Anda di halaman 1dari 9

SOSIO BUDAYA GIZI

ADMIN K. RADAPRAING ARI PATOLA


AGNES S. MEKO ARIESTA DANIARTI
ALFONS MAKING BELAVISTA KILA
ALMA NAITBOHO BERNARDUS ENGGE
ANASTASIA HOAR BERTA BERELOE
POLA PANGAN DAN
BUDAYA MAKAN DI NTT
Sosiologi dan Antropologi dan Budaya
Peran sosiologi dan antropologi dalam ilmu gizi
Budaya makan di NTT
Pola Pangan Di NTT
SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DAN BUDAYA

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti


kawan, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan.
Antropologi adalah ilmu tentang manusia, masa lalu dan
kini, yang menggambarkan manusia melalui pengetahuan
ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan
diwariskan dari generasi ke generasi.
PERAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DALAM ILMU GIZI

Seseorang atau suatu kelompok masyarakat mengalami gizi


buruk karena masalah ekonomi,
akan tetapi bisa juga diakibatkan oleh kepercayaan atau
budaya seseorang.
Banyak sekali terdapat suatu kelompok masyarakat yang
mengalami gizi buruk dikarenakan mereka percaya kepada
kepercayaan atau kebudayaan mereka. Mereka mengalami
gizi buruk karena mereka tidak mau memakan makanan
yang seharusnya mereka makan yang jelas mengandung
banyak gizi dikarenakan mereka mempercayai bahwa
makanan tersebut tidak boleh dimakan ataupun kebudayaan
mereka melarang mereka untuk mengkonsumsi makanan
tersebut.
BUDAYA MAKAN DI NTT

Pemenuhan kebutuhan pangan sudah menjadi bagian dari


kehidupan masyarakat di NTT yang sudah membudaya dan
menjadi warisan turun temurun. Berbagai budaya makan
untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dilakukan oleh
masyarakat termasuk masyarakat di NTT.
Di provinsi NTT, Makanan olahan dari jagung sangat variasi
dan tentunya enak dan bergizi. Dari daratan Timor ada
olahan makanan dari jagung yang namanya Jagung
Katemak, Jagung Bose, dan Nasi Jagung.
POLA PANGAN DI NTT

Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia untuk dapat


mempertahankan hidup, sehingga kecukupan pangan bagi setiap orang
pada setiap waktu merupakan hak asasi yang layak dipenuhi.
Pola konsumsi pangan sangat penting untuk mengukur
tingkat kesejahteraan rumah tangga miskin di provinsi NTT
meningkat skor pola Pangan Harapan NTT yang rendah
dengan menduduki peringkat 3 dari 33 provinsi di
Indonesia pada tahun 2001.
Pada ekologi lahan tegalan di Nusa Tenggara Timur yang
berpotensi untuk tanaman jagung, pola pangan dominan
adalah jagung.
Pola pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya
didasarkan pada pertimbangan ekonomi seperti pendapatan
dan harga pangan tetapi juga didorong oleh berbagai
penalaran dan perasaan seperti kebutuhan, kepentingan, dan
kepuasan, baik yang bersifat pribadi maupun sosial. Walaupun
selera dan pilihan konsumen didasari oleh nilainilai sosial, ekonomi,
budaya, agama dan pengetahuan, tampaknya unsur-unsur prestise
menjadi sangat menonjol.
TERIMAKASIH