Anda di halaman 1dari 24

ASMA

1. Teofilin
Indek terapi sempit.
Efek naik dengan agonis 2 selektif.
ES: konvulsi, aritmia.
Aminofilin (iv lambat ; tidak im) : pengobatan
serangan asma berat yang tidak berespon
cepat dengan agonis 2 selektif nebuliser.
2. Stimulan Adrenoseptor 2 selektif
Salbutamol dan Terbutalin.
Asma yang lebih berat + kortikosteroid oral
jangka pendek (agar asma terkontrol).
Salmeterol : inhalasi 50 mcg (2hisapan)
2x/hari.
Eformoterol: 12-24 mcg 2x/hari.
3. Bronkodilator Antimuskarinik.
Ipratropium (40 mcg 3-4x/hari): secara inhalasi pd
asma kronik yang telah mendapatkan kortikosteroid
inhaler dosis tinggi.
Nebulizer Ipratropium merupakan terapi standard
asma yg mengancam kehidupan ( asma akut gagal
diatasi).
4. Kortikosteroid.
Mengapa efektif ?
Inhalasi : Beklometason dipropionat; Budesonid
(merupakan terapi tambahan pada inhalasi agonis 2
selektif)
Oral : Prednisolon 30 60 mg/hari.
5. Na. Kromoglikat.
Inhalasi : menurunkan insiden serangan
asma dan memungkinkan penurunan
dosis bronkodilator dan kortikosteroid
oral.
OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT)

Gejala utama : batuk terus menerus dan


berdahak 3 minggu atau lebih.
Gejala tambahan : dahak bercampur darah,
batuk berdarah, sesak nafas dan rasa nyeri
dada, badan lemah, nafsu makan turun, BB
turun, malaise, berkeringat malam walau
tanpa kegiatan,demam lebih dari sebulan.
OBAT :
1. Obat Primer :
INH (H), Rifampicin ( R ), Pyrazinamid (Z),
Streptomisin (S), Etambutol (E).
2. Obat sekunder :
Etionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin,
Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.
Kasus TB digolongkan berdasar :
1. Tempat infeksi.
2. Beratnya penyakit.
3. Hasil pemeriksaan bakteriologis.
4. Riwayat pengobatan sebelumnya.
Prinsip pengobatan : fase awal (intensif) selama 2 bulan dg
4 obat dan fase lanjutan selama 4-6
BUMIL dan BUSU :
- Pengobatan standar dg INH, Rifampicin, Pyrazinamid.
- Dianjurkan pemberian Pyridoksin 10 mg/hari sebagai
profilaksis.
- Tidak boleh diberi streptomisin.
ANAK ANAK :
- Diberi INH, Rifampisin dan Pyrazinamid untuk 2 bulan fase
awal, dilanjutkan dg INH dan Rifampisin selama 4 bulan.
- Jk Pyrazinamid tidak diberikan pd fase awal, pemberian
INH dan Rifampisin dilanjutkan selama 9 bulan.
- Untuk anak resiko tinggi infeksi resistensi, Etambutol hrs
termasuk pengobatan 2 bulan fase awal (pemantauan
fungsi penglihatan).
a. INH (100 mg / 300 mg) :
- INH dan Rifampisin hrs disertakan dlm setiap fase
pengobatan.
b. Rifampisin (300, 450, 600 mg)
c. Pyrazinamid (500 mg) :
- Bersifat bakterisid dan hanya aktif thd kuman intrasel yg
aktif membelah/Mycobacterium tuberculosis.
- Efek terapinya nyata pd 2 - 3 bulan pertama saja.
d. Etambutol (250 / 500 mg) :
- digunakan apabila diduga ada resistensi.
- Dosis fase awal : 25 mg/ kgBB/ hari.
- Dosis fase lanjutan : 15 mg/kg BB/hari.
Prinsip Pengobatan :
1. Hindari monoterapi.
2. Pengawasan langsung.
3. Pengobatan diberikan 2 tahap : tahap
intensip dan lanjutan.
Panduan Pengobatan :
1. Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3.
Untuk :Penderita baru TB Paru BTA (+),
penderita baru TB Paru () Rontgen (+),
penderita TB Ekstra Paru berat.
Tahap intensif :
- INH 300 mg : 1 x sehari.
- Rifampicin 450 mg : 1 x sehari.
- Pyrasinamid 500 mg : 3 x sehari
- Ethambutol 250 mg : 3 x sehari
Tahap Lanjutan :
- INH 300 mg : 2 x sehari.
- Rifampicin 450 mg : 1 x sehari.

2. Kategori 2 : 2HRZES/HRZE/5H3R3E3.
Untuk : Penderita TB Paru BTA (+) yg
sebelumnya pernah diobati (kambuh,
gagal,lalai).
Tahap Intensif :
- 2 bulan : INH 300 mg, R 450 mg (1 x sehari).
Z 500 mg, E 250 mg (3 x sehari).
Streptomycin inj 750 mg (1 x sehari).
- 1 bulan : INH 300 mg : 2 x sehari.
R 450 mg : 1 x sehari.
Z 500 mg : 3 x sehari.
E 250 mg : 3 x sehari.
Tahap Lanjutan :
- INH 300 mg : 2 x sehari.
- R 450 mg : 1 x sehari.
- E (250 mg 1 x dan 500 mg 2 x) sehari .

3. Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3.
Untuk : Penderita baru BTA (-) rontgen (+)
sakit ringan, penderita TB ekstra paru ringan.
Tahap intensif :
- INH 300 mg : 1 x sehari.
- R 450 mg : 1 x sehari.
- Z 500 mg : 3 x sehari.
Tahap Lanjutan :
- INH 300 mg : 2 x sehari.
- R 450 mg : 1 x sehari.
OAT Sisipan (HRZE) : setiap hari selama 1
bulan.
Bila akhir tahap intensif pengobatan
penderita baru BTA (+) kategori 1 atau
penderita BTA (+) pengobatan ulang
kategori 2, hasil pemeriksaan dahak masih
Tahap Intensif/Sisipan :
- INH 300 mg : 1 x sehari.
- R 450 mg : 1 x sehari.
- Z 500 mg : 3 x sehari.
- E 250 mg : 3 x sehari.
EFEK SAMPING RINGAN OAT
NAMA OBAT EFEK SAMPING PENANGANAN

Rifampisin Mual, sakit Obat diminum


perut,nafsu makan malam sebelum
turun tidur.
Rifampisin Air seni kemerahan Penjelasan kpd
pasien
Pyrasinamid Nyeri sendi Beri Aspirin

INH Kesemutan s/d rasa Beri vit. B6 100


terbakar di kaki mg/hari
EFEK SAMPING BERAT OAT
NAMA OBAT EFEK SAMPING PENATALAKSA
NAAN
Streptomisin Tuli, gangguan Hentikan, ganti
keseimbangan Etambutol
Etambutol Gangguan Hentikan Etambutol
penglihatan
Rifampisin Sesak nafas, anemia Hentikan rifampisin
haemolitik, syok,
gagal ginjal
Semua jenis OAT Gatal dan kemerahan Beri antihistamin dan/
kulit kortikosteroid
Hampir semua OAT Mual, muntah, Hentikan semua
ikterus, bingung. OAT,tes fungsi hati
Apa itu TBC ?
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi pada
saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri.
Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat
sehingga memerlukan waktu lama untuk
mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi
organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain
tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular.


Angka kematian dan kesakitan akibat kuman
mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.
Pengobatan TBC
1) Rifampicin
INDIKASI
Untuk pengobatan tuberkulosis atau TBC dalam kombinasi
obat tuberkulosis lainnya.
Untuk pengobatan lepra, digunakan dalam kombinasi
dengan senyawa leprotik lain.
KONTRAINDIKASI
Rifampisin tidak boleh diberikan kepada :
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini,
Penderita jaundice,
Penderita porfiria.
EFEK SAMPING
Gangguan saluran pencernaan seperti mual dan muntah.
Gangguan fungsi hati
STRUKTUR RIFAMPICIN

Rumus molekul : C43H58N4O12


Nama kimia : 5,6,9,17,19,21-Heksahidroksi-
23-metoksi-2,4,12,16,18,20,22-heptametil-8-
[N-(4-metil-1 piperazinil)formimidoil] -2,7-
(epoksipentadeka [1,11,13] trienimino]
nafto[2,1-b] furan-1,11-(2H)-dion 21-asetat
[13292-46-1]
2) Isoniazid
Indikasi
Pengobatan dan pencegahan tuberkulosis, dalam bentuk pengobatan
tunggal maupun kombinasi dengan obat tuberkulosis lainnya.
Pengobatan infeksi mikobakterium non-tuberkulosis
Kontra Indikasi
Penderita penyakit hati akut.
Penderita dengan riwayat kerusakan sel hati disebabkan terapi
isoniazid.
Penderita yang hipersensitif atau alergi terhadap isoniazid.
Efek samping
Efek samping yang dapat terjadi diantaranya neuritis perifer, neuritis
optik, reaksi psikosis, kejang, mual, muntah, kelelahan, gangguan pada
lambung, gangguan penglihatan, demam, kemerahan kulit, dan
defisiensi vitamin B (pyridoxine). Efek samping yang berpotensi fatal
adalah hepatotoksisitas (gangguan dan kerusakan sel hati)
STRUKTUR ISONIAZID

Nama Kimia : asam 4-piridin-karboksilat hidrazid.


Senyawa ini merupakan suatu hidrazid dari asam
isonikotinat.
Sinonim : Isonikotinhidrazid, INH.
Senyawa ini didapat dari kristalisasi dengan alcohol,
mempunyai titik leleh 171,4C. pH larutan 1% dalam
air yaitu 5,5-6,5
Rumus Molekul : C6H7N3O
3) Pirazinamid
Indikasi:
Tuberkulosis, dalam kombinasi dengan obat lain
Kontraindikasi :
- Hipersensitif atau alergi terhadap Pirazinamid
- Gangguan fungsi hati atau gangguan fungsi ginjal
- Hiperurisemia dan atau gout / asam urat
- Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
- Penderita diabetes
- Wanita hamil
Efek samping
Hepatotoksisitas, gout, anemia skleroblastik, intoleransi
saluran pencernaan, ulkus peptikum yang bertambah parah,
disuria, perasaan tidak enak badan yang tidak jelas, demam,
urtikaria
STRUKTUR PIRAZINAMID

Nama Kimia : Pirazinkarboksamida.


Sinonim :Pirazinamidum, Asam
pirazinoat amida
Rumus Molekul : C5H5N3O
4) Etambutol
Indikasi
tuberkulosis dalam kombinasi dengan obat lain untuk
pengobatan tuberkulosis yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis; pengobatan yang disebabkan
oleh Mycobacterium avium complex
Kontraindikasi
hipersensitivitas terhadap zat aktif atau zat rambahan obat,
neuritis optik, gangguan visual; ANAK di bawah 6 tahun
(lihat keterangan di atas).
Efek samping
neuritis optik, buta warna merah/hijau, neuritis perifer
STRUKTUR ETAMBUTOL

Nama lain : (2S,2S)-2,2-(Ethane-1,2-


diyldiimino)dibutan-1-ol
Rumus kimia : C10H24N2O2

Anda mungkin juga menyukai