Anda di halaman 1dari 13

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

IPA

INSECTA
{SERAN
dan CRU GGA}
{UDANG STACEA
UDANGA
N}
NAMA KELOMPOK
ANNISA ZAHRANI FAHIRA
NAAFITA SARI
DINDA RULIANA DEWI
ERICHA AIDA PUTRI ANASISTA
LINTANG FAJRIN CAHYANINGRUM
MAZAYA NUR LATHIFA
SITI NUR AROPAH
PENGERTIAN INSECTA
Insecta adalah yang metamorfosis tidak sempurna
adalah yang tidak pernah mengalami masa larva
dan kepompong (pupa). Larva kupu-kupu disebut
juga ulat, yaitu suatu bentuk yang sangat
berbeda dengan bentuk dewasanya, baik tipe
mulutnya, makanannya, jumlah kakinya, maupun
sayapnya. Ulat memiliki jumlah kaki yang banyak
pasangnya, sedangkan kupu-kupu hanya ada tiga
pasang kaki. Ulat memiliki tipe mulut menggigit
untuk mengunyah daun-daunan, sedangkan
kupu-kupu memiliki tipe mulut isap serupa belalai
untuk mengisap madu bunga.
SERANGGA {INSECTA}
Serangga (disebut pula insecta, dibaca "insekta", berasal dari bahasa Latin insectum, sebuah
kata serapan dari bahasa Yunani [ntomon], "terpotong menjadi beberapa bagian")
adalah salah satu kelas avertebrata di dalam filum arthropoda yang memiliki exoskeleton berkitin ,
tubuh yang terbagi tiga bagian (kepala, thorax, dan abdomen), tiga pasang kaki yang pangkalnya
menyatu, mata majemuk, dan sepasang antena. Serangga termasuk salah satu kelompok hewan
yang paling beragam, mencakup lebih dari satu juta spesies dan menggambarkan lebih dari
setengah organisme hidup yang telah diketahui.[2][3] Jumlah spesies yang masih ada diperkirakan
antara enam hingga sepuluh juta [2][4][5] dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan
hewan yang berbeda-beda di bumi. [6] Serangga dapat ditemukan di hampir semua lingkungan,
meskipun hanya sejumlah kecil yang hidup di lautan, suatu habitat yang didominasi oleh
kelompok arthropoda lain, krustasea.
Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi[7] Serangga termasuk dalam kelas
insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat),
Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan
Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat) [8]. Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena
semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok
Pterigota karena memiliki sayap [8].
Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. [7] Ukuran serangga
relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.[7]
SEJARAH INSECTA
Sejarah
Keaneka-ragaman serangga telah terdapat pada periode Carboniferous (sekitar
300 juta tahun yang lalu).[7]
Pada periode Permian (270 juta tahun yang lalu) beberapa kelompok serangga telah
menyerupai bentuk yang dijumpai sekarang. [7]
Banyak fosil serangga yang ditemukan berumur puluhan juta tahun yang lalu tidak
beda jauh dengan serangga saat ini, misalnya fosil wereng berumur 25 juta tahun
yang ditemukan di Dominika yang terperangkap pada getah pinus, dan masih banyak
lagi fosil-fosil serangga yang ditemukan yang berumur puluhan juta tahun.
Sayap pada serangga mungkin pada awalnya berevolusi sebagai perluasan kutikula
yang membantu tubuh serangga itu menyerap panas, kemudian baru menjadi organ
untuk terbang [7] Pandangan lain menyarankan bahwa sayap memungkinkan hewan itu
meluncur dari vegetasi ke tanah, atau bahkan berfungsi sebagai insang dalam
serangga akuatik.[7] Hipotesis lain menyatakan bahwa sayap serangga berfungsi
untuk berenang sebelum mereka berfungsi untuk terbang [7]
KEMAMPUAN INSECTA
Kemampuan
Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan yang tinggi adalah
kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam jumlah yang sangat besar, dan
pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun. [7]
Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini
adalah kemampuan terbangnya.[7] Hewan yang dapat terbang dapat menghindari banyak predator,
menemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat
dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di atas permukaan tanah. [7]
Umumnya serangga mengalami metamorfosis sempurna , yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan
yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago [8]. Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna
adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera.[8] Metamorfosis tidak sempurna
merupakan siklus hidup dengan tahapan: telur, nimfa, dan imago.[8] Peristiwa larva meniggalkan telur
disebut dengan eclosion.[butuh rujukan] Setelah eclosion, serangga yang baru ini dapat serupa atau berbeda
sama sekali dengan induknya [8]. Tahapan belum dewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan
yang banyak [8].
Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan berat badan, biasanya
dalam bentuk tangga dimana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnya kulit lama (exuvium),
dimana proses ini disebut molting [8]. Karena itu pada setiap tahapan, serangga tumbuh sampai dimana
pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagi dan seterusnya sampai sempurna [9].
RAGAM INSECTA
Ragam
Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsa capung (Odonata),
20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat
(Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa kepik (Hemiptera),
360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110.000 spesies bangsa semut dan lebah (Hymenoptera
).[8].
Ordo Lepidoptera ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkan ketika imago memiliki tipe
mulut penghisap. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan [8].
Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang mirip tabung yang terdapat
pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen [8]. Ada beberapa dari jenis ini yang merupakan
karnivora dan penghisap cairan [8]. Umumnya Collembolla merupakan scavenger yang memakan sayuran
dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari,
ganggang, dan material lainnya [8].
Ordo Coleoptera memliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivore [8]. Habitatnya adalah di
permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon, dan ada
beberapa yang membuat sarang pada dedaunan .[8].
Ordo Orthoptera termasuk herbivora, namun ada beberapa spesies sebagai predator.[8].Tipe mulut dari
ordo ini adalah tipe pengunyah. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayap depan lebih keras dari sayap
belakang [8].
Ordo Dermaptera mempunyai sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atas toraks dan abdomen [9].
Abdomennya terdapat bagian seperti garpu [9]. Ordo Diplura memiliki mata majemuk, tidak terdapat ocelli,
dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerah terrestrial, dapat ditemukan di bawah batu, di
atas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon, dan di gua. Ordo ini merupakan pemakan humus [9].
Ordo Hemiptera memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Ada beberapa yang menghisap darah dan
sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi hewan, tumbuhan,
maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta
pada jamur yang busuk [9].
Ordo Odonata memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasuk karnivora yang memakan
serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya adalah di dekat
perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada daerah bebatuan [9].
Sub kelas Diplopoda memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing dengan beberapa kaki, beberapa
memiliki kaki berjumlah tiga puluh atau lebih, dan segmen tubuhnya menopang dua bagian dari tubuhnya [8].
Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerah epistoma yang besar dan datar pada bagian
METAMORFOSIS INSECTA
Metamorfosis pada Serangga
Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk
dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini
seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses
pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe
metamorfosisnya. Metamorfosis pada serangga ada 2, yaitu metamosfosis sempurna dan metamorfosis tidak
sempurna. Perbedaan yang mencolok pada metamorfosis sempurna adalah adanya tahap pembentukan
kepompong, sedangkan pada metamorfosis tidak sempurna tidak terdapat tahap pembentukan kepompong.
Morfologi Serangga
Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk
pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga
dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).
Peran serangga
Banyak serangga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya sebagai organisme pembusuk dan
pengurai termasuk pengurai limbah, sebagai objek estetika dan wisata seperti kupu-kupu, kumbang yang
berwarna-warni, bermanfaat pada proses penyerbukan maupun sebagai hama tanaman, pakan hewan (burung)
yang bernilai ekonomi tinggi [10], penghasil madu (dari genus Apis) dll[11]. Disamping peran secara langsung
serangga juga memiliki peran yang tidak langsung yaitu menjaga keseimbangan ekologi di alam, karena
serangga termasuk salah satu dari rantai makanan, dimana beberapa jenis burung menjadikan serangga
sebagai makanan utamanya. Namun jika jumlahnya tidak terkendali karena keseimbangan alam yang terganggu
akibat berkurangnya pemangsa serangga, maka jumlah serangga akan tidak terkendali, karena salah satu
sifatnya yang dapat berkembang biak dengan cepat, sehingga hal ini juga akan merugikan, baik bagi pertanian,
perkebunan, kepada manusia secara langsung. Bebarapa daerah menjadikan beberapa jenis belalang sebagai
bahan makanan, seperti belalang kayu, larva beberapa jenis kumbang juga di konsumsi sebagai makanan yang
lezat. secara kandungan gizi belalang kaya akan kandungan protein hewani bahkan di hongkong, thailand dan
beberapa negara Eropa beberapa hotel berbintang telah menyediakan menu dari belalang.
Makanan serangga
Makanan pada serangga tergantung pada tipe pada mulutnya, ada beberapa jenis tipe mulut pada serangga
yang ini juga akan menentukan jenis makanannya yaitu: menusuk menghisap, menggigit mengunyah,
mencium. dalam dunia serangga ada beberapa jenis makanan yang sering ditemukan, yaitu serangga jenis
herbivora, karnivora dan ada juga omnivora.
STRUKTUR TUBUH INSECTA
Crustacea {udang udangan}
Sifat umum: Kerangka luar keras (kitin)
yaitu polisakarida majemuk (karbohidrat)
Cangkang dihasilkan epidermis, tidak
elastis jika mengeras Adanya embelan
tubuh yang bersendi (jointed appendages)
dan bebas dari bulu getar. Bentuk tubuh
simetri bilateral dan terdiri dari ruas-ruas
yang
tersusun secara linier berurutan. Tubuh
tertutup kerangka luar dari kitin yang
elastik pada bagian
untuk pergerakan sendi Rongga tubuh
KELAS CRUSTACEA
KELAS CRUSTACEA
- Arthropoda yang sebagian besar hidup di laut dan bernafas dengan insang
- Tubuh tersusun atas kepala (cephalin), dada (thorax) dan abdomen
- Kepala dan dada bergabung membentuk kepala-dada (cephalothorax)
- Kepala terdiri dari 5 ruas yang tergabung menjadi satu
- Mempunyai 2 pasang antena, sepasang mandibel (mandible)/ rahang dan
2pasang maksila (maxilla)
- Kelenjar antena (kelenjar hijau) atau kelenjar maxilla merupakan alat ekskresi
- Dada mempunyai embelan dada yang bentuknya berbeda-beda
- Ruas abdomen sempi dan lebih mudah bergerak daripada kepala dan dada
- Ruas-ruas mempunyai embelan yang ukurannya sering mengecil
- Crustacea mempunyai kulit (cangkang) yang keras karena adanya endapan
kalsium karbonat pada kutikula
- Crustacea umumnya dioecious : pembuahan di dalam
- Sebagian besar mengerami telurnya
- Tipe awal larva crustacea adalah larva nauplius yang berenang bebas sebagai
plankton

TUBUH CRUSTACEA : DECAPODA (contoh Lobster)


ANATOMI LUAR TUBUH
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH ATAS
PERHATIANNYA