Anda di halaman 1dari 4

Limbah Industri Gula

Dari PT. Kebon Agung, limbah yang


dihasilkan proses produksi berupa :

LIMBA
LIMBA LIMBA
H
H CAIR H GAS
PADAT

Air dari proses Asap dari ketel


1. Ampas
pembuatan gula dari pembahakan
2. Blontong
atau air hasil tidak sempurna
3. Abu ketel
pencucian alat (jelaga)
Penanggulangan Limbah Industri
Gula
Penanganan Internal
a. Minimalisasi limbah
b. Pemisahan air berpolutan
c. Pencegahan masuknya polutan padat
ke dalam air
d. Daur ulang polutan yang bisa
diproses
e. Mengganti penggunaan Pb asetat
dengan A1 sulfat pada analisis gula
Limbah Cair Penanganan Eksternal
Melewatkan air berpolutan melalui
UPLC, dengan menjaga agar jumlah
limbah sekecil mungkin dan kadar
polutan sekecil mungkin diharapkan
tidak akan mencemari lingkungan.
Sistem UPLC (Unit Pengolahan Limbah
Cair) UPLC bekerja secara biologis
dengan aerasi lanjut (SAL/PSUL 93-3)
pada system ini bahan organic sebagai
polutan akan didegradasi dan diurai
oleh mikroba menjadi CO2 + H20 +
Penanggulangan Limbah Industri
Gula
Ampas
Ampas yang dihasilkan setelah
mengalami pengeringan dimasukan
ke dalam ketel sebagai bahan bakar.
Sebagai dijual untuk industri kerta
dan medium penumbuh jamur.
Blontong
Blotong dipergunakan oleh petani
Limbah Padat dan warga secara gratis dengan
mengikuti prosedur pengambilan.
Blotong digunakan sebagai bahan
batu bata dan dapat diolah menjadi
kompos.

Abu Katel
Abku ketel dapat dimanfaatkan
sebagai bahan untuk pupuk
kompos, bahan campuran batu bata
dan bahan bakaran batu bata.
Penanggulangan Limbah Industri
Gula

ketel dilengkapi dengan dust


collector dan cyclone yang dapat
memisahkan partikel dari gas
dengan cara memasukan aliran
Limbah Gas gas menurut gerakan rotasi dan
membentuk vorteks sehingga
menimbulkan gaya sentrifugal
yang akan melempar partikel
secara radial kea rah dinding
cerobong.