Anda di halaman 1dari 4

2b

Persinyalan kimiawi oleh hormon adalah fungsi dari sistem endokrin (endocrine
system), salah satu dari dua sistem dasar untuk kmunikasi dan regulasi diseluruh tubuh.
Walaupun hormon tertentu mengalir keseluruh tubuh melalui darah, namun hormon
tersebut hanya berpengaruh pada sel khusus yang disebut sel target. Hormonhormon
dan molekul-molekul persinyalan yang lain memicu respons dengan berikatan ke protein-
protein reseptor spesifik dalam atau pada sel-sel target. Hanya sel-sel yang memiliki
reseptor untuk molekul hasil sekresi tertentulah yang merupakan sel-sel target; sel-sel
yang lain tidak responsif terhadap molekul tersebut. Molekul-molekul yang digunakan
dalam persinyalan seringkali di klasifikasikan berdasarkan tipe sel penyekresi dan rute
yang diambil oleh sinyal dalam mencapai targetnya.
Komunikasi antarsel melalui
molekul-molekul hasil sekresi

Dalam persinyalan endokrin, molekul- Dalam persinyalan neuroendokrin,


molekul hasil sekresi berdifusi kedalam aliran neurohormon berdifusi ke dalam aliran darah
darah dan memicu respons dalam sel-sel dan memicu respons di dalam sel-sel jaringan
target dimanapun di dalam tubuh. targetdimana pun di dalam tubuh.

Dalam persinyalan
Dalam persinyalan parakrin, molekul- sinaptik,neurontransmiter berdifusi melintasi
molekul hasil sekresi berdifusi secara lokal dan sinapsis dan memicu respons didalam sel-sel
memicu respons dalam sel-sel tetangga. jaringan terget (neuron, otot, atau kelenjar).

dalam persinyalan autokrin, molekul-


molekul hasil sekresi berdifusi secara lokal dan
memicu respons di dalam sel-sel yang
menyekresikannya.
2b

Umumnya, suatu sel target mempunyai 2000 sampai 10.000 reseptor untuk suatu
hormon tertentu. Bila suatu hormon atau neurontransmiter ada dalam jumlah berlebihan,
jumlah reseptor dapat berkurang (tidak mencukupi). Pengaruh ini disebut down regulation
(regulasi rendah).
Bila suatu hormon atau neurontransmiter jumlahnya sedikit, jumlah reseptor dapat
meningkatkan proses ini disebut sebagai up regulation (regulasi tinggi).
2c

Hormon yang mengalir dalam darah dan bekerja pada sel target jauh disebut hormon
edar atau endokrin. Hormon yang bekerja pada sel target dekat dengan tempat
pnglepasan disebut hormon lokal. Hormon lokal biasanya cepat tidak giat. Hormon edar
dapat tetap hidup dalam darah dan menggunakan pengaruhnya pada beberapa menit
atau kadang-kadang beberapa jam setelah sekresi. Pada saatnya, hormon edar
dinonaktifkan oleh hati dan diekskresikan oleh ginjal. Apabila ada kegagalan ginjal atau
hati, berlimpahya hormon dalam darah dapat menyebabkan persoalan baru.