Anda di halaman 1dari 21

SISTEM PANGAN DAN GIZI

Fatma Diana Yeza


1411222038
Outline
Konsep dasar sistem pangan dan gizi
Elemen dan sub elemen pangan dan gizi
Penerapan masing-masing sub elemen
membentuk sistem pangan dan gizi
Efektifitas dan efisiensi pendekatan sistem
pangan dan gizi
Konsep Dasar Sistem Pangan dan Gizi
SISTEM :
Rangkaian komponen/ unsur yang saling terkait
menuju suatu tujuan yg sama.
Contoh : tubuh manusia merupakan suatu
sistem dengan komponen jaringan, organ, saraf,
pembuluh darah, dsb dengan tujuan menjaga
keseimbangan fungsi tubuh.
SISTEM PANGAN & GIZI
Mempunyai tujuan meningkatkan &
mempertahankan status gizi masyarakat dalam
keadaan optimal.
Ada 4 komponen :
Penyediaan pangan
Distribusi pangan
Konsumsi makanan
Utilisasi makanan (Pemanfaatan)
Elemen dan Sub Elemen Pangan dan Gizi
Sistem Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri
atas subsistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi.
Kinerja dari masing-masing subsistem tersebut
tercermin dalam hal stabilitas pasokan pangan, akses
masyarakat terhadap pangan, serta pemanfaatan pangan
(food utilization).
Apabila salah satu atau lebih, dari ke tiga subsistem
tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka akan terjadi
masalah kerawanan pangan yang akan berdampak
peningkatan kasus gizi kurang dan/atau gizi buruk.
Sistem Pangan Sistem Gizi

Produksi Ketersediaan Distribusi Konnsumsi Status Gizi/


Subsistem
Faali/
Kes

-Menghasilkan Cadangan -Akses fisik & -Keragaman


-Dinamika Impor
ekonomi -Keamanan -Gejala
industri & Ekspor -Stabilitas
Sub-sub -Jumlah klinik/
sistem penanganan harga -Mutu gizi sub klinik
pasca panen : -Individu -Ptumb.
Menyiapkan & -Keluarga daya krj
Mengolah -masyarakat -Gizi
Mengawetkan kurang/
Mengemas gizi lebih
Kembali
Mengubah
Bentuk pangan
a) Sub Sistem Ketersediaan
)Berfungsi menjamin pasokan pangan untuk
memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, dari segi
kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya.
)Ketersediaan pangan dapat dipenuhi dari tiga
sumber yaitu:
1. produksi dalam negeri,
2. impor pangan,
3. pengelolaan cadangan pangan.
b) Subsistem Distribusi
)Berfungsi mewujudkan sistem distribusi yang
efektif dan efisien, sebagai prasyarat untuk
menjamin agar seluruh rumah tangga dapat
memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas
yang cukup sepanjang waktu, dengan harga yang
terjangkau.
)Sistem perdagangan pangan global yang semakin
terbuka dapat menjadi kendala dalam upaya
stabilitasi harga pangan
c) Subsistem Konsumsi
)Berfungsi mengarahkan agar pola pemanfaatan pangan
secara nasional memenuhi kaidah mutu, keragaman,
kandungan gizi, keamanan dan kehalalan, di samping
juga efisiensi untuk mencegah pemborosan.
)Pemanfaatan pangan dalam tubuh (food utility) dapat
optimal, dengan peningkatan kesadaran atas pentingnya
pola konsumsi beragam dengan gizi seimbang.
)Kinerja subsistem konsumsi tercermin dalam pola
konsumsi masyarakat di tingkat rumah tangga.
d) Subsistem Produksi
) Produksi dalam pengertian sederhana adalah
keseluruhan proses dan operasi yang dilakukan
dalam menghasilkan prosuk dan jasa
) Sub-sub sistem dari produksi adalah
perencanaan dan pengendalian produksi,
pengendalian kualitas, penentuan standar
operasi, penentuan fasilitas produksi,
perawatan, dan penentuan harga pokok.
e) Subsistem gizi
) Subsistem gizi merupakan resultante dari subsistem
sebelumnya, subsistem ini dicerminkan oleh status gizi
yang berkaitan dengan penyerapan dan penggunaan
zat gizi oleh tubuh.
) Dalam hal ini, pangan akan mengalami berbagai
tahapan, yaitu pencernaan yang terjadi dari mulut
sampai usus, penyerapan (proses zat gizi masuk
kedalam darah dan diangkut kesel-sel), pemecahan
dan sintesis dalam sel dan pembuangan bahan-bahan
yang tidak diperlukan.
Dalam kondisi kegagalan berfungsinya salah satu subsistem di atas,
maka pemerintah perlu melakukan tindakan intervensi. Berbagai
macam intervensi yang dapat dilakukan adalah:
1. Pada subsistem ketersediaan berupa bantuan/subsidi saprodi,
kebijakan harga pangan, kebijakan impor/ekspor, kebijakan
cadangan pangan pemerintah
2. Pada subsistem distribusi berupa penyaluran pangan bersubsidi,
penyaluran pangan untuk keadaan darurat dan operasi pasar
untuk pengendalian harga pangan
3. pada subsistem konsumsi dapat dilakukan pemberian makanan
tambahan untuk kelompok rawan pangan/gizi buruk, pemberian
bantuan tunai untuk meningkatkan kemampuan mengakses
pangan.
Penerapan Masing-masing Sub Elemen
Membentuk Sistem Pangan Dan Gizi
Penerapan Sub Elemen Dalam Membentuk Sistem
Pangan
Sistem Pangan Komunitas adalah pilihan rasional
untuk mewujudkan kedaulatan pangan baik
ditingkat kabupaten maupun wilayah yang lebih
luas.
Sistem Pangan ini tidak saja mendorong produksi
pangan, akan tetapi juga mempertimbangkan aspek
distribusi dan konsumsi, bahkan lebih lengkap lagi
karena memasukkan unsur cadangan pangan.
Terdapat lima konsep dasar dari Sistem Pangan Komunitas:
a. Memenuhi kebutuhan pangan dari masyarakat berpenghasilan rendah
melalui pelatihan, pengembangan kemampuan bisnis, penghijauan di
perkotaan, pelestarian lahan pertanian, dan revitalisasi komuniti.
b. Fokus pada menghidupkan sumber daya pangan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhann sendiri.
c. Mengembangkan kemampuan dan kemandirian melalui peningkatan
kemampuan anggota masyarakat dalam penyediaan kebutuhan pangan
mereka.
d. Melindungi pertanian lokal dengan membangun hubungan yang lebih
baik antara petani dan konsumen.
e. Meletakkan pendekatan sistem pangan dalam kerangka hubungan multi
pihak, kelompok dan rumah tangga dan keterpautan seluruh aspek dari
sistem pangan.
Untuk menggerakkan kelembagaan pangan,
diperlukan kepedulian yang dalam tentang hak
atas pangan bagi seluruh lapisan masyarakatnya.
Kelembagaan pangan sebisa mungkin berasal
dari dalam masyarakat sendiri, dan digerakkan
oleh aktor atau kader-kader penggerak dari
kalangan masyarakat sendiri.
Penerapan Sub Elemen Dalam Membentuk Sistem Gizi
Hasil penelitian dari banyak studi ada yang secara
konsisten menunjukkan hubungan antara konsumsi
makanan tertentu dengan munculnya penyakit kronis
dan tingkat keparahannya.
Dengan semakin majunya perkembangan ilmu gizi,
biologi molekuler, genetika molekuler, patologi,
toksikologi, fisiologi, dan bioinformatika telah
membawa kemajuan pengetahuan manusia menuju
dunia ilmu yang baru yang disebut Nutrigenomik.
Nutrigenomik mempelajari interaksi antara
komponen bioaktif dari makanan dan
pengaruhnya pada pola- pola ekspresi gen.
Dalam hal ini termasuk juga interaksi antara
komponen bioaktif dari makanan dengan sitesis
protein, degradasi protein, dan modifikasi
protein yang keseluruhannya bermuara pada
metabolisme sel.
Konsep Efektifitas dan Efisiensi Pendekatan
Sistem dalam Bidang Pangan dan Gizi
Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pangan
a) Kecukupan ketersediaan pangan
Ketersediaan pangan dalam rumah tangga yang dipakai dalam
pengukuran mengacu pada pangan yang cukup dan tersedia dalam
jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
b) Stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke
musim atau dari tahun ke tahun.
Satu rumah tangga dikatakan memiliki stabilitas ketersediaan
pangan jika mempunyai persediaan pangan diatas cutting point
(240 hari atau 360 hari) dan anggota rumah tangga dapat makan 3
(tiga) kali sehari sesuai dengan kebiasaan makan penduduk di
daerah tersebut.
c) Aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan
Indikator aksesibilitas/keterjangkauan dalam
pengukuran ketahanan pangan di tingkat rumah
tangga dilihat dari kemudahan rumah tangga
memperoleh pangan, yang diukur dari pemilikan
lahan (misalnya sawah atau ladang) serta cara
rumah tangga untuk memperoleh pangan.
d) Kualitas/keamanan pangan
Kualitas/keamanan jenis pangan yang
dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Ukuran kualitas pangan seperti ini sangat sulit
dilakukan karena melibatkan berbagai macam jenis
makanan dengan kandungan gizi yang berbeda-
beda., sehingga ukuran keamanan pangan hanya
dilihat dari ada atau tidaknya bahan makanan
yang mengandung protein hewani dan/atau nabati
yang dikonsumsi dalam rumah tangga.
Referensi
http://digilib.unila.ac.id/5980/12/BAB%20II.pd
f
diunduh pada 11 Februari 2017 pukul 15.30
WIB.
https://ikma10fkmua.files.wordpress.com/2012
/11/bab_ii_sist_pangan_dan_gizi.ppt
diunduh pada 11 Februari 2017 pukul 15.00
WIB.
http://gizi.fema.ipb.ac.id/wp-content/uploads/
2015/02/Perspektif-ekologi-dalam-PG-edit-yfb.p
df