Anda di halaman 1dari 10

TYPICAL OF COLLOID

SYSTEM
KELOMPOK 1

1. Amalia Fauziah I1D111001


2. Prisca Listyantika I1D111002
3. Ardi Siswanto I1D111003
4. Astarina Safitri I1D111004
5. Dinie Muthia Iflah I1D111007
6. Enny Khalisa I1D111008
7. Gt.Gina Permatasari I1D111008
8. Dita Permatasari I1D111010
9. Wahyuni A I1D111011
10. E.Gusti Sigar Maulana I1D111013
11. Renita Rahmad I1D111014
SISTEM KOLOID
Beberapa sistem koloid lebih penting
hubungannya terhadap bahan restorasi.
Contohnya pada perbedaan antara sol dan gel.
Sol menyerupai solution, tetapi dibentuk dari
partikel koloid yang berdispersi dalam liquid.
Ketika sol didinginkan atau direaksikan pada
keadaan kimia dapat berubah menjadi gel.
Dalam bentuk gel bisa berbentuk semi-solid atau
seperti agar.
Sistem koloid ini apabila komponennya terdiri dari

air disebut hidrosol atau hidrogel. Sistem koloid yang

biasa dipakai dalam Kedokteran Gigi adalah agar

atau alginat yang digunakan sebagai bahan cetak

elastik. Sedangkan sistem koloid yang komponennya

dari organic liquid disebut oragosol atau organogel.


Gels

Typical Colloid
System Syneresis

Emultions
GELS
Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi
dalam zat padat dan bersifat setengah kaku
disebut gel.
Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat
terdispersinya mengabsorbsi sebagian
dispersinya sehingga terjadi koloid yang agak
padat.
Contohnya adalah pada agar dan alginat, yg
merupakan material cetak.
SYNERESIS
Ciri dari kebanyakan gel adalah apabila
terkontraksi pada tempat yang tertutup, gel
tersebut akan mengeluarkan cairan.
Proses dari pengumpulan cairan yang keluar ke
permukaan tersebut disebut sebagai sineresis
EMULTION
Kebanyakan emulsi bukanlah minyak yang
berdispersi dalam air, atau air yang berdispersi
dalam minyak. Biasanya emulsi dibentuk oleh
dispersi mekanik dari pure liquid yang tidak
stabil. Emulsi dapat distabilkan dengan sedikit
kuantitas dari substansi ketiga yang dikenal
sebagai emulsifier.
Aksi dari emulsifier yaitu menurunkan tekanan
interfacial antara 2 liquid. Umumnya
memasukkan kuantitas kecil dari emulsifier
akan memproduksi emulsi yang stabil.
Emulsi dari methyl methacrylate dalam air, biasa
didapatkan menggunakan solid emulsifier,
butiran methyl methacrylate berpolimerisasi
untuk memproduksi poly (methyl methacrylate)
yang didalamnya terdapat inisiator yaitu benzoyl
peroxide. Butiran polimer yang digunakan pada
bubuk acrylic, dan pembuatan perlekatan
orthodontic
TERIMAKASIH