Anda di halaman 1dari 9

VARIOLA

M. Taufik
11310201
Definisi
Variola adalah penyakit virus yang disertai keadaan umum
yang buruk, dapat menyebabkan kematian, efloresensinya
bersifat monomorf terutama terdapat di perifer tubuh

Epidemiologi
Penyebaran penyakit kosmopolit, tetapi pada daerah
tertentu memberi insidens yang tinggi, misalnya di amerika
tengah dan selatan, Hindia Barat, dan Timur jauh. Dengan
vaksinasi yang teratur dan terorganisasi baik, maka insidens
akan jjauh menurun, sehingga di daerah yang sebelumnya
terdapat endemi tidak lagi dijumpai kasus variola dan daerah
ini dapat disebut sebagai bebas variola seperti Indonesia.
Tahun 1984 WHO menyatakan seluruh dunia menyatakan
bebas dari penyakit ini. Meskipun demikian kita harus
waspada terhadap munculnya kembali penyakit ini.
Etiologi
Virus poks (pox virus variolae). Dikenal 2 tipevirus yang
hampir identik, tetapi menyebabkan 2 tipe variola, yaitu
variola mayor dan minor (alastrim). Perbedaan kedua tipe
virus tersebut adalah bahwa virus yang menyebabkan
variola mayor bila diinokulasikan pada membran
korioalantoik tumbuh pada suhu 38-38,5C, sedangkan
yang menyebabkan variola minor tumbuh dibawah suhu
38C. Virus ini sangat stabil pada suhu ruangan, sehingga
dapat hidup di luar tibih selama berblan bulan.
Patogenesis
penularan secara aerogen karena virus ini
terdapat dalam jumlah yang sangat banyak di
saluran napas bagian atas dan juga
terdapat/terbawa di pakaian penderita.
Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan
mengalami multiplikasi dalam sistem
retikuloendotalial, kemudian masuk kedalam
darah (viremia) dan melepaskan diri melalui
kapiler dermis menuju sel epidermis
(epidermotropik) dan membentuk badan
inklusi intra sitoplasma yang terletak di inti sel
(badan Guarneri) . Tipe variola yang timbul
bergantung pada imunitas, tipe virus, dan gizi
penderita.
Gejala Klinis: inkubasinya 2-3 minggu, 4 stadium:
Stadium inkubasi erupsi (prodormal)
Terdapat nyeri kepala, nyeri tulang-sendi, demam tinggi
menggigil, lemas dan muntah muntah, yang berlangsung
selama 3-4 hari.
Stadium makulo-papular
timbul makul eritem yang cepat jadi papul, terutama di
wajah dan ekstremitas, termasuk telapak tangan dan
telapak kaki. stadium ini suhu tubuh normal kembali dan
penderita merasa sehat kembali dan tidak timbul lesi baru.
Stadium vesikulo-pustulosa
pada 5-10 hari timbul vesikel pustul, suhu tubuh
Stadium resolusi
berlangsung 2 minggu, membentuk krusta, suhu tubuh , krusta lepas,
meninggalkan sikatriks2 yang atrofi. Kadang timbul perdarahan akibat
depresi hematopoetik disebut black variola.
Variola minor (alastrim)
masa inkubasinya lebih singkat dan gejala
prodormal tampak ringan, sedangkan jumlah
lesi yang timbul tidak banyak. Mortalitasnya
kurang dari 1 %
Varioloid
timbul pada penderita yang sudah vaksinasi
Imunitas parsial. Gejala prodormal sedikit kali sampai
tidak ada, begitu pula gejala kulit. Biasanya lesi di dahi,
lengan atas, dan tangan, stadium vesiko pustulosa tidak
dijumpai.
Komplikasi
bronkopneumoni, impetigo, ulkus kornea, ensefalitis,
efluvium, dan telogen dalam waktu 3-4 bulan.
Pembantu diagnosis
inokulasi pada korioalantoik, px.virus dengan mikroskop
elektron, dan deteksi antigen virus pada agar-sel.
Pengobatan
-harus dikarantinakan
-sistemik dengan antiviral (asikovir atau
valasiklovir),
isoprinosin dan interferon, dapat pula
diberikan globulin gama. Obat yang bersifat
simptomatik, misalnya analgetik/antipiretik.
Diawasi pula kemungkinan timbulnya infeksi
sekunder, maupun infeksi nosokomial, serta
cairan tubuh dan elektrolit.
-jika di mulut ada lesi, kompres dengan
antiseptik, atau salep antibiotik serta di
berikan makanan lunak
Prognosis
bergantung pada penatalaksanaan pertama
dan fasilitas perawatan, mortalitas bervariasi
diantara 1-50%