Anda di halaman 1dari 25

Enam Tahapan

Pemodelan

Abdul Wahid Surhim

2013
Pressure Control

Set Point
Pressure Control

Set Point
Process Control

Set Point
Elemen
Pengendali Kontrol Proses
Akhir

Sensor/
Transmitter
Process Control Modeling
Mulai dari
Pemodelan
Proses
SP
Gc Gv Gp CV

Gs
Enam Tahapan Pemodelan
1. Definisikan Kita menerapkan prosedur ini
sasaran
untuk banyak sistem fisik
2. Siapkan
informasi neraca massa keseluruhan (overall
material balance)
3. Rumuskan
modelnya neraca massa komponen

4. Tentukan neraca energi


solusinya
5. Analisis
hasilnya
6. Validasi T

modelnya A
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan Apa keputusannya
sasaran (decision)?
2. Siapkan Apa variabelnya?
informasi T
Lokasi
3. Rumuskan A

modelnya
4. Tentukan
solusinya
Contoh seleksi variabel
5. Analisis
hasilnya level cairan massa total dalam cairan
6. Validasi tekanan mol total dalam uap
modelnya suhu neraca energi
konsentrasi massa komponen
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan Sketsa prosesnya Sifat kunci
sasaran dari sistem?
Kumpulkan data
2. Siapkan
informasi Nyatakan asumsinya

3. Rumuskan Definisikan sistem


modelnya
4. Tentukan
solusinya
5. Analisis Variabel adalah sama
hasilnya di mana pun
T
6. Validasi lokasinya dalam sistem
modelnya A
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan NERACA KONSERVASI
sasaran Overall Material
2. Siapkan
informasi Akumulasi massa massa masuk massa keluar
3. Rumuskan
Component Material
modelnya
4. Tentukan Akumulasi massa komponen massa komponen

solusinya massa komponen masuk keluar
5. Analisis penurunan massa
hasilnya
Energi komponen
6. Validasi
Akumulasi
H PE KE in H PE KE out
modelnya

U PE KE
Q - Ws
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan
sasaran
Apa jenis persamaan yang pertama kita
gunakan?
2. Siapkan
informasi Neraca konservasi untuk variabel kunci
3. Rumuskan Berapa banyak persamaan yang kita
modelnya perlukan?
4. Tentukan Derajat kebebasan = NV - NE = 0
solusinya
Apa setelah persamaan konservasi?
5. Analisis
hasilnya Persamaan
6. Validasi konstitutif, misal, Tidak prinsip,
modelnya
Q = h A (T) didasarkan pada
data empirik
rA = k 0 e -E/RT
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan
sasaran Model dinamik kita akan melibatkan persamaan
differensial (dan aljabar) karena ada akumulasi.
2. Siapkan
informasi
3. Rumuskan dC A
modelnya
V F (C A0 C A ) VkCA
dt
4. Tentukan
solusinya Dengan kondisi awal
5. Analisis CA = 3.2 kg-mole/m3 at t = 0
hasilnya
6. Validasi Dan beberapa perubahan ke variabel masukan,
modelnya forcing function, misal,

CA0 = f(t) = 2.1 t (fungsi ramp)


Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan
Kita akan menyelesaikan model sederhana secara
sasaran
analitis untuk menyediakan hubungan istimewa
2. Siapkan antara proses dan respon dinamiknya, yaitu
informasi
3. Rumuskan
modelnya
C A (t ) C A (t ) t 0 (C A0 ) K (1 e t / )
4. Tentukan
solusinya
untuk t 0
5. Analisis Banyak hasil akan punya bentuk yang sama! Kita
hasilnya ingin mengetahui bagaimana proses
6. Validasi mempengaruhi K dan , yaitu
modelnya
F V
K
F kV F Vk
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan
sasaran Kita akan menyelesaikan model kompleks secara
numerik, yaitu
2. Siapkan
informasi dC A
V F (C A0 C A ) VkCA2
3. Rumuskan dt
modelnya
Menggunakan aproksimasi yang berbeda untuk
4. Tentukan derivatifnya, kita dapat mengambil metode
solusinya Euler.
5. Analisis
hasilnya
F (C A0 C A ) VkCA2
6. Validasi C An C An1 ( t )
modelnya
V n 1

Metode lainnya termasuk Runge-Kutta dan


Adams.
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan Cek hasil untuk kebenaran
sasaran - tanda dan bentuk seperti diharapkan
- mentaati asumsi
2. Siapkan
- mengabaikan kesalahan numerik
informasi
Plot hasilnya
3. Rumuskan
modelnya Evaluasi sensitivitas & akurasinya
4. Tentukan
solusinya
5. Analisis
hasilnya
6. Validasi
modelnya Bandingkan dengan data empirik
Enam Tahap Prosedur Pemodelan
1. Definisikan
sasaran Mari kita praktekkan pemodelan hingga kita siap
2. Siapkan untuk Olimpiade pemodelan!
informasi
3. Rumuskan
modelnya
4. Tentukan
solusinya
5. Analisis
hasilnya
6. Validasi
modelnya Silakan ingat bahwa pemodelan bukan olahraga
tontonan! Anda harus praktek (ambil bagian)!
Hirarki model ditentukan oleh dua hal:
Ruang lingkup (scope)
Kedalaman (depth)
dari model yang akan dibuat berdasarkan kondisi
nyatanya
Kedua hal tersebut tercermin di dalam ASUMSI dalam
pemodelan

Hirarki Model
2R

T0
L2

T1 L1
Pelaru
t

Diagram Skematik Kehilangan


Panas dari Bak Pelarut
1. Suhu balok seragam (dari bak ke atmosfir)
2. Abaikan perpindahan kalor pada dua ujung datar balok
3. Koefisien perpindahan panas menyeluruh diketahui dan tetap
4. Tidak ada pelarut yang menguap dari pelarut ke antarmuka udara

Level 1
1. Hanya suhu balok di bawah cairan pelarut (T1) yang
seragam
Ini masuk akal karena cairan memiliki konduktivitas panas
yang lebih besar dari pada udara
. Tiga asumsi selebihnya masih sama

T0
qx+x Heat
x+x loss
x
x qx

Level 2 T1
Pelaru
L1

t
1. Adanya gradien suhu pada balok di atas dan di bawah
antarmuka pelarut-udara
2. Abaikan perpindahan kalor pada dua ujung datar balok
3. Koefisien perpindahan panas menyeluruh diketahui dan tetap
4. Tidak ada pelarut yang menguap dari pelarut ke antarmuka udara

Level 3
Melibatkan konduksi panas radial
Ini penting jika diameter balok besar relatif terhadap panjangnya
Asumsinya: tidak ada hambatan aliran panas di bawah antarmuka
pelarut, sehingga T = T1 pada x 0
Kita menyisakan studi hanya balok bagian atas permukaan
pelarut saja

r r+r

x+x

Level 4
x
r

2R
q, m3/s

Ti(t), oC

q, m3/s

T(t), oC

Proses adiabatik
Variabel : Ti(t) dan T(t)
Konstanta : V, q, , cp, cv

Proses Pemanasan
Laju Laju Laju
massa/ener - massa/ener = akumulasi
gi ke gi keluar massa/ energi
proses dari dalam proses

q h (t ) qh(t )
d (V u
proses
(t ))
i i
dt
d (VcvT (t ))
q . .c .T (t ) q. .c .T (t )
i pi i p
dt
q . .c .T (t ) q. .c .T (t ) Vc
dT ( t )
i pi i
v dt
p

Hirarki 1: Neraca Energi (Adiabatis)


Laju Laju Penurunan Laju
massa/ener - massa/ener - massa/ener = akumulasi
gi ke gi keluar gi massa/ energi
proses dari
proses
q h (t ) qh(t ) Q
d (V u (t )) dalam proses

i i
dt
d (VcvT (t ))
q . .c .T (t ) q. .c .T (t ) UAT (t ) T (t )
i pi i p s
dt
q . .c .T (t ) q. .c .T (t ) UAT (t ) UAT (t ) Vc
dT ( t )
i pi i p s
v dt

Hirarki 2: Neraca Energi


(Non-Adiabatis)