Anda di halaman 1dari 35

NAMA KELOMPOK :

BARGOOOOO (17)
SANDOARTA S (24)

1
KALIMAT MAJEMUK

2
KALIMAT MAJEMUK
~ Suatu bentuk kalimat luas
hasil penggabungan atau
perluasan kalimat tunggal
sehingga membentuk satu pola
kalimat baru di samping pola
yang ada.

3
Ciri-ciri :
1. Ada penggabungan atau perluasan
kalimat-kalimat inti.
2. Perluasannya menghasilkan pola
kalimat baru.
3. Ada perubahan penghentian dalam
intonasi.
4. Mempunyai Subjek dan Predikat
lebih dari sebuah.

4
Kalimat majemuk dibagi menjadi :
1. Kalimat majemuk setara
(koordinatif)
2. Kalimat majemuk rapatan
3. Kalimat majemuk bertingkat
(subordinatif)
4. Kalimat majemuk campuran

5
Kalimat majemuk setara
Kalimat gabung yang hubungan
antar
pola-pola kalimat di dalamnya
sederajat atau seharkat.
Ciri-ciri :
1. Kedudukan pola-pola kalimat, sama
derajatnya.
2. Penggabungannya disertai
perubahan intonasi.
3. Berkata tugas/penghubung,
pembeda sifat kesetaraan.
4. Pola umum uraian jabatan kata :
S-P+S-P 6
Kalimat majemuk setara dibagi
menjadi 5 :
1) Kalimat majemuk setara sejalan
(penambahan/penjumlahan)
Ciri :
a. Intonasi disertai kesenyapan antara.
b. Berkata tugas/penghubung: dan,
serta, lagi pula,tambahan lagi, dan
sebagainya.

7
Contoh :
1. Ibu menanak nasi, ayah membaca
koran
S P O S P
O dan adik bermain-main di
halaman.
S P K
2. Anita belajar di kamar dan
adiknya
S P K S
bermain di halaman.
P K
8
2) Kalimat majemuk setara memilih
(pemilihan)
Ciri-ciri: a. Ada kesenyapan antara
intonasi.
b. Penggunaan kata tugas: atau
Contoh:
1. Kita akan melanjutkan perjalanan,
atau
S P O
kita beristirahat.
S P
2. Adik ingin ikut ke kampung, atau
adik
S P K Konj. S
ingin tinggal di rumah saja.
9
3. Kalimat majemuk setara
perlawanan
Ciri-ciri:
a. Ada kesenyapan antara dalam
intonasi.
b. Berkata tugas: tetapi,
melainkan, padahal, sedangkan, dan
sebagainya.

10
Contoh:
1. Adiknya peramah, tetapi kakaknya
S P S
pemarah.
P
2. Hujan turun rintik-rintik, sedangkan
S P K
kami harus melanjutkan perjalanan.
S P O

11
4) Kalimat majemuk setara sebab
akibat
Ciri-ciri:
a. Ada kesenyapan antara dalam
intonasi.
b. Berkata hubung: sebab itu;
karena, karena itu.

12
Contoh:
1. Budi tidak masuk sekolah, sebab
itu
S P
pelajarannya tertinggal.
S P
2. Andi malas belajar, karena itu (ia)
S P. S

tidak lulus ujian.


13
5. Kalimat majemuk setara
menguatkan (penegasan)
Ciri-ciri:
a. Ada kesenyapan antara
intonasi.
b. Berkata hubung: bahkan.
Contoh:
Dia marah-marah bahkan
kakaknya
pun
S P S
dilawan. 14
KALIMAT MAJEMUK RAPATAN

Kalimat majemuk setara yang


bagian-bagiannya dirapatkan,
karena kata-kata atau frasa dalam
kalimat tersebut menduduki
jabatan yang sama.
Diperoleh kalimat gabung yang
lebih efektif, jelas dan tegas.

15
Ciri-ciri:
a. Ada kesenyapan antara intonasi.
b. Bagian pola kalimat baru, ada
yang dibuang, sehingga
merupakan kalimat minor.

c. Pola uraian, misalnya S. yang


sama:
S-P + ( ) P

16
1. Sama subjek
- Sawah itu subur.
- Sawah itu luas.

Sawah itu subur dan luas.


S P P
2. Sama predikat
- Makanan ini lezat.
- Minuman ini lezat.

Makanan dan minuman ini lezat.


S S P
17
3. Sama objek penderita (O1)
- Aku hanya menangkap burung
itu.
- Ia menyembelih burung itu.
Aku hanya menangkap burung itu
S P O1
sedangkan ia menyembelihnya.
S P

18
4. Sama predikat dan Objek penyerta
(O2)

- Ibu memberi pengemis pakaian.


- Ayah memberi pengemis uang.
Ibu memberi pengemis pakaian
S P O1 O2
sedangkan ayah uang.
S O1

19
5. Sama keterangan
- Dalam liburan ini saya akan
bertamasya ke Bali.
- Dalam liburan ini adik akan tinggal di
rumah paman.
Dalam liburan ini saya akan
bertamasya
K S P
ke Bali tetapi adik akan tinggal di
rumah
K S P K
paman.
20
KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT
Kalimat tunggal yang bagian-
bagiannya diperluas sehingga
perluasan itu membentuk satu
atau beberapa pola kalimat baru,
selain pola yang sudah ada.
Bagian kalimat yang diperluas
sehingga membentuk pola
kalimat baru itu disebut anak
kalimat atau klausa bawahan.

21
Bagian kalimat yang menduduki
fungsi lebih tinggi atau tetap disebut
induk kalimat atau klausa atasan.

22
Ciri-ciri:
Ada kesenyapan antara intonasi.
Perluasan bagian kalimat tunggal
membentuk pola baru.
Bagian pola kalimat baru menjadi
anak kalimat.
Bagian yang tetap menjadi induk
kalimat.
Anak kalimat bergantung pada induk
kalimat (bertingkat).
Nama anak kalimat sesuai dengan
bagian jabatan yang diperluas.

23
1. Anak kalimat perluasan Subjek (S)
- Itu ayahku.
- Yang sedang membaca koran,
ayahku.
2. Anak kalimat perluasan Predikat
(P)
- Dia pemalas.
- Dia, orang tak mau bekerja.
3. Anak kalimat perluasan Objek
(O)
- Kami telah menduga hal itu.
- Kami telah menduga bahwa ia 24
4. Anak kalimat perluasan Keterangan
(K)
a. - Paman datang sore hari.
- Paman datang saat matahari
tenggelam. (keterangan waktu)
b. Walaupun hujan turun, ia tetap
pergi.
(keterangan perlawanan)
c. Anda harus rajin agar nilai Anda
bagus.
(keterangan tujuan)

25
d. Karena kakinya sakit, ia tidak
datang.
(keterangan sebab)
e. Aku akan datang jika ia
mengundang.
(keterangan syarat)
f. Nilainya jelek maka ia dimarahi.
(keterangan akibat)

26
KALIMAT MAJEMUK CAMPURAN
Kalimat majemuk yang di dalamnya
terdapat kombinasi kalimat majemuk
setara atau rapatan dengan kalimat
majemuk bertingkat.
Kalimat yang terdiri atas satu pola
utama dan sekurang-kurangnya dua
pola bawahan atau sekurang-
kurangnya dua pola utama dan satu
atau lebih pola bawahan.

27
Contoh:
a. Kalimat tunggal
Ketika itu, aku dikejutkan oleh
halilintar.
ket.W S P O
Ketika ayah sedang membaca, dan ibu
S P S
sedang menjahit pakaian, aku
dikejutkan,
P O S P
oleh sesuatu yang bergemuruh di
angkasa. 28
1. a. Anak itu sebenarnya tidak bodoh.
b. Anak itu malas membaca buku.
Kalimat majemuk setara hasil
penggabungan kedua kalimat
tersebut yang tepat adalah.

Jawaban:
Anak itu sebenarnya tidak bodoh,
tetapi malas membaca buku.

29
2. a. Tulisan Indra tidak rapi.
b. Saya masih dapat membacanya
dengan jelas.
Kalimat majemuk bertingkat yang
tepat hasil gabungan dari dua
kalimat tersebut adalah.

Jawaban :
Meskipun tulisan Indra tidak rapi,
saya masih dapat membacanya
dengan jelas.

30
3. Pagi itu saya di rumah sorang
diri. Ayah pergi ke kantor dan ibu
pergi ke pasar. Tiba-tiba telepon
berdering. Segera kuangkat
telepon, ternyata dari bibi di
kampung. Bibi mengabarkan
bahwa nenek sakit keras.
Kalimat majemuk campuran
yang paling tepat untuk
melengkapi paragraf tersebut
adalah.

31
Jawaban:
Ketika bibi menelepon, saya
menyampaikan kabar bahwa ibu
sedang pergi ke pasar.

32
4. Kalimat majemuk bertingkat
dengan anak kalimat pengganti
subjek adalah.
a. Ayah seorang yang berjuang
pada masa perang
kemerdekaan.
b. Ibu mengunjungi keluarga yang
membesarkannya.
c. Nenek tinggal di ibukota negara
Republik Indonesia.
d. Yang berpakaian seragam SMP
itu, adik saya. 33
5. Bacalah paragraf berikut!
(1) Hani tidak berangkat sekolah hari ini,
karena menemani ibunya ke rumah sakit.
(2) Pemeriksaan kesehatan ibunya belum
juga selesai. (3) Adiknya di rumah
seharian menunggu ibu dan kakaknya.
(4) Ketika hari mulai senja, Hani dan
ibunya baru sampai di rumah.

Kalimat majemuk bertingkat dengan
anakkalimat perluasan keterangan waktu
dalam paragraf tersebut ditandai
nomor.

34
Jawaban:
Kalimat majemuk bertingkat anak
kalimat perluasan keterangan waktu
ditandai oleh kata hubungsejak,
sewaktu,ketika, setelah, sampai, dan
manakala.Ketika hari mulai senja,
Hani dan ibunya baru sampai di
rumah.(nomor 4)

35