Anda di halaman 1dari 26

KARSINOMA LIDAH

Aisyah
1210070100168

Preceptor: dr.Elfahmi,Sp THT-KL

KEPANITRAAN KLINIK SENIOR


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
BAGIAN ILMU KESEHATAN THT-KL
RSUD SOLOK
2016
Anatomi Lidah
Secara garis besar lidah dapat terbagi menjadi
2 bagian yaitu:
2/3 depan (apex)
1/3 belakang (Dorsum)

Lidah secara anatomi terbagi 3 bagian, yakni:


1. Apex Linguae (ujung lidah)
2. Corpus Linguae (Badan Lidah)
3. Radix Linguae (Akar Lidah)
Anatomi Lidah
Lidah terletak di dasar rongga mulut,
terbentuk dari otot lurik dan mukosa di
permukaannya.

Diperbatasan 1/3 media dan posterior


lidah terdapat sulkus terminalis terbentuk dari
papilla valatae, (Sulkus berbentuk V)
2/3 bagian anterior sulkus V (korpus
linguae)
1/3 posterior adalah radiks linguae (akar
lidah).
Permukaan atas korpus linguae disebut
dorsum linguae, permukaan bawah disebut
venter linguae, melalui frenulum linguae
dihubungkan ke mukosa bagian anterior dasar
mulut.
Kedua sisi disebut margo lateral lidah.
Bagian anterior yang sempit disebut apeks
linguae. Dorsum linguae dipenuhi papilla,
kuntum pengecap tersebar pada papilla valatae
dan papilla fungiformis. Mukosa venter linguae
licin, bersinambung ke dasar mulut, di anterior
Otot ekstrinsik Otot intrinsik
M. longitudinalis
M. hioglosus lingua superior
dan inferior

M.stiloglosu M. transversus
s lingua inferior

M. M. vertikalis
genioglosus lingua.

Otot-otot ini dipersarafi oleh N. Hipoglosus (N.XII)


dan bekerja sama dalam proses menelan serta
Otot-
otot berfungsi
ekstrins merubah
posisi lidah
ik
otot- berfungsi
otot merubah
intrinsik bentuk lidah
Inervasi

Sensorik untuk
lidah pengecapan

cabang ke
n. lingualis
tiga dari N.
cabang n.
Trigeminus
mandibularis
(N.V)
korda
timpani
Sekretomotor cabang
ik dari N.
Fasialis
(N.VII)
Bagian posterior
lidah (sensorik N. Glosofaringeus
maupun (N.IX)
sekretomotorik )

nervus
Motorik otot
lidah hipoglossus
(N.XII)
Vaskularisasi Lidah
a. lingualis yang
merupakan cabang
dari A. karotis eksterna
Lidah mempunyai
banyak kelenjar getah
bening.
KGB pada ujung
KGB Sub Mental
lidah
KGB
KGB 2/3 Submandibula
Lateral dan
Lidah jugulodigastrik
us
KGB
KGB bagian
jugulomilohi
Tengah
oid.
1/3 posterior lidah
terdapat banyak
anastomose drainase
limfatik yang melewati
garis tengah tubuh
sehingga tumor satu
sisi dapat
bermetastasis ke sisi
kontralateral
2/3 anterior lidah
hanya mempunyai
drainase limfatik
Definisi
Karsinoma lidah adalah keganasan yang
terdapat pada lidah. Bentuk yang paling
banyak ditemukan adalah karsinoma sel
skuamosa lidah
Epidemiologi
Karsinoma tersebut 48% berlokasi
di rongga mulut dan 40 %
merupakan karsinoma lidah.

Insidensi dari karsinoma kepala


dan leher cukup rendah yaitu 3%
dari total karsinoma.

Karsinoma sel skuamosa


merupakan jenis terbanyak dari
karsinoma lidah yaitu 90%.
Epidemiologi
Distribusi dari Karsinoma Lidah
Bentuk Ulkus pada karsinoma
Lidah
Faktor predisposisi
Karsinog Nikotin dalam tembakau
en kimia Alkohol
Karsinog
en
biologis
Trauma gigi palsu yang tidak pas
mekanik penyangga gigi
Patofisiologi

Energi radiasi

Senyawa kimia

virus
Diagnosis
Gerakan
lidah
terbatas
Gangguan
Nyeri
nutrisi fisik

Benjolan di
lidah dan
Anamne Limfadenopati
kemudian
sis leher
timbul lesi
ulseratif
2. Pemeriksaan fisik
pada palpasi ditentukan
lokasi, ukuran, jarak dari ujung
lidah, garis tengah dan sulkus
terminalis, ada tidaknya invasi
ke dasar mulut dan frenulum
lidah serta mobilitas tumor
Kelenjar getah bening leher
yang sering terkena menurut
urutannya adalah kelenjar
getah bening pada level II, I, III
dan IV
3. Pemeriksaan penunjang
Biopsilangsung
Patologi anatomi
CT scan
Stadium
Tumor primer Kelenjar getah bening Metastasis jauh
regional
Tx Tumor primer tidak dapat Nx metastasis kel limfe Mx Metastasis jauh tidak
dinilai regional tidak dapat dapat dinilai
dinilai
TO tidak tampak tumor NO tidak teraba pembesaran MO tidak ada metastasis jauh
kelenjar
Tis tumor in situ N1 diameter < 3 cm, tunggal, M1 terdapat metastasis jauh
ipsilateral
T1 diameter < 2 cm N2 diameter 3-6 cm,
a
tunggal, ipsilateral
T2 diameter antara 2-4 cm N2 diameter < 6 cm, multipel,
b
ipsilateral
T3 diameter > 4 cm, N2 diameter < 6 cm, bilateral
c
atau kontralateral
T4a tumor invasi ke korteks tulang, N3 diameter > 6 cm

otot lidah profunda atau otot luar


lidah, sinus maksila, kulit wajah
T4b tumor invasi ke celah posterior

gigi molar, plat pterigoid, basis


kranii, A. karotis int
Diferensial Diagnosis
Ulserasi Traumatik
Ulserasi Inflamatorik
Leukoplakia dan eritroplakia
Prognosis
Prognosis karsinoma lidah terutama
tergantung stadium penyakit, dimana
pada stadium lanjut memiliki prognosis
yang buruk dibandingkan stadium dini.
Penatalaksanaan
Pembedahan,
Radioterapi
Kemoterapi dan kombinasi.
KESIMPULAN

Kanker lidah adalah suatu neoplasmamalignant yang timbul dari


jaringan epitel mukosa lidah dengan sel yang berbentuk squamous
cell carcinoma(sel epitel gepeng berlapis).
Diagnosis karsinoma lidah berdasarkan anamnesis yang terarah,
pemeriksaan fisik yang cermat dan pemeriksaan histopatologi
sebagai diagnosis pasti. Kanker lidah predileksi timbul di 1/3
tengah margo lateral lidah, disusul venter lidah dan dorsum lidah,
paling jarang ke apeks lidah. Derajat keganasan kanker lidah lebih
tinggi dari kanker rongga mulut umumnya, riwayat penyakit
pendek, progresi cepat. Manifestasi tipikalnya adalah : Benjolan di
lidah kemudian timbul lesi ulseratif, nyeri, gerakan lidah terbatas,
penurunan berat badan, dan limfadenopati leher.
Penatalaksanaan karsinoma lidah meliputi pembedahan,
radioterapi, kemoterapi dan kombinasi.
TERIMA KASIH