Anda di halaman 1dari 14

FORTIFIKASI

PENGERTIAN FORTIFIKASI

Fortifikasi pangan adalah penambahan


satu atau lebih zat gizi (nutrien) ke
pangan. Tujuan utama adalah untuk
meningkatkan tingkat konsumsi dari zat
gizi yang ditambahkan untuk
meningkatkan status gizi populasi
TUJUAN FORTIFIKASI
Untuk memperbaiki kekurangan zat-zat dari pangan (untuk
memperbaiki defisiensi akan zat gizi yang ditambahkan).
Untuk mengembalikan zat-zat yang awalnya terdapat dalam jumlah
yang siquifikan dalam pangan akan tetapi mengalami kehilangan
selama pengolahan.
Untuk meningkatkan kualitas gizi dari produk pangan olahan (pabrik)
yang digunakan sebagai sumber pangan bergizi misal : susu formula
bayi.
Untuk menjamin equivalensi gizi dari produk pangan olahan yang
menggantikan pangan lain, misalnya margarin yang difortifikasi sebagai
pengganti mentega .
Makanan yang difortifikasi
a. Umumnya dikonsumsi oleh populasi sasaran.
b. Memiliki pola konsumsi yang konstan oleh msyarakat dan
berisiko rendah bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih.
c. Memiliki stabilitas ynag baik dalam penyimpanan.
d. Relatif rendah dalam biaya.
e. Diproses terpusat dengan stratifikasi minimal.
f. Tidak terjadi interaksi antara fortifikan dengan vehicle.
g. Ketersediannya tidak berhubungan dengan status sosio-ekonomi.
h. Dikaitkan dengan asupan energi.
KLASIFIKASI FORTIFIKASI
PANGAN

Fortifikasi Sukarela
Fortifikasi Wajib
Fortifikasi Khusus
FORTIFIKASI SUKARELA
BERTUJUAN LEBIH BANYAK
DIPRAKARSAI UNTUK MENGACUH KE
OLEH MENINGKATKAN SEGI
PENGUSAHA NILAI TAMBAH KOMERSIAL/BIS
PRODUK NIS

PRODUSEN
SASARANNYA
MENENTUKAN
SEMUA ORANG
SENDIRI
YANG MAMPU
PRODUK YANG
MEMBELI
INGIN
PRODUK
DIFORTIFIKASI
CONTOH FORTIFIKASI
SUKARELA
China : kecap ikan dan kecap
kedelai dengan zat besi.
Amerika Latin : fortifikasi
gula dengan vitamin A
Filipina : fortifikasi beras
dengan zat besi
FORTIFIKASI WAJIB
bagian dari
Sasaran utama
upaya diharuskan
program
pemerintah oleh undang-
fortifikasi wajib
untuk undang dan
adalah
menanggulangi peraturan
masyarakat
masalah gizi pemerintah
mikroZat Gizi yang Komoditi miskin
makanan yang
dipilih
difortifikasi
disesuaikan
harus
dengan
memenuhi
masalah gizi
persyaratan
yang ada
tertentu.
CONTOH FORTIFIKASI WAJIB
RRC : kecap kedele dan kecap ikan difortifikasi dengan zat besi ; tepung terigu
dengan zat besi, asam folat, dan vitamin A ; beras dengan zat besi dan
direncanakan juga dengan vitamin A.
India : tepung terigu dengan zat besi, asam folat, dan vitamin B ; gula dengan
vitamin A ; minyak dan lemak, teh, dan susu dengan vitamin A.
Philipina : fortifikasi tepung terigu dengan zat besi, asam folat dan vitamin A.
Thailand : mie dengan zat besi, yodium dan vitamin A ; beras dengan zat besi,
vitamin B1, B2, B6, dan niacin.
Vietnam : kecap ikan dengan zat besi ; gula dengan vitamin A.

Amerika Latin :tepung terigu dan tepung jagung difortifikasi dengan zat besi ;
gula dengan vitamin A.
Indonesia : Garam dengan Yodium, tepung terigu dengan zat besi, seng, asam
folat, vitamin B1 dan B2, dan minyak goreng dengan vitamin A.
FORTIFIKASI KHUSUS

Fortifikasi khusus sama dengan


fortifikasi wajib, hanya sasarannya
kelompok masyarakat tertentu,
seperti anak-anak, balita atau anak
sekolah
CONTOH FORIFIKASI KHUSUS
MP-ASI UNTUK BALITA ; VIT. A, Fe, Zn
FORTIFIKASI RUMAHAN (HOME FORTIFICATION)
PEMBERIAN BUBUK TABURIA PADA MAKANAN BALITA
BERAS UNTUK MASYARAKAT MISKIN
MAKANAN DARURAT BENCANA ALAM
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
FORTIFIKASI
Pemerintah : fasilitator, regulator, Quality Control dan
Pembinaan, Social Marketing
Industri : Proses Produksi dan Distribusi, Quality
Assurance sesuai Standar SNI
Konsumen : Partisipasi Konsumsi dan Pengawasan
JENIS JENIS FORTIFIKASI

FORTIFIKASI IODIUM
FORTIFIKASI VITAMIN A
FORTIFIKASI ZAT BESI
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
FORTIFIKASI
Pemerintah : fasilitator, regulator, Quality Control dan
Pembinaan, Social Marketing
Industri : Proses Produksi dan Distribusi, Quality
Assurance sesuai Standar SNI
Konsumen : Partisipasi Konsumsi dan Pengawasan