Anda di halaman 1dari 12

KEBUTUHAN ELIMINASI

URINE
Ayu Rezki Amaliah
Intar Wahyuni
Iswanto
Kamsiah
Pur Handayani
Reja Ahyar Pahlevi
DEFINISI
Eliminasi merupakan proses pembuangan
sisa-sisa metabolisme tubuh. Eliminasi urine
normalnya adalah pengeluaran cairan. Proses
pengeluaran ini sangat bergantung pada
fungsi-fungsi organ eliminasi urine seperti
ginjal, ureter, bladder dan uretra. Ginjal
memindahkan air dari darah dalam bentuk
urine. Ureter mengalirkan urine ke bladder.
Bladder urine ditampung sampai mencapai
batas tertentu yang kemudian dikeluarkan
melalui uretra (Tarwoto dan Hartonah, 2006).
Eliminasi urine tergantung kepada
fungsi ginjal, ureter, kandung kemih,
dan uretra. Semua organ sistem
perkemihan harus utuh dan berfungsi
dengan baik, supaya urine berhasil di
keluarkan dengan baik (Potter &
Perry, 2005).
Proses Eliminasi Urine
GINJAL
1 ginjal mengandung 1 sampai 4 juta VESICA URINARIA
nefron yang merupakan unit Kandung kemih merupakan tempat
pembentuk urine. Proses filtrasi, penampungan urine, Pada leher
absorbsi dan sekresi dilakukan di kandung kemih terdapat spinter
nefron. Filtrasi terjadi di glomerulus interna. Spinter ini di kontrol oleh
yang merupakan yang merupakan sistem saraf otonom. Kandung kemih
gulungan kapiler dan dikelilingi kapsul dapat menampug 300 sampai 400 ml
epitel berdinding ganda yang disebut urine.
kapsul bowman.

URETER
URETRA
Setelah urine terbentuk kemudian
Merupakan saluran pembuangan
akan di alirkan ke pelvis ginjal lalu ke
urine yang langsung keluar dari
bladder melalui ureter. Setelah
tubuh. Kontrol pengeluaran urine
meninggalkan ginjal, ureter berjalan
terjadi karena adanya spinter kedua
ke bawah dibelakang peritoneum ke
yaitu spinter eksterna yang dapat di
dinding bagian belakang kandung
kontrol oleh kesadaran kita. Panjang
kemih. Akibat gerakan peristaltik
uretra wanita lebih pendek yaitu 3,7
ureter maka urine di dorong ke
cm sedangkan pria 20 cm.
kandung kemih.
MASALAH ELIMINASI
URINE
Retensi
Urine Merupakan penumpukan urine dalamm bladder dan
ketidak mampuan bladder untuk mengosongkan kandung
kemih. Penyebab distensi bladder adalah urin yang
terdapat dalam bladder melebihi 400 ml. Normalnya
adalah 250-450 ml.
Inkontinensia urine
Adalah ketidakmampuan otot spinter eksternal sementara
atau menetap untuk mengontrol ekskresi urine.
Enuresis
Merupakan ketidaksanggupan menahan kemih yang
diakibatkan ketidakmampuan untuk mengendalikan spinter
eksterna. Biasanya terjadi pada anak-anak atau pada
orang jompo.
FAKTOR MEMPENGARUHI
ELIMINASI URINE
a. Diet dan asupan Jumlah dan tipe makanan merupakan
faktor utama yang memengaruhi output atau jumlah
urine. Protein dan natrium dapat menentukan jumlah
urine yang dibentuk.
b. Respons keinginan awal untuk berkemih, Kebiasaan
mengabaikan keinginan awal untuk berkemih dapat
menyebabakan urine banyak tertahan di vesika urinaria
sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah
pengeluaran urine.
c. Gaya hidup, Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi
pemenuhan kebutuhan eliminasi, dalam kaitannya dengan
ketersediaan fasilitas toilet.
d. Stres psikologis, Meningkatnya stres dapat mengakibatkan
seringnya frekuensi keinginan berkemih. Hal ini karena
meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkeinginan
berkemih dan jumlah urine yang dihasilkan
e. Tingkat aktivitas, Eliminasi urine membutuhkan tonus
otot vesika urinaria yang baik untuk fungsi sfingter.
Hilangnya tonus otot vesika urinaria menyebabkan
kemampuan pengontrolan berkemih menurun dan
kemampuan tonus otot didapatkan dengan beraktivitas
f. Tingkat perkembangan Tingkat pertumbuhan dan
perkembangan dapat mempengaruhi pola berkemih. Hal
tersebut dapat ditemukan pada anak, yang lebih
memiliki kecenderungan untuk mengalami kesulitan
mengontrol uang air kecil. Namun dengan
bertambahnya usia kemampuan untuk mengontrol
buang air kecil semakin meningkat.
g. Kondisi penyakit
h. Sosiokultural
i. Kebiasaan seseorang
j. Tonus otot
k. Pengobatan (Hidayat, 2006).
PERUBAHAN POLA ELIMINASI
URINE
Normalnya miksi dalam satu hari sekitar 5 kali.
Warna urine normal adalah kuning terang karena
adanya pigmen urochrome. Bau urine normal adalah
bau khas amoniak yang merupakan hasil pemecahan
urea oleh bakteri. Berat jenis 1.015 1.020.
Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis,
tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi
alkalis dan protein memberi reaksi asam).
Urine terdiri dari kira kira 95 % air, zat zat sisa
nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea,
amoniak dan kreatinin (Tarwoto dan Hartonah, 2006).
POLA ELIMINASI