Anda di halaman 1dari 11

5.

Katarak
Definisi
Katarak adalah setiap keadaan
kekeruhan pada lensa yang dapat
terjadi akibat hidrasi(penambahan
cairan) lensa, denaturasi protein
lensa atau terjadi akibat kedua-
duanya (Ilyas, 2010). Lima puluh
satu persen (51%) kebutaan
diakibatkan oleh katarak
(WHO,2012).
Faktor Risiko
Faktor internal yang berpengaruh antara
lain adalah umur dan jenis kelamin
faktor eksternal yang berpengaruh
adalah pekerjaan dan pendidikan yang
berdampak langsung pada status sosial
ekonomi dan status kesehatan
seseorang, serta faktor lingkungan,
yang dalam hubungannya dalam
paparan sinat Ultraviolet yang berasal
dari sinar matahari (Sirlan F, 2000).
Proses normal ketuaan mengakibatkan
lensa menjadi keras dan keruh. Dengan
meningkatnya umur, maka ukuran lensa
akan bertambah dengan timbulnya
serat-serat lensa yang baru.
Seiring bertambahnya usia, lensa
berkurang kebeningannya, keadaan ini
akan berkembang dengan
bertambahnya berat katarak
Prevalensi katarak meningkat tiga
sampai empat kali pada pasien berusia
>65 tahun (Pollreisz dan Schmidt, 2010).
Meningkatnya kadar gula darah, juga
akan meningkatkan kadar gula di
aqueous humor. Glukosa dari
aqueous akan masuk ke lensa
melalui difusi dimana sebagian dari
glukosa ini diubah menjadi sorbitol
oleh enzim aldose reduktase melalui
jalur poliol, yang tidak dimetabolisme
dan tetap tinggal di lensa.
Patogenesis
Patogenesis katarak senilis bersifat
multifaktorial dan belum sepenuhnya
dimengerti. Walaupun sel lensa terus
bertumbuh sepanjang hidup, tidak ada sel-sel
yang dibuang.
Seiring dengan bertambahnya usia, lensa
bertambah berat dan tebal sehingga
kemampuan akomodasinya menurun
Saat lapisan baru dari serabut
korteks terbentuk secara konsentris,
sel-sel tua menumpuk ke ararh
tengah sehingga nukleus lensa
mengalami penekanan dan
pengerasan (sklerosis nuklear).
Klasifikasi
Katarak senilis merupakan jenis
katarak yang paling sering
ditemukan. Katarak senilis adalah
setiap kekeruhan pada lensa yang
terjadi pada usia lanjut, yaitu di atas
usia 50 tahun.
1. Katarak Nuklear
Dalam tingkatan tertentu sklerosis
dan penguningan nuklear dianggap
normal setelah usia pertengahan.
Pada umumnya, kondisi ini hanya
sedikit mengganggu fungsi
penglihatan. Jumlah sklerosis dan
penguningan yang berlebihan disebut
katarak nuklear, yang menyebabkan
opasitas sentral
2. Katarak Kortikal
Katarak kortikal adalah kekeruhan pada
korteks lensa. Ini adalah jeniskatarak
yang paling sering terjadi. Lapisan
korteks lensa tidak sepadat padabagian
nukleus sehingga lebih mudah terjadi
overhidrasi akibat ketidakseimbangan
elektrolit yang mengganggu serabut
korteks lensa sehingga terbentuk
osifikasi kortikal, yang ditunjukkan pada
diabetes dan galaktosemia (Fong,
2008).
3. Katarak Subkapsularis Posterior
Katarak subkapsularis posterior
terdapat pada korteks di dekat kapsul
posterior bagian sentral (Harper et
al,2010). Katarak ini biasanya
didapatkan pada penderita dengan
usia yang lebih muda dibanding kedua
jenis katarak yang lain. Gejalanya
antara lain adalah fotofobia dan
penglihatan yang buruk saat mata
berakomodasi atau diberikan miotikum.