Anda di halaman 1dari 23

Ventrikel Fibrilasi

Teo Wijaya
102012121
Kasus
Seorang perempuan berusia 60 tahun
dibawa ke IGD RS oleh keluarganya
karena tak sadarkan diri menurut keluarga
pasien 2 tahun yang lalu pasien pernah
mengalami serangan jantung dab
mempunyai riwayat hipertensi sejak 15
tahun yang lalu
Rumusan Masalah
Seorang perempuan berusia 60 tahun
dibawa ke IGD RS oleh keluarganya
karena tak sadarkan diri
Definisi
Fibrilasi ventrikel merupakan jenis aritmia
yang paling banyak teridentifikasi pada
pasien cardiac arrest dan menjadi
penyebab henti jantung yang paling
sering. Biasanya disebabkan oleh iskemia
akut atau infark miokard.Fibrilasi ventrikel
adalah denyutan ventrikel yang cepat dan
tak efektif.
Evaluasi Kasus
1. Kesadaran :Coma
2. Tanda-Tanda Vital :
Nadi Tidak teraba
RR (-)
Tekanan Darah 100/80 mmHg

Anamnesis :
Kapan dan dimana pasien kolaps?
Apa yang sedang dilakukan pasien?
Apa yang dirasakannya tepat sebelum episode?
Kasus : 2 tahun yang lalu pasien pernah serangan jantung
Riwayat Hipertensi (+)
Penatalaksanaan
Pastikan pasien benar-
Mulai lakukan Resusitasi benar mengalami fibrilasi
Jantung Paru (RJP) dan ventrikel sesegera
Defibrilasi
berikan oksigen apabila mungkin (bisa dengan
tersedia menggunakan Automated
external defibrillator)

Ulangi lagi defibrilasi satu


Hindari interupsi ketika
Lanjutkan lagi RJP segera kali apabila masih terdapat
melakukan RJP, setelah itu
tanpa memeriksa nadi, ventrikel fibrilasi atau
Periksa ritme setelah 2
lakukan selama 5 siklus belum dirasakan denyut
menit RJP
nadi.

Segera lanjutkan kembali


dengan RJP selama 2 Vasopressor
menit, setelah defibrilasi

Lidokain dan epinefrin


dapat diberikan lewat
amiodarone 300 mg IV/IO endotrakeal tube apabila Pasang cairan infus untuk
satu kali, akses IV/IO gagal. resusitasi cairan
Gunakan dosis 2.5 kali dari
dosis IV.
Penatalaksanaan Emergency

Penilaian keadaan penderita


Prioritas terapi dilakukan berdasarkan jenis perlukaan
Tanda-tanda vital
Prinsip Emergency

Primary Survey Secodery Survey


A: Airway Head to toe
B: Breathing Observasi hemodinamik & TTV
C: Circulation Pasang cateter
D: Disability Pasien dipuasakan dan dipasang
E: Exposure/ NGT
environmental control Observasi tstus mental, vomitus,
nausea, rigid/kaku/, bising usus, urin
Resusitasi Cairan output
Catat dan laporkan
Berapa lama yang dibutuhkan pasien untuk pulih? 3
Apakah pasien tidak sadar?
Selama berapa lama dia tidak sadar?
Apa yang dirasakannya tepat sebelum episode? 2
Adakah gejala prodromal?
Apakah terjadi setelah berdiri, batuk hebat, mual?
Kapan dan dimana pasien kolaps? 1
Apa yang sedang dilakukan pasien?
Anamnesis
Berapa lama yang dibutuhkan pasien untuk pulih? 2
Apakah pasien tidak sadar?
Selama berapa lama dia tidak sadar?
Apa yang dirasakannya tepat sebelum episode? 1
Adakah gejala prodromal?
Apakah terjadi setelah berdiri, batuk hebat, mual?
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik

Apakah pasien tampak


sakit ringan atau berat?
PF Jantung :
Sudahkah pasien pulih ada tidaknya
sempurna? TTV kelainan pada
Adakah syok, hipotensi, irama jantung
atau deficit neurologis
yang berlanjut?
Pemeriksaan Penunjang
Elektrokardiografi (EKG)
Irama : Tidak teratur
Frekuensi : Lebih dari 350x/menit sehingga tidak dapat dihitung
Gelombang P : Tidak ada
Interval PR : Tidak ada
Pemeriksaan Penunjang
Monitor Holter gambaran EKG (24 jam) mungkin
diperlukan untuk menentukan dimana gangguan
irama jantung timbul
Rontgen dada : Dapat menunjukkan pembesaran
bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi
ventrikel atau katup.
Elektrolit : Peningkatan atau penurunan kalium,
kalsium dan magnesium dapat menyebabkan
gangguan irama jantung.
Etiologi
a. Gangguan jantung struktural
- Iskemik atau Infark Miokard akibat penyakit jantung
korones
- Kardiomiopati
b. Gangguan Jantung Nonstruktural
- Mekanik
- Luka atau sengatan listrik
- Heart Block
- Long Qt & short QT syndrome
c. Noncardiac Respiratory
d. Gangguan Elektrolit & Asidosis
Faktor Resiko
Merokok
Tekanan Darah Tinggi
Stress
Kurang Tidur & Kerja Berlebihan
Epidemiologi
Jumlah sudden cardiac death adalah
sekitar 300.000 kematian per tahun di
Amerika serikat, dimana 75-80%
disebabkan oleh fibrilasi ventrikel. Fibrilasi
ventrikel umumnya merupakan tanda dari
penyakit jantung koroner dan bertanggung
jawab dari sekitar 50% kematian akibat
PJK.
Patofisiologi

Ventrikel Jantung tidak


Ventrikel tidak Tekanan
Depolarisasi dapat darah tidak
berkontraksi
secara cepat & (hanya menghasilkan terukur dan
kacau bergetar) Curah Jantung cardiac arrest
Gambaran Klinis
Angina dyspnea, Hampir semua henti
palpitasi, keluhan jantung yang terjadi
mudah letih, dan melalui mekanisme
fibrilasi ventrikel (VF)
keluhan akan dimulai dengan
nonspesifik lainnya takikardi ventrikel
selama beberapa (VT) yang persisten
hari,minggu atau atau nospesifik, yang
bulan kemudian berlanjut
menjadi fibrilasi
ventrikel.2
Diagnosis Banding
Fibrilas Atrial
Pada pemeriksaan EKG akan tampak
adanya gelombang fibrilasi yang berupa
gelombang yang sangat tidak teratur dan
sangat cepat dengan frekuensi dari 300-
500 kali per menit.
Fibrilasi Atrium
Fibrilasi Atrium
Fibrilasi atrial dapat berlangsung sebentar
(paroksismal) atau menetap. Fibrilasi atrial
dapat disebabkan karena penyakit katup mitral,
penyakit jantung iskemik, infark miokard akut,
tirotoksikosis dan infeksi akut pada jantung.
Untuk mengkonversi fibrilasi menjadi irama
sinus dapat diberikan amiodaron secara
intravena, rhythmonom propafenon per oral atau
disopramid secara oral.
Tatalaksana
Bila keadaan hemodinamik stabil, terminasi VT dilakukan dengan
pemberian obat-obatan secara intravena seperti amiodaron,
lidokain, dan prokaiamid.

Amiodaron dengan dosis pembebanan (loading dose) 15


mg/menit diberikan dalam 10 menit dan diikuti dengan infuse
kontinu 1 mg/menit selama 6 jam, dan dosis pemeliharaan 0,5
mg/menit dalam 18 jam berikutnya.
Tatalaksana
1.Tekanan darah disokong dengan vasopressor.
Masase jantung eksternal dan ventilasi tidak
boleh dihentikan selama resusitasi sebelum 5
detik
2. Pembedahan, dokter akan melakukan
pembedahan jika keadaan sudah sangat buruk
3. Pemacu jantung untuk menghantarkan listrik
ke jantung
4. Kardioversi untuk memulihkan irama jantung
yang abnormal digunakan pada keadaan
cemas
Kesimpulan
Fibrilasi ventrikel merupakan jenis aritmia yang
paling banyak teridentifikasi pada pasien cardiac arrest
dan menjadi penyebab henti jantung yang paling sering.
Biasanya disebabkan oleh iskemia akut atau infark
miokard.Fibrilasi ventrikel adalah denyutan ventrikel
yang cepat dan tak efektif, Karena tidak ada koordinasi
aktivitas jantung, maka dapat terjadi henti jantung dan
kematian bila fibrilasi ventrikel tidak segera dikoreksi.
Penatalaksanaan nya dengan segera melakukan
prosedur resusitasi jantung paru (RJP) serta oksigen
secara benar ditambah dengan obat-obatan seperti
vasopressor, antidisritmia, lidokain dan epinefrin.