Anda di halaman 1dari 30

EMULSI

KELOMPOK 6 :
Ainil mardiyah
Deza novrianti
Tengku desvita dwipa putri
Rafie rahman
Defenisi emulsi

Menerut FI edisi IV

Emulsi adalah sistem dua fase yang salah


satu
cairannya terdispersi dalam cairan yang lain,
dalam bentuk tetesan kecil. Stabilitas
emulsi dapat dipertahankan dengan
penambahan zat yang ketiga yang disebut
dengan emulgator (emulsifying agent)
Tujuan pemakaian emulsi
Emulsi dibuat untuk diperoleh suatu preparat yang
stabil dan rata dari campuran dua cairan yang saling
tidak bisa bercampur.

Tujuan pemakaian emulsi adalah :


1. Dipergunakan sebagai obat dalam / per oral.
Umumnya emulsi tipe o/w
2. Dipergunakan sebagai obat luar.
Bisa tipe o/w maupun w/o tergantung banyak faktor
misalnya sifat zatnya atau jenis efek terapi yang
dikehendaki.
Kelebihan dan kekurangan
emulsi
Kelebihan
Dapat membentuk sediaan yang saling tidak
bercampur menjadi dapat bersatu menjadi
sediaan yang homogen dan bersatu.
Mudah ditelan.
Dapat menutupi rasa yang tidak enak pada obat

Kekurangan
Kurang praktis dan staabilits rendah dibanding
tablet.
Takaran dosis kurang teliti.
Komponen dasar emulsi
fase dispers / fase diskontinue
zat cair yang terbagi-bagi menjadi butiran kecil
kedalam zat cair yang lain maka sering disebut
fase internal .

fase kontinue
zat cair dalam emulsi yang berfungsi sebagai
bahan pendukung dari emulsi tersebut , sering
disebut juga dengan fase eksternal .

Emulgator
bagian dari emulsi yang berfungsi untuk
menstabilkan emulsi .
macam-macam emulgator dan
jumlah emulgator
1. Emulgator alam

a. Emulgator dari tumbuhan


ex : gom arab , tragacanth , agar , chondrus

b. Emulgator dari hewan


ex : kuning telur , adeps lanae

c. Emulgator dari tanah mineral


ex : Magnesium Aluminium Silikat/ Veegum ,
Bentonit

2. Emulgator buatan
ex : Sabun , Tween 20 , Span 20
Gom arab
Bila tidak dikatakan lain maka
emulsi dengan gom arab
menggunakan gom arab sebanyak
dari jumlah minyaknya dan air 1,5 x
dari berat gom

Tragacanth
trgacanth diperlukan sebanyak
1/10 kali gom arab. Tragacanth
dibuat corpus emulsi dengan
menambahkan sekaligus air 20 x
Pembagian emulsi
Oral
umumnya emulsi tipe o/w , karna rasa
dan bau minyak yang tidak enak dapat
ditutupi .
Topikal
Umumnya emulsi tipe o/w atau w/o tergantung
banyak faktor misalnya, sifat zatnya atau jenis
efek
terapi yang dikehendaki . Sediaan digunakan
bertujuan untuk menghasilkan efek lokal.
injeksi
sediaan steril berupa larutan ,emulsi atau
suspensi atau serbuk yang harus
dilarutkan atau disuspensikan terlebih
dahulu sebelum digunakan , yang
disuntikan secara merobek jaringan
kedalam kulit atau melalui kulit atau
selaput lendir .
Contohnya : vit.A diserap cepat melalui
jaringan dalam bentuk emulsi
Penggunaan mikroemulsi
Mikroemulsi adalah sistem dispersi yang mempunyai karakter
termodinamika stabil,transparan , isotropis , viskositas rendah
Dispersi koloid yang terdiri dari minyak atau air dalam skala mikro
yang distabilkan oleh surfaktan . Molekul surfaktan mengandung
Gugus polar dan non-polar sehingga cenderung menyerap pada
antar muka .

Keuntungan sediaan mikroemulsi :


a. Termodinamika stabil dan membutuhkan energi minimun untuk
pembentukan
b. Kemudahan manufaktur dalam skala besar
c. Dapat meningkatkan solubilitas dan bioavailabilitas
d. Dapat dikendalikan sehingga dibuat target dari obat tersebut
Tipe emulsi

1. Emulsi tipe o/w


emulsi yang terdiri dari butiran minyak yang
tersebar kedalam air. Air sebagai fase
eksternal , minyak sebagai fase internal .

2. Emulsi w/o
emulsi yang terdiri dari butiran air yang
tersebar kedalam minyak . Minyak sebagai
fase eksternal , air sebagai fase internal
Teori terbentuknya emulsi
1.Teori tegangan permukaan
(teori surface tension)

Daya kohesi (tarik menarik molekul yang sejenis) setiap zat


tidak selalu sama sehingga pada perrmukaan suatu zat cair
(bidang batas antara air dan udara) akan terjadi perbedaan
tegangan karna tidak adanya keseimbangan daya kohesi.

Tegangan yang terjadi pada permukaan tersebut


dinamakan tegangan permukaan .

Penambahan emulgator akan menurunkan /menghilangkan


tegang yang terjadi pada bidang batas antara kedua zat
cair , dan menyebabkan mudah bercampurnya kedua zat
tersebut .
2. Teori oriented weight

Setiap molekul emulgator dapat dibagi menjadi


2 kelompok :
a. Kelompok hidrofilik
b. Kelompok lipofilik

Masing-masing kelompok akan bergabung


denagan zat cair yang disenanginya , dengan
demikian seolah-olah emulgator tersebut
merupakan tali pengikat antara air dengan
minyak .

Antara kedua kelompok tersebut akan membuat


suatu keseimbangan dalam setiap jenis emulgator
3. Teori interfasial film ( plastic film )

Emulgator akan diserap pada batas


antara air dan minyak , sehingga
terbentuk lapisan film yang akan
membungkus partikel fase dispers

Dengan terbungkusnya partikel


tersebut maka usaha antara partikel
yang sejenis untuk penggabungan
menjadi terhalang , sehingga fase
dispers menjadi stabil
4. Teori electric double layer
(lapisan listrik rangap)
jika minyak terdispesi kedalam air . 1
lapis air yang langsung berhubungan
dengan permukaan minyak akan
bermuatan sejenis . Sedangkan lapisan
berikutnya akan mempunyai muatan yang
berlawanan dengan lapisan didepannya

Dengan demikian seolah-olah setiap


partikel minyak dilindungi oleh 2 banteng
lapisan listrik yang berlawanan
Banteng tersebut akan menolak
setiap usaha dari partikel minyak
yang akan mengadakan
penggabungan menjadi 1 molekul
yang besar , karena susunan yang
sama

Dengan demikian antara sesama


partikel akan tolak menolak ,
stabilitas emulsi akan bertambah
Persyaratan emulsi
Sediaan emulsi yang baik harus :
1. Stabil dan homogen

2. Fase dalam mempunyai ukuran


partikel yang kecil dan sama besar
mendekati ukuran partikel koloid

3. Tidak terjadi creaming atau cracking

4. Warna , bau , dan rasa menarik


Cara membedakan tipe
emulsi
Pengenceran
setiap emulsi dapat diencerkan dengan fase eksternalnya

Pewarnaan
zat warna akan tersebar rata kedalam emulsi apabila zat
tersebut larut dalam fase eksternal dari emulsi tersebut

kertas saring.
Bila emulsi diteteskan pada kertas saring , kertas saring menjadi
basah maka tipe emulsi o/w, dan bila timbul noda minyak pada
kertas berarti emulsi tipe w/o.

konduktivitas listrik
fase eksternal dari emulsi dapat dilalui aliran listrik elektroda
dicelupkan . Jika lampu indikatornya menyala
berarti fase eksternalnya air
H.L.B = Hidrofilic lipofilic
balance
Angka yang menunjukan
perbandingan antara
kelompok hidrofil dengan kelompok
lipofil .
Semakin besar harga HLB berarti
semakin
banyak kelompok yang suka pada air
sehingga
emulgator tersebut lebih mudah larut
dalam air
Daftar harga HLB
HARGA HLB KEGUNAAN
1-3 ANTI FOAMING AGENT
4-6 EMULGATOR TIPE W/O
7-9 WETTING AGENT
8-18 EMULGATOR TiPE O/W
13-15 DETERGENT
15-18 SOLUBILIZING AGENT
Cara perhitungan HLB

Dalam pembuatan 50 ml emulsi dibutuhkan


Emulgator sebanyak 5g terdiri dari campuran
tween 20 (HLB=16,7) span 60
(HLB=4,7)dengan
perbandingan 1:4 hitunglah HLB campuran ?
Jawaban
Dik = - HLB span 20 = 4,7
- HLB tween60 = 16,7
- jumlah emulgator 5 g
Dit = HLB campuran ?
HLBt x g + HLBs x g = HLBcam
16,7 x 1 + 4,7 x 4 = 5x
16,7 + 18,8 = 5x
5x = 35,5 =7,1
5
Alat yang digunakan dalam
pembuatan emulsi
1. Mortir dan stamfer
emulsi sekala kecil , mortir dengan
permukaan kasar

2. Botol
Mengocok emulsi dalam botol secara
terputus-putus lebih baik daripada terus
menerus, hal tersebut memberi
kesempatan pada emulgator untuk
bekerja sebelum
pengocokan berikutnya.
3. Mixer, blender
Partikel fase disper dihaluskan dengan cara
dimasukkan kedalam ruangan yang
didalamnya terdapat pisau berputar dengan
kecepatan tinggi, akibat putaran pisau
tersebut, partikel akan berbentuk kecil-kecil.

4. Homogeniser
Dalam homogenizer dispersi dari kedua cairan
terjadi karena campuran dipaksa melalui
saluran lubang kecil dengan tekanan besar.
Cara pembuatan emulsi
1. Metode gom kering

disebut juga metode continental . Emulsi dibuat dengan


jumlah komposis minuak dengan jumlah volume air dan
jumlah emulgator . Sehingga diperoleh perbandingan 4 bagian
minyak , 2 bagian air , dan 1 bagian emulgator . Pertama-tama
gom didispersikan kedalam minyak , lalu ditambahkan air
sebagian dan diaduk/digerus dengan cepat dan searah hingga
terbentuk korpus emulsi . Setelah terbentuk korpus emulsi
kemudian Sisa air ditambahkan sedikit demi sedikit hingga habis
Sambil diaduk .
2. Metode gom basah

disebut pua sebagai metode inggris , cocok


untuk penyiapan emulsi dengan musilago atau
melarutkan gom sebagai emulgator ,dan
menggunakan perbandingan 4:2:1 sama
seperti metode gom kering .
Metode ini dipilih jika emulgator yang
digunakan harus dilarutkan/didispersikan
terlebih dahulu kedalam air misalnya
metilselulosa. 1 bagian gom ditambahkan2
bagian air lalu diaduk , dan minyak
ditambahkan sedikit demi sedikit sambil
diaduk dengan cepat .
3. Metode botol

disebut pula metode forbes . Metode ini digunakan


untuk emulsi dari bahan-bahan menguap dan
minyak-minyak dengan kekentalan yang rendah .
Metode ini merupakan variasi dari metode gom
kering atau metode gom basah . Emulsi terutama
dibuat dengan pengocokan kuat dan kemudian
diencerkan dengan fase luar . Dalam botol kering ,
emulgator yang digunakan dari jumlah minyak .
Ditambahkan 2 bagian air lalu dikocok kuat-kuat ,
setelah volume air yang sama banyak dengan
minyak tambahkan sedikit demi sedikit sambil terus
dikocok , setelah emulsi utama terbentuk dapat
diencerkan dengan air sampai volumenya tepat .
Kestabilan emulsi
Emulsi dikatakan tidak stabil bila mengalami hal
- hal seperti berikut :

1. Creaming
Yaitu terpisahnya emulsi menjadi 2 lapisan
dimana yang 1 mengandung fase dispers
lebih
banyak dari pada lapisan yang lain .
Creaming
bersifatreversibleartinya bila dikocok
perlahan
lahan akan terdispersi kembali.
2. Koalesan dan cracking (breaking)
Yaitu pecahnya emulsi karena film yang
meliputi
partikel rusak dan butir minyak akan
koalesan
(menyatu) . Sifatnya irreversibel (tidak
bisa diperbaiki)

3. Inversi
peristiwa berubahnya sekonyong-
konyong tipe emulsi w/o menjadi o/w
atau sebaliknya. Sifatnya irreversible.