Anda di halaman 1dari 37

HEAD & NECK

Prof. DR. Dr. Johanna M. Kandouw, SpPA


BRANCHIAL
APPARATUS
PATHWAYS OF INFECTION TO
THE INTRACRANIAL CAVITY
Gangguan Respirasi Bagian Atas
I. Hidung
A. Inflamasi
1. Acute rhinitis: contohnya:
Commond Cold ( influenza )
- Disebabkan oleh adenovirus
merupakan penyakit yang
paling banyak didalam masyarakat.
- Gejala klinik : coryza ( runny nose),
bersin, penyumbatan hidung sakit
tenggorokan
Gangguan Respirasi Bagian Atas
2. Allergic rhinitis
- Disebabkan oleh IgE reaksi immun tipe I,
melibatkan mukosa & sub mukosa, mast
cell.
- Karateristik berupa peningkatan iosinofil
dan dalam darah perifer dan nasal
discharge
Gangguan Respirasi Bagian Atas
3. Bacterial Infection
- Disebabkan terbanyak oleh
Streptococcus, Staphylococcus, H.
Influenzae
- Dapat menyebabkan jaringan parut
menurunkan daya tahan pembuluh darah
dan atrophy epitel serta mukosa kelenjar.
Gangguan Respirasi Bagian Atas
- Nasal Polyps
Akibat serangan rekurensi rhinitis
protrusi focal mukosa nasal
menyebabkan pertumbuhan polyp.
Bila tumbuh besar & banyak akan
menutup saluran napas bagian atas serta
drainage sinus terhambat.
Ukuran panjang kurang lebih 3 4 cm.
Etiologi : Allergi.
Gangguan Respirasi Bagian Atas
- Nasal Polyps

Mikroskopik : Polyp terdiri dari mukosa yang


oedem, stroma longgar, mucosa kelenjar
hiperplastik dengan infiltrasi sel sel radang
neutrofil, eosinofil, plasma sel, dan limfosit.
Kadang kadang terdapat tanda tanda
ulcerasi.
NASAL POLYPS
NASAL POLYP
INVERTED PAPILLOMA
Gangguan Respirasi Bagian Atas
B. Tumor
Nasopharyngeal tidak dibicarakan
(Sistem Onkologi)
Gangguan Respirasi Bagian Atas
II. Larynx
A. Inflamasi
1. Langryngitis
2. Acute Epiglottitis
3. Acute Laryngeotracheobrochitis (croup)

B. Tumor tidak dibicarakan (Sistem


Onkologi )
Gangguan Respirasi Bagian Atas
III. Telinga
A. Inflamasi
1. Otitis media acuta dan
chronic

CHRONIC SUPPURATIVE
OTITIS MEDIA
Gangguan Respirasi Bagian Atas
III. Telinga
A. Inflamasi
2. Otosclerosis : merupakan deposit tulang
abnormal di telinga tengah (osseous over growth)
yang akan menyebabkan gangguan pendeng-
aran sampai tuli.
Merupakan penyakit keturunan yang ditransmisi
secara autosomal dominant.

B. Tumor Tidak dibicarakan ( Sistem Onkologi )


OTOSCLEROSIS
Gangguan Respirasi Bagian Atas
IV. Leher
Branchial Cyst ( lymphoepithelial cyst )
Lokasi : daerah antero lateral
Asal : dari sisa sisa archus branchial atau dari sisa
sisa perkembangan kelenjar liur dan kelenjar
servikal, diameter 2 5 cm.
Mikroskopik : kista dilapisi epitel berlapis skuamous
atau pseudostratified columner cell dengan latar
belakang infiltrasi sel limfosit yg sangat padat,
membentuk lymphoid tissue dengan reaktif folikel.
Kista berisi cairan mucine atau encer atau berisi
sisa sisa debris. Kista membesar secara perlahan
kadang kadang dpt berubah menjadi ganas.
Branchial Cyst
Gangguan Respirasi Bagian Atas
IV. Leher
- Thyroglossal Tract Cyst
Berasal dari sisa sisa perkembangan kel.
thyroid membentuk kista diameter 1 4 cm.
Mikroskopik : kista dilapisi berlapis skuamos
dengan jaringan lymphoid melatar belakangi
kista, terdapat sisa sisa jaringan thyroid
diantaranya, kadang kadang dpt berubah
menjadi ganas.
- Paraganglioma ( Carotid body tumor )
Salivary glands = kelenjar liur
Major : 1. Parotis
2. Submanibular
3. Sublingual
Minor : Adalah kelenjar kelenjar kecil yang
terdistribusi sepanjang mukosa
didalam rongga mulut.
Semua kelenjar liur major + minor menjadi sasaran
proses infeksi atau perkembangan ke arah
neoplasma.
Salivary glands = kelenjar liur
A. Xerostomia ( mulut kering )
- Diakibatkan oleh sekresi kel. liur yang
kurang, sehingga menyebabkan mukosa
rongga mulut kering atau atrofi papillae lidah
dengan disertai fissura dan ulcerasi. Hal ini
menyebabkan mudah masuknya infeksi
sekunder, serta biasanya diikuti oleh mata
kering.
- Terdapat pada sjorgren sindrome yang
disebabkan oleh gangguan autoimmun, atau
akibat terapi radiasi.
SJGRENS SYNDROME
Salivary glands = kelenjar liur
B. Inflamasi
1. Sialadenitis :
Causa : traumatic, virus, bakteri, atau gangguan
autoimmun.
2. Mucocele :
Bentuk terbanyak dari infeksi kelenjar liur,
disebabkan oleh adanya blokade, duktus
kelenjar, sehingga saliva bocor keluar
kesekeliling jaringan ikat / stroma.
Salivary glands = kelenjar liur
2. Mucocele :

Penyebab : lebih sering akibat trauma, lokasi terbanyak


adalah dibibir bawah.
Klinik : benjolan yang berfluktuasi berwarna kebiruan.
Mikroskopik : gambaran kista yang dilapisi oleh jar. granulasi
atau jar. ikat fibrous berisi mucine dengan sel
sel radang terutama makrofag.
Ranula : Mirip mucocele terjadi akibat rusaknya duktus
kelenjar sublingual. Bisa ekstrim membesar seperti
jeruk nipis
MUCOCELE OF
LOWER LIP
Salivary glands = kelenjar liur
3. Sialolithiasis dan non spesifik sialadenitis
Terbanyak menyerang major salivary
glands ( sub mandibular ) akibat
penyumbatan duktus terbentuk batu
( sialolithiasis ) infeksi sekunder
absces
CHRONIC SIALADENITIS
Salivary glands = kelenjar liur
C. Tumor
Tumor jinak : Pleomorphic adenoma
- Merupakan 60 % tumor yang timbul
pada kel. Parotis, sedikit pada kel. sub
mandibular, jarang pada kel. liur minor
- Kausanya belum jelas tetapi fakta
melaporkan bahwa bila terpapar radiasi
akan
meningkatkan resiko terjadinya tumor ini
Salivary glands = kelenjar liur
PLEOMORPHIC ADENOMA ( MIXED TUMOR )

Makroskopik : Tumor bulat, kenyal, padat


diameter 2 6 cm, batas jelas, tak berkapsul.
Pada irisan : berwarna putih kusam dengan
campuran massa myxoit & massa chondroid.

Mikroskopik : Gambaran heterogenitas karena


komposisinya adalah campuran elemen epitelial,
myoepitelial yang membentuk formasi duktus /
asinus, iregular tubulus dengan latar belakang
gabungan jaringan miksoit dan chondroid, kadang
kadang ada epitel scuamous. Oleh sebab itu
disebut tumor campur atau mixed tumor.
PLEOMORPHIC ADENOMA
(MIXED TUMOR)
PLEOMORPHIC ADENOMA
(MIXED TUMOR)
PLEOMORPHIC ADENOMA
(MIXED TUMOR)
Salivary glands = kelenjar liur
2. Warthin Tumor ( Papillary Cystadenoma
Lymphomatosum)

Merupakan tumor jinak kedua terbanyak pada


kelenjar liur.
Timbul hanya pada kel. parotis.
Laki laki > dari wanita, > 50 thn ( 50 70 thn),
10 % multifokal & 10 % bilateral
Perokok mempunyai 8 kali resiko memperoleh
tumor ini.
Salivary glands = kelenjar liur
Warthin Tumor ( Papillary Cystadenoma
Lymphomatosum)

Makroskopis : Tumor bulat sampai oval, tak berkapsul,


diameter 2 5 cm, palpable. Pada irisan : berwarna putih
kusam, terdapat kista kista kecil berisi mucin atau cairan
serous.

Mikroskopik : Ruang kista dilapisi oleh 2 lapis sel epitel


kolumner, sitoplasma eosinofil, granuler. Dengan limfoid
stroma membentuk germinal center. Terdapat proyeksi
polypoid dari elemen lymphoepithelial. Kadang kadang
terdapat focus metaplasia squamous.
ADENOLYMPHOMA
(WHARTHINS TUMOR)
THANK YOU