Anda di halaman 1dari 21

EJAAN DAN DIKSI

Ananda Azhura R
Faza
Nanda
Rizka Yudistira
Yoga Arif
EJAAN

ARTI FUNGSI

Ejaan adalah seperangkat aturan 1. Sebagai landasan pembakuan


tentang cara menuliskan bahasa tata bahasa
dengan menggunakan huruf, Kata, 2. Sebagai landasan pembakuan
dan tanda baca sebagai sarananya.
kosa kata dan peristilahan
Batasan tersebut menunjukan
pengertian kata ejaan berbeda 3. Alat penyaring unsur-unsur
dengan kata mengeja. Mengeja bahasa lain ke dalam bahasa
adalah kegiatan melafalkan huruf, indonesia
suku kata, atau kata; sedangkan
ejaan adalah suatu sistem aturan
yang jauh lebih luasdari sekedar
masalah pelafalan. Ejaan mengatur
keseluruhan caramenuliskan
bahasa.
DIKSI
O kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang
ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok)
dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
O Fungsi:
1.Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal,
2.Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi)
sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca,
3. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar,
4. Menciptakan suasana yang tepat,
5.Mencegah perbedaan penafsiran,
6. Mencegah salah pemahaman, dan
7.Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.
DIKSI

ARTI FUNGSI

kemampuan membedakan 1.Melambangkan gagasan yang


secara tepat nuansa-nuansa diekspresikan secara verbal,
makna dari gagasan yang ingin 2.Membentuk gaya ekspresi
disampaikan, dan kemampuan gagasan yang tepat (sangat resmi,
untuk menemukan bentuk yang resmi, tidak resmi) sehingga
sesuai (cocok) dengan situasi menyenangkan pendengar atau
dan nilai rasa yang dimiliki pembaca,
kelompok masyarakat 3. Menciptakan komunikasi yang
pendengar. baik dan benar,
4. Menciptakan suasana yang tepat,
5.Mencegah perbedaan penafsiran,
6. Mencegah salah pemahaman,
dan
7.Mengefektifkan pencapaian
target komunikasi.
DIKSI

PENERAPAN DIKSI

1. Terdapatkata-kata yang memiliki


makna denotatif dan
adapulasekaligus memiliki makna
konotatif.
2. Terdapat kata-kata yang memiliki
makna umum dan makna khusus.
3. Terdapatkata-kata yang memiliki
macam-macam hubunganmakna.
4. Kata-kata ada yang berupa kata
ragamformal(baku) dan kata
ragampercakapan (nonbaku)
5. Kata-kata perlu digunakan secara
tepat.
6. Kata-kata perlu ditulis dengan
benar.
7. Terdapat kata abstrak dan kata
konkret
MAKNA DIKSI

DENOTATIF KONOTATIF

O ialah arti harfiah suatu kata tanpa ada O makna kata yang mempunyai tautan
satu makna yang menyertainya (arti pikiran, perasaan, dan lain-lain yang
secara umum) menimbulkan nilai rasa tertentu
O Disebut juga makna denatasional, (pribadi dan khusus)
makna kognitif, makna konseptual, O Disebut juga makna kiasan, makna
makna ideasional, makna referensial, konotasional, makna emotif, atau
atau makna proposional makna evaluatif.
Ex: O Biasanya dipakai pada pembicaraaan
1. Kata makan bermakna memasukkan atau karangan nonilmiah, seperti:
sesuatu kedalam mulut, dikunyah, dan berbalas pantun, peribahasa, lawakan,
ditelan. drama, prosa, puisi, dan lain-lain
2. Dia adalah wanita cantik Ex:
3. membanting tulang mengandung 1. makan dalam makna konotatif dapat
makna berkerja keras yang berarti untung atau pukul.
merupakan sebuah kata kiasan 2. Dia adalah wanita manis
MAKNA DIKSI

KATA UMUM KATA KHUSUS


O Kata umum adalah kata O kata khusus adalah kata
kata yang memiliki kata yang ruang
makna dan cakupan lingkup dan cakupan
pemakaian yang lebih maknanya lebih sempit,
luas. Kata kata yang atau disebut juga
termasuk dalam kata denganhiponim
umum disebut Ex:
denganhipernim. 1. Menengok, menyaksikan,
Ex: melirik, memandang,
memelototi, mengamati,
1. Melihat, dan memperhatikan.
2. mendatangi 2. Mampir, singgah,
3. membawa berkunjung,
3. Mengangkat, menjinjing,
menggendong,
mengangkut, menyeret,
membopong, memanggul.
MAKNA DIKSI

KONKRET ABSTRAK
O kata yang acuannya O kata yang acuannya
semakin mudah dicerap tidak mudah dicerap
pancaindera pancaindera.
Ex: O digunakan untuk
meja, rumah, mobil, air,
mengungkapkan
nasi, kelapa, dan sebagainya.
gagasan rumit. Kata
abstrak mampu
membedakan secara
halus gagasan yang
bersifat teknis dan
khusus.
Ex:
ide, kesibukan, gagasan,
keinginan, angan-angan,
kehendak, perdamaian,
demokrasi, kejujuran, dan
sebagainya.
MAKNA DIKSI
PEMBENTUKAN
SINONIM KATA
O suatukatayang memiliki O Dari dalam Bahasa
bentuk yang berbeda namun Indonesia
memiliki arti atau pengertian
yang sama atau mirip. 1. Tata
Sinomin dapat juga disebut 2. Tata buku
sebagai persamaan kata atau
padanan kata 3. Tata bahasa
Ex: 4. Tata rias
O binatang = fauna 5. Tata cara
O tanaman = flora
O. Dari luar Bahasa
O bohong = dusta
Indonesia terbentuk
O haus = dahaga
kata-kata melalui
O pakaian = baju
pungutan kata, misal
O bertemu = berjumpa
O buruk = jelek 1. Bank
O bunga = kembang 2. Kredit
O mati = wafat, meninggal 3. Valuta
O hulubalang = komandan
4. televisi
O aku = saya
EJAAN PUEBI
Secara garis besar, perubahan penting dari peraturan
terbaru
antara lain

O penggunaan tanda diakritik guna mengetahui


pelafalan yang benar dari huruf e. Huruf e sendiri
dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi tiga
jenis berdasarkan pelafalannya
O Selain pengenalan tanda diakritik, PUEBI terbaru
juga mengenalkan diftong ei dalam kata
eigendom,geiser atau survei.
O Semua kata sapaan atau acuan termasuk julukan
harus memakai huruf kapital dan tidak terbatas
kepada kata penunjuk hubungan kekerabatan
seperti PUEBIlama.
PENGGUNAAN TANDA BACA
O TANDA BACA KOMA
O Diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau
pembilangan
O Memisahkan kalimat setara yang satu dari
kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata
seperti `tetapi`
atau `melainkan`.
O Memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya.
O Di belakang kata atau ungkapan penghubung
antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat.
Termasuk di dalamnya
`oleh karena itu`, `jadi`, `lagi pula`, `meskipun
begitu`, `akan
tetapi`.
O Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam
kalimat.
PENGGUNAAN TANDA BACA
O TANDA TITIK
O dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau
seruan.
O dipakai pada akhir singkatan nama orang.
O dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan
sapaan.
O dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah
sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf
atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
O dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik
yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
O dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik
yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
O dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau
kelipatannya.
PENGGUNAAN TANDA BACA
O TANDA TITIK KOMA
O dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang
sejenis dan setara.
Contoh: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
O dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di
dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata
penghubung.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk
bekerja di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan
nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan
pendengar.
PENGGUNAAN TANDA BACA
O TANDA HUBUNG (-)
O menyambung unsur-unsur kata ulang.
O menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
O dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
O dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai
dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, (d)
singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (e) nama jabatan
rangkap.
O dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa
asing.
O digunakan menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian
baris.
O TANDA PISAH
O Tanda pisah em () membatasi penyisipan kata atau kalimat yang
memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
O Tanda pisah em () menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain
sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
O Tanda pisah en () dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti
sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti 'ke', atau
'sampai'.
O Tanda pisah en () tidak dipakai bersama perkataan dari dan antara, atau
bersama tanda kurang ().
PENGGUNAAN TANDA BACA
O TITIK DUA (:)
O dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila
diikuti rangkaian atau pemerian.
O dipakai sesudah kata atau ungkapan yang
memerlukan pemerian.
O dipakai dalam teks drama sesudah kata yang
menunjukkan pelaku dalam percakapan.
O dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii)
di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau
(iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
O dipakai untuk menandakan nisbah (angka banding).
PENGGUNAAN TANDA BACA
O Tanda Petik ("...")
O mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau
bahan tertulis lain.
O mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
O mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
O mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
O penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik
yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada
ujung kalimat atau bagian kalimat.
O Tanda garis miring
O dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa
satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
O dipakai sebagai pengganti kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam
pecahan dan rumus matematika.
O sebaiknya tidak dipakai untuk menuliskan tanda aritmetika dasar dalam
prosa. Gunakan tanda bagi .
O Di dalam rumus matematika yang lebih rumit, tanda garis miring atau garis
pembagi dapat dipakai.
O Sebaiknya tidak dipakai sebagai pengganti kata atau.
PENGGUNAAN HURUF KAPITAL
O Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal
kalimat.
O Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal
kalimat setelah petikan langsung.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang
berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk
Tuhan.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan,
dan keagamaan yang diikuti nama orang.
O Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama
orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama
orang tertentu.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi
yang merujuk kepada bentuk lengkapnya
O Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang
tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur unsur nama orang.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang
digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
O Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan
bahasa.
PEMILIHAN KATA PADA PENULISAN KARYA
ILMIAH
O Awalan di- dan ke- atau kata depan ditulis serangkai apabila
dihubungkan dengan kata kerja & dipisah apabila bukan kata
kerja
O Hindari singkatan dalam penulisan Karya Ilmiah begitu juga
untuk spesial karakter
O Hindari penggunaan istilah atau kata-kata asing khususnya
Bahasa Inggris.
O Bentuk dasar berupa gabungan kata yang sekaligus mendapat
awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.
O Hindari menulis huruf kapital, di tengah kalimat. Huruf kapital
hanya digunakan pada alenia baru, kata setelah titik, nama
orang, nama sungai, nama negara dsb.
O Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di
antara kedua unsurnya.
O Kata depan di dan ke ditulis terpisah dengan kata sifat & kata
benda yang mengikutinya.
O Kata sandang si atang sang ditulis terpisah dengan kata yang
O Partikel per yang berarti tiap dan mulai ditulis terpisah
dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya.
Sebaliknya per pada bilangan pecahan ditulis serangkai
dengan kata yang mengikutinya.
O Singkatan nama gelar sarjana kesehatan, dokter, seringkali
dipermasalahkan. Di dalam lingkungan masyarakat muncul
singkatan dr. untuk dokter (kesehatan) dan DR untuk doktor
(purnasarjana). Hal ini tentu saja bertentangan dengan
kaidah karena singkatan Dr. diperuntukkan bagi gelar
Doktor, sedangkan DR seolah-olah merupakan singkatan
kata atau nama yang sama halnya dengan PT (Perseroan
Terbatas), SD (Sekolah Dasar).
O Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan
ketatanegaraan, badan atau organisasi, nama dokumen
resmi yang terdiri atas huruf kapital, tidak diikuti tanda titik.
O Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih
diikuti satu tanda titik
O Lambang kimia, singkatan satuan ukuran timbangan, dan
mata uang tidak diikuti tanda titik.
O Akronim nama diri, yang berupa gabungan suku kata atau
gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis
dengan huruf awal huruf kapital.
PENGGUNAAN TANDA BACA
O Tanda Tanya (?)
O dipakai pada akhir tanya.
O dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat
yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

O Tanda Seru (!)


O dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan
atau perintah yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.

O Tanda kurung ()
O mengapit keterangan atau penjelasan.
O mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral
pokok pembicaraan.
O mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat
dihilangkan.
O mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan
keterangan.
TERIMA KASIH

ADA
PERTANYAAN?