Anda di halaman 1dari 30

Laporan Kasus

Disentri Amoeba dd
Basiler
Oleh :
dr. Danae Kristina Natasia

Pembimbing :
dr. Henry Ratno Diono Silalahi, Sp.PD
ISI

1 Laporan Kasus

2 Tinjauan Pustaka
LAPORAN KASUS
IDENTITAS
Nama : Bp. M
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 60 tahun
Pekerjaan : Pedagang
Alamat : Puruk Cahu
Agama : Islam
MRS : 26/12/2016
RM : 00 27 42
ANAMNESIS
Keluhan
Utama
Nyeri Perut

Keluhan Demam, mual, muntah, BAB cair bercampur


Tambahan darah berwarna merah kehitaman

Pasien datang dengan keluhan perut terasa


nyeri sejak 2 minggu SMRS, nyeri terasa
memberat sejak 1 hari, perut terasa melilit.
Pasien juga mengeluh BAB cair bercampur
darah berwarna merah kehitaman sekiitar
RPS >3x, masih berampas, berbau anyir. Pasien
juga mengeluh demam namun tidak terlalu
tinggi, tidak nafsu makan. Riwayat konsumsi
obat-obatan nyeri disangkal. Pasien mengaku
belum ada mengkonsumsi obat saat keluhan
dirasakan.
ANAMNESIS

Kebiasa Riwayat konsumsi alkohol


disangkal
an Riwayat merokok disangkal

Riwayat keluhan serupa


RPD sebelumnya disangkal.
Riwayat sakit serupa
RPK dalam keluarga
disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda-tanda Vital
Tekanan darah : 140/800 mmHg
Nadi : 88x/menit, teratur, kuat angkat, isi
cukup
Pernafasan : 20x/menit, tipe
thoracoabdominal
Suhu : 36,5 C
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Kepala
Mata
Konjungtiva : Konjungtiva pucat (+)
Sklera : Sklera ikterik (-)
Pupil : Isokor kanan-kiri, reflek cahaya ( + / + )
Palpebra : Edema (-)
Leher
JVP : Tidak meningkat
Kelenjar tiroid : tidak membesar
Kelenjar limfonodi: tidak membesar
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Thorak
Paru-paru
Inspeksi : simetris kanan kiri, retraksi(-)
Palpasi : vocal fremitus kanan sama kiri
Perkusi : sonor
Auskultasi : suara dasar vesikuler, tidak ada suara
tambahan
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi :
Kanan atas : SIC II Linea Para Sternalis Dextra
Kanan bawah : SIC IV Linea Para Sternalis Dextra
Kiri atas : SIC II Linea Para Sternalis Sinistra
Kiri bawah: SIC IV Linea Medio Clavicularis Sinistra
Auskultasi : S1- S2, reguler, murmur(-), gallop(-)
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : Cembung
Auskultasi : BU (+) Meningkat
Perkusi : Tympani, Shifting dullness (+)
Palpasi : Supel, NT (+), Hepar dan Lien sulit dinilai

Pemeriksaan Ekstremitas
Superior : Akral hangat, deformitas(-), edema(-),
Inferior : Akral hangat, deformitas(-), edema(+),
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Darah lengkap
( 26/12/2016)
Pemeriksaan Nilai Satuan
Hb 8.3 Gram %
AL 12.7 Ribu/ul
AE 2.6 Juta/ul
AT 192 Ribu/ul
Hematokrit 25 %
Eosinofil - %
Basofil - %
Batang - %
Segmen 55 %
Lymphosit 41 %
Monosit 4 %
Pemeriksaan Darah (26/12/2016)

Pemeriksaan Nilai Satuan


GDS 89 mg/dl

Ureum 65 mg/dl

Kreatinin 1.3 mg/dl

Albumin 2,3 g/dL

SGOT 227 uL

SGPT 190 uL
Pemeriksaan Urinalisis (01/01/2017)

Pemeriksaan Hasil
Warna Kuning Jernih

Berat Jenis 1.015

pH 5

Eritrosit 03

Leukosit 24

Kristal -

Silinder -

Epitel 8-6
Pemeriksaan Feses (01/01/2017)

Pemeriksaan Hasil
Warna Kuning Kemerahan

Konsistensi Lembek

Bau Khas

Telur -

Eritrosit 03

Amoeba -

Serat +

Lain-Lain Cacing E.
vermicularis
Pemeriksaan USG Abdomen (28/12/2016)
Kesimpulan :

Hepatomegali dengan
gambaran parenchymal
chronic liver disease
Ascites
GB/Spleen/Pankreas/Ginjal
kanan kiri/VU/Prostat
tidak tampak kelainan
DIAGNOSIS KERJA
Disentri Amoeba dd/ Basiler
Anemia Normositik Normokrom ec Blood loss
Ascites
Hipoalbuminemia
Transaminitis
Enterobiasis

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 500cc/8 jam
Inj. Ciprofloxacin 2 x 400 mg IV
Inj. Omeprazole 1 x 40 mg IV
Inf. Albumin 5% 100 mL IV/24 jam (selama 3 hari)
PO :
Metronidazole 3 x 500 mg
Paracetamol 4 x 500 mg (k/p)
Lacbon 2 x 1 tablet
Curcuma 3 x 1 tablet
Diet TKTP 1900 KCal
TINJAUAN PUSTAKA
DISENTRI
Disentri berasal daribahasa Yunani,
yaitu dys (gangguan) dan enteron(usus),
Radang usus yang menimbulkan gejala
meluas dengan gejala:
Buang air besar dengan tinja berdarah,
Diare encer dengan volume sedikit,
Buang air besar dengan tinja bercampur
lender (mucus)
dan nyeri saat buang air besar(tenesmus).
ETIOLOGI DISENTRI
Ada 2 penyebab terjadinya disentri :
Disentri basiler, disebabkan oleh Shigella,sp
Shigellaadalahbasilnonmotil,gramnegatif,fa
mili
enterobacteriaceae.Ada4spesiesShigella,yait
uS.dysentriae,S.flexneri, S.bondiidanS.sonnei.
Disentri amoeba, disebabkan Entamoeba
hystolitica.
E.histolytica, merupakan protozoa usus, sering
hidup sebagai mikroorganisme komensal
(apatogen) di usus besar manusia.
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS
PENATALAKSANAAN
Asimtomatik atau carrier : Iodoquinol
(diidohydroxiquin) 650 mg tiga kaliperhari selama
20 hari.
Amebiasis intestinal ringan atau sedang : tetrasiklin
500 mg empat kali selama 5 hari.
Amebiasis intestinal berat, menggunakan 3 obat :
Metronidazol 750 mg tiga kali sehari selama 5-10 hari,
tetrasiklin 500 mg empat kali selama 5 hari,
Emetin 1 mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari.
Amebiasis ektraintestinal, menggunakan 3obat :
MetRonidazol 750 mg tiga kali sehari selama 5-10 hari,
Kloroquin fosfat 1 gram per hari selama 2 hari
dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 minggu,
Emetin 1mg/kgBB/hari/IM selama 10 hari
Penatalaksanaan
WHO, bilatelah terdiagnosisshigelosis pasien diobati
dengan antibiotika. Jika setelah 2 hari pengobatan
menunjukkanperbaikan,terapiditeruskanselama5ha
ri.
Ampisilin dosis 4x500mg/hariselama5hari.
Trimetoprim-sulfametoksazol, dosis yang diberikan 2 x 960
mg/hari selama 3-5

Pemakaianjangkapendekdengandosistunggalfluoro
quinolon seperti siprofloksasin atau makrolide
azithromisin ternyata berhasil
baikuntukpengobatandisentribasiler.
Siprofloksasinyangdipakai adalah 2 x 500 mg/hari selama 3
hari
Azithromisin diberikan 1 gram dosis tunggal
Sefiksim 400 mg/hari selama 5 hari.
Komplikasi
Chronic amebic colitis
< 0,5% kasus disentri amuba berkomplikasi
menjadi Fulminant amebic colitis
Amebic liver abcess
Manifestasi lain dari amebiasis
Ameboma
Peluropulmonary amebiasis
Cerebral amebiasis
Amebic peritonitis
Amebic pericarditis
Genitourinary amebiasis
Amebic appendicitis
HIPOALBUMINEMIA
Hipoalbuminemia dapat disebabkan
oleh :
Malnutrisi protein
Sintesis yang tidak efektif,
Kehilangan protein ekstravaskular,
Hemodilusi,
Inflamasi akut dan kronis,
TRANSAMINITIS
Transaminitis, or transaminasemia, adalah nama lain dari peningkatan
SGOT/SGPT, terjadi pada saat adanya kerusakan pada hepar.
Transaminitis dapat terjadi pada keadaan :
Viral hepatitis
Toxic hepatitis
Alcoholic liver disease
Cirrhosis and liver cancer
Autoimmune liver disease
Keadaan lain :
Myocarditis and myocardial infarction
Gallstones and other biliary obstruction
Acute myocardial infarction, myocarditis, typhoid, tuberculosis, infectious mononucleosis
psychosis, and more;
Alcoholic liver caused by long-term alcohol abuse or fatty liver caused by unreasonable
dietary habits
Acute soft tissue injury, strenuous exercise, and pregnancy may show one time
transaminitis.
Tambahan
Probiotik adalah bakteri hidup atau bakteri
campuran yang dapat memberikan efek
menguntungkan pada saluran cerna melalui
kemampuannya memperbaiki keseimbangan
mikroflora usus.
Bakteri ini temasuk mikroba dari golongan bakteri
asam laktat yang bekerja mempertahankan
kesehatan manusia.
Terdapat tiga genus bakteri asam laktat yang
sering dipakai sebagai probiotik antara lain
Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Streptococcus.
Selain itu adalah lactococcus, dan enterococcus.
Tambahan
Fungsi Probiotik :
Fungsi pertahanan mukosa
Modulasi sistem imun lokal dan sistemik

Mekanisme aksi pribiotik:


Aksi imunologi
Aksi nonimunologi
TERIMA KASIH