Anda di halaman 1dari 37

Referat

Algoritma Bradikardi
Preseptor:
dr. Ade Ariadi, Sp.An

Oleh:
Mita Sanryani 1110070100110
Nurul Hidayati Syarah 1210070100189
FebriIndraKusuma 1210070100175

KEPANITRAAN KLINIK ANESTESI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SOLOK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
2017
Anatomi Fisiologi
Sistem Konduksi
Jantung terletak dalam
rongga dada antara paru-paru kiri
dan kanan (rongga mediastinum)
diatas diagfragma. Ukuran
jantung lebih kurang sebesar
genggaman tangan dengan berat
kira-kira 250-300 gr
Dinding jantung terdiri dari otot
jantung, disebut miokardium.
Jantung memiliki 4 ruang yaitu
atrium kanan, atrium kiri, ventrikel
kanan dan ventrikel kiri. Atrium
adalah ruangan sebelah atas jantung
dan berdinding tipis, sedangkan
ventrikel adalah ruangan sebelah
bawah jantung dan berdinding lebih
tebal, hal ini karena ventrikel kiri
memompa darah ke sirkulasi
sistemik
Jantung mempunyai sistem yang
automatis dan irama kontraksi
yang teratur dimana memberikan
impuls konduksi yang menstimulus
(rangsang) otot jantung/myokard
berkontraksi. Kemampuan ini
terlokalisasi dalam jantung
neuromuskuler spesial yang
disebut sistem konduksi.
1. Sinoatrial ( SA node )
Denyut jantung secara normal dikontrol oleh irama
listrik impuls yang dihasilkan oleh SA node yang biasa
disebut PACEMAKER ( pacu jantung )
2.Internodal atrial
Impuls listrik yang diteruskan ke Atrium terbagi 3 berkas :
Anterior internodal tract (bachman)
Midle Internodal tract (tengah)

Posterior internodal tract (thorel)


3. Atrioventricular ( AV node )

Atrioventrikuler node ini merupakan


jaringan neuromuskuler dengan lokasi
dipermukaan endocard sebelah kanan dari
septum interatrium sedikit ke inferior dari
ostium sinus coronarius. menghasilkan
impuls listrik sebanyak 40-60 kali/menit.
4. His bundle ( berkas his )

Merupakan sambungan bagian


dari bagian bawah dari
atrioventrikuler node. lokasi pada
permukaan endocard sebelah
kanan dari septum interatrium
sampai ke bagian superior dari
Bundle Branches (cabang berkas kanan kiri )
Bundle Branch terbagi dua :
a.Right bundle branch (berkas cabang bagian
kanan)
b.Left bundle branch (berkas cabang bagian kiri )
dimana terbagi 3 fesiculer
Paling proksimal adalah Left posterior fesiculer
Left anterior fesiculer
Left septal fesiculer
5.Sistem purkinje (serabut purkinje)
Setelah impulse dihantarkan sampai ke Right-left bundle
branch kemudian impulse masuk ke jaringan fiber kecil
yang disebut berkas purkinje (sistem purkinje),dimana
impulse akan dihantarkan mulai dari endo-epicard-myokard
kemudian myokard dapat berdepolarisasi didalam
gambaran EKG akan terekam gambaran gelombang QRS.
Sistem ini menghasilkan impulse listrik sebanyak 20-40 kali
/ menit. Jika generator tau sumber-sumber impuls
diatasnya tidak dapat mencegah henti jantung
Definisi bradikardi
Sinus bradikardia dapat didefinisikan
sebagai suatu sinus rythem dengan
denyut jantung pada saat istirahat <
60x/menit. Namun beberapa pasien
benar-benar mengalami gejala hingga
detak jantung mereka turun menjadi
<50x/menit
Klasifikasi

1.Sinus Bradikardi
Secara umum bradikardi disebabkan
oleh kegagalan pembentukan
impuls oleh nodus sinoatrial (SA
node) atau kegagalan penghantaran
(konduksi) impuls dari SA node ke
ventrikel (hambatan pada AV node).
2. Sick Sinus Syndrome
Sinus bradikardia juga bisa disebabkan oleh sindrom sicksinus,

yang melibatkan disfungsi dalam kemampuan sinus node

untuk menghasilkan atau mengirimkan potensial aksi ke

atrium. Sindrom sick sinus meliputi berbagai gangguan dan

proses patologis yang dikelompokkan dalam satu sindrom

klinis. Sindrom ini mencakup tanda dan gejala yang berkaitan

dengan hipoperfusi serebral dalam hubungan dengan sinus

bradikardia, sinus penangkapan, sinoatrial (SA) blok,

hipersensitivitas karotis, atau episode berulang bradikardia

dan takikardia.
3.Gangguan Hantaran pada Nodus AV (AV Blok)
A. AV Block tingkat I

Pada tipe ini umumnya disebabkan oleh gangguan konduksi


di proksismal bundle his, akibat intoksikasi digitalis,
peradangan, proses degenerasi atau variasi normal. Dengan
karakteristik Terjadipemanjangan interval PR pada EKG (>
200/ lebih dari 5 kotak kecil msec pada dewasa dan > 160
pada anak-anak). Pada AV blok derajat 1 semua impuls
atrium mencapai ventrikel. Namun, kunduksinya mengalami
keterlambatan sampai ke AV node. Interval PR konstan
b. AV Block tingkat II
Pada Mobitz tipe I, AV block dapat
disebabkan karena tonus vagus yang tidak
meningkat, keracunan digitalis atau iskemia.
Sedangkan pada Mobitz tipe II disebabkan
oleh infark miokard akut miokarditis atau
proses degenerasi
Mobitz 1 : Episode Mobitz I blok biasanya terdiri
dari 3-5 irama, dengan rasio non konduksi dengan
irama konduksi 4:3, 3:2, dan begitu seterusnya.
Mobitz 2 : PR interval konstan yang diikuti
kegagalan dari konduksi gelombang P ke ventrikel,
jadi tipe konduksinya 2:1 (2konduksi dan 1 blok),
3:1 (3konduksi dan 1 blok), dan begitu seterusnya
c.Blok AV tingkat III
Disebabkan oleh proses degenerasi,
peradangan, intoksikasi digitalis, infark miokard
akut.
Didiagnosa ketika tidak ada konduksi impuls
suparventrikular ke ventrikel. Gelombang P di
garis irama merefleksikan irama nodus sinus
yang independen dari gelombang QRS komplek.
Manifestasi Klinis

Perubahan TD (hipertensi atau hipotensi); nadi


mungkin tidak teratur, defisit nadi; bunyi jantung
irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun;
kulit pucat, cyanosis, berkeringat; edema; haluaran
urin menurun bila curah jantung menurun berat.
Sinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala,
disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau
tidak dengan obat anti angina, gelisah.
Nafas pendek, batuk, perubahan
kecepatan/kedalaman pernafasan, bunyi nafas
tambahan (krekels, ronchi, mengi) mungkin ada
menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada
gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena
tromboembolitik pulmonal, hemoptisis.
Demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi,
eritema, odema (trombosis siperfisial);
kehilangan tonus otot/kekuatan.
Penatalaksanaan

a. Farmakologis

sulfas Atropin 0,5 mg IV sambil perhatikan monitor EKG untuk

melihat respon peningkatan denyut jantung, jika tidak ada ulangi

lagi 0,5 mg (setiap 3 5 menit), sampai ada respon peningkatan

denyut jantung atau dosis atropine telah mencapi 3 mg.

Jika dosis sulfas atropine telah mencapai 3 mg dan belum terjadi

peningkatan denyut jantung >60x/menit, pertimbangkan pemberian

obat yang lain seperti epinefrin 2 - 10 microgram/ menit atau

dopamine 2-10 microgram/kgBB/menit.


b. Pacemaker (Arhythmia Device Theraphy)
Pemberian stimulus elektrik tambahan ke
otot jantung bila mana denyut jantung tidak
mampu menghasilkan curah jantung yang
adekuat sesuai dengan kebutuhan fisiologis.
Cara Pemasangan Pacemaker :

1.Transvenous

Elektroda pacu dipasang melalui vena

menuju ventrikel kanan atau atrium kanan

atau keduanya.

2. Epicardial

Elektroda pacu dijahitkan ke epikardium

pada saat operasi jantung.


3.Transcutaneous

Elektroda ditempatkan pada dinding dada

anterior & posterior kemudian di

sambungkan ke unit pacu external


Jenis Pacemaker :
Single-chamber Pacing
Hanya atrium atau ventrikel yang
dipacu
Parameter yang dapat diprogram:
frekwensi & output
2. Dual-chamber Pacing
Memacu atrium dan ventrikel

Parameter: stroke volume

Menjamin atrioventricular synchrony


3.Rate Adaptive Pacing
Digunakan bila jantung tdk mampu meningkatkan

denyutnya pd saat peningkatan kebutuhan curah jantung

Denyut meningkat menyesuaikan terhadap peningkatan

kebutuhan curah jantung

4.Atrial Overdrive Pacing


Atrium dipacu dengan frekwensi 200-500x/mnt

Digunakan dlm usaha menghentikan atrial takiaritmia

5.Antytachycardial Pacing
Pemberian 1/bbrp impuls untuk menghentikan takikardi
Tipe Pacemaker

a. Permanent Pacemaker
Ditanamkan melalui anastesi lokal

Generator diletakkan di daerah subkutan di pectoral

Pacing lead dimasukkan melalui vena sefalika atau


subclavia menuju apeks ventrikel kanan

Lead II diletakkan di atrium kanan


Indikasi Permanent Pacemaker :
AV blok Derajat II dan III yang diiringi
dengan bradikardi atau arritmia
AV blok yang berkaitan dengan Infark
Miokardium Akut
Disfungsi SA Node

Sindrom Hipersensitive Sinus Carotid


Hipertropik dan Dilated Kardiomiopati
2.Temporary Pacemaker
Digunakan pada situasi emergency atau elektif

Digunakan sebagai supportive atau profilaksis

Indikasi Temporary Pacemaker :


Bradidisritmia

Sinus Bradikardi dan arrest


Blok jantung
Takidisritmia

Supraventrikular
Ventrikular
Kegagalan penggunaan permanent
pacemaker
Support cardiac output after cardiac
surgery
KESIMPULAN
Sinus bradikardia dapat didefinisikan sebagai suatu
sinus rythem dengan denyut jantung pada saat
istirahat < 60x/menit. Namun beberapa pasien benar-
benar mengalami gejala hingga detak jantung
mereka turun menjadi <50x/menit. Secara klini
bradikardi dapat ditemukan dalam bentuk sinus
bradikardi, sick sinus syndrome dan gangguan
hantaran pada AV block.

Bila frekuensi jantung yang lambat mengakibatkan


perubahan hemodinamika yang bermakna, sehingga
menimbulkan sinkop (pingsan),
angina, atau disritmia ektopik, maka

penatalaksanaan ditujukan untuk meningkatkan

frekuensi jantung. Berikan sulfas Atropin 0,5 mg IV

sambil perhatikan monitor, jika tidak ada

peningkatan denyut jantung ulangi lagi 0,5 mg

(setiap 3 5 menit), sampai ada respon

peningkatan denyut jantung. Pemberian stimulus

elektrik tambahan ke otot jantung bila mana

denyut jantung tidak mampu menghasilkan curah

jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan

fisiologis.