Anda di halaman 1dari 27

PENENTUAN KADAR CA

LAKTAT DARI TABLET SECARA


KOMPLEKSOMETRI
DAN ASAM SALISILAT SALEP
SECARA ALKALIMETRI
Ca Laktat
Kalsium Laktat merupakan garam
kalsium yang berguna untuk menjamin
kebutuhan tubuh akan kalsium. Tablet
kalsium laktat digunakan sebagai terapi
suplemen pada hipokalsemia atau
kebutuhan kalsium meninggi, seperti
pada: kehamilan, menyusui, defisiensi
paratiroid.
Penetapan kadar kalsium laktat dalam
tablet kalsium laktat dapat dilakukan
dengan cara titrasi kompleksometri.
Cara titrimetri ini didasarkan
pada kemampuan ion-ion logam
membentuk senyawa kompleks
yang mantap & larut dalam air.
Indikator yang digunakan adalah
Eriochrom Black T (EBT) dan
titran yang dignakan adalah
ligan polidentat, salah satu
diantaranya yaitu etilen diamin
Kalsium laktat memiliki rumus
molekul C6H10CaO6.2H2 0 dengan
beratmolekul pentahidratnya yaitu
308,30 dan berat molekul
anhidratnya yaitu 218,22.Kalsium
laktat mengandung tidak kurang dari
98,0% dan tidak lebih dari
101,0%C6H10CaO6.2H2O, dihitung
terhadap zat yang dikeringkan.
Kalsium laktat berbentuk serbuk
atau granul putih,praktis
tidakberbau,bentuk
pentahidratsedikit mekar pada
suhu 120 melarut menjadi
bentuk anhidrat. Kelarutan
kalsiumlaktat yaitu kalsium
laktat pentahidrat larut dalam
air, praktis tidak larut dalam
STRUKTUR

calcium 2-hydroxypropanoate
KOMPLEKSOMETRI

Kompleksometri merupakan jenis


titrasi dimana titran dan titrat
saling mengkompleks, membentuk
hasil berupa kompleks. Reaksi
reaksi pembentukan kompleks atau
yang menyangkut kompleks banyak
sekali dan penerapannya juga
banyak, tidak hanya dalam titrasi.
Komlpeksometri merupakan
cara penetapan kadar ion
logam berdasarkan
terbentuknya senyawa
kompleks antara ion logam
itu dan senyawa pembentuk
kompleks, yang merupakan
donor elektron.
Salah satu senyawa pembentuk kompleks
yang banyak digunakan adalah natrium
edetat Na2H2Y.2H2O.
Senyawa ini dengan banyak kation
membentuk kompleks dengan
perbandingan : 1:1, berapapun valensinya.
M++ + (H2Y)= (MY)= + 2 H+
M3+ + (H2Y)= (MY)- + 2 H+
M4+ + (H2Y)= (MY) + 2 H+

M adalah logam dan (H2Y)= adalah anion


garam dinatrium edetat
Kompleksometri juga dikenal sebagai
reaksi yang meliputi reaksi
pembentukan ion-ion kompleks
ataupun pembentukan molekul netral
yang terdisosiasi dalam larutan.
Persyaratan mendasar terbentuknya
kompleks demikian adalah tingkat
kelarutan tinggi. Selain titrasi
komplek biasa seperti di atas, dikenal
pula kompleksometri yang dikenal
sebagai titrasi kelatometri,
seperti yang menyangkut penggunaan
EDTA. Gugus-yang terikat pada ion pusat,
disebut ligan, dan dalam larutan air,
reaksi dapat dinyatakan oleh
persamaan :
M(H2O)n + L = M(H2O)(n-1) L + H2O

Contoh Reaksi

Ag++ 2CN- Ag(CN)2

Hg2++ 2Cl- HgCl2


PEMBUATAN DINATRIUM
EDETAT 0,05N
Menimbang sejumlah dinatrium edetat

Melarutkan dalam air secukupnya ad


1000ml

Tiap 100ml mengandung 18,61g


C10H14N2Na2O8.2H2O
PEMBAKUAN DINATRIUM
EDETAT 0.05N
Menimbang lebih kurang 200mg kalsium hidroksida secara
seksama

Melarutkan dalam air 50ml dan sejumlah asam klorida encer


hingga larut

Menambahkan 15ml natrium hidroksida 2N

Mentitrasi dengan dinatrium edetat 0,05M menggunakan


indikator lebih kurang 300mg biru hidroksinaftol hingga larutan
berwarna biru tua

Tiap 5,005mg CaCO33 setara dengan 1ml edetat 0,05M


Reaksi : Ca++ + (H2Y)
(CaY)= + 2H+

PERHITUNGAN
CARA PENETAPAN KADAR Ca.Laktat

1. Dipipet 10 mL larutan induk


2. Diatur pH sekitar 7-8
3. Dipanaskan dalam pemanasan listrik
kurang lebih 1 jam
4. Dutambahkan 1,5-2 mL KOH 8 N
5. Ditambahkan 0,1 g KCN
6. Ditambahkan 0,1 g NH2OH HCl
7. Ditambahkan indicator Calver
8. Dititar dengan EDTA 0,005 N sampai titik
akhir biru (A mL)
PERHITUNGAN KADAR CA LAKTAT

Kadar Ca :A x Fp x M EDTA x 40 x 100%


mg contoh

Keterangan :
A = Volume EDTA pada penitaran indicator
Calver
Fp = Volume Pengenceran
24 = Bobot setara Mg
40 = Bobot setara Ca
M = Kemolaran larutan EDTA
KESALAHAN TITRASI
Kesalahan titrasi kompleksometri
tergantung pada cara yang dipakai untuk
mengetahui titik akhir. Pada prinsipnya
ada 2 cara yaitu kelebihan titran yang
pertama ditunjukkan atau berkurangnya
konsentrasi komponen tertentu sampai
batas yang di tentukan, dideteksi.
Pertama, kesalahan titrasi dihitung
dengan cara yang sama pada titrasi
pengendapan
Kedua, digunakan senyawa
yang membentuk senyawa
kolmpleks yg berwarna tajam
dengan logam yang di
tetapkan. Warna ini hilang
atau berubah sewaktu logam
telah diikat menjadi kompleks
yang lebih stabil. Misalnya
Alkalimetri
Alkalimetri adalah penetapan kadar asam
dalam suatu contoh dengan larutan baku
basa yang sesuai.
Suatu asam di definisikan sabagai suatu
molekul atau ion yang dapat memberikan
proton.
Contoh molekul asam : HO, HS, HCL,
dan HSO4.
Titik akhir analisis alkalimetri dapat
ditunjukan dengan indikator
Petunjuk pemilihan indikator :
1. Gunakan 3 tetes larutan indikator
kecuali dinyatakan lain
2. Jika asam kuat di titrasi dengan basa
kuat atau basa kuat dititrasi dengan
asam kuat, dapat digunakan jingga
metil,merah metil atau fenolftalin
3. Jika asam lemah dititrasi dengan basa kuat
digunakan indikator fenolftalin
4. Jika basa lemah dititrasi dengan asam kuat
digunakan indikator merah metil
5. Basa lemah jangan dititrasi dengan asam
lemah atau sebaliknya,karena tidak ada
indikator yang dapat menunjukan titik akhir
yang jelas
6. Lebih mudah mengamati timbulnya warna
dari pada hilangnya warna.
Penetapan kadar Asam
salisilat
Tujuan : Mampu menetapkan kadar
asam yang tidak larut dalam air
Alat dan Bahan
Alat : Buret 50 ml, Gelas ukur 25 ml,
Erlenmeyer
Bahan : Etanol netral, NaOH 0,1N,
Merah fenol
Pembuatan Merah fenol
Lebih kurang 50 mg merah fenol
dilarutkan dalam campuran 2,85 ml NaOH
0,05 N dan 5 ml etanol 90%, kalau perlu
dengan penghangatan. Setelah larut
sempurna tambahkan etanol 90%
secukupnya hingga 250 ml
Pembuatan Etanol Netral
Menambahkan 1 tetes merah fenol
kedalam 15 ml etanol 95% kemudian
menambahkan bertetes-tetes NaOH 0,1 N
hingga larutan berwarna merah.
Cara Penetapan
Lebih kurang 250mg bahan yang telah
ditimbang kemudian dilarutkan dalam
15ml etanol 95% Netral. Menambahkan
20 ml air, titrasi dengan Natrium
hidroksida 0,1 N menggunakan indikator
merah fenol hingga warna kuning
berubah menjadi merah. Tiap ml NaOH
0,1 N setara dengan 13,81 mg.
Perhitungan
Kadar Asam Salisilat =
ml NaOH x N NaOH x 13,81 X
100%
mg Bahan x 0,1
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai