Anda di halaman 1dari 55

Laporan Pendahuluan

Penyusunan Review Rencana Tata


Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
Gunungkidul Tahun 2010-2030
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam pelaksanaan ketentuan Pasal 26 Undang-Undang
No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan adanya
dinamika wilayah yang mempengaruhi pemanfaatan ruang
kabupaten, maka diperlukan peninjauan kembali
rencana tata ruang.
Peninjauan kembali rencana tata ruang merupakan upaya
untuk melihat kesesuaian antara rencana tata ruang
dan kebutuhan pembangunan yang memperhatikan
perkembangan lingkungan strategis dan dinamika
internal serta pelaksanaan pemanfaatan ruang, termasuk:
Perubahan faktor eksternal terhadap wilayah seperti
perkembangan ekonomi nasional dan global, perubahan wilayah
sektor dan tata ruang wilayah nasional.
Perubahan kondisi-kondisi internal seperti keinginan daerah,
perkembangan yang sangat pesat dari satu sektor atau kawasan
dalam satu wilayah.
Kekurangantepatan menggunakan rencana dan pengendalian
sehingga terjadi simpangan.
Diperlukan
penyusunan peninjauan kembali (review)
RTRW Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030.
Isu Perkembangan
Kabupaten Gunung Kidul
Terbitnya Undang-Undang No 13 Tahun 2012 tentang
Keistimewaaan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang perlu
diselaraskan dengan RTRW DIY berikut turunannya.
Gubernur DIY menyatakan bahwa visi keistimewaan DIY
adalah among tani dan dagang layar. Konsekuensinya laut
selatan yang membentang di Kabupaten Gunungkidul sepanjang
72 Km menjadi halaman depan.
Terbitnya Undang-Undang No. 23 / 2014Tentang
Pemerintahan Daerah serta Undang-undang No. 6/2014
tentang Desa.
Pengembangan Jalur Pansela mempunyai implikasi terhadap
perubahan guna lahan yang signifikan.
Penetapan Kawasan Gunungsewu sebagai Kawasan Global
Geopark Network (GGN) oleh Unesco berimplikasi terhadap
perubahan paradigma dalam pengelolaan pada memuliakan
warisan bumi, meningkatkan ilmu pengetahuan serta
mensejahterakan masyarakat.
Konflik pemanfaatan pesisir yang perlu diperhatikan.
Maksud Kegiatan
Maksud dari Review Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten
Gunungkidul adalah untuk
mewujudkan Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten
Gunungkidul yang semakin
berkualitas sesuai dengan kondisi
aktual, sehingga tujuan penataan
ruang yaitu untuk mewujudkan
ruang wilayah yang aman,
nyaman, produktif dan
Tujuan Kegiatan
Menjamin kesesuaian RTRW dengan kebutuhan
pembangunan, melalui peninjauan kondisi lingkungan
strategis dan dinamika pembangunan sebagai indikator
kualitas dan kesahihan RTRW,
Mensinergikan dan mengintegrasikan perkembangan
struktur ruang dan pola ruang wilayah yang terjadi secara
aktual dan ideal sesuai dengan kebijakan, daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup, sehingga mampu
mewujudkan RTRW Kabupaten Gunungkidul yang berkualitas
dan optimal melalui pengelolaan sumber daya alam, sumber
daya manusia, dan sumber daya buatan dalam kerangka
pembangunan yang berkelanjutan.
Penataan ruang hendaknya menghasilkan pemanfaatan
ruang yang sesuai dengan kondisi wilayah, serasi,
selaras, dan seimbang dengan tata lingkungan yang
dinamis dan tetap memelihara kelestraian lingkungan guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sasaran Kegiatan-1
Melakukan kajian aktual atas dinamika pembangunan dan
perkembangan terkini dari penataan ruang dalam kurun waktu dari
tahun 2010-2016 sehingga dapat:
1) terumuskannya tujuan penataan ruang;
2) terumuskannya kebijakan dan strategi penataan ruang;
3) terumuskannya rencana struktur ruang wilayah kabupaten, antara lain
memuat:
a) rencana sistem pusat kegiatan; dan
b) rencana sistem jaringan prasarana wilayah.
4) terumuskannya rencana pola ruang wilayah, antara lain memuat:
a) rencana kawasan lindung; dan
b) rencana kawasan budi daya.
5) terumuskannya penetapan kawasan strategis kabupaten;
6) terumuskannya arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten;
7) terumuskannya mekanisme pengaturan, pembinaan, pelaksanaan,
dan pengawasan penataan ruang yang aplikatif;
8) terumuskannya ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah
kabupaten berupa:
a) ketentuan umum peraturan zonasi ;
b) ketentuan perizinan;
c) ketentuan pemberian insentif dan disinsentif; dan
d) arahan pengenaan sanksi.
Sasaran Kegiatan-2
Melakukan perbandingan antara hasil perkembangan
sebagaimana disebutkan dalam poin a dengan kebijakan yang
termuat dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun
2010-2030;
Melakukan identifikasi kualitas dan kesahihan Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul;
Melakukan identifikasi kesesuaian pemanfaatan ruang.
Melakukan evaluasi dengan teknik analisis dan sintesis secara
komprehensif untuk mendapatkan kesimpulan dan rekomendasi
perlu atau tidaknya dilakukan revisi RTRW.
Melakukan kajian lingkungan secara komprehensif yang dituangkan
dalam dokumen KLHS.
Untuk mengakomodasi semua kepentingan dan aspirasi semua
pihak terkait pembangunan ruang di Kabupaten Gunungkidul
dalam satu dokumen perencanaan yang akan menjadi pedoman
bersama. Bentuk kegiatannya dapat diwujudkan dalam dialog
perencanaan intensif yang melibatkan seluruh pihak terkait;
Memberikan rekomendasi untuk tindak lanjut implementasi
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul.
TINJAUAN
PENINJAUAN
KEMBALI (REVIU)
RTRW
Prinsip Peninjauan Kembali RTR
(UU No 26/ 2007 tentang Penataan Ruang, pasal 16)

Rencana tata ruang dapat ditinjau kembali, yaitu upaya


untuk melihat kesesuaian antara rencana tata ruang
dan kebutuhan pembangunan yang memperhatikan
perkembangan lingkungan strategis dan dinamika internal,
serta pelaksanaan pemanfaatan ruang.
Rekomendasi peninjauan kembali sebagai berikut:
Perlu revisi karena ada perubahan kebijakan yang
mempengaruhi pemanfaatan ruang akibat perkembangan
teknologi dan/atau keadaan yang bersifat mendasar antara lain,
berkaitan dengan bencana alam skala besar, perkembangan
ekonomi, perubahan batas teritorial negara yang ditetapkan
dengan peraturan perundang-undangan.
Tidak perlu dilakukan revisi karena tidak ada perubahan
kebijakan yang mempengaruhi pemanfaatan ruang akibat
perkembangan teknologi dan keadaan yang bersifat mendasar,
Peninjauan kembali dan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional dilakukan bukan untuk pemutihan
penyimpangan pemanfaatan ruang.
Filosofi Peninjauan Kembali dan
Revisi RTR
Peninjauan kembali dan
revisi RTRW ibarat
mengganti oli atau
menambah zat
adiktif pada mesin
kendaraanagar
bisa mencapai tujuan
lebih cepat.
Peninjauan kembali dan
revisi RTRW bukan
berarti mengganti
kendaraan dengan
yang baru.
Posisi Peninjauan
Kembali
Pedoman Peninjauan Kembali RTR

KepMen Kimpraswil Nomor: 327/KPTS/M/2002


Tentang
Pedoman Peninjauan Kembali Pedoman
Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Proses Peninjauan Kembali RTR
Ruang Lingkup Peninjauan
Kembali RTRW
Pengkajian terhadap RTRW Kabupaten Gunung Kidul serta
peraturan perundang-undangan dan kebijakan lainnya
terkait pelaksanaan RTRW Kabupaten Gunung Kidul
Evaluasi terhadap hasil pengkajian dan pelaksanaan
pemanfaatan ruang untuk melihat kualitas Perda RTRW
Kabupaten Gunung Kidul
Evaluasi terhadap hasil pengkajian dan pelaksanaan
pemanfaatan ruang untuk melihat kesahihan Perda RTRW
Kabupaten Gunung Kidul
Evaluasi terhadap hasil pengkajian dan pelaksanaan
pemanfaatan ruang untuk melihat simpangan pemanfaatan
ruang Kabupaten Gunung Kidul
Penilaian terhadap tingkat kualitas RTRW, kesahihan RTRW,
dan simpangan pemanfaatan ruang Kabupaten Gunung Kidul
Rekomendasi perlu atau tidaknya revisi Perda RTRW
Kabupaten Gunung Kidul
Merumuskan rekomendasi Perda RTRW Kabupaten Gunung
Kidul yang perlu direvisi.
Kriteria Kualitas Peninjauan
Kembali
RTRW
Kelengkapan materi muatan RTRW = 20%-
40%.
Kedalaman pengaturan muatan RTRW
=10%-20%.
Kesesuaian antara muatan RTRW dengan
karakteristik daerah = 10%-20%.
Kesesuaian antara muatan RTRW dengan
dinamika pembangunan = 10%-20%.
Kriteria Kesahihan RTRW
Kesesuian dengan peraturan
terkait:
Peraturan yang lama tetapi belum
dicantumkan sebagai acuan.
Paraturan lama yang diganti dengan
peraturan baru yang belum menjadi
acuan.
Peraturan baru yang belum menjadi
acuan.
Kesesuaian berkaitan dengan
sesuai (S) dan tidak sesuai (TS).
Kriteria Simpangan
Pemanfaatan Ruang

Tipologi Sesuai (S) jika pola ruang eksisting sesuai


dengan rencana pola ruang, atau sama-sama kawasan
lindung atau budidaya sehingga tidak menimbulkan
dampak meskipun terjadi ketidaksamaan antara
rencana pola ruang dengan eksisting. Kondisi yang
dapat diklasifikasikan pada tipologi Sesuai (S) adalah
pola ruang eksisting yang sama dengan rencana pola
ruang dan ketidaksamaan pola ruang tetapi masih
dalam satu kesesuaian lahan;
Tipologi Belum Sesuai (BS) jika antara rencana pola
ruang dan pola ruang eksisiting tidak sesuai tetapi
dampak yang ditimbulkan kecil; dan
Tipologi Tidak Sesuai (TS) adalah jika pola ruang
eksisting tidak sesuai dengan pola ruang rencana dan
ketidaksesuaian tersebut menimbulkan dampak yang
besar.
Rekomendasi
Hasil Evaluasi RTRW

Memperbarui dan melengkapi peraturan


yang tidak sesuai atau belum tercantum.
Memperbaiki atau menambahkan
kebijakan atau rencana baru yang bersifat
sektoral.
Perbaikan kajian atau analisis:
Perbaikan metoda analisis menyesuaikan
peraturan yang ada/ baru.
Perbaikan terhadap data terbaru yang dinamis.
Perbaikan redaksional:
Memperjelas struktur subtansi.
Memindahkan, mengurangi atau menambahkan
pasal-pasal.
TINJAUAN RTRW
KABUPATEN GUNUNG
KIDUL
Lokasi Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu
Kabupaten yang termasuk dalam wilayah
administrasi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak
pada koordinat antara 7o46-8o09 Lintang
Selatan dan 110o21- 110O50 Bujur Timur.
Wilayah administrasi Kabupaten Gunungkidul
berbatasan dengan wilayah daerah lain:
Sebelah Utara: Kabupaten Klaten dan Kabupaten
Sukoharjo, JawaTengah
Sebelah Timur: Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa
Tengah
Sebelah Selatan: Samudera Indonesia
Sebelah Barat: Kabupaten Bantul Dan Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Posisi Kabupaten Gunung Kidul Terhadap
DIY
Wilayah Administrasi Kabupaten Gunung
Kidul
Wilayah Kecamatan
Kabupaten Gunung Kidul
Luas Area Persentase Terhadap Luas
No Kecamatan Jumlah Desa Jumlah Dusun
(km2) Kabupaten Gunungkidul
1 Panggang 99,80 6,72% 6 44
2 Purwosari 71,76 4,83% 7 50
3 Paliyan 58,07 3,91% 5 85
4 Saptosari 87,83 5,91% 8 101
5 Tepus 104,91 7,06% 5 106
6 Tanjungsari 71,63 4,82% 11 119
7 Rongkop 83,46 5,62% 9 104
8 Girisubo 94,57 6,37% 14 104
9 Semanu 108,39 7,30% 13 101
10 Ponjong 104,49 7,03% 11 72
11 Karangmojo 80,12 5,39% 7 53
12 Wonosari 75,51 5,08% 6 66
13 Playen 105,26 7,09% 10 116
14 Patuk 72,04 4,85% 7 60
15 Gedangsari 68,14 4,59% 7 67
16 Nglipar 73,87 4,97% 8 82
17 Ngawen 46,59 3,14% 5 71
18 Semin 78,92 5,31% 5 32
Jumlah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 100% 144 1.433
Wilayah Administrasi Kecamatan Kab.
Gunung Kidul
Kondisi Topografi di Kab. Gunung Kidul
Kondisi Geologi di Kab. Gunung Kidul
Kondisi Jenis Tanah di Kab. Gunung Kidul
Kondisi Kedalaman Air Tanah Di Kab.
Gunung Kidul
Kondisi Curah Hujan di Kab. Gunung Kidul
Rencana Pengembangan
Struktur Ruang Wilayah
Rencana struktur ruang wilayah meliputi:
sistem perkotaan;
sistem perdesaan; dan
sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten.
Rencana struktur ruang wilayah
diwujudkan berdasarkan:
rencana pengembangan sistem perkotaan;
rencana pengembangan sistem perdesaan;
dan
rencana pengembangan sistem jaringan
prasarana wilayah.
Rencana Sistem Perkotaan Kab. Gunung
Kidul
a. PKWp berupa Perkotaan Wonosari;
b. PKL meliputi:
1. Perkotaan Semanu;
2. Perkotaan Playen;
3. Perkotaan Semin;
4. Perkotaan Karangmojo;
5. Perkotaan Rongkop; dan
6. Perkotaan Nglipar.
c. PKLp berupa Perkotaan Panggang; dan
d. PPK meliputi :
7. Perkotaan Ponjong;
8. Perkotaan Purwosari;
9. Perkotaan Saptosari;
10. Perkotaan Paliyan;
11. Perkotaan Tepus;
12. Perkotaan Tanjungsari;
13. Perkotaan Girisubo;
14. Perkotaan Patuk;
15. Perkotaan Gedangsari;
16. Perkotaan Ngawen;
17. Satuan Permukiman Sambipitu; dan
18. Satuan Permukiman Jepitu.
Rencana Pengembangan DPP
Desa Giripurwo di Kecamatan Purwosari;
Desa Girisekar di Kecamatan Panggang;
Desa Planjan di Kecamatan Saptosari;
Desa Giring di Kecamatan Paliyan;
Desa Gading di Kecamatan Playen;
Desa Kemadang di Kecamatan Tanjungsari;
Desa Sumberwungu di Kecamatan Tepus;
Desa Karangwuni di Kecamatan Rongkop;
Desa Bedoyo di Kecamatan Ponjong;
Desa Candirejo di Kecamatan Semin;
Desa Sambirejo di Kecamatan Ngawen;
Desa Pilangrejo di Kecamatan Nglipar;
Desa Ngalang di Kecamatan Gedangsari;
Desa Candirejo di Kecamatan Semanu; dan
Desa Mulo di Kecamatan Wonosari.
Rencana Pengembangan
Kawasan Agropolitan
Kawasan Agropolitan Bejiharjo di Kecamatan
Karangmojo meliputi Desa Bejiharjo, Desa
Ngawis, Desa Jatiayu, Desa Gedangrejo, Desa
Karangmojo, Desa Ngipak, Desa Kelor, Desa
Wiladeg, Desa Bendungan;
Kawasan Agropolitan Semin di Kecamatan
Semin meliputi Desa Candirejo dan Desa
Rejosari; dan
Kawasan Agropolitan Ponjong di Kecamatan
Ponjong meliputi Desa Umbulrejo bagian
utara, Desa Sawahan, Desa Tambakromo dan
Desa Sumbergiri.
Rencana Pengembangan
Kawasan Minapolitan
Kawasan Minapolitan Playen di Kecamatan
Playen meliputi Desa Plembutan, Desa
Bleberan, Desa Banyusoca, Desa Gading,
dan Desa Ngawu;
Kawasan Minapolitan Ponjong di
Kecamatan Ponjong meliputi Desa
Ponjong, Desa Genjahan, Desa Umbulrejo
bagian selatan, Desa Sidorejo; dan
Kawasan Minapolitan Sadeng di
Kecamatan Girisubo meliputi Desa
Songbanyu dan Desa Pucung.
Rencana Struktur Ruang Wilayah Kab.
Gunung Kidul
Rencana Jaringan Prasarana Kab. Gunung
Kidul
Rencana Pola Ruang Wilayah Kab. Gunung
Kidul
Rencana Kawasan Perkotaan, Fungsi
Kegiatan, Luasan dan Luasan RTH
Rencana Kawasan Strategis Kab.
Gunung Kidul
METODA
PELAKSANAAN
KEGIATAN
Kerangk
a Pikir
Tata Cara Peninjauan Kembali
Proses Peninjauan Kembali
Kebutuhan Data
Kebijaksanaan dan Sasaran
Pembangunan
Kondisi Ekonomi Wilayah/Kawasan
Kondisi Sosial Kemasyarakatan
Kependudukan/ Demografi
Kondisi Fisik Lingkungan
Sumberdaya Alam
Sumberdaya Buatan
Metoda Pengumpulan
Data
Pengumpulan data sekunder:
Pengumpulan data instansional ke lambaga-
lembaga terkait:
Kondisi statistik daerah: Biro Statistik Kabupaten;
Bappeda, Dinas-dinas terkait.
Peta: Bappeda, Dinas ATR.
Pengumpulan data kecamatan/ desa/
kelurahan.
Pengumpulan data primer:
Pengamatan (observasi) lapangan.
Wawancara dengan tokoh-tokoh kunci.
Diskusi kelompok terarah.
Metoda Analisis
Kualitas RTRW : Ditunjukkan dari kelengkapan dan kedalaman
pengaturan muatan materi, kesesuaian muatan materi
dengan karakteristik daerah, dan kesesuaian dengan
dinamika internal yang berkembang. Untuk menilai kualitas
ini dilakukan dengan Checklist Materi muatan RTRW
Kabupaten.
Kualitas RTRW : Evaluasi kesesuaian antara RTRW dengan
perkembangan peraturan perundang-undangan yang terkait
atau berpengaruh terhadap pelaksanaan RTRW.
Kesesuaian Pemanfaatan Ruang: Evaluasi terhadap
kesesuaian pemanfaatan ruang dilakukan untuk melihat
sesuai/ tidaknya rencana pemanfaatan ruang dengan kondisi
di lapangan; dan realisasi pelaksanaan program pemanfaatan
ruang (indikasi program yang terdapat dalam RTRW). Evaluasi
ini dilakukan terhadap realisasi pelaksanaan indikasi program
dan Evaluasi terhadap Dampak Simpangan yang ditimbulkan.
Kriteria Peninjauan Kembali
Check List Materi RTRW
Check List Peraturan Terbaru
Check List Pelaksanaan Indikasi
Program
PENGELOLAAN
KEGIATAN
Struktur Pelaksana
Kegiatan
Jadwal
Penugasan
Tenaga Ahli
TERIMA KASIH