Anda di halaman 1dari 41

PRESENTASI KASUS POLIKLINIK

Neuralgia Trigeminal
Oleh
Hening Widjayanti
Pembimbing:
dr. R.B. Wirawan Sp.S (K)
DEFINISI
Dalam Konsensus Nasional II kelompok studi nyeri kepala Perdossi,

neuralgia trigeminal :

1.Suatu serangan nyeri wajah ( nyeri unilateral)

2.Onset tiba tiba

3.Seperti tersengat aliran listrik berlangsung singkat, jelas terbatas

pada satu atau lebih distribusi cabang nervus trigeminus.


.

4..Nyeri umumnya dicetuskan oleh stimulus ringan dan timbul

spontan.

5. Terdapat trigger area diplika nasolabialis dan atau dagu.


ANATOMI Cabang pertama N.V ialah
cabang oftalmikus,
menghantarkan impuls
protopatik dari bola mata serta
ruang orbita, kulit dahi, sampai
vertex.
Cabang kedua ialah cabang
maksilaris tersusun dari
serabut somatosensorik
menghantarkan impuls
protopatik dari pipi, kelopak
mata dll.
Cabang ketiga ialah cabang
mandibularis tersusun dari
somatomotorik, sensorik.
ETIOLOGI

Kompresi pada saraf


trigeminal
Penyakit demyelinasi primer
Infiltrasi pada saraf trigeminal
Lesi non demielinasi pada
pons atau medula
Neuralgia Trigeminal Familial
KLASIFIKASI
Neuralgia Trigeminal Klasik/
Idiopatik
Nyeri bersifat paroxysmal dan
terasa diwilayah sensorik cabang Neuralgia Trigeminal Simptomatik

maksilaris, sensorik cabang Nyeri berlangsung terus menerus dan terasa didaerah cabang
maksilaris dan atau mandibularis. optalmikus atau nervus infra orbitalis.
Nyeri timbul terus menerus dengan puncak nyeri lalu hilang
Timbulnya serangan bisa

timbul kembali.

berlangsung 30 menit yang Disamping nyeri terdapat juga anesthesia/hipestesia atau


kelumpuhan saraf kranial, berupa gangguan autonom
berikutnya menyusul antara ( Horner syndrom ).
Tidak memperlihatkan kecenderungan pada wanita atau pria
beberapa detik sampai menit.

dan tidak terbatas pada golongan usia.2,3

Nyeri merupakan gejala tunggal

dan utama.
Penderita berusia lebih dari 45

tahun , wanita lebih sering


mengidap dibanding laki-laki.2,3
PATOFISIOLOGI
penekanan dari akar saraf trigeminal
pada tempat masuknya (entry-zone) ke
dalam pons oleh pembuluh darah arteri

kerusakan saraf

hubungan pendek
(ephaptic
transmission).
hiper eksitabilitas dari neuron sensoris
primer

discharge spontan (evoked) dari neuron-neuron

mengeksitasi seluruh populasi saraf-saraf


sensoris yang berdekatan

nyeri hebat, mendadak, khas pada neuralgia


trigeminal
GEJALA DAN TANDA
Rasa nyeri berupa nyeri neuropatik
Lokasi nyeri umumnya terbatas di daerah dermatom nervus
trigeminus dan yang karakteristik nyeri unilateral
Pencetus oleh stimulus non-noksius (perabaan ringan,

getaran, atau stimulus mengunyah)


DIAGNOSIS
IHS (International Headache Society) :
1. Serangan nyeri paroksismal yang bertahan selama beberapa detik
sampai 2 menit, mengenai satu atau lebih daerah persarafan cabang
saraf trigeminal.
2. Nyeri harus memenuhi satu dari dua kriteria berikut:
Intensitas tinggi, tajam, terasa di permukaan, atau seperti ditusuk-
tusuk.
Berawal daritrigger zoneatau karena sentuhan pemicu.

Pola serangan sama terus.

3. Tidak ada defisit neurologis.


4. Tidak ada penyakit terkait lain yang dapat ditemukan.
5. Neuralgia trigeminal hendaknya memenuhi seluruh kriteria
tersebut; minimal kriteria 1, 2, dan 3
Anamnesis
Lokalisasi nyeri, untuk menentukan cabang
nervus trigeminus yang terkena.
Menentukan waktu dimulainya neuralgia
Trigeminal dan mekanisme pemicunya.
Menentukan interval bebas nyeri.
Menentukan lama, efek samping, dosis, dan
respons terhadap pengobatan.
Menanyakan riwayat penyakit herpes.
Pemeriksaan Fisik
Menilai sensasi pada ketiga cabang nervus
trigeminus bilateral (termasuk refleks
kornea).
Menilai fungsi mengunyah (masseter) dan
fungsi pterygoideus (membuka mulut,
deviasi dagu).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rontgen TMJ (temporomandibular joint)
MRI otak ( Menyingkirkan adanya tumor otak dan multiple
sklerosis)
DIAGNOSIS BANDING
Post Herpetic Neuralgia
Cluster headache

Glossopharingeal Neuralgia

Kelainan Temporomandibuler

Sinusitis

Migrain

Atypical Facial Pain


PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
Pemberian obat diberikan secara bertahap, diawali dengan dosis
minimal, jika terjadi peningkatan progresivitas rasa sakit maka
dosis dinaikkan sampai dosis maksimal yang dapat ditoleransi
tubuh.
Obatobatan anti konvulsi seperti karbamazepine (tegretol),
phenitoin (dilandin), oxykarbazepine (trileptal), dan gabapentin
(neurontin).
Non-Medikamentosa

Injeksi
Operatif (Gamma Knife dan Mikrovaskular)
TERAPI FARMAKOLOGIK

Efektif pada 50-75% pasien


Dimulai dari dosis 100 mg/hari
KARBAMAZEPINE Dilanjutkan selama 1 bulan, diturunkan
sesuai toleransi

Efektivitasnya hampir sama dengan


OXCARBAZEPINE karbamazepine
Tolerabilitasnya lebih baik dari karbamazepine

Terbukti efektif
GABAPENTIN Terutama pada pasien Multipel Sklerosis
PROSEDUR PERIFER GANGLION GASSERI
Blokpada nervus
trigeminus bagian
distal ganglion gasseri
yaitu dengan suntikan
streptomisin, lidokain,
alkohol atau fenol
PROSEDUR BEDAH PADA GANGLION GASSERI

rhizotomy melalui foramen ovale dengan


radiofrekuensi termoregulasi, suntikan
gliserol atau kompresi dengan balon ke
dalam kavum merkel.
Rhizotomy sensoris total, dengan
pemotongan total pada nervus
trigeminal porsio sensoris, irreversible
TERAPI GAMMA KNIFE

Merupakan terapi radiasi


yang difokuskan pada
radiks nervus trigeminus
di fossa posterior
DEKOMPRESI MIKROVASKULER

Dekompresi mikrovaskuler : kraniotomi


sampai nervus trigeminus di fossa
posterior
Tujuan memisahkan pembuluh darah
yang menekan nervus trigeminus
PROGNOSIS
Neuralgia trigeminal bukan merupakan
penyakit yang mengancam nyawa.
Neuralgia trigeminal cenderung memburuk
bersama dengan perjalanan penyakit dan
banyak pasien yang sebelumnya diobati dengan
tatalaksana medikamentosa harus dioperasi
pada akhirnya.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PENDERITA
Nama : Tn. Y
Umur : 70 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Semarang
Pendidikan : S1
Agama : Islam
Datang ke poliklinik Saraf : 3 Januari 2016
No. CM : C 505121
SUBJEKTIF
II. ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Sekarang (Autoanamnesis) 3 Januari 2015
Keluhan Utama : nyeri di pipi kanan
Onset : 4 bulan SMRS
Lokasi : rahang atas dan bawah sisi kanan
Kualitas : tajam, seperti tertusuk-tusuk dan tersetrum
Kuantitas : ADL mandiri
Kronologis :
Sejak 4 bulan SMRS pasien tiba-tiba mengeluh nyeri
hebat pada pipi sebelah kanan waktu makan dan
minum es . Pasien merasakan nyeri seperti tertusuk
tersetrum pada pipi kanan pasien, nyeri meliputi
rahang atas dan rahang bawah, dan kulit wajah
sekitarnya. Serangan terjadi tiba-tiba dan hanya
berlangsung sekitar 2-3 menit. Nyeri kambuh jika
pasien berbicara, menggosok gigi, mengunyah/ makan,
dan berwudhu. Setiap hari, lebih dari 10 kali serangan,
dengan waktu yang sulit dipastikan, dapat terjadi pada
pagi maupun malam hari.
Nyeri makin lama makin mengganggu, pasien menjadi
malas untuk makan sehingga berat badan turun. Tidak
ada riwayat nyeri di daerah mata, bagian kepala lain
ataupun kejang. Pasien juga menyangkal ada rasa tebal
pada sisi kiri ataupun riwayat adanya gelembung/ cacar
di sekitar wajah. Pasien berobat ke dokter gigi selama 3
bulan tanpa perubahan dengan pengobatan penghilang
rasa nyeri dan antibiotik. Karena tidak ada perubahan,
maka dirujuk ke bagian saraf.
Gejala Penyerta: (-)
Faktor yg memperberat : berbicara, menggosok gigi, mengunyah,

berwudhu
Faktor yg memperingan : (-)

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien baru pertama kali sakit seperti ini

Riwayat nyeri lain di sekitar kepala (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan seperti ini

Riwayat Sosial Ekonomi


Os sudah tidak bekerja, suami pensiun PNS, memiliki 3 orang anak yang

sudah mandiri. Biaya ditanggung BPJS. Kesan sosial ekonomi cukup.


III. DATA OBYEKTIF
1. Status presens
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis GCS : E4M6V5 = 15
Tanda Vital : TD = 110/70 mmhg; N = 20x/menit;
RR =12x/mnt; T = 36.6C.
VAS :5
2. Status Internus
Kepala : Simetris, mesosefal
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sclera ikterik -/-
Leher : Simetris, pergerakan bebas
Dada : Simetris, statis dinamis.
2. Status Internus
Kepala : Simetris, mesosefal
Mata : Konjungtiva tidak anemis,
sclera ikterik -/-
Leher : Simetris, pergerakan bebas
Dada : Simetris, statis dinamis.
Jantung : Bunyi jantung I-II murni,
gallop (-), bising ()
Paru : Vesiculer, ronkhi (-), wheezing ()
Abdomen : Supel, nyeri tekan ()
3.Status Psikikus
Cara berpikir : Realistik
Perasaan hati : Euthyme

Tingkah laku : Normoaktif


Ingatan : Kesan cukup

Kecerdasan : Kesan cukup

4. Status Neurologis
Kesadaran : GCS=E4M6V5=15

Mata : Pupil bulat, isokor 2,5mm/2,5mm, Refleks cahaya +/+


Leher : kaku kuduk (-)

Nn.Craniales : disfungsi N V (cabang maksilaris kanan dan


mandibularis kanan)
Motorik Superior Inferior
Gerak : +/+ +/+
Kekuatan: 5-5-5/5-5- 5-5-5/5-5-5
Tonus : Normal/Normal Normal/Normal
Trofi : Eutrofi/Eutrofi Eutrofi/Eutrofi
R. Fisiologis: (+)/(+) ( +)/(+)
R. Patologis : (-)/(-) (-)/(-)
Klonus -/-
Sensibilitas : nyeri pada daerah sensorik cabang maksilaris
kanan dan mandibularis kanan
Vegetatif : dalam batas normal
Koordinasi, Gait dan Keseimbangan
Cara berjalan : dalam batas normal
Tes Romberg : dalam batas normal
Ataksia : dalam batas normal

Disdiadokokinesis : (-)
Rebound phenomen : (-)
Dismetri : (-)

Gerakan-gerakan abnormal
Tremor : (-)

Athetose : (-)
Mioklonik : (-)
Khorea : (-)
Pemeriksaan Tambahan
Trigger zone (+) : maksila kanan dan mandibula kanan

Resume
Subjektif
Seorang laki-laki berumur 70 tahun datang ke poliklinik Saraf RSUP Dr.Kariadi
dengan keluhan utama allodinia hilang timbul di sekitar regio maksila dan mandibula
kanan dan kulit wajah di sekitarnya.
- Faktor yg memperberat : berbicara, menggosok gigi, mengunyah, berwudhu

DATA OBYEKTIF
Kesadaran : Compos mentis, GCS : E4M6V5 = 15
Tanda Vital : TD 110/70 mmHg; N 80x/menit; RR 12x/mnt;
T 36.6C.
VAS :5
Nn.craniales : Allodynia pada daerah yang dipersarafi
N.V II dan N.V III
Pemeriksaan Tambahan
Trigger zone (+) : maksila kanan dan mandibula kanan
V. DIAGNOSIS
Diagnosis Klinis : Allodynia pada wajah daerah maksila
dan mandibula dekstra dan kulit wajah
sekitarnya
Diagnosis Topis : N. V.II dan V.III dekstra
Diagnosis Etiologis : Neuralgia Trigeminal
VI.RENCANA AWAL
Diagnostik : Px Dontogram. Foto Dental Panoramik. EMG

Terapi : - Carbamazepine1 X 200 mg


- Vit B1,6,12 3 X 1 tab
-Na diklofenak 3 x 50 mg
Monitoring : keluhan nyeri

Edukasi : Menjelaskan tentang penyebab penyakit


Menjelaskan tentang fungsi Px tambahan
VII. CATATAN FOLLOW UP 5 Januari 2015 (kontrol 1)
S : Nyeri berkurang

O : TD = 110/70 mmHg; N = 80x/menit;

RR = 16x/mnt; T = 36.4C.
VAS :3
Kesadaran : GCS E4M6V5 = 15
Motorik : dbn
Sensibilita : nyeri pada daerah sensorik cabang
maksilaris kanan dan mandibularis kanan
Vegetatif : dbn

PX FOTO DENTAL PANORAMIK

Kesan : dalam batas


normal
DECISION
MAKING
TERIMA
KASIH