Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Reading

Safety and Efficacy of Lansoprazole Injection in Upper Gastrointestinal Bleeding :


a Postmarketing Surveillance Conducted in Indonesia

Sari Rezeki
611 11 019

Pembimbing :
dr. Dede Satia Sukmana, Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM


RUMKITAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG
TAHUN 2015
Apa ?
Keamanan dan efektivitas dari
pemberian terapi injeksi
Lansoprazole pada pasien dengan
perdarahan saluran cerna bagian
atas (UGIB) akibat ulkus peptikum
atau gastritis erosiva.
Mengapa ?
Perdarahan saluran cerna bagian
atas (UGIB) merupakan penyakit
parah yang mengancam jiwa
dengan tingkat kematian yang
tetap konstan pada 5-10% selama
10 tahun. Ulkus peptikum
merupakan penyebab tersering dari
kasus ini hingga 50%.
Dimana ?
Department of Internal Medicine,
Clinical Study Unit and Department
of Pharmacology and Therapeutics
University of Indonesia, Jakarta,
Indonesia.
Performed in Emergency Room of
Cipto Mangunkusumo Hospital,
Indonesia.
Kapan ?
Study dilaksanakan dari
Desember 2010 Desember
2011
Jurnal diterbitkan pada April
2013
Siapa ?
Pasien dengan perdarahan saluran
cerna bagian atas akibat tukak
lambung atau gastritis erosif yang
mendapatkan injeksi Lansoprazole
selama maksimal 7 hari atau
sampai perdarahan berhenti.
Metode
Metode Penelitian adalah observasional, multicenter,
studi postmarketing.

Sampel penelitian yaitu pasien yang datang ke UGD RSCM dengan


hematemesis dan atau melena dan mendapatkan inj.
lansoprazole.
Inklusi : pria / wanita usia 18 70 tahun dengan perdarahan
saluran cerna atas akibat ulkus peptikum atau gastritis erosif
Eksklusi : pasien dengan hemodinamik tidak stabil (hipotensi,
takikardia, dll) dan hipersensitifitas dengan lansoprazole atau
golongan PPI lainnya.

Jumlah sampel : 200 pasien


Hasil
Pembahasan
Penelitian menunjukkan bahwa perdarahan
dapat berhenti dengan injeksi lansoprazole
pada hari ke 1 sebanyak 10%, pada hari ke-3
sebanyak 83%, meningkat menjadi 99,5%
setelah hari ke-7 pengobatan.
Hal ini membuktikan bahwa injeksi
lansoprazole bekerja lebih cepat untuk
menghentikan perdarahan. Selama
pengobatan kadar Hemoglobin menjadi
meningkat, fungsi hati tetap normal, dan
fungsi ginjal meningkat sejalan dengan
berhentinya perdarahan.
Kesimpulan
Hasil penelitian yang dilakukan
pada 200 pasien dengan
perdarahan saluran cerna bagian
atas yang dikonfirmasi endoskopi
diakibatkan oleh tukak lambung
atau gastritis erosif menunjukkan
bahwa injeksi lansoprazole
intravena 2 kali sehari sangat
aman dan sangat efektif.
Daftar Pustaka
1. Gilbert DA. Epidemiology of upper gastrointestinal bleeding. Gastrointest Endosc. 1990;36:S8-13.
2. Laine L, Peterson WL. Bleeding peptic ulcer. N Engl J Med. 1994;331:71727.
3. Lanas A, Aurelio A, Jose B, et al. Effect of parenteral omeprazole and ranitidine on gastric pH and the outcome of bleeding peptic ulcer. J Clin Gastroenterol.
1995;21:103-6.
4. Patchett SE, Enright H, Afdhal N, OConnell W, ODonoghue DP. Clot lysis by gastric juice: an in vitro study. Gut. 1989;30:1704-7.
5. Gisbert JP, Gonzalez L, Calvet X, et al. Proton pump inhibitors versus H2 antagonists: a meta-analysis of their efficacy in treating bleeding peptic ulcer. Aliment
Pharmacol Ther. 2001;15(7):917-26.
6. Syam AF, Abdullah M, Makmun D, et al. The causes of upper gastrointestinal bleeding in the National Referral Hospital : Evaluation on upper gastrointestinal tract
endoscopic result in five years period. Indones J Gastroenterol Hepatol Digest Endosc. 2005;6:71-4.
7. Leontiadis GI, Sharma VK, Howden CW. Systematic review and meta-analysis of proton pump inhibitor therapy in peptic ulcer bleeding. BMJ. 2005;330:568-75.
8. Whittle BJ, Kaufman GL Jr, Moncada S. Hemostatic mechanisms independent of platelet aggregation: arrest gastric mucosal bleeding. Proc Natl Acad Sci USA.
1986;83(15):5683-7.
9. van Rensburg CJ, Hartmann M, Thorpe A, et al. Intragastric pH during continuous infusion with pantoprazole in patients with bleeding peptic ulcer. Am J
Gastroenterol. 2003;98:2635-41.
10. Green FW Jr, Kaplan MM, Curtis LE, Levine PH. Effect of acid and pepsin on blood coagulation and platelet aggregation: a possible contributor to prolonged
gastroduodenal mucosal hemorrhage. Gastroenterol. 1978;74(1):38-43.
11. Berstadt A. Does profound acid inhibition improve hemostasis in peptic ulcer bleeding. Scand J Gastroenterol. 1997;32(4):396-8.

12. Collins R, Langman M. Treatment with histamine H2 antagonists in acute upper gastrointestinal hemorrhage: implications of randomized trials. N Engl J Med.
1985;313:660-6.
13. Vreeburg EM, Levi M, Rauws EAJ, et al. Enhanced mucosal fibrinolytic activity in gastroduodenal ulcer haemorrhage and the beneficial effect of acid suppression.
Aliment Pharmacol Ther. 2002;16:1137-42.
14. Aoki T. Intravenous administration of lansoprazole: a preliminary study of dose ranging and efficacy in UGIB. Aliment Pharmacol Ther. 1995;9(Suppl.1):51-7.
15. Khuroo MS, Yattoo GN, Javid G, et al. A comparison of omeprazole and placebo for bleeding peptic ulcer. N Engl J Med. 1997;336:1054-8.
16. de Muchadell DBS, Havelund T, Harling H, et al. Effect of omeprazole on the outcome of endoscopically treated bleeding peptic ulcers. Second J Gastroenterol.
1997;32:320-7.
17. Lau JYW, Sung JJY, Lee KKC, et al. Effect of intravenous omeprazole on recurrent bleeding after endoscopic treatment of bleeding peptic ulcers. NEJM.
2000;343:310-6.
18. Liang CM, Lee JH, Kuo YH, et al. Intravenous non-high-dose pantoprazole is equally effective as high-dose pantoprazole in preventing rebleeding among low risk
patients with a bleeding peptic ulcer after initial endoscopic hemostasis. BMC Gastroenterol. 2012;12:28-35.
19. van Rensburg CJ, Cheer S. Pantoprazole for the treatment of peptic ulcer bleeding and prevention of rebleeding. Gastroenterol. 2012;5:51-60.
20. Leontiadis GI, Sharma VK, Howden CW. Proton pump inhibitor therapy for peptic ulcer bleeding. Cochrane collaboration meta-analysis of randomized controlled
trials. Mayo Clin Proc. 2007;82(3):286-96.
21. Suk KT, Kim HS, Lee CS, et al. Clinical outcomes and risk factors of rebleeding following endoscopic therapy for nonvariceal upper gastrointestinal hemorrhage. Clin
Endosc. 2011;44(2):93-100.
Thank you