Anda di halaman 1dari 25

GUM XANTHAN

ISI KULIAH :
1. Deskripsi Produk ( Sifat fisiko kimia, biosintesa ,
kegunaan dalam industri, dll)
2. Mikrooorganisme
3. Tahapan fermentasi
4. Proses Hilir (recovery)
5. Prospek Pengembangan
di Indonesia
Gum xanthan : eksopolisakarida mikrobial yang diproduksi
oleh Xanthomonas campestris dari bahan
berkarbohidrat
Sifat Fisiko Kimia :
1. Heteropolisakarida anionik yang bercabang
2. Mengandung D-glukosa (2.8 mol), D-manosa (3.0 mol),
D-glukuronat (2.0 mol), asam asetat dan asam piruvat
3. Rantai utama mirip kerangka selulosa (rantai glukosa
berikatan ß – 1,4)
4. Rantai sisi mengandung dua unit manosa dan satu unit
asam glukuronat
5. Asetat dan piruvat berikatan pada ujung manosa
6. BM : 2-50 x 106 atau 3 x 107 dalton
STRUKTUR MOLEKUL GUM XANTHAN
TURUNAN KIMIA DAN KOPOLIMER CANGKOKAN GUM
XANTHAN
-Gum Karboksimetil xanthan
-Gum dietilaminotil xanthan
-Ester propilenglikol xanthan
-Gum xanthan sulfat
-Ikatan silang aldehid gum xanthan
-Gum deasetil xanthan
-Gum xanthan - g – poli akrilamida

Sampai saat ini tidak ada yang diproduksi secara komersil


SIFAT-SIFAT GUM XANTHAN :
1. Viskositas tinggi pada konsentrasi rendah,
2. Kekenyalan semu (pseudoplasticity) tinggi
3. Mudah larut dalam air panas maupun dingin
4. Viskositas larutan gum xanthan stabil terhadap suhu
5. Viskositas larutan gum xanthan stabil terhadap pH
6. Kelarutan dan kestabilan tinggi pada asam
7. Unggul dalam daya suspensi karena yield valuenya tinggi
8. Kesesuaian yang baik dengan berbagai garam
9. Stabilitas pada proses pelelehan dari keadaan bekunya
(freeze thaw)
SIFAT GUM XANTHAN (LANJUTAN)
10. Kompatibel terhadap beberapa pelarut seperti methanol,
ethanol, isopropanol dan aseton sampai konsentrasi 50-60
%. Konsentrasi pelarut > 60 % akan menyebabkan
gelatinisasi atau pengendapan gum xanthan
11. Tidak terdegradasi oleh enzim protease, selulase
hemiselulase, pektinase dan amilase, tetapi dapat
terdegradasi oleh pengoksidasi kuat seperti peroksida,
persulfat dan hipoklorit
12. Sinergi terhadap gum yang lain seperti gum guar, dan
gum dari biji locust (locust bean gum) serta galaktomanan
Viskositas (cp)

1000

100

0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 Konsentrasi (%)

Pengaruh konsentrasi gum xanthan thd viskositas


Viskositas (cP) Pengaruh konsentrasi garam thd viskositas lar gum xanthan

1.0 % gum xanthan

1000
0.5 % gum xanthan

0.25 % gum xanthan

100

0.1 % gum xanthan

Konsentrasi garam (NaCl) (%)

0.01 0.05 0.1 1.0


Viskositas (cP) Pengaruh suhu thd viskositas lar gum xanthan

1.0 % gum xanthan

10000
0.5 % gum xanthan

0.25 % gum xanthan

1000

0.1 % gum xanthan

Temperatur (oF)

50 100 150 200


Viskositas (cP) Pengaruh pH thd viskositas lar gum xanthan

1.0 % gum xanthan

10000
0.5 % gum xanthan

0.25 % gum xanthan

1000

0.1 % gum xanthan

pH

1 3 5 7 9 11 13
Viskositas (cP)
Pengaruh laju geser terhadap viskositas larutan gum xanthan
1 000 000

100 000

10 000 1%

1000 2.5 %

0.5 %
100

10

1
Laju geser detik -1
0.1 1 10 100 1000 10 000
Sifat sinergi gum xanthan dengan
polisakarida lainnya

Guar gum

Tara gum
APLIKASI DALAM INDUSTRI :
1. Industri Petroleum :
a. Sebagai cairan pelicin dalam pengeboran sumur minyak
b. Sebagai cairan untuk mengikat dan memisahkan garam-garam
dari hasil pengeboran minyak lepas pantai dari cairan petroleum
yang diinginkan
c. Sebagai cairan pemecah (fracturing fluid ) berbasis air
d. Untuk mempercepat pengambilan minyak (oil recovery)

Oil drilling
2. Industri Kimia dan lainnya
a. Pakan ternak : sebagai cairan pelengkap pakan (Liquid feed
supplements)
b. Flowable pesticides
c. Pewarnaan dan pengecatan tekstil
d. Pelapis keramik
e. Pembersih
f. Pensuspensi cairan tinta, cat dan perekat kertas

3. Industri Pharmasi dan Kosmetika :


a. Stabilizer emulsi cream untuk obat dan kosmetika
b. Pelarut cream dan lotion
c. Pensuspensi pasta gigi atau larutan pencuci gigi
4. Industri pangan :
a. Pastry filling
b. Penstabil saus dan kaldu
c. Pengemulsi “dressing”
d. Pengemulsi dan stabilizer “dairy products”
BIOSINTESA

Tahapan biosintesa :
1. Metabolisme substrat karbohidrat
2. Sintesis dan interkonversi nukleotida gula
3. Pengulangan unit monomer
4. Polimerisasi

Ada 4 jenis enzim yang terlibat :


1. Enzim untuk metabolisme awal substrat : hexokinase
2. Enzim untuk sintesis dan interkonversi nukleotida gula (UDP
glucose phosphorylase)
3. Enzim untuk pembentukan pengulangan unit polimer
(monosakarida) (transferase)
4. Enzim polimerase untuk pembentukan biopolimer
eksopolisakarida
MIKROORGANISME :

Bakteri penghasil gum xanthan :


Xanthomonas campestris

1. Gram Negatif
2. Membentuk koloni berlendir
berwarna kuning
3. Diisolasi dari daun/tanaman
yang berpenyakit,misalnya daun
kedelai yang terkena pustule,
daun kubis, tebu, dll
TAHAPAN FERMENTASI

Xanthomonas campestris Pengembangan Tangki benih


inokulum

Fermentasi

Komponen media :
- Karbohidrat sbg sumber C Pasteurisasi
dan
- Sumber N
pemisahan
- Mineral biomassa

- Antifoam
Pengambilan
Pengeringan gum dengan
Pengemasan Penggilingan
pelarut
KONTROL PROSES

Level of control

Metabolic
Product biosynthesis Product
Cell environ
Other processes
Waste (cells, other
products, heat)

Environmental Nutrients, pH, P O2, P CO2, shear, temperature, fluid properties

Equipment design
operation Nutrients, acid/base, antifoam addition, air flow, speed, over
pressure, coolant, flow rate and temperature, sparger, and fermenter
impeller geometry
SIFAT RHEOLOGI CAIRAN FERMENTASI GUM
XANTHAN SANGAT KHAS :
-Pada penggunaan bioreaktor berpengaduk akan
timbul zona stagnasi
-Masalah ini diatasi dengan penggunaan airlift
bioreactor

Air lift bioreactor

Stirred tank bioreactor


PROSES HILIR :
Cairan fermentasi

Pasteurisasi Untuk membunuh sel bakteri yang masih tersisa

Pengenceran Untuk memudahkan pemisahan biomassa


karena kekentalannya telah diturunkan

Sentrifugasi Untuk memisahkan sel/biomassa

Pengambilan gum dg pelarut Untuk mempresipitasikan gum , bisa dg


etanol, isopropanol, metanol, dll

Pengeringan

Penggilingan
BEBERAPA MERK GUM XANTHAN KOMERSIL :
1. Keltrol
2. Kelzan
3. Jungbunzlauer
4. Degussa
5. dll
Prospek Pengembangan di Indonesia :
1. Ketersediaan bahan baku : berbagai jenis sumber karbon dan nitrogen
2. Ketersediaan sumber isolat
3. Aspek teknis teknologis (penggunaan teknologi fermentasi)
4. Aspek pasar yang terbuka luas

Anda mungkin juga menyukai