Anda di halaman 1dari 71

Referat

Terapi Oksigen

Disusun oleh :
Michelle H 07120110086
Pembimbing :
dr. Monika, spAn

KEPANITERAAN KLINIK ILMU ANESTESI


SILOAM HOSPITAL LIPPO VILLAGE RUMAH SAKIT UMUM
SILOAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
Anatomi Sistem Respirasi
Fisiologi Sistem Respirasi

INSPIRASI EKSPIRASI
Eksternal intercostal Rectus abdominus
Sternocleidomastoid Internal & eksternal
oblique
Scalene Transversus
Pectoralis Internal intercostal
Pulmonary Volume and
Capacity
Terapi Oksigen
Mengapa O2 penting?
O2 dibutuhkan untuk kelangsungan
metabolisme aerobik
Fosforilasi oksidatif di mitokondria
Glukosa + 6O2 -> 6H2O + 6CO2 + 36ATP
Kekurangan O2 menyebabkan :
- Metabolisme anaerobik di sitoplasma
- Glukosa -> asam laktat + 2ATP
I
H+ + laktat -
Kaskade Oksigen
Oxygen Content (Co2)
Jumlah O2 yang dibawa dalam 100 ml darah
Oxygen Dissosiation Curve
Oxygen Flux (Do2)
Jumlah O2 yang meninggalkan
ventrikel kiri tiap menit
Oxygen Uptake (VO2)
VO2 mendeskripsikan volume oksigen
(dalam ml) yang meninggalkan
kapiler darah dan bergerak menuju
jaringan tiap menit.
VO2 =CO x C(a-v)o2 x 10
Normal VO2 = 200-300 ml/menit
Tujuan Terapi Oksigen
1. Meningkatkan konsentrasi O2 pada darah
arteri sehingga masuk ke jaringan untuk
memfasilitasi metabolisme aerob.
2. Mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau
SaO2 > 90 % untuk :
* Mencegah dan mengatasi hipoksemia /
hipoksia serta mempertahankan oksigenasi
jaringan yang adekuat.
* Menurunkan kerja nafas dan miokard.
* Menilai fungsi pertukaran gas.
Indikasi Terapi Oksigen
1. Hipoksia (PaO2 < 60 mmHg atau
SaO2 < 90% )
Indikator Terapi Oksigen
O2 Delivery System
Design
1.Low flow system
2.Reservoir system
3.High flow system
4.Enclosures
Performance (berdasarkan prediktabilitas
dan konsistensi dari FiO2 yang diberikan)
1.Fixed
2.Variable
Low Flow System
Aliran gas tidak sufisien untuk
memenuhi peak inspiratory dan minute
ventilatory yang dibutuhkan pasien
O2 yang diberikan selalu di dilusi dengan
udara
FiO2 bergantung pada pola ventilasi
pasien
Deliver low and variable FiO2 -> variable
performance device
Nasal Kanul
Terbuat dari plastik
disposible yang terdiri dari
2 ujung atau prong yang
panjangnya 1 cm, yang
terhubung ke oxygen tubing
Dimasukkan ke dalam
vestibule hidung
FiO2 -> 24-40 %
Flow -> - 8 L/menit
(dewasa)
<2 L/menit (anak)
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Mudah diatur Tidak stabil
Hands free Mudah terlepas
Tidak menginterferensi Pada high flow, tidak nyaman
pengaturan jalan nafas bagi pasien
Biaya rendah Trauma nasal
Iritasi mukosa
FiO2 bisa tidak akurat dan tidak
konsisten
Nasal Kateter
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Stabilitas baik Sulit untuk dipasang
Disposable High flow meningkatkan back
pressure
Biaya rendah Butuh diganti secara rutin
Bisa merangsang mual, aspirasi
Nasal polip, septum deviasi bisa
memblok insersi
Transtrakeal kateter
Polytetrafluoroethylene
(teflon) kateter yang
tipis
Dimasukkan secara
surgikal dengan
guidewire antara cincin
trakeal 2 dan 3
FiO2 -> 22-35%
Flow -> - 4 L/menit
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Mengurangi penggunaan O2 dan Biaya tinggi
biaya
Mengeliminasi iritasi nasal dan Komplikasi surgikal
kulit
Compliance lebih baik Infeksi
Meningkatkan toleransi exercise Sumbatan mukus
Meningkatkan mobilitas
Reservoir System
Reservoir system menyimpan volume
cadangan O2, yang sama atau
melebihi tidal volume pasien
Mengantarkan moderate high FiO2
Variable performance device
Untuk dapat mengantarkan fixed
FiO2, volume reservoir harus melebihi
tidal volume pasien
Reservoir kanul
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Menurunkan penggunaan O2 dan Compliance buruk
biaya
Mobilitas meningkat Harus diganti secara reguler ( 3
kali seminggu)
Mengurangi ketidaknyamanan Pola pernapasan mempengaruhi
karena flow yang lebih rendah performance ( harus ekshalasi
melalui hidung untuk membuka
kembali reservoir membrane)
Reservoir Mask
3 tipe :
1.Simple face mask
2.Partial rebreathing mask
3.Non rebreathing mask
Simple Face Mask
Reservoir -> 100-200 ml
Variable performance device
FiO2 bergantung pada :
- O2 input flow
- Mask volume
- Kebocoran udara
- Pola pernapasan pasien
FiO2 : 40-60%
Input flow range : 5-8 L/min
Minimum flow : 5 L/min untuk
mencegah CO2 rebreathing
KEUNTUNGAN KERUGIAN
FiO2 moderate tetapi variable Tidak nyaman
Baik untuk pasien dengan nasal Resiko aspirasi pada pasien tidak
passage yang ter blok dan sadar
bernafas lewat mulut
Mudah dipasang Harus terpasang pas dengan
pasien
Rebreathing ( jika input flow < 5
Lmenit)

O2 flowrate (L/menit) FiO2


5-6 0.4
6-7 0.5
7-8 0.6
Reservoir Mask
Partial Rebreathing Mask
Tidak ada valve
Exp : O2 + 1/3 pertama gas yg di
ekshalasi (anatomic dead space)
masuk ke dalam kantung dan 2/3
akhir ekshalasi keluar melalui port
Insp : gas yang di ekshalasi pertama
dan O2
FiO2 -> 60-80%
FGF -> 8L/menit
Kantung harus tetap terinflasi untuk
memastikan adanya FiO2 tertinggi
dan untuk mencegah CO2
rebreathing
Non Rebreathing Mask
Memiliki 3 undirectional valve
Expiratory valve mencegah air
entrapment
Inspiratory valve mencegah exhaled
gas flow masuk ke dalam kantung
reservoir
FiO2 -> 80-90 %
FGF -> 10-15 L/ menit
Untuk mengantarkan 100% O2,
kantung harus tetap terinflasi
Yang mempengaruhi FiO2 :
kebocoran udara dan pola
pernapasan pasien
Tracheostomy mask
Digunakan terutama untuk
mengantarkan humiditas
pada pasien dengan
artifical airway
Variable performance
device
High Flow System
Air entrainment devices
Blending system
Air Entrainment Devices
Prinsip pencampuran gas
Semua high flow system mencampur udara dan O 2
untuk mencapai FiO2 yang akan dihantarkan
Air entrainment device atau blending system
digunakan.
Perkiraan Air Entrainment Ratio
dan Gas Flows untuk FiO2 yang
variabel
2 jenis air entrainment system yang
paling sering digunakan:
1.Air-Entrainment mask (venti-mask)
2.Air Entrainment nebulizer
Venturi/Venti/HAFOE mask
Mask yang terdiri dari jet
orifice yang dikelilingi oleh
entrainment port
FiO2 bergantung pada
ukuran jet orifice dan air
entrainment port
FiO2 -> Low to moderate
(0.24-0.60)
High flow fixed
performance device
Berbagai Jenis Venti Mask

Fixed O2 model Variable O2


model
Air Entrainment Nebulizer
Memiliki orifice yang fixed, sehingga rasio
udara-O2 dapat diubah dengan mengubah
entrainment port size
Fixed performance device
Menghantarkan FiO2 28-100%
Gas flows maksimum 14-16 L/menit
Merupakan alat pilihan untuk menghantarkan
O2 pada pasien dengan artificial tracheal
airway.
Memberikan humiditas dan kontrol temperatur
Bagaimana cara menambahkan
FiO2 pada air entrainment
nebulizers?
1. Menambahkan open reservoir (50-150 ml aerosol tube)
2. Menyediakan inspiratory reservoir (a 3-5 L anestesia
bag) dengan one way expiratory valve
3. Menyambungkan dua atau lebih nebulizer secara
paralel
4. Set nebulizer pada low concentration (untuk
memberikan high flow) dan memberikan supplemental
O2 pada delivery tube
Blending System
Dengan blending system,
memisahkan pressurized air
dan sumber oksigen sebagai
input
Gas gas ini dapat dicampur
secara manual atau dengan
blender
FiO2 -> 24-100%
Memberikan flow > 60L/menit
Dapat dikontrol secara tepat
FiO2 dan total flow outputnya ->
true fixed performance device
Enclosures
Oxygen Tent
Oxygen Hood
Incubator
Oxygen Tent
Terdiri dari canopy yang
diletakkan diatas kepala dan
bahu atau menyelimuti
seluruh tubuh pasien
FiO2 -> 40-50%
Flow -> 12-15 L / min
Variable performance device
Kerugian : mahal, sulit untuk
dibersihkan, mudah terjadi
kebocoran, membatasi
pergerakan pasien
Oxygen Hood
Hanya menutupi bagian kepala
bayi
O2 dihantarkan ke hood melalui
heated entrainment nebulizer
atau blending system
Fixed performance device
FiO2 -> 21-100%
Minimum flow > 7 L/menit
untuk mencegah akumulasi
CO2
Incubator
Merupakan polymethy
methacrylate enclosure
yang menggabungkan
servo-controlled convection
heating dengan
suplemental O2
Memberikan temperature
control
FiO2 -> 40-50 %
Flow -> 8-15 L/ menit
Variable performance
device
Hyperbaric Oxygen Therapy
Suatu metode
pengobatan medis
dimana pasien menghirup
100% oksigen pada
tekanan lebih besar dari 1
ATA (Atmosphere
Absolute)
1 ATA = 760 mmHg at sea
level
Kerugian hyperbaric oxygen
therapy
Barotrauma
-ear/sinus trauma
-Tympanic membrane rupture
-Pneumothorax
Toksisitas oksigen
Fire hazard
Klaustrafobia
Dekompresi mendadak
Arterial Blood Gas
Suatu prosedur diagnostik dimana darah diambil
dari arteri secara langsung melalui arterial
puncture atau indwelling arterial catheter.
Tujuan :
- Untuk memperoleh informasi tentang ventilasi
pasien (PCO2, oksigenasi (PO2) dan status asam
basa pasien
- Monitor pertukaran gas dan keseimbangan asam
basa pada pasien dengan atau tanpa ventilator
- Evaluasi respon terapi oksigen dan evaluasi
diagnostik
Komplikasi Oxygen Therapy
1. Toksisitas oksigen
2. Depresi ventilasi
3. Retinopathy of prematurity
4. Absorption atelectasis
5. Fire Hazard
1. Toksisitas O2
2 faktor yang mempengaruhi : PaO2 dan waktu eksposure
Toksisitas CNS karena O2 (Paul Bert effect)
Timbul pada pernafasan O2 pada tekanan > 1 atm
Toksisitas O2 pada paru (Lorrain-Smith
effect)
A Vicious Cycle
Jumlah O2 yang aman?
100% -> tidak lebih dari 12 jam
80% -> tidak lebih dari 24 jam
60% -> tidak lebih dari 36 jam

Goal dari pemberian terapi adalah


pemberian FiO2 paling rendah yang
kompatibel dengan oksigenasi
jaringan yang adekuat
Indikasi pemberian oksigen 70-
100%
1. Resusitasi
2. Periods of acute cardiopulmonary
instability
3. Transport pasien
2. Depresi Ventilasi
Terjadi pada pasien COPD dengan
hypercapnia kronis
3. Retinopaty of Prematurity
(ROP)
Terjadi pada bayi prematur atau BBLR
yang mendapatkan terapi suplemental O 2
4. Absorption Atelectasis
Denitrogenasi pada absorption
atelectasis
Denitrogenasi terjadi karena kolaps
dari alveoli yang underventilated (yang
bergantung pada volume nitrogen) ->
meningkatkan physiological shunt
5. Fire Hazard
FiO2 tinggi meningkatan resiko penyulutan
api
Upaya pencegahan :
Menggunakan FiO2 paling rendah
Menggunakan scavenging system
Tidak menggunakan peralatan yang
outdated seperti aluminium gas regulator
Protokol pencegahan penyulutan api
khusunya pada terapi hiperbarik
Oxygen Challenge
Tujuan Oxygen Challenge
Mengidentifikasi refractory hypoxemia (
tidak memberikan respon pada
peningkatan FiO2)
Refractory hypoxemia bergantung pada
peningkatan cardiac output untuk
mempertahankan FiO2 yang dapat
diterima
Menghindari efek buruk dari
peningkatan FiO2
Kesimpulan
Oksigen terapi yang efektif untuk
mencapai efek terapeutik adalah 25-50%
V/Q yang rendah bisa di reverse dengan
oksigen <50%
Pulmonary oxygen toxicity merupakan
faktor resiko pada penggunaan FiO2 >50%
Bronkodilator dan terapi diuretik
menurunkan kebutuhan untuk FiO2 yang
tinggi