Anda di halaman 1dari 53

HEPATITIS B AKUT

Oleh
Dr. Sarah Nabella Putri E.
IDENTIFIKASI
Nama : Tn. M
Umur : 32 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Baturaja
Pekerjaan : Buruh
Agama : Islam
MRS : 21 Januari 2017
ANAMNESIS

Keluhan utama:

Badan dan mata yang menguning sejak 5


hari SMRS
RIWAYAT PERJALANAN
PENYAKIT

2 minggu SMRS : 5 hari SMRS:


demam, tidak terlalu badan dan mata
tinggi, terus menerus, kuning .
tanpa disertai menggigil Nyeri perut kanan atas
dan berkeringat. jika ditekan maupun
Batuk (-), pilek (-), sakit tidak ditekan.
kepala (-) mual (-), Demam (+) tidak
muntah (-), nyeri ulu hati
terlalu tinggi,
(-).
mual (+), muntah (-)
Os minum obat penurun
panas tetapi panas tidak BAK seperti teh tua.
turun. Os berobat ke RSUD
BAK seperti air teh atau Dr. Ibnu Sutowo
pekat. Baturaja.
BAB biasa.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit kuning sebelumnya disangkal
Riwayat bepergian ke daerah endemis malaria
disangkal
Riwayat demam lama disangkal
Riwayat TB paru disangkal

Riwayat Penyakit Dalam Keluarga


Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama
disangkal
Riwayat Kebiasaan
Riwayat konsumsi obat-obatan suntik
disangkal
Riwayat sering minum alkohol disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum :
Keadaan Umum: Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah : 120/800 mmHg
Nadi : 80 x/m regular, isi dan
tegangan cukup
Temperatur : 37.8 C di axilla
RR : 20 x/m
Berat Badan : 54 kg
Tinggi Badan : 160 cm
Keadaan Spesifik :
Kepala: Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis (-/-) sclera

ikterik (+/+), pupil isokor


Mulut : Bibir sianosis (-))
Leher: Pembesaran KGB (-) Peningkatan
JVP (-)
Thoraks
Inspeksi : Dada simetris, retraksi (-)
Palpasi : Stem fremitus kanan = kiri
Perkusi : Sonor dikedua lapangan paru
Auskultasi: Vesikuler (+/+), ronki (-/-),
wheezing (-/-)
Abdomen
Inspeksi : datar, simetris
Palpasi : nyeri tekan (+) dikuadran kanan
atas, hepar teraba (+) 1jbac
Perkusi : timpani
Auskultasi: bising usus (+) normal

Ekstremitas: CRT < 2 detik, akral hangat


Laboratorium
Hb : 15.6 gr%
Ht : 42.7 %
Leukosit : 6.370 rb/mm
Trombosit : 238.000 rb/mm
Eritrosit : 5.11 jt/mm
Kimia darah
GDS : 74 mg/dl
Bilirubin total : 11,6 mg/dl
Bilirubin direk : 0,60mg/dl
Bilirubin indirek : 11 mg/dl
SGOT : 240 u/l
SGPT : 23 u/l
Urinalisa
Warna : Kuning tua keruh
Ph : 6.0
Bj : 1.025
Protein : Negatif
Bilirubin : Positif
HbSAg : Positif
Diagnosa Kerja
Hepatitis B Akut

Diagnosa Banding
Demam Tifoid
Kolangitis
Penatalaksanaan
Non Farmakologis
Istirahat
Diet Hati
Farmakologis
IVFD D5% gtt XX/menit makro
Aminofusin hepar 1flash/hari
Injeksi Ranitidin 2x50 mg (iv)
Curcuma 3x1 tab
Rencana Pemeriksaan
USG Hepar
HbE, anti HbE, IgG anti HbC, IgM anti HbC

Prognosis
Quo ad vitam : dubia
Quo ad functionam : dubia ad malam
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Hepatitis :
Peradangan pada
sel-sel hati. Virus
merupakan
penyebab hepatitis
yang paling sering,
terutama virus A, B,
C, D dan E.
Lima hepatitis virus merupakan
kelompok virus heterogen yang
menyebabkan penyakit klinis akut yang
serupa. Hepatitis A, C, D, dan E adalah
virus RNA yang mewakili empat family
yang berbeda, dan hepatitis B adalah
virus DNA.
Virus hepatitis B termasuk kelompok
hepadnavirus, bersifat hepatotropik dari
grup DNA virus.
Transmisi Virus Hepatitis

BTransmisi utama VHB terjadi melalui


jalur parenteral.
Transmisi vertikal
Berasal dari Ibu ke bayi yang
dapat terjadi pada saat intra
uterin (pranatal), saat lahir
(intranatal) dan setelah lahir
(pasca natal).
Transmisi horizontal
Terjadi melalui kontak erat
Pemberian obat-obatan atau
produk-produk darah secara
intravena, kontak seksual,
perawatan institusi dan kontak
erat dengan pengidap.
Gejala Klinis
asimptomatik
Gejala anoreksia, malaise, letargi sekitar
minggu ke 6- 7 setelah terpapar. Bisa
disertai dengan kelainan kulit dan
persendian. Pada beberapa anak terdapat
gejala-gejala prodromal seperti atralgia atau
lesi pada kulit yaitu utrikaria, purpura,
makular atau makula papular rash. Pada
pemeriksaan fisik, kulit dan membran
mukosa menjadi ikterik khususnya selera
dan mukosa dibawah lidah. Hati biasanya
membesar dan terdapat nyeri tekan pada
palpasi, splenomegali dan limphadenopati
juga bisa terjadi.
Diagnos
HbsAg is
Uji serologis terhadap serum pasien
IgM anti-
HAV
IgM anti-HBc
Kesimpulan

+ - +
( titer tinggi > Hepatitis B akut, aktif
600 )
+ (> 6 - - / titer rendah
Hepatitis kronis
bulan)
+ + - Hepatitis A akut pada
Hepatitis B kronis
+ + + Hepatitis A dan B akut
- + - Hepatitis A akut
- + + Hepatitis A dan B akut
- - + Hepatitis B akut
- - - Bukan Hepatitis atau
mungkin Hepatitis non-A,
HbsAg adalah pertanda serologis pertama infeksi yang
muncul dan terdapat pada hampir semua orang yang
terinfeksi, kenaikannya sangat bertepatan dengan
mulainya gejala.
Anti-HBs umumnya tanda sembuh dan kekebalan
seumur hidup terhadap reinfeksi hapatitis B.
HbeAg sering muncul selama fase akut dan
menunjukkan status yang sangat infeksius, muncul
sebelum timbulnya gejala dan kurang lebih bersamaan
waktunya dengan terdeteksinya HbsAg.
Anti-Hbe adalah tanda remisi replikasi virus tidak aktif
IgG anti-HBc tanda sedang atau pernah terinfeksi, bisa
menetap dalam kadar rendah seumur hidup.
IgM anti-HBc tanda infeksi akut atau kronis aktif.
Prognosis
Prognosisnya adalah baik.
10 % pasien Hepatitis Fulminant, Hepatitis
Kronik, Cirrhosis hepatis, Karsinoma
hepatoseluler.
HBsAg yang didapat pada neonatus dan
menetap ditemukan pada 70 -90 % kasus dan
menjadi carier, prognosisnya adalah buruk.
Hepatitis B kronik dapat berkembang menjadi
carsinoma hapatoseluler setelah 8-10 tahun
terpapar.
Pencegahan
Secara umum
Upaya pencegahan umum terhadap kemungkinan tranmisi horizontal
meliputi :
1. Uji tapis donor darah dengan uji diagnosis yang sensitif
2. Sterilisasi instrumen secara adekuat
3. Tenaga medis selalu menggunakan sarung tangan
4. Mencegah kontak mikrolesi seperti yang dapat terjadi melalui
pemakaian sikat gigi dan sisir, atau gigitan anak pengidap HVB

Upaya pencegahan umum terhadap kemungkinan transmisi vertikal


meliputi :
1. Skrinning ibu hamil pada awal dan trimester ketiga terutama
pada ibu yang berisiko terinfeksi HBV
2. Ibu ditangani secara multidisipliner yaitu dokter ahli kandungan
dan penyakit dalam
3. Segera setelah bayi lahir diberikan imunisasi hepatitis B
4. Tidak ada kontraindikasi menyusui
Pencegahan
Secara khusus
Imunisasi aktif vaksin
rekombinan yang dibuat
dari rekayasa genetika.
Prioritas utama imunisasi aktif adalah bayi
baru lahir dilakukan segera lahir.
Imunisasi pasif pemberian hepatitis B
immune globulin (HBIg). Indikasi pemberian
ini yaitu pada keadaan paparan akut VHB dan
harus diberikan segera setelah seseorang
terpajan VHB.
Gejala Klinis
Asimptomatik / simptomatik
biasanya mendadak
disertai oleh keluhan sistemik
seperti :
demam, malaise, mual, muntah,
anoreksia dan perut tidak enak.
Diare sering terjadi pada anak.
1.Masa tunas (inkubasi) 15-45 hari
2.Fase prodromal 2-7 hari
3.Fase ikterik 10-14 hari
4.Fase penyembuhan (konvalesen).
Umumnya penyembuhan sempurna
secara klinis dan laboratoris
memerlukan waktu sekitar 6 bulan.
1. Anamnesis Riwayat kontak??
2. Pemeriksaan Serologi
IgM anti HVA
Selama 3-12 bulan titernya tinggi dan
positif pada penderita hepatitis virus
akut
IgG anti HAV
pernah mengalami infeksi dan
sekarang sudah kebal
Laboratorium
Tes awal untuk mengkonfirmasi bahwa
gejala klinis yang terjadi adalah akibat inflamasi
sel hati yaitu dengan pemeriksaan fungsi hati.
Tes berikutnya untuk mencari penyebab
inflamasi yaitu mendeteksi komponen atau
partikel virus hepatitis A atau antibodi spesifik.

Pada pemeriksaan bilirubin direk, bilirubin total,


alanin aminotransferase (ALT/SGPT), aspartat
aminotransferase (AST/SGOT), alkali fosfatase,
gamma glutamil transpeptidase menunjukan
peningkatan.
Penatalaksanaan
Pada dasarnya penatalaksanaan infeksi virus hepatitis A
sama dengan hepatitis lainnya yaitu bersifat suportif,
tidak ada pengobatan yang spesifik.
1. Tirah Baring
2. Diet
3. Simptomatik
pemberian obat-obatan untuk mengurangi keluhan

misalnya tablet antipiretik paracaetamol untk demam, sakit


kepala, nyeri otot, nyeri sendi
Food supplement

Hepatoprotektor untuk melindungi hati

4. Perawatan di rumah sakit


Pencegahan
Secara Umum
Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan bersih.
Secara khusus
Imunisasi pasif
Diberikan sebagai pencegahan kepada anggota keluarga
serumah yang kontak dengan penderita atau diberikan
kepada orang-orang yang akan berpergian ke daerah
endemis. Imunisasi pasif menggunakan HBlg (human normal
immunoglobulin) dengan dosis 0,02 ml per kg berat badan.
Pemberian paling lama satu minggu setelah kontak.
Imunisasi aktif
vaksin hepatitis A (Havrix)
Indikasi vaksinasi :
1. Pengunjung ke daerah resiko tinggi
2. Anak-anak yang kontak erat dengan
penderita (anggota keluarga atau orang
serumah yang dekat)
3. Anak-anak yang dititipkan di tempat
penitipan bayi.
4. Anak-anak pada daerah dimana angka
kejadian HAV lebih tinggi.
Virus Hepatitis C
VHC termasuk famili flaviviridae
yang terdiri dari untaian RNA
tunggal dengan diameter 30-60
mm, mempunyai evelop.
Cara Penularan
Virus hepatitis C (VHC) dapat ditularkan melalui :
Parenteral

transfusi, jarum suntik pada pengguna


obat-obatan dan petugas kesehatan.
Penularan secara parenteral
merupakan penularan yang
utama
Kontak personal (intrafamilial)
Transmisi seksual
Transmisi perinatal (vertical)
Gejala klinis
Sering kali asimptomatik. Masa inkubasi HVC sekitar 7
minggu (3-20 minggu). Manifestasi yang tidak spesifik
menyebabkan diagnostik hepatitis C akut sulit ditegakkan
tanpa pemeriksaan serologis. Seperti pada hepatitis akut
yang lain, hanya 4-12% hepatitis C akut memberikan
gejala klinis berupa malaise, nausea, nyeri perut kuadran
kanan atas yang diikuti dengan urin berwarna tua dan
ikterik. Dapat pula timbul pruritus, steatore, dan
penurunan berat badan ringan (2-5 kg).Tanda fisik
hepatitis C akut juga tidak jelas. Hanya pada sebagian
kecil pasien dapat ditemukan hepatomegali dan
spleenomegali.
Diagnosis
Manifestasiklinis hepatitis C yang tidak
spesifik dan seringkali asimtomatik,
menyebabkan sulit untuk menegakan
diagnosis hepatitis C oleh karena itu
dilakukan uji diagnosis yang terdiri :
1. Uji serologi, untuk mendeteksi
adanya antibodi terhadap VHC
2. Uji molekuler, untuk mendeteksi
adanya genom RNA VHC
Komplikasi
Salah satu
konsekuensi paling
berat pada penderita
Hepatitis C adalah
kanker hati.
Penatalaksanaan
Titik berat tatalaksana pada kasus ini adalah
pencegahan kronisitas. Pengobatan suportif yaitu
istirahat dan diet yang baik. Terapi antivirus dapat
dipertimbangkan dalam rangka mencegah
kronisitas dan berlanjutnya kerusakan hati. Untuk
penderita kronik hepatitis C dapat diberikan
interferon alfa (3 juta u/m2 3 kali dalam 1 minggu
selama 6 bulan) namun kekambuhan masih sering
terjadi. Respon pengobatan ini masih sangat
rendah hanya sekitar 10-25%. RNA VHC akan
kembali muncul setelah terapi dihentikan.
Virus Hepatitis D HBsAg
coaf

RNA

Delta
Virus Hepatitis D : anligen

suatu virus yang hidup


dalam tubuh manusia.
Virus ini membutuhkan
35 nm.40mm

fungsi Helper dari virus Hepatitis


B supaya mampu bertahan hidup
dan berkembang baik.
Gejala Klinis

Gejala klinik infeksi virus hepatitis D mirip


dengan gejala hepatitis yang lainnya. Infeksi
virus hepatitis D dapat terjadi secara simultan
dengan VHB (co-infection) maupun sebagai
infeksi tambahan terhadap infeksi VHB pada
karier VHB (super infection).
Gejala infeksi hepatitis D biasanya lebih berat
dari yang lain karena ada co-infection.
Sedangkan adanya super infection akan
menyebabkan hepatitis kronik.
Diagnosis
Diagnosa hepatitis D dibuat
berdasarkan adanya IgM
antibodi VHD yang
berkembang sekitar 2-4
minggu setelah ko-infeksi
dan sekitar 10 minggu
sesudah super infeksi.
Penatalaksanaan dan
Pencegahan
Pengobatan infeksi virus Hepatitis D
seperti terapi pada Hepatitis B,
sedangkan untuk pencegahan
sampai saat ini belum ada vaksin
yang tersedia. Namun karena VHD
tidak dapat terjadi tanpa VHB, maka
pencegahan VHB dapat dipakai
untuk VHD.
Virus Hepatitis
E
Genome virus hepatitis E
berbentuk untaian tunggal
positip RNA . Virus ini adalah
anggota dari famili dari
Calicivirus, tetapi menunjukkan
sifat yang sama dengan
Picornaviridae dimana tergolong
enterovirus type 72, yaitu virus
hepatitis A.
Gejala klinis
Gejala klinik hepatitis E
mirip dengan hepatitis A,
namun kadang juga bisa
lebih berat. Hepatitis E
tidak menyebabkan
infeksi kronik.
Diagnosis ditegakkan dengan
ditemukannya antibody VHE .
IgM anti VHE positif sekitar 1
minggu sakit dan dapat
bertahan selama 6 minggu
setelah puncak dari penyakit.
IgG anti HEV dapat tetap
terdeteksi selama 20 bulan.
Penatalaksanaan dan
Pencegahan
Belum ada pengobatan yang
efektif ataupun vaksin untuk
mengobati infeksi VHE ini. Yang
dapat dilakukan adalah
pengawasan terhadap hepatitis E
tergantung pada kebersihan
masyarakat dan pembuangan
kotoran.