Anda di halaman 1dari 28

METODE POTENSIAL

DIRI
Kelompok 5
Aditya Nur Ramadhan
Mahathir Wiaam P
Dimas Ayu Elsanti
Luthfiana
Pendahuluan

Perbedaan potensial dihasilkan di dalam bumi atau di dalam batuan


yang teralterasi oleh kegiatan manusia maupun alam. Potensial alami
terjadi akibat ketidaksamaan atau perbedaan material-material ,
dekat larutan elektrolit dengan perbedaan konsentrasi dan karena
aliran fluida di bawah permukaan. Hal lain yang mengakibatkan
terjadinya self potensial di bawah permukaan bumi yang mana
dipetakan untuk mengetahui informasi di bawah permukaan, self
potensial dapat dihasilkan oleh perbedaan mineralisasi, reaksi
(kegiatan) elektromkimia, aktivitas geothermal dan bioelektrik oleh
tumbuh-tumbuhan (vegetasi). Telford, Geldart and Sheriff (1990)
membuat formula tentang persamaan untuk perbedaan potensial.
Umumnya metode SP (self potensial) adalah metode yang
diinterpretasikan secara kualitatif dan bukan metode yang berusaha
untuk mengkalkulasi berapa ukuran anomali dari suatu benda
penyebab anomali, karena tidak diketahui bentuk dari benda
tersebut, densitas atau konsentrasinya dari beragam massa dan
elektrikal propertisnya.
Geolistrik adalah salah satu metode dalam
geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di
dalam bumi. Metode geolistrik yang terkenal
anttara lain metose self potential, Arus Telluric,
Magnneto telluric, Electromagnetic, IP(Induced
polarization) dan Resistivity (tahanan Jenis).
SEJARAH

Pertama kali Tahun 1830,


ditemukan oleh Cornwall Inggris.
Robert Fox
Untuk eksplorasi logam
Dimulai sejak dasar & mendeteksi
1920 adanya suatu badan
bijih

Berkembang untuk
sekarang investigasi air tanah
dan panas bumi
METODE SELF POTENTIAL (POTENSIAL DIRI)

Metode geofisika yang sangat sederhana

Metode yang murah

Cenderung dimanfaatkan dalam usaha pengeboran

Umumnya metode ini hanya baik untuk eksplorasi


dangkal, sekitar 100m.

Metode ini banyak digunakan dalam bidang


Engineering Geology (seperti penentuan kedalaman
batuan dasar), pencarian reservoir air, metode
pendukung dalam pencarian ladang geothermal dll.

Dapat juga digunakan untuk maping struktur, seperti


fault, fracture.
ASAL-USUL SELF POTENTIAL
(POTENSIAL DIRI)
Metode SP merupakan metode pasif. Dimana
perbedaan dari potensial alamiah bumi terukur
diantara dua elektroda yang tertancap pada
permukaan bumi.

Potensial yang terukur merupakan faktor


penting dalam interpretasi dari anomali SP.

Self potensial dihasilkan dari sumber ilmiah,


walaupun proses alam yang terjadi belum
dapat dijelaskan secara jelas.
Tetapi dari beberapa hal dapat dikategorikan,
dan pada tabel dibawah diberikan beberapa
contoh dari sumber dan tipe anomali SP.
Potensial yang konstan
tidak berarah/ potensial
mineral

Potensial alamiah
tanah mengandung
2 komponen

Potensial yang
berfluktuasi terhadap
waktu/ potensial
background
Komponen yang konstan terhadap waktu
terutama disebabkan oleh proses elektrokimia dan
kompponen yang disebabkan oleh macam-macam
proses mulai dari AC yang diinduksikan oleh petir
dan variasi medan magnetik bumi sampai kepada
yang diakibatkan oleh hujan deras.

Faktor utama yang mempengaruhi berbagai


proses terjadinya self potensial adalah air tanah.
Potensial ini disebabkan oleh adanya ion-ion yang
terlarut dalam air.
JENIS POTENSIAL

Potensial Elektrokinetik (streaming


potensial)

Potensial ini dipengaruhi oleh aliran


fluida khususnya pada bidang batas
media yang memiliki konstanta
streaming berbeda.
JENIS POTENSIAL

Potensial Difusi (Liquid Junction)

Muncul ketika dua elektroda


dimasukkan pada dua larutan
berkonsentrasi berbeda.
JENIS POTENSIAL

Potensial Nerst

Terjadi ketika muncul perbedaan


potensial antara 2 logam identik yang
dicelupkan dalam larutan yang
homogendan konsentrasi larutan
masing-masing elektrodaberbeda.
JENIS POTENSIAL
Potensial Mineralisasi

Bila 2 macam logam dimasukkan dalam suatu larutan


homogen, maka pada logam tersebut akan timbul
beda potensial. Beda potensial ini disebut sebagai
potensial kontak elektrolit. Pada daerah yang banyak
mengandung mineral, potensial kontak elektrolit dan
potensial elektrokimia sering timbul dan dapat diukur
dipermukaan dimana mineral itu berada, sehingga
dalam hal ini kedua proses timbulnya potensial ini
disebut juga dengan potensial mineralisasi.
PERALATAN
Sepasang elektroda : sepasang elektroda
terhubung melaului milivoltmeter sensitifitas
tinggi (mampu mengukur sampai 1000 milivolt
(1 volt).
Non polarisasi elektroda sebanyak 2 buah.
Pengukuran SP pada lintasan tertentu dengan
tujuan untuk mengukur beda potensial antara
dua titik yang berbeda sebagai V1 dan V2. Non
polarisasi elektroda terdiri dari logam yang
direndam dalam larutan jenuh garam, seperti
tembaga sulfat (CuSO4) dan KCl-HgCl2) pada
porous pot.
METODE
PENGUKURAN
KALIBRASI ALAT

Sebelum melakukan pengukuran potensial diri, perlu


dilakukan kalibrasi alat. Tujuan dari pengkalibrasian
alat adalah untuk memperoleh data lapangan yang
baik. Kalibrasielektroda non polarisasi adalah dengan
cara menanam kedua elektroda tersebut ketanah
dengan jarak yang dekat (sekitar 10 cm). Pada
keadaan tersebut, diukur beda potensialnya dengan
penunjukan harus lebih kecil atau sama dengan 2
millivolt. Bila penunjukan ternyata lebih besardari 2
millivolt, maka kemungkinannya dikarenakan porous
pot tidak bersih atau dapat juga karena adanya larutan
yang bocor. Oleh karena itu kedua elektroda (porous
pot) harus dibersihkan lebih dahulu dengan sikat
nilon, kemudian diisi kembali denganlarutan CuSO4
dengan konsentrasi sama dikedua elektroda.
Terdapat dua teknik pengukuran di lapangan,
yaitu metode potensial gradien dan metode
potensial amplitudo.
METODE POTENSIAL GRADIEN

Metode potensial gradien menggunakan dua


elektoda yang terpisah secara tetap dengan jarak 5
m atau 10 m. Hasil pengukuran perbedaan
potensial dibagi dengan spasi elektroda
menghasilkan potensial gradien. Titik pergukuran
adalah titik tengah diantara kedua elektroda
tersebut. Kedua elektoda berpindah dari satu titik
ke titik lainnya. Pada metode pengukuran ini yang
perlu diperhatikan adalah pencatatan polaritas
potensial.
METODE POTENSIAL AMPLITUDO

Pada metode potensial amplitudo, satu elektroda


dibiarkan menjadi titik tetap di base station yang
berada diluar daerah mineralisasi dan mengukur
perbedaan potensial diantara kedua elektroda.
Sedangkan elektroda lainnya selalu berpindah
sesuai lintasan pengukuran (leap-froged).
Metode ini menghindari problem polaritas dan
akumulatif error. Tetapi yang perlu diperhatikan
adalah menjaga suhu larutan elektrolit pada
elektroda yang berpindah-pindah agar tetap sama
dengan suhu pada elektroda di base station.
Koefisien suhu untuk tembaga-tembaga sulfat,
sekitar 0,5 mV/0C sedangkan untuk elektroda
perak-perak klorida sekitar 0,25 mV/0C.
METODE PENELITIAN
KALIBRASI

Sebelum melakukan pengukuran potensial diri, perlu di


lakukan kalibrasi alat. Tujuan dari pengkalibrasian alat
adalah untuk memperoleh data lapangan yang baik.Kalibrasi
elektroda non polarisasi adalah dengan cara menanam kedua
elektroda tersebut ketanah dengan jarak yang dekat (sekitar
10 cm). Pada keadaan tersebut, diukur beda potensialnya
dengan penunjukan harus lebih kecil atau sama dengan 2
millivolt. Bila penunjukan ternyata lebih besar dari 2
millivolt, maka kemungkinan nya dikarenakan porous pot
tidak bersih atau dapat juga karena adanya larutan yang
bocor. Oleh karena itu kedua elektroda (porous pot) harus
dibersih kan lebih dahulu dengan sikat nilon, kemudian diisi
kembali dengan larutan Cu SO4 dengan konsentrasi sama
dikedua elektroda.
PENGAMBILAN DATA

Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan


mempergunakan digital voltmeter yang
Memiliki impedansi masukan tinggi untuk mengabaikan arus
dari bumi selama proses pengukuran. Konfigurasi elektroda
yang dipergunakan adalah model konfigurasi elektroda tetap
yaitu dengan menjaga satu elektroda tetap di titik referensi,
sedangkan elektroda lainnya bergerak setiap interval tertentu
sesuai arah lintasan seperti Gambar Keuntungan konfigurasi
ini adalah potensial yang terukur selalu kontinyu terhadap
titik referensi, sehingga kesalahan nol (zero error) antara
kedua elektroda tidak terjadi. Untuk memperoleh peta
sebaran iso-potensial di lokasi penelitian, maka titik
pengukuran Potensial Diri diusahakan disebar dalam bentuk
grid atau lintasan yang teratur (Revil and Hubard, 2009).
INTERPRETASI

Data potensial diri yang telah terkoreksi di


interpretasikan secara kualitatif dan kuantitatif.
Interpretasi kualitatif dilakukan menggunakan
software Surfer versi 8 untuk mendapatkan peta
kontur iso potensial. Interpretasi kuantitatif
dilakukan pada 3 penampanglintang yang
dipilih.Denganbantuan curve matching
dapatdiperolehnilaikedalamandaripermukaankepus
at bola benda sumber anomaly dan sudut polarisasi
dari sumber anomali SP dari tiap penampang yang
dipilih.
TERIMAKASIH