Anda di halaman 1dari 27

LIPID II

PENCERNAAN,
PENCERNAAN,TRANSPORTASI DAN PENYIMPANAN LIPID

TRANSPORTASI
DAN PENYIMPANAN LIPID

1
Fungsi lipid bagi
tubuh
1. Penyimpanan energi - jar adiposa- gemuk
2. Transportasi
3. Struktur sel; Bahan penyusun :
4. - membran sel/organel
5. - lipoprotein
6. Hormon seks dan vitamin
Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin
membantu regulasi proses-proses biologis
7. Lipid dalam otak
8. Pelindung organ penting
9. Ciri kelamin sekunder
10. Isolator panas
PENCERNAAN LIPID

3 /
https://chemedu09.wordpress.com/2011/11/06
1.mulut:
Belum terjadi proses pencernaan lemak yang
signifikan pada mulut dan lambung. Namun enzim
lipase lingual yang dihasilkan pada kelenjar ludah
bawah lidah memasuki lambung (menjadi disebut
enzim lipase lambung) memiliki fungsi
meminimalkan ukuran lemak. Dalam esophagus
lemak pun hanya selintas melewatinya saja

4
2. Usus halus :
Pencernaan lemak yang utama terjadi di usus halus. melibatkan
air lemak sukar bercampur dengan air.
perlu proses emulsifikasi lemak terlebih dahulu agar
selanjutnya lemak dapat dicerna dan di absorbsi.

Proses emulsifikasi diawali ketika lemak mulai memasuki usus


halus, suatu hormon yang disebut hormon kolesitokinin
kemudian memberi kode pada kantung empedu untuk
menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu inilah yang
mengemulsi lemak menjadi bentuk yang lebih kecil (hingga 300
kali lebih kecil). Kemudian dengan bantuan enzim lipase
pankreas, lemak dihidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak.
Hasil hidrolisis ini menjadi micel (butir-butir lemak) dengan
bantuan garam empedu.

5
Absorpsi
Hasil pencernaan dari lemak akan diserap kembali ke
dalam membran mukosa usus halus dengan cara difusi
pasif. Absorbsi ini paling banyak terjadi di jejenum. Untuk
bentuk gliserol, asam lemak rantai pendek (C4-C6), dan
asam lemak rantai panjang (C8-C10) dapat langsung
diserap menuju aliran darah. Sedangkan bagi asam lemak
dengan rantai panjang, monogliserida harus diubah
menjadi trigliserida dahulu. Trigliserida dan lipida besar
lainnya (kolestrol, fosfolipida) kemudian diabsorbsi secara
aktif dan menghasilkan kilomikron (jenis lipoproteinalat
angkut lipida). Kilomikron membawa lipida ke jaringan
jaringan adiposa melewati limfe menuju ke darah.

6
Ekskresi
Sebagian besar orang dewasa dapat
mencerna dan mengabsorbsi lemak hingga
95%, sisanya, akan dikeluarkan dari tubuh
melalui feses. Garam empedu yang
susunannya terdiri dari kolesterol di dalam
usus halus dapat diserap oleh jenis serat
tertentu yang selanjutnya akan ikut
dikeluarkan melalui feses. Hal ini dapat
menurunkan kadar kolestrol darah.

7
Transport Lipid
Lipid yang diserap dari usus disintesis dihati & jar.
Adiposa harus diangkut ke berbagai jaringan & Organ
( disimpan & digunakan)
Lipid diangkut dalam plasma sebagai lipoprotein

Lipid plasma terdiri dari :


Triasilgliserol (16%)
fosfolipid( 30 %)
Kolesterol ( 14%)
Ester kolesterol ( 36%)
Sedikit asam lemak rantai panjang tak teresterifikasi
( asam lemak bebas= FFA 4 %) paling aktif
8
Ada 4 klpk Lipoprotein utama
1. kilomikron
2. VLDL ( very low density lipoprotein)
3. LDL ( low density lipoprotein)
4. HDL ( High density lipoprotein

Ke 4 ini telah bisa diketahui dan penting


untuk uji klinis

9
Perbandingan komposisi penyusun 4
1.
klas besar lipoprotein
Kilomikron
Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus
2. ke jaringan lain, kecuali ginjal

VLDL (very low - density lypoproteins)


VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya
3. menuju jaringan lemak

LDL (low - density lypoproteins)


4. LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer

HDL (high - density lypoproteins)


HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol
ke hati.

10
11
LIPOPROTEIN
Fungsi :

Pengangkut lipid eksogen (Khilomikron)


Pengangkut lipid endogen (VLDL, IDL, LDL)
Pengangkut balik kholesterol jaringan ke hati
(HDL, VLDL, LDL)

12
KHILOMIKRON
Dibentuk dalam sel epitel usus
Paling banyak mengandung lipida (terutama

TG)
Paling besar diameter partikel, sehingga

membias
sinar bila kadar tinggi serum/plasma
keruh
Mengandung apoprotein ; Apo-B; Apo-C dan

Apo-A
Fungsinya mengangkut :

-TG dari usus ke jaringan


Ekstrahepatik/jar.Lemak 13
Lipoprotein Lipase (LPL) pada pembuluh darah
kapiler
akan menghidrolisis TG dari Khilomikron menjadi :
- Asam lemak Oksidasi
(Ekstrahepatik)
Reesterifikasi (Jar.Lemak)
- Gliserol ke hati

Akibat hidrolisis oleh LPL menyebabkan partikel


khilomikron menyusut
- TG berkurang
- Kholesterol, Fosfolipid, protein relatip meningkat

14
VLDL
Dibentuk dalam sel hati
Banyak mengandung lipid (TG)
Mengandung : Apo-B dan Apo-C
Fungsi, mengangkut :
TG Jar. Ekstrahepatik (Oksidasi)
Jar. Lemak (Esterifikasi)
Ditimbun
Kholesterol bebas/Ester dari hati
Sirkulasi darah
LPL menghidrolisis TG dari VLDL Asam
lemak 15
IDL
Bentuk peralihan VLDL dalam proses
katabolisme menjadi LDL
Relatip terbentuk singkat dalam sistem
sirkulasi darah

16
LDL
Terbentuk dalam sirkulasi darah sebagai bentuk hasil
akhir metabolisme VLDL
Paling banyak mengandung kholesterol
Mengandung : Apo-B
Akibat hidrolisis TG, proporsi protein & Lipida
(kecuali TG) meningkat
Pada jaringan perifer :
LDL berikatan dengan reseptor masuk dlm sel
hidrolisis kholesterol ester menjadi kholesterol
bebas
digunakan sel yang bersangkutan

17
HDL
Sintesis di hati dan usus
Paling banyak mengandung protein : Apo-A dan Apo-
C
Komponen lemak terutama kholesterol dan
fosfolipida,
sedikit TG
Mengangkut kelebihan kholesterol dari jaringan
perifer
hati ekskresi

18
19
20
video
Lipid dan kolesterol
Metabolisme lipid
Question and answers about cholesterol

21
Lipolisis
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera
dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Selanjutnya
asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali
menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan
trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika
kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah
menjadi asam lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan
menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam
lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan
yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas
(free fatty acid/FFA).

22
Hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah
asam lemak dan gliserol. Jika sumber energi
dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak
mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester
dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan
energi jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak
tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam
lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun
jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan .
Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan
lipolisis.

23
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi
beta dan menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya
sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme
karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun
akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga
dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi
sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami
lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya
dapat disimpan sebagai trigliserida.

24
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil
KoA. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis
menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol
mengalami steroidogenesis membentuk steroid.
Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga
berpotensi menghasilkan badan-badan keton
(aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses
ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton
dapat menyebabkan gangguan keseimbangan
asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik.
Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.

25
26
next
Beta oksidasi

27