Anda di halaman 1dari 19

EVALUASI NILAI GIZI

KAMBING
KELOMPOK 6
RISWANTO F. 143020305
GHAIDA INAS143020306
ANDY T. 143020341
MIRASITKHA 143020342
AGIAS 143020352
Kambingmerupakan
binatangmemamah
biakyang berukuran
sedang. Kambing ternak
(Capra aegagrus hircus)
adalah
subspesieskambing liar
yang secara alami
tersebar diAsia Barat
Daya(daerah "Bulan
sabit yang subur" dan
Turki) danEropa.
SEBELUM PENYEMBELIHAN
Sistem
Pemeliharaan
Pemeliharaa Pemeliharaa
n Ekstensif n Intensif

Pemeliharaa
n Semi
Intensif
Sistem Pemeliharaan
Ekstensif
Sistem pemeliharaan secara ekstensif
umumnya dilakukan di daerah yang mahal
dan sulit untuk membuat kandang, kondisi
iklim yang menguntungkan, dan untuk
daya tampung kira-kira tiga sampai dua
belas ekor kambing per hektar .Sistem
pemeliharaan secara ekstensif, induk yang
sedang bunting/berisi dan anak-anak
kambing yang belum disapih harus diberi
persediaan pakan yang memadai .
Sistem Pemeliharaan
Intensif
Sistem pemeliharaan secara intensif memerlukan
pengandangan terus menerus atau tanpa penggembalaan.
Dalam sistem pemeliharaan ini perlu dilakukan pemisahan
antara jantan dan betina, sehubungan dengan ini perlu
memisahkan kambing betina muda dari umur tiga bulan
sampai cukup umur untuk dikembangbiakkan, sedangkan
untuk pejantan dan jantan harus dikandangkan atau
ditambatkan terpisah. Pertambahan bobot kambing yang
digemukkan secara intensif bisa mencapai 100-150 gram
per hari dengan rata-rata 120 gram per hari atau 700-
1.050 gram dengan rata-rata 840 gram per
Sistem Pemeliharaan Semi
Intensif
Sistem pemeliharaan secara semi intensif
merupakan gabungan pengelolaan
ekstensif (tanpa penggembalaan) dengan
intensif, tetapi biasanya membutuhkan
penggembalaan terkontrol dan pemberian
pakan konsentrat tambahan. Menurut
Mulyono dan Sarwono (2005),
pertambahan bobot kambing yang
digemukkan secara semi-intensif, rata-
rata hanya 30-50 gram per hari.
PAKAN
Menurut Sarwono (2005)
kambing membutuhkan hijauan yang banyak
ragamnya. Kambing sangat menyukai daun-daunan
dan hijauan seperti daun turi, akasia, lamtoro,
dadap, kembang sepatu, nangka, pisang, gamal,
puteri malu, dan rerumputan. Selain pakan dalam
bentuk hijauan, kambing juga memerlukan pakan
penguat untuk mencukupi kebutuhan gizinya.Pakan
penguat dapat terdiri dari satu macam bahan saja
seperti dedak, bekatul padi, jagung, atau ampas
tahu dan dapat juga dengan mencampurkan
beberapa bahan tersebut.
Perkandangan
Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi
persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan harus kuat,
murah dan tersedia di lokasi.Kandang dibuat panggung dan
beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus
mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih
baik.
Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang agar:
1. Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau
yang sedang dalam masa kebuntingan.
2. Memudahkan dalam pemberian pakan.
3. Menjaga keamanan ternak.
Ada 2 macam bentuk kandang yaitu :
1. Kandang dengan lantai tanah yang diatasnya cukup diberi jerami kering.
2.Kandang berbentuk panggung dengan kolong di bawah nya.
Pengendalian Penyakit
Sarwono (2005) menyatakan bahwakegiatan
pengendalian penyakit yang meliputi, sanitasi
kandang, sanitasi peralatan, sanitasi lingkungan
perkandangan, dan sanitasi pekerja.
Kandang dibersihkan setiap satu minggu sekali.
Sanitasi pekerja dilakukan dua kali sehari (mandi)
yaitu sebelum dan sesudah melakukan aktivitas di
kandang.
Sanitasi pekerja dilakukan agar kebersihan dan
kesehatan pekerja dapat terjaga sehingga terhindar
dari kuman penyakit yang mungkin berasal dari
kambing yang sedang sakit.
Sebelum Pemotongan
Hindarkan stress
Hewan boleh minum tetapi tidak boleh
makan 12 jam sebelum penyembelihan
Sebelum disembelih, hewan ditempatkan di
tempat yang sempit supaya tidak banyak
bergerak
Setelah itu, dipingsankan (sebetulnya tidak
sampai benar-benar pingsan) untuk
mengurangi stress dan memperoleh daging
yang baik
Penyembelihan
Yang disembelih tidak boleh (4D1S) :
1. Down (lemas)
2. Disabled (cacat)
3. Diseased (berpenyakit)
4. Dead (mati)
5. Suspect (disangka sakit)
Disembelih dengan memotong leher
hingga torax, memutus arteri dan vena
Pasca Penyembelihan
Hewan digantung dengan kaki belakang di
atas, untuk mempercepat proses
penghilangan darah
Pengulitan. Pada domba, pengulitan dengan
tangan
Kepala dipotong
Badan dibelah dua
Setelah itu dimasukkan ke ruang pendingin
sebelum pemotongan bagian-bagian karkas
hewan tersebut
Urutan dalam Budi Daya Ternak
Kambing
1. Perencanaan
2. Penyediaan kandang
3. Penyediaan bibit
4. Penyediaan pakan
5. Manajemen pemeliharaan ternak kambing
6. Pengawasan kesehatan dan pengendaliaan
penyakit kambing
7. Pengawasan pertumbuhan
8. Penanganan hasil panen hingga pemasaran
9. Penanganan pasca panen
Kandungan Gizi Daging
Kambing
Efek Samping Daging Kambing
Bagi Kesehatan Tubuh
Apabila mengonsumsi daging kambing secara berlebihan,
berikut ini ada beberapa efek samping yang mungkin bisa
menyerang:

- Hipertensi (tekanan darah tinggi): sebab kandungan


zat besi kambing yang terlalu tinggi akan meningkatkan
tekanan darah.
- Kolesterol: meskipun hanya 1 gram, tapi jika sehari
kamu konsumsi 100 gram daging kambing, maka
seminggu kolesterol akan meningkat drastis.
- Diabetes: beberapa penderita diabetes tidak dianjurkan
konsumsi daging ini. mengingat daging kambing dapat
meningkatkan kadar gula darah.
FAKTOR KERUSAKAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan bakteri pada daging
adalah :
Waktu
Temperatur
Kelembaban
pH
Komposisi lingkungan sekitar
KERUSAKAN PADA DAGING

1.Bau tidak sedap


2.Pembentukan gas
3. Lendir atau daging yang tersa
lengket
4.Perubahan warna (ex. Menjadi
kehijauan)
5. Perubahan konsistensi (terasa lebih
basah)