Anda di halaman 1dari 27

Alat Pemadam

Kebakaran
HILWATULLISAN,S.T.,M.T.
196811041992032001

Pengertian Kebakaran
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan bagi setiap orang dan
kecelakaan yang berakibat fatal. Kebakaran ini dapat mengakibatkan suatu
kerugian yang sangat besar baik kerugian materil maupun kerugian immateriil.
Sebagai contoh kerugian nyawa, harta, dan terhentinya proses atau jalannya
suatu produksi/aktivitas, jika tidak ditangani dengan segera, maka akan
berdampak bagi penghuninya.
Jika terjadi kebakaran orang-orang akan sibuk sendiri, mereka lebih
mengutamakan menyelamatkan barang-barang pribadi daripada menghentikan
sumber bahaya terjadinya kebakaran, hal ini sangat disayangkan karena dengan
keadaan yang seperti ini maka terjadinya kebakaran akan bertambah besar. Maka
dari itu di pasang alat pemadam kebakaran di setiap gedung, kendaraan, dan
tempat tertentu. Alat pemadam kebakaran adalah alat perlindungan kebakaran
aktif yang digunakan untuk memadamkanapi atau mengendalikankebakaran kecil,
umumnya dalam situasi darurat.
Pemadam api tidak dirancang untuk digunakan pada kebakaran yang
sudah tidak terkontrol, misalnya ketika api sudah membakar
langit-langit.Umumnya alat pemadam api terdiri dari sebuahtabung
bertekanan tinggi yang berisibahan pemadam api. PENGENALAN
BAHAN PEMADAM KEBAKARAN
Alat pemadam kebakaran berdasarkan bentuk dan instalasinya terdiri
atas 3 jenis yaitu :
1. Alat pemadam api yang dirakit secara tetap pada bangunan / gedung

2. Alat pemadam api yang dirakit secara tetap pada kendaraan


3. Alat pemadam api yang mudah dibawa (portable )

Di era globalisasi serba modern, alat pemadam api makin


berkembang mengikuti kemajuan zaman. Di zaman dahulu, alat
pemadam api tidaklah spesifik dan sangat sederhana, medianya hanya
air dan alatnya mungkin seperti ember dan wadah lainnya yang bisa
menampung air untuk memadamkan kebakaran. Dengan adanya
kemajuan teknologi, maka ditemukannya terobosan baru. Pemadaman
kebakaran dilakukan dengan alat yang spesifik, mulai dari mobil
Pemadam Kebakaran (DAMKAR), Tabung berkapasitas besar (trolley
unit), Tabung portable unit, dan bahkan alat pemadam yang dilengkapi
dengan Smoke Detector serta Alarm.
Tabung Pemadam Api
PENGERTIAN ALAT PEMADAM API RINGAN
1.APAR
APAR Adalah Suatu alat berupa tabung yang diisi dengan media yang dapat
mengatasi serta memadam kebakaran pada awal terjadinya api
SPARE PARTS APAR :

1. TABUNG (TUBE) : Tabung (Tube) yang dipakai terbuat dari bahan berkualitas tinggi
baja paduan. mereka banyak diterapkan dalam kimia, metalurgi, mekanik. Sehingga
tahan terhadap bahan kimia serta tahan terhadap tekanan yang terukur. Tabung
berbentuk seamless yaitu tabung yang dibuat tanpa adanya las.
2. VALVE

Spare part yang berfungsi untuk menutup dan membuka aliran media (Isi)
yang berada di dalam tabung.
3. HANDLE
Spare part yang berfungsi sebagai pegangan untuk menekan serta membantu
valve dalam melakukan fungsinya.
4. PRESSURE
Spare part yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan N2 dalam tabung.
5. HOSE
Spare part yang berfungsi sebagai selang penghantar media.
6. NOZZLE
Spare part yang berfungsi sebagai pegangan untuk mengarahkan media pada
sumber api.
7. SABUK TABUNG
Spare part yang berfungsi sebagai dudukan selang pada tabung
8. PIN PENGAMAN
Spare part yang berfungsi sebagai pengaman tabung.
9. BRACKET/ HANGER
Spare part yang berfungsi sebagai gantungan APAR.
Klasifikasi Kebakaran/Pengelompokkan
Kebakaran
1.Kebakaran Kelas A
Adalah kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali
logam. Contoh : Kebakaran kayu, kertas, kain, plastik. Alat/media
pemadam yang tepat untuk memadamkan kebakaran klas ini adalah
dengan :
Air, Busa, CO2, Bubuk Kering, Halon.
2.Kebakaran Kelas B
Kebakaran bahan bakar cair atau gas yang mudah terbakar.
Contoh : Benzena, Eter, Heksana, LPG,dll.
Alat pemadam yang dapat dipergunakan pada kebakaran tersebut
adalah
CO2, Bubuk Kering, Busa, Halon.
3.Kebakaran Kelas C
Kebakaran instalasi listrik bertegangan.
Contoh : Arus pendek Alat Pemadam yang dipergunakan adalah :
CO2, Bubuk Kering, Halon.
4.Kebakaran Kelas D
Kebakaran pada benda-benda logam padat.
Contoh :
Alumunium, natrium, kalium.
Alat Pemadam yang dipergunakan adalah :
CO2, Bubuk Kering, Halon.
Jenis Pemadam Kebakaran
1.Air (water)

Alat Pemadam Api Jenis Air merupakanalat pemadam api yang


menggunakan air untuk memadamkan api. Alat pemadam ini
menggunakan air dan karbon dioksida sebagai bahan pemadam. Jenis
pemadam ini cocok untuk memadamkan api yang membakar kertas dan
kayu.
Alat pemadam kebakaran ini tidak boleh digunakan pada area-area
yang terdapat peralatan yang menggunakan listrik atau cairan kimia
organic yang tidak larut didalam air. Akhir-akhir ini sudah
dikembangkan alat pemadam yang menggunakan air yang mengandung
foaming agent (bahan pembentuk busa) yang dikenal denganAFFF yang
dapat digunakan untuk kebakaran pada cairan kimia mudah terbakar
dan peralatan listrik. berikut merupakan gambar komponen yang
terdiri pada alat pemadma kebakaran berbahan air (water).
2.AFF foam (Busa)
Alat Pemadam Api Jenis AFF Foam (Busa) merupakan alat
pemadam api yang menggunakan bahan kimia yang dapat membentuk
busa yang stabil dan didorong dengan karbon dioksida pada saat
keluar dari tabung. AFF Foam (busa) yang keluar akan menyelimuti
bahan yang terbakar sehingga dapat memadamkan api karean oksigen
tidak bisa masuk untuk proses kebakaran. Jenis pemadam ini dapat
digunakan pada area dimana jenis pemadam air tidak bisa digunakan.
Seperti pada area yang terdapat minyak yang tidak bisa bercampur
dengan air.
Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam) adalah berbasis air dan sering
mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl,
fluoro surfactant seperti : fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA),
asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Mereka memiliki kemampuan untuk
menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol resistant
aqueous film forming foams (AR AFFF) adalah busa/foam yang tahan
terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan/ segmen pelindung
ketika dipakai atau disemprotkan.

Dapat digunakan untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok bila
digunakan untuk kelas B.
-Bersifat Kondukstif (Penghantar Listrik).
-Tidak dapat dipakai untuk memadamkan api kelas c.
-Foam bersifat ringan, sangat efektif untuk memadamkan zat cair yang
mudah terbakar dengan cara mengisolasi oksigen serta menutupi permukaan
zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar (meluas) kembali.
-Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
Dry Powder
Alat Pemadam Api Jenis Dry Chemical
Powder merupakan alat pemadam api yang
mengandung serbuk kering yang bersifat inert
seperti serbuk silica yang dicampur dengan
serbuk sodium bikarbonat. Serbuk dipompa
keluar tabung dengan bantuan gas karbon
dioksida yang berasal dari catridge. Serbuk yang
dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang
terbakar sehingga memisahkan oksigen yang
merupakan salah satu kompenen kebakaran.
Adanya karbon dioksida juga akan menyingkirkan
oksigen sehingga dapat memadamkan api. Sangat
tidak disarankan untuk digunakan pada area yang
terdapat peralatan produksi atau instrument
produksi yang sangat bernilai, karena serbuk-
serbuk pemadam dapat merusak komponen-
komponen peralatan tersebut.
Dry Chemical Powder Merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium
dan ammonium sulphate. Yang berfungsi mengganggu reaksi kimia yang
terjadi pada zona pembakaran, sehingga api padam. Dry Chemical
powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang
sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang
hingga oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutupi area
kebakaran (api), akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakannya
ditutupi oleh Dry Chemical powder.
-Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya
karena dapat mematikan api kelas A, B, C, D
-Dapat menahan radiasi panas dengan kabut (serbuk) partikelnya.
-Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).
-Kimia kering tidak beracun (Non Toxic).
-Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
4. Carbon Dioxide (CO2)
Alat Pemadam Api Jenis Carbon
Dioxide (CO2) merupakan alat
pemadam yang menggunakan CO2
(karbon dioksida) sebagai bahan
pemadam. Alat pemadan ini akan
mengeluarkan awan karbon
dioksida dan partikel COP padat
pada saat digunakan. Jenis
pemadam ini digunakan untuk area
dimana terdapat peralatan
elektronik sehingga peralatan
tersebut tidak rusak, seperti
instrument laboratorium, server,
komputer, dsb. Jenis pemadam ini
tidak boleh digunakan pada area
confine space atau basemen karena
awan karbon dioksida dapat
membahayakan bagi personel
kebakaran itu sendiri. Jenis
pemadan CO2 ini juga tidak boleh
digunakan untuk kebakaran bahan
logam atau metal.
Co2 adalah Senyawa/bahan kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon +
2 atom oksigen, yang dapat dihasilkan baik dari kegiatan alamiah
maupun kegiatan manusia. -
Dapat digunakan memadamkan kebakaran kelas B dan C karena
merupakan bahan gas, Co2 tidak merusak, dengan daya guna yang
efektif dan bersih.
-Sangat efisien serta efektif digunakan dalam ruangan seperti kantor,
lab dan ruangan lainnya.
-Carbon Dioxide (Co2) dapat menyerap panas dan sekaligus
mendinginkan.
-Konstruksi tabung dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan
dilengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk
corong.
-Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
Sangat cocok untuk memadamkan api yang terjadi akibat korsleting
listrik. karena bersih dan aman untuk alat listrik khususnya.
5.Gas Halon
Alat Pemadam Api Jenis Gas Halotron
merupakan Alat Pemadam yang menggunakan
gas Halon sebagai bahan pemadam. Alat
pemadam jenis ini digunakan di pabrik,
laboratorium atau area workshop dimana
terdapat kemunkinan minyak dan bahan
mudah terbakar. Tapi jenis pemadan ini tidak
bias digunakan untuk area-area dimana
terdapat peralatan elektronik. Jenis
pemadam ini dikembangkan untuk memadam
kebakaran pada pesawat udara. Alat
pemadam ini mengeluarkan uap dan gas yang
menyelimuti api dan menyingkirkan oksigen
sehingga dapat memadamkan api. Atom
Bromin merupakan terminator dari proses
oksidasi yang terjadi pada saat kebakaran.
Salah satu kelemahan dari jenis pemadam ini
adalah jika terdapat logam yang terbakar
maka BCF dapat terdegradasi dan membentuk
hydrogen halide yang bersifat beracun dan
korosif. Jika digunakan pada area confine
space maka diperlukan ventilasi yang cukup.
Tanda / Simbol Alat Pemadam Api
a.Untuk api klas A , adalah dengan tanda gambar segitiga sama sisi,
dasar warna hijau , ditengahnya dengan huruf A dan tulisan
ORDINARY COMBUSTIBLE
b.Untuk api klas B , adalah dengan tanda gambar bujur sangkar, dasar
warna merah, ditengahnya dengan huruf B dan tulisan FLAMMABLE
LIQUIDS
c.Untuk api klas C , adalah dengan tanda gambar lingkaran, warna dasar
biru, di tengahnya dengan huruf C dan tulisan ELECTRICAL
EQUIPMENT
d.Untuk api kelas D adalah dengan tanda bintang lima,warna dasar
kuning, ditengahnya dengan huruf D dan tulisan COMBUSTIBLES
METALS
Berikut cara pemasangan Alat Pemadam Api yang baik dan benar
1. Alat pemadam api
ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah
dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda
pemasangan.
2. Penempatan alat pemadam api tidak boleh melebihi 15 meter,
kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas atau ahli
keselamatan Kerja.
3. Setiapalat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan)
menggantung pada dinding dengan konstruksi penguat lainnya
atau ditempatkan dalam lemari atau peti (box) yang tidak dikunci.
Lemari atau peti (box) seperti tersebut dapat dikunci dengan
syarat bagian depannya harus diberi kaca aman dengan tebal
maximum 2 mm.
4. Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman tersebut harus
disesuaikan dengan besarya alat pemadam api ringan yang ada
dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah dikeluarkan.
Cara Menggunakan Alat Pemadam Api
Kebakaran bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja, untuk itu tidak ada
salahnya kalau kita mengetahui Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan
(APAR), berikut dibawah ini merupakan cara menggunakanalat pemadam api :

1. Tarik Pin pengaman yang berada pada Valve (mirip kunci yang berada diatas
tabung pemadam api)
2. Pegang Hose atau selang pada dengan tangan kedua terkuat anda dan
tabung dengan tangan terkuat pertama anda.
3. Arahkan Nozzle atau pangkal selang pada titik api (area kebakaran)
4.Jangan melawan terhadap arah angin, harus mengikuti arah angin supaya
tidak terjadi pembalikan arah panas maupun semburan dari sumber api
(Sumber kebakaran). dan dibawah ini gambar cara menggunakan alat
pemadam :
SEE YOU NEXT TIME..