Anda di halaman 1dari 34

HEPATITIS AKUT DAN

KRONIK

SYLVIA
HEPATITIS AKUT
HEPATITIS VIRAL AKUT
DEFINISI: infeksi sistemik yang dominan menyerang
hati
Agen penyebab:
Virus hepatitis a (HAV)
Virus hepatitis B (HBV)
Virus hepatitis C (HCV)
Virus hepatitis D (HDV)
Virus hepatitis E (HEV)
Perjalanan penyakit
Fase inkubasi: masuknya virus sampai timbulnya gejala
Fase prodromal: fase antara timbulnya keluhan pertama (demam ringan,
malaise, myalgia, anoreksia, mual) hingga timbul ikterus
Fase ikterus: timbul 5-10 hari setelah gejala prodromal, disertai membaiknya
gejala prodromal
Fase konvalesen: mula-mula keluhan hilang. Perbaikan hepatomegali dan
gangguan fungsi hati menyusul dalam 9 minggu (HAV) sampai 16 minggu (HBV)
AGEN PENYEBAB
1. Transmisi secara enterik
HAV dan HEV
Virus tanpa selubung, tahan terhadap cairan empedu, ditemukan di tinja,
tidak menjadi kronik

2. Transmisi melalui darah


Hbv, hcv, hdv
Virus dengan selubung, rusak dengan cairan empedu, tidak ada di tinja,
dapat menjadi kronik
KARAKTERISTIK VIRUS HEPATITIS

Hepatitis virus A: virus RNA


Hepatitis virus E: virus RNA
Hepatitis virus B: virus DNA
Hepatitis virus D: virus RNA, memerlukan bantuan HBV untuk ekspresinya
Hepatitis virus C: virus RNA
EPIDEMIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Virus hepatitis a:
Inkubasi 1550 hari (rata-rata 30 hari)
Ada transmisi maternal-neonatal
Akut
Virus hepatitis b
Inkubasi 15180 hari (rata-rata 60-90 hari)
Ada transmisi maternal-neonatal, maternal-infant
HBV (+) di darah, semen, sekret servikovaginal, saliva, cairan tubuh lain
Akut dan kronik
Virus hepatitis c
Inkubasi 15160 hari (rata-rata 50 hari)
Maternal-neonatal: efisiensi dan frekuensi rendah
Umumnya kronik
PATOFISIOLOGI

I. Sistem imun
Melibatkan respons CD8 dan CD4 sel T
Produksi sitokin di hati dan sistemik
II. Efek sitopatik langsung dari virus
GAMBARAN KLINIS
Spektrum luas dari asimtomatik hingga gagal hati
Sindrom klinis hampir sama: prodromal non spesifik (gejala
gastrointestinal dan gejala flu)
Awitan mendadak (AKUT) pada HAV dan HEV
Demam jarang kecuali HAV, serum sickness like syndrome pada 10%
HBV
Gejala prodromal menghilang saat ikterus, kecuali anoreksia dan malaise
Fase ikterus: urin gelap, ada pruritus
Ada hepatomegali, sedikit nyeri tekan
Splenomegali ringan, limfadenopati pada 15-20% pasien
GAMBARAN LABORATORIUM

SGOT dan SGPT meninggi, bisa > 500 U/L


Bilirubin jarang > 10 mg/dl kecuali kolestasis
Fosfatase alkali normal / sedikit meningkat
Masa protrombin normal / sedikit meningkat
Albumin normal / sedikit menurun
Darah tepi normal / leukopeni ringan
PERJALANAN ALAMIAH

Hav
Perbaikan komplit terjadi dalam 3-6 bulan
Gagal hati akut: usia > 40 tahun
Tidak pernah menjadi kronik
HAV: igm anti HAV (+) sampai 3-6 bulan
PERJALANAN ALAMIAH

Hbv:
Risiko menurun sesuai umur: neonatus 90% karier,
dewasa 1-5% kronik
Gagal hati akut: < 1% infeksi akut
Infeksi persisten:
Karier asimptomatik
Hepatitis kronik, sirosis, hepatoma
Hepatitis B akut: igm anti hbc dan hbsag [+]
VIROLOGI VHB
HBsAg Anti-HBs Anti-HBc IgM anti HBeAg HBV-DNA
HBc
Hepatitis
B Akut
+ - + + + +
Hepatitis
B Kronik
+ - + - +/- +
Pengida
p
+ - + - - -
Vaksinas
i
- + - - - -
Sembuh
- + + - - -
PERJALANAN ALAMIAH

Hcv:
15-45% sembuh spontan
Hepatitis akut sangat jarang
Umumnya infeksi menetap, viremia memanjang,
SGOT-SGPT meningkat berfluktuasi
Infeksi persisten: hepatitis kronik, sirosis, hepatoma
HCV: anti HCV, tetap (+) untuk waktu lama
VIROLOGI VHC

Anti HCV Anti HCV ALT HCV-RNA


(ELISA) (RIBA)
Hepatitis C +/- +/- +
akut
Hepatitis C + + +
kronik
Pengidap + + Normal +

Sembuh + + Normal -

[+] palsu + - Normal -


INFEKSI HBV & HCV PADA ORANG
DEWASA
Infeksi HBV

Anti-HBs (+)
>Imunitas 10 %
90 %

Hep. Kronik
Sembuh

20 % 80 %
Anti-HCV (+) Sirosis
>Imunitas ?

Infeksi HCV
Kanker
PENGOBATAN HEPATITIS AKUT
Rawat jalan, kecuali mual-anoreksia atau gagal hati akut
Kalori dan cairan cukup:
Tidak ada rekomendasi diet khusus
Hindari alkohol
Batasi aktivitas fisik, tergantung kelelahan/ malaise
Tidak ada obat spesifik
TATA LAKSANA KOMPLIKASI
1. Gagal hati akut
Rawat
Suportif
Transplantasi hati
2. Kolestasis
Prednison 0,5mg/kgbb 2 minggu, tappering 1
minggu
Asam ursodioksikolat 20 mg/kgbb
Kolestiramin untuk pruritus
3. Relaps
Sama dengan hepatitis akut biasa
HEPATITIS KRONIK
DEFINISI
Hepatitis B kronik
Hbsag [+] > 6 bulan
HBV DNA serum >20.000
IU/ml (2x105copies/ml) Carrier hbsag inaktif
Pada hbeag [-] HBV DNA Hbsag [+] > 6 bulan
>2000 IU/ml (2x104- Hbeag [-], anti hbe [+]
copies/ml) HBV DNA serum < 2000
SGOT/SGPT persisten/ IU/ml
intermiten SGOT/SGPT persisten
Biopsi hati nekro- normal
inflamasi sedang-berat Biopsi hati tidak ada
tanda hepatitis kronik
PATOGENESIS

Mula-mula VHB merangsang respons imun non spesifik: sel NK


Selanjutnya VHB merangsang respon imun spesifik: aktifasi sel T
dan sel B. Sel T CD8+ mengeliminasi virus dalam sel hati:
Mekanisme sitolitik nekrosis sel hati SGPT meningkat.
Mekanisme non sitolitik: melalui aktifitas interferon gamma
Aktifasi sel B: produksi anti hbs, anti hbc, anti hbe.
Anti hbs: mencegah penularan virus dari sel ke sel
PERJALANAN ALAMIAH
Infeksi sejak lahir: 90% persisten, infeksi usia dewasa: 5%
persisten
Perjalanan infeksi hepatitis B: 3 fase
1. Fase imunotoleransi: titer hbsag dan HBV-DNA , hbeag(+), SGPT relatif
normal
2. Fase imunoaktif : SGPT mulai naik, serokonversi hbeag anti hbe dapat
terjadi.
3. Fase non replikatif: sgpt normal, titer hbsag , hbeag(-) dan anti hbe (+).
Berdasarkan status hbeag dibedakan: hepatitis B kronik hbeag (-)
dan hepatitis B kronik hbeag (+). status hbeag prognosis.
Hbeag [+] risiko mortalitas dan morbiditas , namun hbeag [-]
relaps >>
Indikasi terapi antiviral untuk hbeag(+): sgpt 2-5 kali batas atas
normal, menetap 3-6 bulan, dan hbv-dna > 2x10 4 copy/ml
Indikasi terapi antiviral untuk hbeag(-) anti hbe(+): sgpt sgpt 2
kali batas atas normal, menetap 3-6 bulan, dan hbv-dna >
2x103 iu/ml copy/ml
PENATALAKSANAAN
Indikasi terapi antiviral
Hbeag positif, HBV DNA > 2x104 IU/ml, SGPT 2 kali batas atas normal
Hbeag negatif, HBV DNA > 2x103 IU/ml, SGPT 2 kali batas atas normal
Terapi antiviral:
Imunomodulator: interferon (peg INF alfa: 180 g sekali seminggu; lama
terapi bila hbeag (+) 16-24 mgg (konsensus PPHI 2004) 48 minggu (EASL
2009), bila hbeag (-) 12 bulan
Antiviral : lamivudin (1x100mg), adefovir dipivoksil (1x10 mg), entecavir
(0.5-mg and 1-mg), telbivudin (1x 600 mg), minimal 12 bulan
Selama tx: SGPT, hbeag, HBV-DNA setiap 3 bulan
Setelah tx: SGPT, hbeag, HBV-DNA setiap 6 bulan
Antiviral : target serokonversi hbeag anti hbe
Kriteria penghentian
Hbeag [+]: serokonversi hbeag, HBV DNA tidak terdeteksi,
dipertahankan paling tidak 12 bulan
Hbeag [-]: HBV DNA tidak terdeteksi 3 x px interval tiap 6 bulan
Terapi antiviral jangka panjang diberikan pada :
Tidak terjadi serokonversi
Hepatitis B hbeag negatif
Sirosis hati HBV DNA positif
Kelompok antiviral: lamivudin (lam) , adefovir dipivoksil (adv) ,
entecavir (etv) , telbivudin (ldt) dan tenofovir (tdf).
1. Lamivudin
Menghambat enzim reverse transkriptase
Dosis: 1x100mg setiap hari, minimal 12 bulan (sampai 3
bulan setelah konversi hbeag)
Keuntungan: aman dan relatif murah
Kerugian: timbul kekebalan
2. Adefovir dipivoksil
Menghambat enzim reverse transkriptase
Dosis: 1x10 mg setiap hari, minimal 12 bulan
Keuntungan: jarang terjadi kekebalan
Kerugian: relatif lebih mahal
3. Entecavir (ETV) mempunyai efek antiviral yang kuat karena
menghambat replikasi HBV pada 3 fase yang berbeda. Dosisnya 0.5-
1mg per hari
4. Telbivudin (ldt) 1x600 mg per hari
5. Tenofovir (TDF) 1x300 mg perhari.

Kelompok antivirus ini terutama diindikasikan pada kondisi


dekompensasi hepar, atau jika pasien tidak bisa diberi interferon.
Kombinasi INF dan antiviral oral tidak lagi direkomendasikan
ALGORITME PENATALAKSANAAN HEPATITIS B (PPHI
2004)
HBsAg (+)
Px HbeAg, SGOT
SGPT
HBeAg HBeAg (-)
(+)

SGOT SGPT SGOT SGPT


SGOT SGPT >
BANN BANN SGOT SGPT
BANN
HBV- BANN

>2 (+ DNA
Monitor/ 3 x ) (-) Monitor/ 6
bln bln
<2x TERAPI
ANTIVIRAL /
INTERFERON Monitor / 3
bln
Monitor/ 1-2
bln
Gambar 1. Algoritma penatalaksanaan hepatitis B dengan HBeAg positif (PPHI 2012)
Gambar 2. Algoritma penatalaksanaan hepatitis B dengan HBeAg negatif (PPHI 2012)
HEPATITIS C KRONIK

Transmisi utama: transfusi darah


Maternal-neonatal: rendah, terutama ibu HIV
Tindakan medis: endoskopi, dialisis, perawatan gigi, operasi.
Transmisi melalui hubungan rumah tangga: sangat rendah
Prevalensi pada pengguna narkoba: 80%, pasien dialisis 70%
KLINIS
Infeksi akut: umumnya tanpa gejala, hanya 20-30% menunjukkan
gejala hepatitis akut.
Hepatitis c: 70-90% menjadi kronik, 15-20% kronik menjadi sirosis
(perlu waktu 20-30 tahun), 1-4% sirosis menjadi kanker
HCV kronik sirosis: alkohol, ko-infeksi HBV, HIV, laki-laki, usia tua
Ko-infeksi HBV: sirosis dan kanker
Ko-infeksi HIV: hepatotoksisitas ARV meningkat
DIAGNOSTIK
Anti HCV dapat bertahan sampai 20 tahun, walau infeksi VHC
dapat dihilangkan di saat akut
HCV-RNA : gambaran infeksi yang sebenarnya
Ada 6 genotipe : geografis (indonesia umumnya genotipe 1),
mempengaruhi prognosis, efektifitas INF
Genotipe 1 dan 4: terapi 48 minggu
Genotipe 2 dan 3: terapi 24 minggu
PENATALAKSANAAN
Anti HCV (+) periksa HCV-RNA dan genotipe
HCV RNA [+] (dan SGPT >2x) indikasi terapi
Terapi: INF alfa dan ribavirin
INF alfa konvensional: 3xseminggu 3 MU sc
Peg-inf 12 KD: sekali seminggu 1,5 ug/kgbb/kali
Peg-inf 40 KD: sekali seminggu 180 ug
Ribavirin 800mg-1200mg/hari

Lama terapi
Genotipe 1 dan 4, selama 48 minggu
Genotipe 2 dan 3, selama 24 minggu