Anda di halaman 1dari 48

02/26/17

SASARAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu mencari kapasitansi
kapasitor sederhana : plat sejajar, bola,
dan silinder.
Mahasiswa mampu mencari besaran-
besaran : muatan induksi, polarisasi,
konstanta dielektrik.

02/26/17
Kapasitor terdiri dari dua buah konduktor
yang diberi muatan berlainan jenis dan
sama besar. Kedua konduktor terisolasi
dalam suatu ruangan.
Kapasitor berfungsi sebagai penyimpan
muatan atau energi.

02/26/17
KAPASITOR
Terisolasi berarti medan di dalam ruangan
tersebut hanya dihasilkan oleh kedua
muatan pada konduktor.

+Q -Q

02/26/17
Kemampuan sebuah kapasitor
menyimpan muatan atau energi
dinyatakan dengan
KAPASITANSI (C)
KAPASITANSI (C)
Makin besar nilai C maka makin besar muatan atau
energi yang dapat disimpan sebuah kapasitor

Ukuran kapasitansi dalam S.I dinyatakan dalam


farad atau F
Contoh : C = 0,0001 F
02/26/17
Q
C
=
aV
tuQ
=
C
V
Kapasitansi ( C ) didefinisikan
sebagai berikut :

Di mana
Q adalah besar muatan pada kapasitor
V besar beda potensial antara kedua konduktor

02/26/17
Jadi C >0
PERHITUNGAN KAPASITANSI
BEBERAPA KAPASITOR
SEDERHANA
BERDASARKAN BENTUK KONDUKTOR
ADA 3 MACAM KAPASITOR YAITU :
Kapasitor Plat Sejajar
Kapasitor Silinder
Kapasitor Bola
Dalam mencari C kita terlebih dahulu
menghitung beda potensial antara kedua
konduktor (lihat bab tentang Potensial).
02/26/17

Q
E
=
ioA
[N
/C
]
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
Terdiri dari dua buah plat identik yang dipasang sejajar
Asumsi :
- Luas plat (A) >> jarak antar plat ( d )
- Medan listrik di ruang antar plat konstan ( E )

+Q A -Q
+Q -Q
E

0 d x
02/26/17
d
V
dV

im
a

=
-
V
=
-
E

n
=
d

=
Qd
r
/A
m
u
a
tn
p
e
r 2
1(
2
)
1
KAPASITOR PLAT SEJAJAR

o
Beda potensial V dicari menggunakan
persamaan berikut :

Diperoleh

02/26/17
+Q

[
d
iE

E
= Q
/oo2
A
02/26/17

V

N
C
]


or=
d
x-
oo
1
d
x

E
=


d
o
o
0

-

i
[
N
/
C
]
E

d
o
KAPASITOR PLAT SEJAJAR
-Q

d x
+

E
-

d x
02/26/17

E


V

dr=
o2 d
xV
oo



d
-
d
1
o
0

d
x
-
d
o
Q

A
C
=
V
d
KAPASITOR PLAT SEJAJAR

O
Besar beda potensial antara kedua plat adalah :

Jadi kapasitansi kapasitor plat sejajar adalah :



A
C
=
d O
KAPASITOR PLAT SEJAJAR

Kapasitansi tidak bergantung pada


muatan (Q ) dan beda potensial (V)
Kapasitansi bergantung pada dimensi
kapasitor ( A ) dan ( d ) serta materi
yang mengisi ruang antar plat ( o ).
02/26/17
KAPASITOR SILINDER
Terdiri dari dua buah silinder sama
panjang yang dipasang sepusat.

Dalam hal ini kita ambil dua buah silinder


tipis dengan jari-jari a dan b ( a < b ).

L
L

a
02/26/17
b

E
=Q1
rodim
o2 anrdiukrdaisuL
m
brsilnder
KAPASITOR SILINDER
Misalkan silinder kecil diberi muatan +Q
dan silinder besar diberi muatan Q.
L
Penampang lintang
L

a E
a
b
b
+Q
-Q

02/26/17

E
o Q
dr=
1
d

r2
V
-
(
2
1
b
b
aQ
2
)
o
1



V
=
-
V
=
E
Q
V
2

1
d
r
o
o aoo
a

d
r
b
l
n
(
Q
-
l
n)
a
b
(
)
L2L
KAPASITOR SILINDER
Mari kita menghitung besar beda potensial antara
kedua silinder menggunakan persamaan berikut :

02/26/17
Jadi besar beda potensial antara kedua konduktor
02/26/17
Q
C
=
=
2
V1
b
ln
oa
KAPASITOR SILINDER
Kapasitansi ( C ) adalah
KAPASITOR BOLA
Terdiri dari dua buah bola yang dipasang
sepusat, berjari-jari a dan b ( a < b ).

a a
b b

Misalkan kedua bola adalah bola tipis


02/26/17

E
=Q
1
rodim
o4 anrdiukrdaipursatbol
KAPASITOR BOLA
Berapa besar beda potensial antara kedua bola?
Untuk menjawab pertanyaan di atas,
misalkan bola yang lebih kecil diberi

2
muatan +Q dan bola yang lain Q.

a -Q +Q
b

02/26/17




Q
b
V
=
V
-
V
=
-
E
V
(
4

E
o
-
a

d
r
) Q
dr=
2
1
d
2
1
r4
V
-
b
a
2
)
Q
1
1
b
2
b
(Q
d
r
o aoo
a4r
1
(
)
KAPASITOR BOLA
Berdasarkan E di atas, maka beda potensial
antara kedua bola adalah

02/26/17
02/26/17
Q
a
b
C
=
=
4
V
-
o
KAPASITOR BOLA
Kapasitansi ( C ) adalah
DIELEKTRIK
BAHAN DIELEKTRIK DILETAKKAN DALAM
RUANGAN ANTAR KONDUKTOR PADA SUATU
KAPASITOR DENGAN TUJUAN UNTUK
MEMPERBESAR KAPASITANSI
AKAN DITINJAU SECARA MAKROSKOPIK DAN
MIKROSKOPIK
UNTUK MEMPERMUDAH PERSOALAN
DITINJAU KAPASITOR PLAT SEJAJAR
RUMUS YANG DIHASILKAN BERLAKU UNTUK
SELURUH KAPASITOR, KECUALI BEBERAPA
RUMUS HANYA BERLAKU UNTUK KAPASITOR
PLAT SEJAJAR
02/26/17
C
o=A

od
TINJAU MAKROSKOPIK
Tinjauan makroskopik berdasarkan hasil empirik
(percobaan)
Ruangan kapasitor mula-mula vakum.
Kapasitor diisi muatan dengan cara dihubungkan
dengan sumber DC Vo .
Kemudian setelah penuh sumber dilepas.

02/26/17
vakum

d
A +Qo

Vo
-Qo

Eo = Qo/(Ao)
TINJAUAN MAKROSKOPIK
Sumber dilepas berarti tidak ada sumber muatan, maka muatan pada kapasitor tetap (Q o).
Setelah sumber dilepas, beda potensial antar konduktor diukur diperoleh :

+Qo -Qo Vo +Qo -Qo

Eo = Qo/(Ao)
VOLTMETER

Hasil yang diperoleh sama dengan beda potensial


02/26/17
sumber DC
+Qo

02/26/17
TINJAUAN MAKROSKOPIK

dielektrik

V?
-Qo Hasilnya adalah

Artinya
V
<
1
E
o
Bagaimana beda potensial jika setelah dilepas
ruang antar konduktor diisi dielektrik?

E adalah medan di dalam kapasitor


setelah diberikan dielektrik
V an1
=o,dim
TINJAUAN MAKROSKOPIK
Konstanta pembanding
potensial/medan listrik sebelum dan sesudah
diisi dielektrik dikenal sebagai konstanta
besaran

dielektrik () atau permitivitas relatif (r)

Persamaan di atas berlaku untuk semua kapasitor, tidak


hanya untuk plat sejajar.

Bagaimana kapasitansi setelah diisi dielektrik ?

02/26/17
Q
=
C
V
o
o
=
C
V
C
V
C
=
o
o
C
o
02/26/17
C
=
Ingat, Muatan kapasitor tetap!
Berdasarkan persamaan Q = CV diperoleh :
TINJAUAN MIKROSKOPIK
ADA BEBERAPA HAL BARU YANG HARUS
DIPERHATIKAN YAITU :
MOMEN DIPOL LISTRIK (p)
POLARISASI (P)
ORIENTASI DIPOL
DISPLACEMENT (D)

02/26/17
02/26/17
-Q


p
=Q
d
i
MOMEN DIPOL (p)
PANDANG SEPASANG MUATAN TITIK (+Q DAN Q) YANG DIPISAHKAN OLEH

-Q

+Q
JARAK d.

d
+Q

MOMEN DIPOL MEMILIKI ARAH DARI Q KE +Q DENGAN BESAR p = Qd

p = Qd

JIKA KE KANAN ADALAH X POSITIF, MAKA



p
P
=
V POLARISASI (P)
POLARISASI (P) DIDEFINISIKAN SEBAGAI
MOMEN DIPOL (p) PER SATUAN VOLUME (V).

02/26/17
DI MANA
ARAH P SAMA DENGAN ARAH p
V VOLUME DARI DIELEKTRIK
ORIENTASI DIPOL
SECARA UMUM SETIAP BAHAN
MEMILIKI MUATAN NEGATIF DAN
POSITIF.
MUATAN TERSEBUT DAPAT BERDIRI
SENDIRI (MONOPOL) ATAUPUN
BERPASANGAN (DIPOL)
SECARA UMUM , ARAH DIPOL DALAM
BAHAN DIELEKTRIK ACAK
02/26/17
ORIENTASI DIPOL
UNTUK MEMUDAHKAN, PASANGAN MUATAN
(DIPOL) DIGAMBARKAN DENGAN TANDA
PANAH.

-Q +Q

-Q

+Q

SECARA UMUM , ARAH DIPOL DALAM BAHAN DIELEKTRIK ACAK,


SEHINGGA MOMEN DIPOL TOTAL MENDEKATI NOL.
02/26/17
TINJAUAN MIKROSKOPIK
SEKARANG TINJAU KAPASITOR PLAT SEJAJAR DAN
BAHAN DIELEKTRIK
+Qo -Qo
+Qo -Qo

Eo = Qo/(Ao)

BAGAIMANA ORIENTASI DIPOL JIKA


BAHAN DIELEKTRIK DILETAKKAN DI
DALAM KAPASITOR?
02/26/17
TINJAUAN MIKROSKOPIK
INGAT MUATAN POSITIF DAN NEGATIF
SALING TARIK-MENARIK!
+Q -Q

VAKUM

DIPOL

PERHATIKAN BAHWA ARAH DIPOL MENJADI


KAPASITOR BERUBAH, CENDERUNG SEARAH MEDAN
LUAR (EO)
02/26/17
Orientasi dipol tanpa medan luar Orientasi dipol saat dikenakan medan luar

p0 p tidak nol

Dielektrik saat dikenakan medan luar -q +q

02/26/17
Sekarang perhatikan 2 pasang plat
yang bermuatan Q dan q
+Q -Q -q +q

+Q -q +q -Q

Eo = (Q/oA) i E = (q/oA)(-i)

PERHATIKAN MEDAN DIE = Eo + E atau E = [(Q/oA) (q/oA)] i


DAERAH ANTARPLAT
02/26/17
KEMBALI KE KAPASITOR DAN
DIELEKTRIK
Muatan Q disebut muatan bebas (dapat diatur
dengan mengatur beda potensial sumber)
Muatan q disebut muatan induksi (bergantung
pada jenis bahan dielektrik)

Karena Q dapat diatur, maka Eo juga dapat diatur


Karena q tidak dapat diatur, maka E juga tidak dapat diatur
Perhatikan medan di dalam ruangan kapasitor setelah ada dielektrik!

Medan E bergantung pada muatan Q dan q


02/26/17
Apakah medan E dapat diatur?
Jelas bahwa medan di dalam ruangan kapasitor
sebelum diisi dielektrik Eo lebih besar
dibandingkan dengan setelah diisi dielektrik E
+Q -Q +(Q-q) -(Q-q)

+Q -q +q -Q

Eo = (Q/oA) i E = [(Q-q)/oA] i

Hal ini sesuai dengan hasil eksperimen (tinjauan makroskopik)

E = Eo/
02/26/17
Mari kita memformulasikan persamaan yang
lebih umum (berlaku untuk semua
kapasitor)
Perhatikan Eo, E, dan E!
E akan kita kaitkan dengan polarisasi P
Perhatikan muatan induksi q! Misalkan jarak antara muatan q dan +q sama dengan
jarak antar plat d.

-q +q
p = qd i P =(qd/V) i
V = Ad = volume kapasitor

E = [(Q/oA) (q/oA)] i = Eo P/o o Eo = o E + P


02/26/17
Mari kita memformulasikan persamaan yang
lebih umum (berlaku untuk semua
kapasitor)
Persamaan oEo = oE + P berlaku umum
Eo bergantung muatan bebas (Q)
P bergantung muatan induksi (q)
E bergantung Q dan q
Bagaimana dengan oE + P?

Karena oEo hanya bergantung Q, maka oE + P hanya bergantung Q


Besaran ini dikenal dengan vektor perpindahan D = oEo = oE + P

Perhatikan bahwa D tidak bergantung pada bahan dielektrik!


02/26/17
Mari kita memformulasikan persamaan yang
lebih umum (berlaku untuk semua
kapasitor)
Polarisasi P merupakan tanggapan bahan
terhadap medan.
Secara umum P = Plinier + Pnon-linier
Plinier = oE, = suseptibilitas bahan dielektrik
merupakan kemampuan bahan dielektrik
menanggapi medan E.

E P
02/26/17
Mari kita memformulasikan persamaan yang lebih
umum (berlaku untuk semua kapasitor)
Tinjau kasus linier P = oE
oEo = oE + P = oE + oE = o(1 + ) E
(1 + ) = , konstanta dielektrik atau
(1 + ) = r, permitivitas dielektrik relatif
oEo = o(1 + ) E = or E = E
Di mana adalah permitivitas dielektrik
Perhatikan o (tanpa dielektrik) diganti oleh
(dengan dielektrik)
oEo = o(1 + ) E = or E = E (berlaku umum)
02/26/17
KESIMPULAN
MEDAN LISTRIK (E) DALAM SUATU
BAHAN BERGANTUNG PADA MUATAN
BEBAS (Q) DAN SUSEPTIBILITAS ()
VEKTOR PERPINDAHAN (D)
BERGANTUNG PADA MUATAN BEBAS
(Q)
POLARISASI P BERGANTUNG PADA
MUATAN INDUKSI (q)
02/26/17
KESIMPULAN
Kapasitor plat sejajar, sumber dilepas
muatan bebas tetap
+Q -Q +Q -Q

dielektrik
vakum

Co = oA/d C = A/d

Eo = (Q/oA) i Eo = (Q/A) i

Vo = Q/Co V = Q/C = Vo/

02/26/17 D = (Q/A) i D = (Q/A) i


KESIMPULAN
Kapsitor silinder, sumber dilepas (muatan bebas tetap)
Penampang lintang Penampang lintang

vakum dielektrik
-Q -Q
Eo E
+Q +Q

1
Co = 2 o L 1
b C = 2L Co
ln b
a ln
Q 1 a
Eo = Q 1
2 o L r E=
Q b
2L r
Vo ln( ) Q b V
2 o L a V ln( ) = o
2L a
02/26/17
KESIMPULAN
Kapasitor bola, sumber dilepas (muatan bebas tetap)

vakum dielektrik

-Q +Q -Q +Q

ab ab
C o = 4 o C = 4
b-a b-a
Q 1 Q 1
Eo = E=
4 o r2 4 r 2
Q b-a Q b-a
Vo ( ) V ( )
4 o ab 4 ab

02/26/17
Rangkaian Kapasitor :Seri dan Paralel
Perhatikan dua buah kapasitor (C1 dan C2) berikut ini!

C1 C2
SERI C1 C2

1/C=1/C1+ 1/C2

C1 C1

PARALEL

C2 C2

02/26/17 C = C1+C2
Rangkaian Kapasitor :
Pengisian Kapasitor
R
Perhatikan rangkaian RC berikut ini ! Pada saat saklar
S ditutup (t = 0) I = /R.
C

Setelah saklar ditutup! Berdasarkan hk. Kirchoff


diperoleh = IR + Q/C. S

Mengingat I = dQ/dt dan d/dt = 0, maka diperoleh


R
dI/I = -(1/RC) atau I = (/R)e . Atau
-t/RC

Q = C (1 - e-t/RC) C
I
RC = = konstanta waktu kapasitif.

Pada saat t = RC, muatan kapasitor bertambah


sekitar 63%

02/26/17
Rangkaian Kapasitor :
Pengosongan Kapasitor
R

Pandang rangkaian RC di samping! Pada saat C


saklar ditutup ( t = 0 ), muatan pada kapasitor Qo

Setelah saklar ditutup! Berdasarkan hk. Kirchoff S


diperoleh 0 = IR + Q/C.
Mengingat I = dQ/dt , maka diperoleh R
0 = R(dQ/dt) + Q/C dI/I atau Q = Qoe-t/RC.
C
Atau I = - (Qo/RC)e -t/RC
I
RC = = konstanta waktu kapasitif.
Pada saat t = RC, muatan kapasitor berkurang
menjadi sekitar 63%

02/26/17