Anda di halaman 1dari 17

GERAKAN, KERJASAMA DAN

Pendidikan Anti Korupsi


INSTRUMEN INTERNASIONAL Kelompok 2
PENCEGAHAN KORUPSI
GERAKAN ORGANISASI
INTERNASIONAL
UNITED NATIONS

Didirikan pada tanggal 24 Oktober 1954.


Kongres tentang Pencegahan Kejahatan dan Perlakuan terhadap
Penjahat (United Nation Congress on Prevention on Crime and
Treatment of Offenders) diselenggarakan setiap 5 tahun.
WORLD BANK

Didirikan pada tanggal 27 Desember 1945.


Setelah tahun 1977, World Bank Institute mengembangkan Anti-
Corruption Core Program.
Pendekatan untuk melaksanakan program anti korupsi dibedakan
menjadi 2 (dua), pendekatan dari bawah (bottom-up) dan
pendekatan dari atas (top-down).
ORGANIZATION FOR ECONOMIC
CO - OPERATION
AND DEVELOPMENT (OECD)

Didirikan pada tahun 1948 dengan nama OEEC, tapi di tahun 1961
dibentuk kembali dengan nama OECD karena bertambahnya
anggota dari negara non Eropa.
Pada tahun 1977 OECD menyetujui konvensi Convention on Bribery
of Foreign Public Official in International Business Transaction.
THE COUNCIL OF EUROPE

Didirikan pada tahun 1949.


Tahun 1997, the Council of Europe Program against Corruption
menerima kesepakatan politik untuk memberantas korupsi dengan
menjadikan isu ini sebagai agenda prioritas.
INTERNATIONAL NGO S
TRANSPARENCY
INTERNATIONAL

Didirikan sekitar bulan Mei tahun 1995.


Pada tahun 1995, Transparency International mengembangkan
Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index).
Pada tahun 1999, Transparency International mulai menerbitkan
Bribe Payer Index (BPI).
TIRI

TIRI (Making Integrity Work) memiliki head-office di London, United


Kingdom dan memiliki kantor perwakilan di beberapa negara
termasuk Jakarta.
Salah satu program yang dilakukan TIRI adalah dengan membuat
jejaring dengan universitas untuk mengembangkan kurikulum
Pendidikan Integritas dan/atau Pendidikan Anti Korupsi di perguruan
tinggi.
INSTRUMEN INTERNASIONAL
PENCEGAHAN KORUPSI
UNITED NATIONS
CONVENTION AGAINST
CORRUPTIONS (UNCAC)

Telah ditandatangani oleh lebih dari 140 negara.


Beberapa hal penting yang diatur dalam konvensi: 1) Masalah
pencegahan, 2) Kriminalisasi, 3) Kerjasama internasional, 4)
Pegembalian aset-aset hasil korupsi.
CONVENTION ON BRIBERY OF FOREIGN
PUBLIC OFFICIAL IN INTERNATIONAL
BUSINESS TRANSACTION

Sebuah konvensi internasional yang dipelopori oleh OECD.


Ada 34 negara anggota OECD dan empat negara non-anggota
yang telah meratifikasi dan mengadopsi konvensi internasional ini
BELAJAR DARI NEGARA LAIN
LEMBAGA ANTI KORUPSI DI
NEGARA LAIN
ARTI PENTING RATIFIKASI
PENCEGAHAN ANTI KORUPSI
Untuk meningkatkan kerja sama internasional khususnya dalam
melacak, membekukan, menyita, dan mengembalikan aset-aset
hasil tindak pidana korupsi yang ditempatkan di luar negeri.
Meningkatkan kerja sama internasional dalam mewujudkan tata
pemerintahan yang baik.
Meningkatkan kerja sama internasional dalam pelaksanaan perjanjian
ekstradisi, bantuan hukum timbal balik, penyerahan narapidana,
pengalihan proses pidana, dan kerja sama penegakan hukum.
Mendorong terjalinnya kerja sama teknis dan pertukaran informasi
dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di bawah
payung kerja sama pembangunan ekonomi dan bantuan teknis pada
lingkup bilateral, regional, dan multilateral.
Perlunya harmonisasi peraturan perundang-undangan nasional dalam
pencegahan dan pemberantasan korupsi.