Anda di halaman 1dari 18

PENETAPAN KADAR

PARASETAMOL DENGAN
METODE SPEKTROFOTOMETRI
PENGERTIAN
Spektrofotometri adalah teknik analisis spektroskopik yang
menggunakan sumber REM (radiasi elektromagnetik)
ultraviolet jarak dekat (190 380 nm) dan sinar tampak (380
780 nm) dengan memakai instrumen spektrofotometer
(Suharman, 1995:26). Sinar ultraviolet merupakan radiasi
elektromagnetik yang dapat dianggap sebagai energi yang
membentuk panjang gelombang. Panjang gelombang
merupakan jarak linier dari suatu titik pada satu gelombang ke
titik yang bersebelahan pada gelombang yang berdekatan
(Gandjar dan Rohman, 2007:220)
Instrumen yang digunakan untuk
mempelajari serapan atau emisi radiasi
elektromagnetik sebagai fungsi dari panjang
gelombang disebut spektrometer atau
spektrofotometer. Berikut adalah diagram
sederhana dari spektrofotometer :
Sumber tenaga Monokromator Tempat Detektor Pencatat
radiasi cuplikan

Gambar Diagram Instrument


Spektrofotometer Ultraviolet-Vis
Penentuan panjang gelombang maksimal
Panjang gelombang yang digunakan untuk
analisis kuantitatif adalah panjang gelombang
yang mempunyai absorbansi maksimal. Untuk
memilih panjang gelombang maksimal,
dilakukan dengan membuat kurva hubungan
antara absorbansi dengan panjang gelombang
dari suatu larutan baku pada konsentrasi
tertentu (Gandjar dan Rohman, 2007:254)
PARASETAMOL
STRUKTUR KIMIA

N-acetyl-para-aminophenol
MONOGRAFI
Rumus Kimia : C8H9NO2
Sinonim : Acetaminofen (N-Acetylpaminophenol)
Berat molekul : 151,16 gram/mol
Kandungan : Paracetamol mengandung tidak kurang dari
98,0% dan tidaklebih dari 101,0% C8H9NO2
dihitung terhadap zat anhidrat
Pemerian : Serbuk hablur, putih; tidak berbau; rasa
sedikit pahit
Kelarutan : Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian
etanol (95%) P, dalam 13 bagian aseton P, dalam 40
bagian gliserol P dan dalam 9 bagian propilenglikol P,
larut dalam larutan alkalihidroksida (Depkes RI,1979)
PROSEDUR
A. Pembuatan Larutan NaOH 0,1 N

Sebanyak 2 gram NaOH


padat ditimbang

it ai rb ebas CO2
kan da la m sedik
dilarut

Dimasukkan ke da
lam labu takar 500 m
L

ditambahkan
air bebas CO2
hingga tanda
kocok hingga h batas,
omogen
B. Pembuatan Larutan Baku Parasetamol
Karena tidak bisa dilakukan penimbangan
parasetamol sebanyak 1 mg (batas deteksi
timbangan analitik =10 mg), maka dilakukan
pengenceran 10 mg paracetamol dalam 10mL
NaOH sehingga diperoleh kadar 1 mg/mL = 1000
g/mL. Untukmendapatkan larutan dengan
kadar 10 g/ml, maka dilakukan pengenceran:
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 1000 g/mL = 100 ml x 10 g/mL
V1 = 1 mL
Skema setelah pengenceran
C.PEMBUATAN LARUTAN
PARACETAMOL YANG MEMBERIKAN
ABSORBANSI 0,434
D. PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG
MAKSIMUM PARASETAMOL
E.PENYIAPAN LARUTAN STANDAR
PARASETAMOL UJI LINEARITAS
F. PEMBUATAN KURVA KALIBRASI
G. EKSTRAKSI PARASETAMOL DARI
TABLET
H. PENETAPAN KADAR PARASETAMOL
DALAM TABLET
REAKSI KIMIA
C8H9NO2 + 2NaOH C6H6NaNO +
C2H3NaNO2 + H2O
RUMUS
Hukum Lambert-Beer menyatakan bahwa besarnya
serapan (A) proporsional dengan besarnya konsentrasi (c)
dari zat uji. Rumus :
A = bc
Keterangan :
A= Absorbansi
= Epsilon atau Absorptivitas Molar (cm mg/mL)
b = Tebal kuvet (cm)
c = Konsentrasi (M)

Persamaan regresi linear: y = a + bx


Keterangan :
x = konsentrasi
y = absorbans

Anda mungkin juga menyukai