya dan cenderung diasingkan
ketika tidak bisa menyelsaikan pekerjaanya
Solusi : Penambahan waktu perkulihan menjadi 4-5 semester dan memperbanyak
praktek selama menjadli perkuliahan

eferensi dan Jaringan kerjasama dengan DUDI yang kurang


Dampak : Tidak bisa mendapatkan tempat OJT yang berkualitas dan terbuka sehingga
pelaksanaannya tidak maksimal
Solusi : Memperbanyak jaringan kerjasama dengan DUDI dan memberikan referensi
serta arahan dari kakak tingkat mengenai tempat OJT-nya.
PERMSALAHAN MAHASISWA

Tidak ada mata kuliah Auditing Lanjutan, ASP lanjutan,


dan Akuntansi Lanutan
Dampak : Mahasiswa tidak dapat menyajikan laporan keangan berbasis SAK, SAP atapaun
Cash Toward Accrual, hal ini bertentangan dengan tujuan vokasi dengan output
siap kerja
Solusi : Penambahan mata perkuliahan dan penerapan praktek secara berkala
mengikuti perkembangan akuntansi yang ada di Indoensia
Penentuan dosen pembimbing yang terlalu lama
(pertengahan semester 5)
Dampak : Mahasiswa tidak bisa mengkonsultasikan semua permasalahan yang
ditemukan melakukan kegiatan magang
Solusi : Penentuan dosen pembimbing lebih awal sehingga memudahkan dalam
menkonsultasikan permsalahan dan pelaporan OJT.
PERMASALAHAN PERUSAHAAN

Rekalkulasi beban penyusutan hanya dilakukan


oleh satu orang
Dampak : Perhitungan oleh auditor menjadi lambat dan pernah ditemukan selama
melakukan OJT ada kesalahan dalam melakukan rekalkulasi
Solusi : Dilakukan sepervisi dengan baik oleh manajemen sehingga pada penerapan
Kertas Kerja Audit dapat dinyatakan benar.

Penyajian draft temuan audit atas aset tetap yang di


jawab lambat oleh klien karena kurang informatif
Dampak : Terlambatnya dalam penerbitan LAI (Laporan Audit Independen)
Solusi : Memberikan penjelasan secara detail beserta peraturan mengenai koreksi
audit dan menjelaskan secara langsung tanpa via email kepada klien
KELANJUTAN OJT DENGAN TUGAS AKHIR

Judul Analisis Prosedur Audit Aset Tetap pada BLUD oleh KAP.
Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo & Rekan Cabang Surabaya

Pokok Pembahasan :
a. Prosedur, Perencanaan, dan Pelaksanaan Audit Aset Tetap
BLUD
b. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Mengenai Audit
Aset Tetap
c. Analisis dan Evaluasi Pelaksanaan Teknis Audit Aset Tetap
apakah sesuai dengan SPAP
SEMOGA AINUN NAIM
BERMANFAAT D3 AKUNTANSI TERAPAN - 143141914111027

REFERENSI
KAP. DRS. THOMAS, BLASIUS, WIDARTOYO & REKAN
CABANG SURABAYA
JALAN TAMANKENDANGSARI NO. 7, TENGGILIS -
SURABAYA