Anda di halaman 1dari 5

Bahan Kimia Mudah

Meledak/Eksplosive
EKSPLOSI(Explosive
(PELEDAKAN) Substances)
- Adalah suatu peristiwa akibat reaksi kimia yang
membebaskan energi
amat besar dan secara cepat tak terkendali
Energi : - panas
- sinar
- suara
- kejutan mekanis

Thermal (panas)
Peledakan:
Rantai bercabang ( radikal )

Bahan bahan mudah meledak:


- Zat padat berbentuk serbuk
- Uap uap cair mudah terbakar
- Gas gas mudah terbakar
Eksplosibilitas :
a. Kesetimbangan oksigen:
adalah selisih antara jumlah oksigen dalam sistem (senyawa atau
campuran) dengan jumlah oksigen yang diperlukan untuk
mengoksidasi secara sempurna gas CO2 dan H2O. Ada 3
kemungkinan:
1. Kesetimbangan negatif, yakni suatu reaksi eksplosif yang
terjadi karena adanya oksigen, contoh:
C 2 H 4O 3 + 3 O 2 CO 2 + 2 H2O
zat p-asam asetat akan meledak bila ada oksidator. Senyawa
etanol,
asetaldehida, aseton dan asam asetat juga akan meledak bila
dicampur
dengan H2O2
2. Kesetimbangan nol, artinya bahwa jumlah oksigen pereaksi dan
hasil reaksi adalah sama, contoh:
CH2O3 CO2 + H2O (Asam performiat)
(NH4)2CrO7 Cr2O3 + 4 H2O + N2 (Asam Bikromat)
ini berarti bahwa reaksi eksplosif dapat terjadi dengan sendirinya
tanpa adanya bantuan oksigen dari luar
3. Kesetimbangan positif, yakni suatu reaksi yang cenderung
melepaskan
oksigen, contoh:
NH4NO3 2 H2O + N2 + O (Amonium Nitrat)
C 3H 5N 3O 9 3 CO2 + 2 H2O + 1 N2 + O (Gliseril nitrat)
senyawa amonium nitrat dan gliseril nitrat menjadi eksplosifbila
ada reduktor yang dapat menyerap oksigen
b. Struktur molekul
Senyawa yang mempunyai gugus tidak stabil atau
eksplosofor berpotensi eksplosif

No Struktur molekul Nama No Struktur molekul Nama

1 -C=C- Asetilena 11 = N NO2 N-nitro


2 =CN=N Diazo 12 = C N=N-C = Azo
3 =CN=O Nitroso 13 N3 Azida
4 = C - NO2 Nitro 14 = C N2 Diazonium
5 = C (NO3) Alkil polinitro 15 N-logam berat
6 Alkil nitrit 16 = N logam Hidroksil
= C O NO - N+OH
7 = C O NO2 Alkl nitrat 17 Perkloril
8 Oksim 18 = C Cl - O3 Peroksida
9 =C=NO N-nitroso 19 -OO- Ozon
10 =NN=O O3
Hipohalida
O-X
Faktor-faktor penyebab eksplosif
1. Suhu penyimpanan, semakin tinggi suhu
semakin mudah terjadi reaksi eksplosif
2. Benturan, terjadi pemanasan lokal yang
eksplosif, terjadi saat:pencampuran,
penggerusan dan pengangkutan
3. Kelembaban, kelembaban yang tinggi dalam
penyimpanan akan menyebabkan proses
adsorpsi air sehingga terjadi reaksi kimia.
4. Listrik, disebabkan instalasi yang kurang
baik atau peralatan yang tidak aman
sehingga terjadi lancatan api
5. Pengaruh bahan kimia lain dalam
penyimpanan, Bahan kimia bersifat reduktor
akan berbahaya bila dicampur dengan
bahan kimia yang bersifat oksidator yang
tidak stabil.
Reaksi Eksotermis Eksplosif

Kecepatan Reaksi tergantung pada :


Energi : - pengadukan
- pemanasan
- benturan
- sinar
Suhu/temperatur
Konsentrasi
Katalisator

Pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi.


Secara Arrhenius kecepatan reaksi bertambah secara
eksponensial dengan bertambahnya suhu.
Secara kasar apabila suhu naik 10oC maka kecepatan raksi
akan bertambah dua kali, atau apabila suhu raksi mendadak
naik 100oC berarti kecepatan reaksi mejadi 210=1024 kali.
Atau : t 10oC k=2
n 10oC k = 2n
20oC k = 22 = 4 x
30oC k = 23 = 8 x
100oC k = 210 = 1024 x