Anda di halaman 1dari 110

SIFAT GELOMBANG DARI

PARTIKEL
Isma Dwi Andani (140210102063)
Yanisa Damayanti (140210102064)
Fitria Wahyu Maharani (140210102065)
Moch. Wildan Kamali (140210102066)
Muhammad Amiruddin (140210102068)
Esa Ria Permata Hati (140210102070)
Siti Afiqah Raziqiyah (140210102073)
Pendahuluan
Einstein memperkenalkan kepada kita sifat partikel dari
gelombang pada thn 1905 (efek photoelektrik). Teori
Einstein ini diperkuat oleh hamburan Compton
Tapi,apakah kebalikannya berlaku ? Apakah partikel
memiliki sifat gelombang?
1923, ketika masih sebagai mahasiswa pasca sarjana
University of Paris, Louis de Broglie mempublikasikan
tulisan ringkas dalam journal Comptes rendus yang
berisi ide yang revolusioner terhadap pemahaman fisika
pada level yang paling fundamental: yaitu bahwa
partikel memiliki sifat gelombang intrinsik
Werner Heisenberg dan kemudian Erwin Schrodinger
mengembangkan teori berdasarkan sifat gelombang dari
partikel.
Pada 1927, Davisson dan Germer mengkonfirmasi sifat
gelombang dari partikel dengan diffraksi elektron dari
kristal tunggal nikel.
Tokoh tokoh sifat gelombang dari partikel

Louis de Broglie Heisenberg Schrodinger


Hipotesis
DeBroglie
Hipotesis DeBroglie
Setelah Max Planck dan Albert Einstein pada awal abad
ke-20 sukses dalam mempelopori teori kuantum yang
menjelaskan tentang sifat-sifat partikel dari gelombang, pada
tahun 1924 muncul gagasan dari Louis de Broglie yang
mengajukan hipotesis sebaliknya, yaitu materi mempunyai
sifat-sifat gelombang selain sifat partikel. Hipotesisnya cukup
revolusioner karena tanpa didasarkan pada eksperimental yang
kuat, tidak seperti teori kuantum cahaya yang memang didukung
oleh fakta-fakta empiris. Keberadaan gelombang de Broglie
ditunjukkan orang sekitar tiga tahun kemudian dan prinsip
dualisme partikel dan gelombang de Broglie ini digunakan
sebagai proses awal perkembangan mekanika kuantum oleh
Schrodinger.
Cahaya memiliki sifat gelombang seperti dalam
peristiwa interferensi dan difraksi, juga memiliki
sifat partikel seperti dalam peristiwa efek fotolistrik
dan hamburan Compton.
Sifat gelombang dinyatakan oleh panjang
gelombang () dan sifat partikel dinyatakan oleh
besaran momentum (p)
Menurut de Broglie bahwa partikel (seperti elektron)
yang bergerak ada kemungkinan memiliki sifat
gelombang dengan panjang gelombang tertentu.
Usulan de Broglie ini dapat dibuktikan dengan
percobaan difraksi elektron oleh Davisson & Germer
Persamaan De Broglie
Panjang Gelombang De Broglie
1. Pertama De Broglie menggunakan persamaan Einstein yang terkebal
berkaitan dengan Energi:
Dengan
E mc 2
E = Energi
m = massa
c = kecepatan cahaya ( 3 x 108 m/s)
2. Menggunakan teori Planck yang menyatakan setiap kuantum dari gelombang
memiliki jumlah diskrit energi yang diberikan oleh persamaan Planck:
Dengan :
E h E = Energi
34
h = konstanta Plank (6,6 10 J s )
v = frekuensi
3. Sejak de Broglie percaya partikel dan gelombang memiliki sifat yang
sama, De Broglie hipotesis bahwa kedua energi akan sama dengan:
mc h2

4. Karena partikel sesungguhnya tidak melaju pada kecepatan cahaya,


maka De Broglie mensubtitusikan kecepatan (v) pada kecepatan
cahaya (c)
mv h
2

5. Melalui persamaan , De Broglie mensubtitusikan untuk , sehingga


diperoleh panjang gelombang
hv hv h
mv
2
2

mv mv
Persamaan panjang gelombang dapat ditulis :
h
.................................................................(1)
p
Untuk partikel yang non-relativistic mempunyai massa m dan
bergerak dengan kecepatan v serta mempunyai energi kinetik K =
mv2/2, panjang gelombang de Broglie adalah:
h

p
h

mv
dengan mensubtitusikan nilai v yang diperoleh dari energi kinetik
maka diperoleh:
2K
v2
m
2K
v
m
h h

2K 2 Km 2
m
m m
h .............................................................. (2)

2mK
Untuk partikel berenergi tinggi, E 2 p 2 c 2 m02 c 4 ,mempunyai energi
kinetik K E m0 c 2 maka dari itu panjang gelombang de Broglinya
adalah
E 2 p 2 c 2 m02 c 4

K E m0 c 2 E K m0 c 2
Subtitusi nilai E pada persamaan partikel berenergi tinggi:
E 2 p 2 c 2 m02 c 4
( K m0 c 2 ) 2 p 2 c 2 m02 c 4
p 2 c 2 ( K m0 c 2 ) 2 m02 c 4
p 2 c 2 K 2 2m0 c 2 K m02 c 4 m02 c 4
p 2 c 2 K 2 2 m0 c 2 K
K ( K m0 c 2 )
p
c
Setelah diketahui nilai p, subtitusikan ke persamaan panjang
gelombang de Broglie berikut:
h

p
h

K ( K m0 c 2 )
c
Sehingga diperoleh persamaan:
hc ................................................. (3)

K ( K m0 c ) 2
Contoh Soal
Hitunglah panjang gelombnag deBroglie dari empat
benda dengan data berikut:
a) Sebuah mobil 1000 kg yang bergerak dengan laju
100 m/s (sekitar 200 mil/jam)
b) Sebuah peluru 10 g yang bergerak dengan laju 500
m/s
c) Sebuah partikel asap rokok 10-6 g yang bergerak
dengan laju 1 cm/s
d) Sebuah elektron dengan energi kinetik 1 eV
Pemecahan
Diket: a) m = 103 kg Ditanya: a) ?
v = 100 m/s b) ?
b) m = 10 g = 10-2 kg c) ?
v = 500 m/s d) ?
c) m = 10-6 g = 10-9 kg
v = 1 m/s = 10-2 m/s
d) me = 9,1 x 10-31 kg
1 eV = 1,6 x 10-19 J
h = 6,6 x 10-34 J.s
Jawab:
a) Dengan menggunakan hubungan klasik antara kecepatan
dan momentum
h h

p mv
6,6 10 34 J s 6,6 10 34 J s 39
3
5
6,6 10 m
(10 kg)(100m / s ) 10 kgm / s

b) Dengan menggunakan hubungan klasik antara kecepatan


dan momentum
h h

p mv
6,6 10 34 J s 6,6 10 34 J s 34
2
1,3 10 m
(10 kg)(500m / s ) 5kgm / s
c) Dengan menggunakan hubungan klasik antara kecepatan dan
momentum
h h

p mv
6,6 10 34 J s 6,6 10 34 J s 23
9 2
11
6, 6 10 m
(10 kg )(10 m / s ) 10 kgm / s

d) Energi diam (m0c2) elektron adalah 5,1105 eV. Karena energi


kinetiknya (1 eV) sangat kecil dari pada energi diamnya, maka
kita dapat menggunakan kinematika tidak relativistik
p 2mK (2)(9,1 10 31 kg)(1eV )(1,6 10 19 J / eV )
5,4 10 25 kgm/ s
Hasil ini dapat pula kita peroleh dengan cara berikut, dengan
menggunakan hc = 1240 eV.nm
2
2(mc ) K 1
p 2mK 2
2
2(mc ) K
c c

cp 2(5,110 eV )(1eV ) 1,0 10 eV


5 3

h hc 1240eV nm
1,2nm
p pc 1,0 10 eV
3
Panjang gelombang de Broglie pada sebuah elektron (m
= 9,1 x 10-31 kg) pada energi kinetik 100eV adalah (1eV
=1,6 x 10-19 J),
h 6,6 10 34

2mE 2 9,1 10 31 100 1,6 10 19
6,6 10 34 9
25
0,12 10 m 1,2
53,96 10
ch
rel 0,037
E ( E 2m0 c ) 2

h
nr 0,038
2mE
Untuk meneliti hakikat gelombang dari elektron, haruslah
mengikuti aturan kerja berikut. Mula- mula kita percepat
seberkas elektron melalui suatu potensial V, hingga mencapai
energi kinetik tidak relativistik K= eV dan momentum p = 2mK
. Mekanika gelombang melukiskan berkas- berkas elektron ini
sebagai suatu gelombang dengan panjang gelombang = h/p.
Berkas gelombang ini menumbuk sebuah kristal dengan cara
yang sama seperti berkas sinar X pada gambar 1 , dan berkas
yang terhambur kemudian dipotret. Gambar 3 menyajikan
gambar potret yang diperoleh. Kemiripan gambar 3 (hasil
difraksi elektron) dan gambar 1 serta 2 (hasil difraksi sinar-X)
memberi kesan mendalam bahwa elektron memang berprilaku
sebagai gelombang.
Gambar 1. Peralatan untuk mengamati hamburan sinar-
X oleh sebuah kristal dan pola Loue pada kristal TiO 2
Gambar 2 Pola Laue dari krystal Gambar 3 Pola difraksi elektron. Setiap
politilen. Berbeda dengan pola laue titik terang menyatakan suatu
pada kristal TiO2 interferensi maksimum, seperti pada
pola difraksi sinar-X dari gambar 1 dan
gambar 2.
Pada tahun 1926, fisikawan Davisson dan Germer mampu
membuktikan bahwa elektron dapat bersifat sebagai
gelombang melalui hamburan elektron pada Kristal nikel.
Selain itu pada 1961 oleh Clauss Jonsson juga membuktikan
melalui percobaan dua-celah Young. Dua percobaan tersebut
memperkuat bahwa semua partikel yang bergerak dapat
bersifat sebagai gelombang. Hipotesis tersebut juga
menyumbangkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi misalnya pada pembuatan material, mikroskop
elektron, gelombang elektron untuk komunikasi, dan
sebagainya.

Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya


PERCOBAAN DAVISSON - GERMER

Clinton Davisson dan Lester Germer


menyelidiki pemantulan berkas electron
dari permukaan Kristal nikel. Penyelidikan
dilakukan pada tahun 1926 dan bertempat
di laboratorium bell telephone. Rasa ingin
tahu ilmuan pada masa itu untuk
membuktikan hipotesis yang dikemukakan
de Broglie sangat besar. Dengan merancang
alat seperti gambar 3 yang digunakan untuk
menyelidiki pemantulan berkas elektron
dari permukaan nikel.
Filamen F dipanaskan sehingga
terjadi elektron-elektron bebas
Beda tegangan V memberikan
elektron energi kinetik sebesar eV
Elektron bergerak menuju kristal C
berupa bahan nikel
Elektron yang dipantulkan diterima
oleh detektor D sebagai arus listrik I
Untuk harga V tertentu, arus diukur
pada berbagai sudut
Beda potensial V kemudian diubah- Gambar 3
ubah dan arus diukur lagi pada
berbagai sudut 23

Dalam melakukan percobaannya, seberkas electron dari suatu kawat
pijar panas dipercepat melalui suatu beda potensial V. Setelah
melewati suatu celah kecil, berkas electron ini menumbuk kristal
nikel tunggal. Lalu elektron dihamburkan kesegala arah oleh atom
Kristal, beberapa menumbuk detector yang dapat digerakkan
keseberang sudut relatif terhadap arah berkas datang. Detektor
dapat diputar dalam rentang sudut 0 sampai 90 drajat. Detektor
tersebut dapat mengukur intensitas berkas elektron yang
dihamburkan pada sudut itu.
Krane (1992:134) menerangkan Jika kita menganggap bahwa
setiap atom kristal dapat bertindak sebagai satu penghambur, maka
gelombang elektron yang terhambur dapat berinterferensi, sehingga
diperoleh semacam kisi difraksi kristal bagi gelombang elektron.
Sehingga sejumlah atom dalam kristal memiliki pusat-pusat hambur
yang tersusun secara teratur dapat menghasilkan suatu pola
interferensi seperti pada gambar 4. Dengan sudut hamburan antara
INFO (Difraksi Bragg)
Teori tentang difraksi sinar-X
dikembangkan oleh Sir William H.
Bragg pada tahun 1913. Bragg
memperlihatkan bahwa sebuah
bidang susunan atom-atom dalam
sebuah Kristal, yang disebut bidang
Bragg, akan memantulkan radiasi
tepat seperti cahaya yang
dipantulkan dari sebuah bidang
cermin.
Difraksi Bragg
Atom atom dalam kristal berjarak a, dan
pada sudut Bragg jarak antara bidang bidang
atom adalah d. Interferensi konstruktif dari
berkas hambur terjadi ketika syarat Bragg
terpenuhi dengan persamaan Bragg
2d sin = m m= 1,2,3,.....
Hal ini karena jika diandaikan bahwa barisan
atom dalam kristal berjarak d satu sama lain
akan memantulkan sebagian berkas sinar X
yang dijatuhkan pada kristal. Muka
gelombang yang dipantulkan oleh kristal
kedua akan tertinggal daripada pemantulan
oleh kristal pertama karena harus menempuh
jarak tambahan 2d sin , dimana adalah
sudut datang diukur dari permukaan kristal
26

Interferensi maksimum menyebabkan intensitas
berkas pantul mencapai suatu maksimum pada
sudut = untuk V=54 V

Kristal nikel : d = 215 pm


untuk m = 1 :
a sin
d
2

d a sin 25 0 , 0909

2 d sin 0 ,165

K 54 eV 167 pm

Hasil percobaan Davisson dan


Germer
PENGAMATAN HASIL PERCOBAAN

Beda tegangan sebesar 54 V


Terjadi arus (pantulan elektron)
maksimum pada sudut 50o
Bila beda tegangan diperbesar atau
diperkecil sedikit, arus listriknya
berkurang dengan drastis
Bila Bila sudutnya diubah sedikit, arus
listriknya juga berkurang dengan drastis
Sepertinya telah terjadi difraksi
maksimum dan minimum
Bersifat seperti gelombang
28

Sebuah elektrin yang dipercepat melalui suatu beda potensial


54V memiliki energi kinetik 54eV maka momentumnya
adalah

............(1)

Kita ingat bahwa:
=

................(2)
Percobaan Davisson- Germer diketahui jarak kisi dari atom-atom
nikel adalah sehingga didapat

Membandingkan hasil tersebut dengan hasil yang berdasarkan teori


de Broglie. Satu elektron yang dipercepat melalui suatu beda
potensial 54 V memiliki energi kinetik 54 eV sehingga momentum
elektron tersebut sesuai dengan persamaan (1). Berdasarkan
persamaan panjang gelombang de Broglie, didapat hasil panjang
gelombang elektron seperti yang terdapat pada slide sebelumnya.
Hasil ini luar biasa sesuai dengan yang diperoleh dari difraksi
maksimum diatas, yang memberikan bukti kuat bagi kebenaran
hipotesis de Broglie. Dengan demikian hipotesis de Broglie
terbukti lewat percobaan yang dilakukan oleh Davisson dan Germer.
Contoh soal
Sebuah berkas neutron terhambur dari suatu
contoh bahan yang tak diketahui, dimana teramati
suatu pundak pantulan Bragg yang terpusat pada
sudut 150. Berapakah jarak antar bidang Bragg ?
Diketahui

: K = 0,083 eV
= 150
Ditanya : Jarak antara bidang Bragg (d) ?
Jawab : ===
= = 0,993
Dengan menganggap puncak pantulan ini berkaitan
dengan difraksi orde pertama ( n=1), kita peroleh
d = = = 1,918
Percobaan CLAUSS JONSSON dengan difraksi
elektron pada percobaan dua-celah Young (1961)
Percobaan lain terkait hipotesis de
Broglie juga pernah dilakukan pada
1961 oleh Clauss Jonsson.
Percobaan tersebut dilakukan
dengan difraksi elektron pada
percobaan dua-celah Young.
Percobaan Clauss Jonsson ternyata
mendapatkan hasil yang sama
antara percobaan dua-celah Young
pada cahaya dan dengan berkas
elektron yang telah dilakukan.
HASIL PENGAMATAN PERCOBAAN
CLAUSS JONSSON
PERCOBAAN G. P. THOMSON (1927)

Target bukan kristal tetapi pelat logam tipis yang


ditaburi serbuk alumunium secara acak
Digunakan elektron yang dipercepat dan sinar-x
Pola difraksinya diamati baik untuk elektron
maupun untuk sinar-x 35
POLA DIFRAKSI

Sinar-x Berkas
elektron
Ternyata pola difraksinya sama
Berkas elektron adalah suatu gelombang 36
Latihan soal
1. Tentukan potensial pemercepat yang diperlukan sehingga sebuah
electron yang dipercepat memiliki panjang gelombang de Broglie
1, yang merupakan ukuran jarak antar atom dalam sebuah Kristal.
2. Jika kita ingin mengamati sebuah obyek berukuran 2,5 ,
berapakah energy minimum foton yang dapat digunakan ?
3. Sebuah berkas neutron terhambur dari suatu contoh bahan yang tak
diketahui, dimana teramati suatu pundak pantulan Bragg yang
terpusat pada sudut 250. Berapakah jarak antar bidang Bragg ?
4. Neutron yang dating pada sebuah Kristal natrium klorida ( jarak
antar atomnya 2,81 ) mengalami difraksi orde pertama dari
bidang-bidang Bragg utama pada sudut 250. Berapakah energy
neutron termal ini ?
HUBUNGAN
KETIDAKPASTIAN
GELOMBANG KLASIK

Gambar 1.

Gelombang di atas berbentuk y = y sin k x dimana


bentuk sebuah gelombang yang terus menerus
menggulung bentuknya tanpa akhir dari x = - hingga
x=+
Pertanyaan dari gambar gelombang diatas
dimanakah gelombang tersebut terletak?
Pada

saat ini kita memiliki suatu perhitungan


panjang gelombang () yang pasti yakni tetapi,
kita tidak dapat menentukan dimana gelombang
tersebut terletak.
Jika ingin menggambarkan sebuah partikel dalam
gelombang, maka dibutuhkan sifat khas partikel
yaitu terlokalisasi atau dengan kata lain dapat
dipastikan keberadaannya dalam sebuah ruang
sempit.
Permasalahan

tersebut dapat diatasi dengan cara


memadukan gelombang (gambar 1) dengan
gelombang lain yang memiliki panjang
gelombangnya sedikit berbeda.

Gambar 2.

Maka, persamaan gelombangnya menjadi :


y = y sin kx + y sin kx dari x = - hingga x = +
Hasil perpaduan dua geombang pada (gambar 2) dengan nilai k
yang berbeda ditunjukkan pada gambar berikut :

xB

XA

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui sedikit tentang letak


gelombangnya pada nilai x tertentu dimana zat perantaranya
tampak kurang bergelombang daripada tempat yang lain yang
sekurang-kurangnya bergelombang dengan amplitudo yang kecil.
xB

XA

Pada gambar diatas dapat kita amati getaran pada titik


X = XA dimana dia bergelombang dengan amplitudo
yang besar, tetapi tidak pada X = XB dia kurang
bergelombang atau bergelombang dengan amplitudo
yang kecil.
Dengan tidak adanya amplitudo berarti tidak ada
gelombang, dengan adanya ketidaksamaan amplitudo
maka posisi gelombang bersifat probabilistik. Dan
kemungkinan kecil gelombang berada di daerah
dengan amplitudo kecil, dan kemungkinan besar
berada di daerah amplitudo besar.
Untuk menerapkan metode diatas adalah perubahan
panjang gelombang dimana gelombang adalah jarak
antara dua puncak gelombang. Ketika jarak antara dua
gelombang satu dengan yang lain berbeda maka kita
akan kesulitan untuk menentukan panjang gelombang
yang sebenarnya.
Apabila tetap memaksakan diri untuk
menentukan letak gelombangnya, kita dapat
menambahkan banyak gelombang dengan
amplitudo tertentu dan panjang gelombang
yang beragam terbentuklah sebuah gelombang
dengan kepastian posisi seperti gambar berikut:

x
Amplitudo gelombang seperti itu adalah nol diluar
suatu bagian ruang sempit x. Untuk mencapai hal
ini kita harus memadukan sejumlah besar gelombang
dengan bilangan gelombang k yang berbeda, jadi
gelombang paduannya menyatakan suatu rentang
bilangan gelombang panjang (panjang gelombang)
yang kita tunjukkan dengan k. Tampaknya kita
mempunyai suatu hubungan perbandingan terbalik
antara x dan k yaitu bila salah satu mengecil,
maka yang lain membesar, dan hubungan
matematikanya antara x dan k ini adalah :
x k ~ 1
Tanda sama gelombang ~ dimasukkan dalam orde
besarnya. Karena x dan k tidak diketahui secara
pasti, maka besarnya disini hanya merupakan
taksiran sehingga persamaan diatas hanya
merupakan petunjuk kasar mengenai hubungan
antara keduanya. Lalu persaamaan diatas juga
menyatakan bahwa hasil dari x, jarak lebar
gelombang dengan k, rentang bilangan gelombang
dikandungnya besarnya dalam orde satuan.
Apabila berupaya untuk mengukur panjang
gelombang sebuah gelombang klasik, seperti
gelombang air. Dapat dilakukan dengan mengukur
jarak anatara dua puncak gelombang yang
berdekatan. Maka pengukuran nya menjadi sangat
sulit.
Perluasan
ruang dari gelombang itu adalah x ~ ,
maka ~ (ingat bahwa tanda ~ berarti dalam
orde sama). Maka untuk gelombang ini kita perlu :
x ~
Ketidakpastian dalam frekuensi v, berbanding
terbalik dengan ketidakpastian dalam selang waktu
t, masa pengukuran dilakukan dengan
menggunakan frekuensi sudut = 2v kita dapat
menuliskan hubungan ini sebagai berikut :
t ~ 1
Contoh Soal :
Dalam suatu percobaan pengukuran panjang
gelombong dari gelombang air, 10 puncak
gelombang tercacah dalam jarak 200 cm. Taksirkan
ketidakpastian minimum dalam panjang gelombang
yang dapat diperoleh dari percobaan ini.
Penyelesaian :
Untuk

menaksir , kita perlu untuk menyatakannya


dalam k. Kita ketahui bahwa nilai k dan
berhubungan melalui :
k
Sehingga dengan mendeferensiasikannya diperoleh :
dk
Dengan menggantikan diferensial dengan selang
kecil dan mengambilkan nilai positifnya saja
maka didapatkan :
k
Perhatikan

perbedaannya dari k . Mengapa


hubungan yang terakhir ini tidak benar? Apa yang
terjadi jika diketahui secara pasti? Maka kita
tinjau persamaan x k ~ 1. Jadi
x k ~ 1
x ~ 1
~
~
~
~ 0,3 cm
HUBUNGAN
KETIDAKPASTIAN
HEISENBERG
a) Rumusan Umum Ketidakpastian Heisenberg
Kenyataan bahwa sebuah partikel bergerak harus dipandang sebagai
group gelombang de Broglie dalam kedaan tertentu alih alih
sebagai suatu kuantitas yang terlokalisasi menimbulakan batas dasar
pada ketetapan pengukuran sifat partikel yang dapat diukur misalnya
kedudukan momentum. Untuk menjelaskan faktor apa yang terlibat,
marilah kita meninjau group gelombang dalam gambar berikut:
Partikel yang bersesuaian dengan grup
gelombang ini dapat diperoleh dalam selang grup
tersebut pada waktu tertentu. Tentu saja kerapatan
peluang 2 | maksimum pada| tengah tengah
grup, sehingga patikel tersebut mempunyai
peluang terbesar untuk didapatkan di daerah
tersebut. Namun, kita tetap mempunyai
kemungkinan untuk mendapatkan partikel pada
suatu tempat jika 2 | tidak nol.|
Lebih sempit grup gelombang itu, lebih teliti
kedudukan partikel itu dapat ditentukan pada
gambar berikut ini:
Namun, panjang gelombang pada paket yang
sempit tidak terdefinisikan dengan baik dan tidak
tepat. cukup banyak gelombang untuk menetapkan
dengan tepat.
Karena = maka momentum mv bukan
merupakan kuantitas yag dapat diukur secara tepat.
Jika melakukan sederetan pengukuran momentum,
akan diperoleh momentum dengan kisaran yang
cukup lebar.
Sebaliknya, grup gelombang yang lebar seperti pada gambar
b memiliki panjang gelombang yang terdefinisikan dengan
baik. Momentum yang bersesuaian dengan panjang
gelombang ini menjadi kuantitas yang dapat ditentukan
dengan teliti, dan sederetan pengukuran momentum akan
menghasil-kan kisaran yang sempit. Akan tetapi di manakah
kedudukan partikel tersebut? Lebar grup gelombang tersebut
menjadi terlalu besar untuk menentukan kedudukan pada
suatu waktu. Jadi kita sampai pada prinsip ketidakpastian :
Tidak mungkin kita mengetahui keduanya yaitu kedudukan
dan momentum suatu benda secara seksama pada saat yang
bersamaan. Prinsip ini dikemukakan oleh Werner Heisenberg
pada tahun 1927, dan merupakan salah satu hukum fisis yang
memegang peranan penting.
Persoalan berikutnya adalah mencari suatu besaran yang
mampu menampung dan mempresentasikan sifat sifat
partikel sekaligus sifat sifat gelombang. Dengan
demikian kuantitas tersebut harus bersifat sebagai
gelombang tetapi tidak menyebar melainkan terkurung di
dalam ruang. Hal ini dipenuhi oleh paket gelombang yang
merupakan kumpulan gelombang dan terkurung dalam
ruang tertentu. Analisis yang formal mendukung
kesimpulan tersebut dan membuat kita mampu untuk
menyatakannya secara kuantitatif. Contoh yang paling
sederhana dari pembentukan grup gelombang, perhatikan
kombinasi dari dua gelombang bidang berikut :
1 (x,t) = A cos (1t k1x)

2 (x,t) = A cos (2t k2x)


Prinsip superposisi memberikan
(x,t) = 1 (x,t) + 2 (x,t)
= AR cos
Dengan amplitudo AR
AR = 2 A cos
Bila gelombang tunggalnya diperbanyak, Tampak dari
gambar diatas bahwa paket gelombang terlokalisasi di daerah
yang sebesar x dan lokalisasi ini yang diharapkan sebagai
posisi partikel klasik.

Setelah mendapatkan barang yang dapat menyatakan
partikel sekaligus gelombang berikutnya harus dicari
perumusan matematisnya. Formalisme matematis untuk
paket gelombang yang terlokalisasi tersebut tidak lain
adalah transformasi Fourier.
F(x) =
jika distribusi gelombang dengan vektor gelombang k, g(k),
diberikan seperti gambar.


F(x)= dk
=
=
Grafiknya adalah sebagai berikut:
Dari uraian contoh dan gambar transformasi Fourier di atas, diperoleh
hubungan antara Dx dan k (atau p). Hubungan antara x dan k
bergantung pada bentuk paket gelombang dan bergantung pada k, x
didefinisikan. Perkalian (x) (k) akan minimum jika paket gelombang
berbentuk fungsi Gaussian, dalam hal ini ternyata transformasi Fouriernya
juga merupakan fungsi Gaussian juga. Jika x dan k diambil deviasi standar
dari fungsi (x) dan g(k), maka harga minimum x k = . Karena pada
umumnya paket gelombang tidak memiliki bentuk Gaussian (bentuk
lonceng), maka lebih realistis jika hubungan antara x dan k dinyatakan
sebagai berikut :
x k
Panjang gelombang de Broglie untuk sebuah partikel bermomentum p
adalah:
=
Bilangan gelombang yang bersesuaian dengannya adalah :
k=

Oleh

karena itu, suatu ketidakpastian k dalam jumlah


gelombang pada gelombang de Broglie berhubugan
dengan hasil hasil partikel dalam suatu ketidakpastian
p dalam momentum partikel menurut Persamaan :

Karena
Dan ( Prinsip Ketidakpastian).
Persamaan ini menyatakan bahwa hasil kali
ketidakpastian kedudukan benda x pada suatu saat
dan ketidakpastian komponen momentum dalam arah x
yaitu p pada saat yang sama lebih besar atau sama
dengan h / 4. Kita tidak mungkin menentukan secara
serentak kedudukan dan momentum suatu benda. Jika
diatur supaya x kecil yang bersesuaian dengan paket
gelombang yang sempit, maka p akan menjadi besar.
Sebaliknya, p direduksi dengan suatu cara tertentu,
maka paket gelombangnya akan melebar dan x
menjadi besar.
Ketidakpastian ini bukan ditimbulkan oleh alat yang
kurang baik tetapi ditimbulkan oleh sifat ketidakpastian
alamiah dari kuantitas yang terkait. Setiap
ketidakpastian instrumental atau statistik hanya akan
menambah besar hasil kali x p. Karena kita tidak
mengetahui secara tepat apa partikel itu atau bagaimana
momentumnya, kita tidak dapat menyatakan apapun
dengan pasti bagaimana kedudukan partikel itu kelak
dan seberapa cepat partikel tadi bergerak. Jadi, kita
tidak dapat mengetahui masa depan karena kita tidak
mengetahui masa kini. .

Kuantitas

h/2 sering muncul dalam fisika modern, karena


ternyata kuantitas itu merupakansatuan dasar dari
momentum sudut. Kuantitas ini sering disingkat dengan
(baca ; h bar) :
= J.s
= Ev. S
Selanjutnya, dalam buku ini kita akan memakai sebagai
pengganti h/2. Dinyatakandalam , prinsip ketidakpastian
menjadi :

Tetapan Planck berharga sangat kecil hanya 6,63 x J.s
sehingga pembatasan yang ditimbulkan oleh prinsip
ketidakpastian hanya penting dalam dunia atomik. Dalam
skala ini, prinsip ini sangat menolong untuk mengerti banyak
gejala. Perlu diingat bahwa batas bawah /2 untuk x p
sangat jarang dicapai : biasanya x p .

Bentuk

lain dari prinsip ketidakpastian kadang kadang


berguna. Mungkin kita ingin mengukur energi E yang
dipancarkan pada suatu waktu selama selang waktu t
dalam suatu proses atomik. Jika energi berbentuk
gelombang elektromagnetik, batas waktu yang tersedia
membatasi ketepatan kita menentukan frekuensi v dari
gelombang itu. Marilah kita anggap paket gelombang itu
sebagai satu gelombang. Karena frekuensi gelombang
yang sedang dipelajari sama dengan bilangan yang kita
hitung dibagi dengan selang waktu, ketidakpastian
frekuensi v dalam pengukuran kita adalah :

Ketidakpastian energi yang bersesuaian ialah :

E = h v
Sehingga ,
atau h
Perhitungan yang lebih teliti berdasarkan sifat
paket gelombang mengubah hasil tersebut menjadi:
E
Contoh soal
1. Andaikanlah gerak sebuah partikel bermassa m terbatasi
dalam satu dimensi (bayangkan gerak sebuah manic-manik
sepanjang sebuah kawat) antara dinding-dinding elastic
yang bila ditumbuki partikel menyebabkannya
terpantulkan kembali. Mula-mula kita pindahkan dinding
pemantul ke
dan kita letakkan partikel pada kawat sedemikian rupa
sehingga ia berada dalam kedaan diam. (a) berapakah
ketelitian yang mungkin diperoleh dari pengukuran
keddukannya? (b) Uraikan apa yang terjadi bila kedua
dinding tadi saling di dekatkan dari .
PEMECAHAN

a. Jika partikelnya diam, maka px =0, sehingga px=0. (kita


ketahui momentumnya dengan pasti). Oleh karena itu, menurut
persamaan x px , x = . Jadi, kedudukan partikel sama
sekali menjadi titik pasti! Kita sama sekali tidak tahu apa-apa
kedudukan partikelnya. Semua nilai x mempunyai
kemungkinan yang sama sebagai hasil pengukuran kedudukan
partikel. (b) andaikanlah kita dekatkan kembali kedua dinding
tadi . Sehingga kita sekarang berada pada x = L/2
(terpisah oleh jarak L). dengan demikian, partikelnya tentulah
berada di dalam selang sepanjang L ini. Jika tidak ada
informasi lain yang kita peroleh tentang kedudukannya, maka
ketidakpastian tentang letaknya berada dalam jarak L ini.
Sehingga x ~ L .
Persamaan x px mensyaratkan bahwa px ~ /L.
ketidakpastian momentumnya sekarang berada dalam selang
momentum ini . sebelum kita mengerakkan kedua dindng
tersebut, setiap pengukuran terhadap momentum partikel
menghasilkan px =0 sehingga px = 0. Sekarang pengukuran
berkerumun disekitar px =0 tidak semuanya menghasilkan px
=0 secara pasti. Distribusi hasil pengukuran px akan tampak
seperti grafik momentum sebuah partikel. Mula-mula kita
yakin pada pengukuran momentumnya yaitu nol. Setelah kedua
dindingnya didekatkan , rata-rata semua hasil pengukuran px
memang nol, tetapi tidak setiap pengukuran memberikan hasil
nol dan bahwa penyebaran px dari distribusi nilai px menjadi
semakin bertambah, bila kedua dinding semakin didekatkan
mengikuti hubungan px ~ /L..
Sebuah partikel klasik tidak dapat langsung bergerak
dari keadaan diam bila tidak dikenai gaya. Karena itu,
bagaimana partikel dapat terjadi memiliki momentum
tidak nol? Perilaku gelombanglah yang menyebabkan
terjadinya penyebaran distribusi momentum bila jarak
ruang L di perkecil. (analogi gelombang klasik adalah
pemendekakan secara berangsur panjang sebuah
senar gitar yang dipetik lewat tekanan jari yang
menggeser sepanjang senarnya, menyebabkan senar
tersebut bergetar dengan frekuensi yang semakin
tinggi, sehingga dengan demikian menjadi semakin
lebih cepat getarannya.
Untuk menentukan letak sebuah partikel, kita harus menentukan
amplitude gelombang DeBroglie nya, yang dilakukan dengan
menjumlahkan semua macam komponen gelombangnya, semakin
kecil L dibuat, maka semakin banyak gelombang yang dijumlahkan.
Masing-masing gelombang yang beraneka panjang gelombang, pada
umumnya merambat melalui zat perantara dengan laju yang berbeda-
beda, terpantul bolak balik antara kedua dinding pemantul. Ketika
kedua dinding berada ., hanya satu gelombang yang diperlukan,
tidak ada disperse atau pemantulan yang terjadi, dan perilaku
partikel tidak berubah terhadap waktu. Ketika kedua dinding
didekatkan , lebih banyak gelombang yang diperlukan, disperse,dan
pantulan kini dapat terjadi, kadang-kadang berhubungan dengan fase
dan amplitude antara berbagai komponen gelombang berpadu
menghasilkan suatu ketidakseimbangan sesaat antara gelombang
yang bergerak ke kanan dan ke kiri, yang kita amati sebaga suatu
nilai px yang tidak nol.

Pengukuran

yang banyak akan memperlihatkan bahwa jumlah


partikel ke kanan sama banyaknya dengan gerak ke kiri,
sehingga momentum rata-rata pav adalah nol, karena
momentum yang berlawanan saling menghapuskan. Rata-rata
besar momentumnya |p|av hanyalah nol jika semua p adalah
nol. Semakin dekat jarak kedua dinding, semakin banyak
pantulan yang terjadi, dan semakin besar peluang bagi
beberapa komponen momentum berinterferensi serta
maksimum sehingga memberikan suatu momentum besar pada
satu arah tertentu. Akibatnya, partikel akan mulai bergerak
semakin cepat, meskipun pav masih tetap nol, |p|av menjadi
semakin besar. Sehingga,

konsep

statistik deviasi standar dari sebuah besaran x yang


memiliki nilai rata-rata x,
x)
x)=

CONTOH SOAL 5
Seberkas elektron monoenergi (dengan
momentum ) sedang bergerak dalam arah y
(jadi,). Berkas ini melewati suatu celah sempit
dengan lebar sejajar sumbu x. Carilah
ketidakpastian dalam komponen x dari
momentum partikelnya setelah berkas elektron
melewati celah tersebut. Bandingkan
penafsirannya dengan deskripsi yang lazim
mengenai difraksi satu celah!

Pemecahan Contoh Soal 5
Karena berkas mula-mula bergerak dalam arah y, maka kita ketahui
bahwa ia tidak mempunyai komponen momentum dalam arah x,
sehingga pasti nol, dan dengan demikian . Jadi menurut persamaan
(4.6), , dan kita sama sekali kehilangan pengetahuan mengenai
kedudukan semua partikel berkas.
Begitu mereka melewati celah, kedudukan mereka tidak lagi terlalu
tidak pasti, kita telah memperkecil menjadi selebar celah. Sekarang ,
sehingga menurut persamaan (4.6) .
Jadi pengukuran dibalik celah tidak lagi memperlihatkan gerak
partikel-partikel murni sepanjang arah y. Meskipun tidak berubah
setelah melewati celah, pengukuran tidak lagi memberi hasil pasti
nol, tetapi akan memperlihatkan suatu sebaran nilai di nol, yang
terdistribusi dalam suatu selang dengan orde lebar . Jadi, menurut
asas ketidak pastian, setelah berkas partikel melewati celah, ia akan
memiliki komponen x momentum sekitar .
Pemecahan Contoh Soal 5
Dalam pengamatan yang lazim pada difraksi satu
celah, maka pada sebuah layar yang terletak
dibelakang celah akan tampak suatu pola seperti yang
diperlihatkan pada gambar (a) disamping ini.
Marilah kita definisikan kedudukan yang paling
mungkin dari partikel pada layar sebagai sedang
antara kedua minimum difraksi yang pertama pada
kedua belah sisi pusat pola difraksi. Menurut teori
gelombang, kedudukan kedua minimum ini adalah

Gambar (a) pada sudut yang memenuhi syarat
Intensitas yang teramati
dalam percobaan difraksi
satu celah. Lebar celah
Karena sudut kecil, maka kita dapat menggunakan
adalah dan layar berjarak hampiran . Juga, karena panjang gelombang dari
D dari celah. Minimum gelombang-gelombang partikel ini diberikan oleh
difraksi yang pertama hubungan de Broglie, , maka
terdapat pada jarak x dari
pusat difraksi.

Pemecahan

Contoh Soal 5
Jika partikel bergerak dengan komponen x momentum , maka

Sehingga

Hasil ini bersesuaian dengan hasil yang kita turunkan di atas


dengan menggunakan asas ketidakpastian, sehingga kita
berkesimpulan bahwa kedua deskripsi ini kurang lebih adalah
setara.

CONTOH

SOAL 6
Andaikanlah pada saat kita telah mengukur
kedudukan sebuah partikel, dan mendapati bahwa
ia berada dalam selang . Dimanakah partikel
tersebut akan lebih mungkin didapati ketika ?

Pemecahan Contoh Soal 6
Berkaitan dengan ketidakpastian pengukuran kita terhadap
kedudukan partikel sebesar , ketidakpastian yang bersangkutan
dalam pengukuran momentumnya adalah , sehingga ketidakpastian
dalam pengukuran kecepatannya adalah .
Jika partikel bergerak dengan kecepatan , maka pada saat t ia akan
telah bergerak dari ke jika tidak ada ketidakpastian dalam
kedudukan dan kecepatannya. Ketidakpastian dalam kedudukan
awalnya ( hingga ) memberi kesan bahwa, walaupun misalnya tidak
ada ketidakpastian dalam kecepatannya, kedudukannya pada saat t
akan tetap tunduk pada ketidakpastian yang sama, sehingga kita
hanya mampu menentukan kedudukan partikel dalam rentang ()
hingga ().
Pemecahan Contoh Soal 6
Tetapi, ketidakpastian dalam menyebabkan penyebaran
ketidakpastiannya menjadi lebih lebar partikelnya dapat
bergerak dengan kecepatan yang berada dalam rentang ()
hingga (). Dengan adanya ketidakpastian ini, maka
kedudukan yang mungkin dari partikel pada saat akan
berada dalam rentang hingga , sehingga ketidakpastiannya
adalah atau yang bertambah (secara linear) terhadap
waktu.
Perhatikan bahwa laju perubahan saham ini berbanding
terbalik terhadap semakin baik pengukuran kita terhadap

Gambar (b) kedudukan partikel pada , semakin kurang pengetahuan kita
Kenaikan ketidakpastian tentang kedudukannya sesudah itu. Gambar (b)
pengukuran kedudukan memperlihatkan pernyataan dari efek ini untuk beberapa
terhadap waktu. Semakin nilai , dengan anggapan bahwa kedua saham tersebut
kecil pada , semakin berjumlah secara kuadratis untuk memberi ketidakpastian
cepat kenaikannya dan total. Gejala ini mengingatkan kita pada percobaan difraksi
semakin lebar satu celahsemakin sempit celahnya kita buat, semakin
ketidakpastiannya pada lebar gelombangnya tersebar setelah melewati celah
saat yang lebih lama. tersebut.

CONTOH SOAL 7

Dalam peluruhan beta, elektron teramati


dipancarkan dari inti atom. Andaikanlah kita
menganggap bahwa entah bagaimana caranya,
elektron tersebut mula-mula terperangkap dalam
inti atom, dan kadang-kadang satu elektrom
melepaskan diri sehingga teramati di laboratorium.
Dengan mengambil nilai khas diameter inti atom
m, gunakanlah asas ketidakpastian untuk menaksir
rentang energi kinetik yang harus dimiliki elektron
tersebut.

Pemecahan

Contoh Soal 7
Untuk dapat terperangkap dalam suatu daerah m, elektron harus
memiliki yang bersangkutan sekurang-kurangnya kg.m/s. Ini
berarti bahwa pengukuran terhadap momentum elektron yang
terbatasi dalam daerah sekecil itu akan memberikan distribusi nilai
pengukuran (sekitar nol) dalam rentang sekitar kg.m/s. Ini
berhubungan dengan rentang energi kinetik sekitar 20 MeV, yang
sebenarnya suatu batas terbawah, sebagaimana ditentukan dari
persamaan (4.6).
Tetapi, elektron yang terpancarkan dalam peluruhan beta memiliki
energi dibawah 1 MeV. Perhitungan ini memberi kesan bahwa
elektron dengan energi serendah itu tidak mungkin dapat
terkungkung dalam daerah berukuran m, sehinggakita harus
mencari suatu penjalasan lain bagi sumber elektron peluruhan beta.

CONTOH

SOAL 8
a) Sebuah meson pi bermuatan memiliki energi diam 140
MeV dan waktu hidup 26 ns. Carilah ketidakpastian
energi meson pi ini, dinyatakan dalam MeV dan juga
dalam perbandingan terhadap energi diamnya.
b) Ulangi perhitungan ini bagi meson pi tidak bermuatan,
yang memiliki energi diam 135 MeV dan waktu hidup
s.
c) Ulangi lagi bagi meson rho, yang memiliki energi diam
765 MeV dan waktu hidup s.

Pemecahan Contoh Soal 8

(a) Jika meson pi hidup selama 26 ns (nanosekon), maka kita


hanya mempunyai peluang waktu sebesar itu untuk
mengukur energi diamnya, dan persamaan (4.7)
memberitahukan kita bahwa setiap pengukuran energi yang
dilakukan dalam selang waktu memiliki ketidakpastian
sekurang-kurangnya sebesar .

Pemecahan Contoh Soal 8
(b) Dengan cara yang sama,

(c) Untuk meson rho



CONTOH SOAL 9
Taksirkanlah kecepatan minimum sebuah pola bilyar () yang geraknya
terbatasi pada meja bilyar berukuran 1 m!
Pemecahan Contoh Soal 9
Untuk m, kita peroleh

Sehingga

Jadi, efek kuantum mempengaruhi gerak bola bilyar dengan orde laju
m/s. Pada laju ini, bola bilyar akan bergerak sejauh 1/100 dari diameter
inti atom dalam selang waktu sekitar usia alam semesta! Sekali lagi kita
lihat bahwa efek kuantum tidak teramati pada benda makro.
PAKET GELOMBANG
DEFINISI PAKET GELOMBANG
Sebuah paket gelombang atau bisa disebut group gelombang
dapat dipandang sebagai superposisi sejumlah besar gelombang,
yang berinterferensi secara maksimum disekitar partikel,
sehingga menghasilkan sebuah gelombang resultan dengan
amplitudo yang lebih besar. Sebaliknya, pada tempat yang jauh
dari partikel, mereka berinterferensi secara minimum, sehingga
gelombang resultannya memiliki amplitudo yang lebih kecil pada
tempat dimana partikelnya kita perkirakan tidak ditemukan.

Gambar paket gelombang


CONTOH TIMBULNYA PAKET GELOMBANG
Contoh yang terkenal bagaimana paket gelombang timbul ialah dalam
gejala ayunan gelombang. Bila dua gelombang bunyi yang
amplitudonya sama tetapi frekuensinya sedikit berlainan ditimbulkan
pada saat yang sama (serentak), bunyi yang kita dengar berfrekuensi
sama dengan rata-rata dari kedua frekuensi semula dan amplitudonya
naik turun secara periodik. Fluktuasi amplitudo yang timbul berulang
kali tiap detik banyaknya sama dengan perbedaan antara kedua
frekuensi semula. Jika bunyi semula mempunyai frekuensi 441 Hz
dengan dua puncak bunyi yang keras yang disebut ayunan per detik.

Gambar pukulan yang dihasilkan oleh


adanya dua gelombang dengan
frekuensi berbeda
DESKRIPSI MATEMATIS PAKET GELOMBANG

Kita anggap bahwa paket gelombang timbul dari kombinasi dua
gelombang yang beramplitudo sama A, tetapi frekuensi sudutnya ddan
bilangan gelombangnya berbeda dk. Kita dapat menyatakan gelombang
semula dengan rumus :
y1 A cos 2 (t kx)
y2 A cos[( d )t (k dk ) x]
Pergeseran resultan y pada saat t dan pada kedudukan x ialah jumlah dan
. Dengan pertolongan identitas
1 1
cos cos 2 cos ( ) cos ( )
2 2
Dan hubungan cos( ) cos

Kita dapatkan y y1 y2
1 1
2 A cos [(2 d )t (2k dk ) x] cos [dt dkx]
2 2
DESKRIPSI MATEMATIS PAKET GELOMBANG

Karena d dan dk kecil dibandingkan dengan dan k berturutan, maka


2 d 2
2k dk 2k
d dk
sehingga, y 2 A cos(t kx) cos t x
2 2

Gelombang dinyatakan oleh
dibangun dari gelombang
dengan frekuensi sudut dan
bilangan gelombang k yang
termodulasi dengan frekuensi
sudut dan bilangan gelombang
KECEPATAN FASE DAN GROUP GELOMBANG

KECEPATAN FASE
Kecepatan fase berubah terhadap bilangan gelombang dalam medium
tertentu
Kecepatan fase hanya bermakna bagi satu komponen gelombang, maka
tidak terdefinisikan bagi paket gelombang
=

KECEPATAN GROUP GELOMBANG

Kecepatan groupnya bisa lebih besa atau lebih kecil dari pada kecepatan
fasenya
Jika kecepatan fase sama untuk setiap gelombang maka kecepatan group dan
dan kecepatan fasenya sama
Selubung paket gelombang bergerak pada kecepatan group gelombang
=
KECEPATAN PAKET GELOMBANG=KECEPATAN PARTIKEL

Frekuensi sudut : 2mc 2 2mc 2


2f
h v2
h 1 2
c

Bilangan gelombang : k 2 2mv 2mv


h v2
h 1 2
c
d
Gunakan persamaan diatas untuk menghitung : v p vg
k dk
Note : kecepatan sebuah partikel materi
sama dengan kecepatan grup paket
gelombang yang bersangkutan
KECEPATAN PAKET GELOMBANG=KECEPATAN PARTIKEL

Hasilnya:

d
vg
dk
2
2f 2
mc 2
h

h
m 0 c 2


d 2m0 c 2 d 2m0 v
3/ 2
dk h dv v 2

h 1 2

c
2 2mv dk 2m0
k
h dv v 2

3/ 2

h 1 2

c
d d dk
vg / v
dk dv dv
Latihan Soal

Gelombang laut tertentu merambat dengan kecepatan fase , di mana g adalah


percepatan gravitasi. Bagaimanakah bentuk kecepatan grup paket gelombang dari
gelombang gelombang ini? Nyatakan hasilnya dalam kecepatan fase.
Pemecahan :
Kecepatan grup ini kita peroleh dari persamaan . Karena maka

g k
k
k g
k
1
1

d g k 2 dk

2

d g
1
dk 2 k
v grup v grup
Latihan Soal
Apakah

mungkin lebih besar daripada c? dapatkah lebih besar


dari c?
Gelombang permukaan tertentu dalam suatu fluida merambat
dengan laju , dimana b adalah sebuah tetapan. Carilah
kecepatan grup sebuah paket gelombang dari gelombang
permukaan ini, dinyatakan dalam kecepatan fase?
Perlihatkan bahwa untuk sebuah partikel berlaku apabila E
adalah energi kinetik klasik
PROBABILITAS
DAN KEACAKAN
Pengukuran sekali terhadap kedudukan atau momentum
partikel dapat dilakukan seteliti yang dapat dicapai oleh
keterampilan eksperimental kita. Pertanyaannya:
Bagaimanakah perilaku gelombang sebuah partikel dapat
kita amati?
Bagaimanakah ketidak pastian dalam kedudukan dan
momentum mempengaruhi percobaan kita??
Prosedur matematika seperti itu memang disediakan teori
kuantum. Dengan teori matematika mekanika kuantum
memungkinkan kita untuk menghitung rata-rata atau hasil
pengukuran yang mungkin iperoleh dan distribusi dari
setiap hasil pengukuran sekitar hasil rata-ratanya
Jika kita sedang mempelajari pemancaran cahaya oleh
sebuah sistem pemancar cahaya, atau sifat dari sebuah zat
padat , atau hamburan partikel inti atom, kita akan
berhadapan dengan sejumlah besar atom , sehingga konsep
kita tentang rata-rata statistik benar-benar terasa
bermanfaat .
Konsep-konsep statistik ini banyak kita terapkan dikehidupan sehari-
hari. Sebagai contoh, tentang prakiraan cuaca siaran TV yang
meramalkan 50 persen kemungkinan turun hujan pada esok hari.
Demikian juga, memilki arti yang sama dengan pernyataan diatas
yaitu seorang doketer ahli bedah yang yang mengatakan bahwa
seorang pasien mempunyai peluang 50 persen hidup dalam menjalani
pembedahan .
Sama halnya dengan kedua contoh diatas dalam fisika kuantum
meramalkan bahwa bagi atom-atom hidrogen yang dipersiapkan
secara identik, probablilitas untuk menemukan elektron yang beredar
searah putaran jarum jam adalah 50 persen
Ciri khas matematika mekanika kuantum ini kadang-kadang
membingungkan; karena kita tidak dapat mengetahui sebelumnya
hasil suatu pengukuran, maka deskripsi lengkap suatu sistem (atom,
misalnya) haruslah mencangkup semua hasil pengukuran yang
mungkin diperoleh.
Kebanyakan orang menganggap pelemparan sebuah mata uang atau dadu merupakan
proses acak, tapi tidak salah juga jika ada orang berdalih bahwa kejadian tersebut
bukanlah proses yang acak. Kita yang menganggap bahwa kejadian tersebut adalah
kejadian acak pada hakikatnya menunjukkan bahwa pengetahuan kita tentang
keaadaan sitemnyalah yang kurang lengkap.
Jika kita mengetahui secara pasti bagaimana dadunya dilemparkan,( besar dan arah
kecepatan awalnya, orientasi awalnya, dan laju putarnya) dan hukum-hukum yang
mengatur tumbukannya pada meja, maka kita seharusnya mampu meramalkan secara
pasti bagaimana dadunya akan mendarat pada meja.
Ini sama halnya dengan contoh sebelumnya mengenai perkiraan cuaca dan
meramalkan pasien akan hidup atau mati,( jika kita mengetahui lebih banyak tentang
fisika atmosfer, maka kita dapat meramalkan dengan pasti apakah besok akan turun
hujan ataukah tidak, dan jika kita dapat mengetahui lebih banyak tentang fisiologi,
maka kita dapat meramalkan secara pasti apakah setelah melakukan pembedahan
pasien itu akan tetap hidup ataukah mati.)
Sama halnya contoh diatas disini terdapat aliran paham yang mengatakan bahwa hal
yang sama terjadi pada fisika kuantum. Jadi, sebenarnya kita dapat meramalkan
secara pasti perilaku elektron didalam atom, jikalau kita dapat mengetahui lebih
banyak mengenai variabel tersembunyi yang menentukan geraknya. Tetapi karena
tidak ada bukti yang menguatkan teori tersebut.
AMPLITUDO
PROBABILITAS
Persoalan terakhir yang perlu dibahas adalah amplitudo gelombang deBroglie
menyatakan apa??
Dalam setiap gejala perambatan gelombang, suatu besaran fisika seperti
perpindahan atau tekanan mengalami perubahan terhadap jarak dan waktu. Lalu,
sifat fisika apakah yang mengalami perubahan ketika gelombang deBroglie
merambat?
Berdasarkan penjelasan mengenai paket gelombang didepan, Jika partikel terbatasi
pada suatu bagian ruang berukuran x, maka paket gelombang yang menyatakan
partikel tersebut hanyalah memiliki amplitudo yang besar dalam daerah yang
berukuaran x itu, sedangkan di luar ampliyudo paket gelombang kecil. Artinya,
amplitudo paket gelombang itu besar pada tempat dimana partikelnya berada, dan
kecil pada daerah dimana kemungkinan mendapatkan partikel itu kecil. Jadi dapat
dikatakan bahwa Amplitudo gelombang deBroglie (sebuah partikel) pada
sembarang titik berkaitan dengan probabilitas untuk menemukan partikel yang
bersangkutan pada titik tersebut.
Analogi dengan fisika klasik, bahwa intensitas sebuah gelombang berbanding lurus
dengan kuadrat amplitudonya, maka probabilitas ini juga berbanding lurus dengan
kuadrat amplitudo gelombang deBroglie.
Kesulitan kita untuk menafsirkan secara tepat amplitude gelombang ini sebagai
disebabkan karena amplitudo gelombang adalah suatu besaran komplek. (suatu
variable kompleks, seperti amplitude probabilitas, adalah variable yang mengandung
suatu bagian imajiner, yang berbanding lurus dengan i ) karena kita tidak dapat
mengungkapkan variable-variabel tersebut dengan system bilangan real (tidak
imajiner) kita, maka kita tidak dapat menafsirkan atau mengukur langsung amplitude
gelombangnya.
Probabilitas di definisikan dalam nilai mutlak dari kuadrat amplitudo; karena
hasilnya selalu merupakan suatu bilangan real, maka kita tidak sulit menafsirkan
nya. Meskipun amplitude gelombang deBroglie tidak mudah di tafsirkan, gelombang
deBroglie memiliki semua ciri khas dari sebuah gelombang klasik yang berprilaku
baik.
Sebagai contoh, ia dapat di pantulkan dan di biaskan, ia memenuhi asas super posisi,
dan gelombang-gelombang debroglie yang merambat dalam arah-arah yang
berlawanan dan dapat berpadu membentuk sebuah gelomabang berdiri. Kalau kita
berbicara, maka udara di depan mulut kita akan bergetar. kalau kita berbicara
perlahan maka gerakkan udara yang terdorong tertarik tersebut, kecil dan sebaliknya,
kalau kita berteriak, maka gerakkan udara yang terdorong tertarik tersebut, besar.
Nah besar kecilnya dorongan tarikkan itu disebut amplitudo.