Anda di halaman 1dari 11

PROSEDUR DAN SISTEM TEKNOLOGI

TERAPAN DALAM PELAYANAN KEHAMILAN


DEFINISI

Perineum adalah area kulit antara


lubang vagina dengan anus (dubur)
yang dapat robek ketika melahirkan
atau secara sengaja digunting guna
melebarkan jalan keluar bayi
(episiotomi)
Teknik memijat perineum di kala hamil atau beberapa
minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran
darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum.
Peningkatan elastisitas perineum akan mencegah kejadian
robekan perineum maupun episiotomi. Masase perineum
merupakan pengobatan, pemijatan, pengurutan dan
penepukan yang dilakukan secara sistematik pada
perineum.

PIJAT
PERINEUM
MASASE PERINEUM
Keuntungan masase perineum
Pijat perineum ini akan membantu melunakkan
jaringan perineum sehingga jaringan tersebut
akan membuka tanpa resistensi saat persalinan,
untuk mempermudah lewatnya bayi. Pemijatan
perineum ini memungkinkan untuk melahirkan
bayi dengan perineum tetap utuh
Pelaksanaan masase perineum
Membutuhkan waktu lebih kurang 5-10 menit setiap harinya,
dimulai pada usia kehamilan 34 minggu sehari sekali, sampai
janin lahir. Masase perineum ini dilakukan dengan
menggunakan minyak yang dilakukan oleh wanita nulipara
atau pasangannya. Referensi lain pemijatan perineum
sebaiknya sudah mulai dilakukan sejak enam minggu sebelum
hari-H persalinan. Lakukanlah pemijatan sebanyak 5-6 kali
dalam seminggu secara rutin. Selanjutnya, selama 2 minggu
menjelang persalinan, pemijatan dilakukan setiap hari,
dengan jadwal sebagai berikut:
Minggu pertama, lakukan selama 3 menit.
Minggu kedua, lakukan selama 5 menit.
Hentikan pemijatan ketika kantung ketuban mulai pecah dan
cairan ketuban mulai keluar. Atau, pada saat proses
persalinan sudah dimulai.
Yang perlu disiapkan untuk masase
perineum
1Minyak yang hangat seperti minyak gandum
yang kaya vitamin E, virgin coconut oil (VCO),
atau pelumas dengan larutan dasar air,
misalnya jelly K-Y. Jangan menggunakan baby
oil, minyak larutan mineral, jelly petroleum,
hand lotion, dan minyak yang beraroma
2Jam atau penunjuk waktu untuk menghitung
lamanya pemijatan.
3Beberapa buah bantal untuk pengganjal
tubuh ibu
Posisi ibu
Jikaka ibu melakukan pemijatan sendiri, posisinya
adalah berdiri dengan satu kaki diangkat dan ditaruh
di tepi bak mandi atau kursi. Gunakan ibu jari untuk
memijat. Jika dipijat pasangan, posisi ibu sebaiknya
setengah berbaring. Sangga punggung, leher, kepala,
dan kedua kaki dengan bantal. Regangkan kaki,
kemudian taruh bantal di bawah setiap kaki.
Gunakan jari tengah dan telunjuk atau kedua jari
telunjuk pasangan untuk memijat.
Langkah-langkah Teknik yang dapat dilakukan untuk
pijat perineum adalah :
1 Cucilah tangan ibu terlebih dahulu dan pastikan kuku ibu tidak
panjang.
2 Berbaringlah dalam posisi yang nyaman. Beberapa wanita ada
yang berbaring miring dan menggunakan bantal untuk
menyangga kaki mereka.
3 Ibu dapat menggunakan cermin untuk pertama kali guna
mengetahui daerah perineum tersebut
4 Ibu dapat menggunakan minyak zaitun, minyak vitamin E,
minyak kelapa, atau sweet almond. Lakukan pemijatan
sebelum mandi pagi dan sore
5 Letakkan satu atau dua ibu jari (atau jari lainnya bila ibu tidak
sampai) sekitar 2-3 cm di dalam vagina. Tekan ke bawah dan
kemudian menyamping pada saat yang bersamaan. Perlahan-
lahan coba regangkan daerah tersebut sampai ibu merasakan
sensasi seperti terbakar, perih, atau tersengat.
6 Tahan ibu jari dalam posisi seperti diatas selama 2 menit
sampai terlalu merasakan perih lagi
7 Tetap tekan daerah tersebut dengan ibu jari. Perlahan-lahan
pijat ke depan dan ke belakang melewati separuh terbawah dari
vagina. Lakukan ini selama 3-4 menit.
8 Ketika ibu sedang memijat, tarik perlahan bagian terbawah
dari vagina dengan ibu jari tetap berada di dalam. Hal ini akan
membantu meregangkan kulit dimana kepala bayi saat
melahirkan nanti akan meregangkan perineum itu sendiri
9 Lakukan pijatan perlahan-lahan dan hindari pembukaan dari
katup uretra (lubang kencing) untuk menghindari iritasi atau
infeksi
Jenis masase perineum
a External stretching/massage : masase di bagian luar.
b Lateral stretch : letakkan dua atau tiga jari anda tepat ditengah
perineum dan tarik kearah luar, tegangkan otot dan kulit luar perineum
anda.
c Vertical stretch up: Letakkan dua atau tiga jari anda membentuk
formasi V pada perineum dan tarik kearah atas menuju simfisis
pubis, pada sisi-sisi labia anda. Tarik sampai batas rambut yang ada
pada labia anda.
d Vertical stretch down: letakkan ibu jari and pada garis tengah
perineum anda, tarik dan tekan (saling berlawanan)
Dalam waktu beberapa minggu, ibu akan merasakan daerah perineum
menjadi lebih elastis. Melahirkan dengan perlahan dan terkendali
(mengikuti instruksi dokter ketika mendorong) adalah kunci jaminan
perineum utuh dan mengurangi angka kejadian laserasi
(robekan/perlukaan). Bayi harus berada di dalam kondisi baik dan ibu
harus mengikuti segala hal yang diperintahkan oleh dokter/bidan.
Sumber:
1. Woolfson, Julian. 2004. Seri Asuhan
Kebidanan Mual dan muntah
Kehamilan. Jakarta : EGC
2. F. Mongan, Marie. 2007. Hypno
Birthing The Mongan Method.
Jakarta : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Kelompok Gramedia
3. Sinclair, Constance. 2003. Buku
Saku Kebidanan. Jakarta : EGC

Anda mungkin juga menyukai