Anda di halaman 1dari 11

HIPOTIROIDISME

Dr. Rahmini Shabariah SpA


ANGKA KEJADIAN
ABU HANIFAH : KUANTAN 0,15% PER 50.000 PENDUDUK
PFISTER (1933) : 32 KRETIN DI BATAK DUSUN
SIMON (1933) : 17 KRETIN PADA SUKU ALAS, 57
KRETINOID, 11 KASUS RAGU-RAGU DARI 12.000
PENDUDUK
EERLAND (1932 ) : 126 KRETIN DI KEDIRI
NOOSTEN (1935 ) : KRETIN DI BALI
KLASIFIKASI DAN PENYEBAB

A. BAWAAN (KRETINISME)
1. AGENESIS ATAU DISGENESIS KEL. TIROID
2. KEL. HORMOGENESIS : KEL. BAWAAN ENZIM, DEF. YODIUM
( KRETINISNE ENDEMIK), OBAT ANTI-TIROID IBU
B. DIDAPAT ( HIPOTIROIDISME JUVENILIS )
TERJADI ATROFI KEL. YG SEBELUMNYA NORMAL
PENYEBAB :
1. IDIOPATIK
2. TIROIDEKTOMI
3. TIROIDITIS
4. OBAT ANTI TIROID
5. KEL. HIPOFISIS
6. DEF. SPESIFIK TSH
PATOFISIOLOGI
KEL. HIPOFISIS

HORMON TIREOTROPIK

HORMON TIROID:
MONOIDO-TIROSIN
DIIODO-TIROSIN

JODIUM

TIROKSIN(T4)
TRIIODOTIRONIN(T3)
KEGUNAAN T3 T4

PROSES METABOLIK TUBUH, LEBIH2 PEMAKAIAN O2


MERANGSANG SINTESIS PROTEIN
MEMPENGARUHI METAB KH, LEMAK, VITAMIN
MENGOLAH KAROTEN MENJADI VIT. A
UNTUK PERTUMBUHAN BADAN DNG GROWTH HORMON
GEJALA KLINIS
BAYI : IKTERUS FISIOLOGIS LEBIH LAMA, KURANG MAU MINUM,
TERSEDAK, AKTIFITAS KURANG, LIDAH BESAR, KESUKARAN PADA
PERNAPASAN, JARANG MENANGIS, BANYAK TIDUR, SEMBAB,
OBSTIPASI, ABDOMEN BESAR, HERNIA UMBILIKALIS, SUHU TUBUH
RENDAH, NADI LAMBAT, KULIT KERING DAN DINGIN, ANEMIA.
UMUR 3 6 BULAN : RETARDASI MENTAL DAN FISIK
SESUDAH MASA BAYI : PENDEK, ANGGOTA GERAK PENDEK, KEPALA
KELIHATAN BESAR, UUB TERBUKA, HIPERTELORISME ( JARAK MATA
BESAR), MULUT TERBUKA, LIDAH BESAR DAN LEBAR, GIGI
TERLAMBAT TUMBUH, TANGAN LEBAR DAN JARI PENDEK, KULIT
KERING, KERATONEMIA, MIKSEDEMA, HIPOTONIK, SUARA PARAU,
TIDAK DAPAT BERBICARA.
INDEKS NEONATAL HIPOTIROID
(QUEBEC)

GEJALA SKOR
1. MASALAH PEMBERIAN MAKANAN 1
2. KONSTIPASI 1
3. TIDAK AKTIF 1
4. HIPOTONI 1
5. HERNIA UMBILIKALIS 1
6. LIDAH BESAR 1
7. BERCAK PADA KULIT 1
8. KULIT KERING 1
9. UBUN-UBUN KECIL TERBUKA 1
10. MUKA EDEMA YANG KHAS 1
PEMERIKSAAN LANJUTAN
1. LABORATORIUM : BASIC METABOLIK RATE (BMR),
KOLESTEROL, FOSFATASE ALKALI , GULA DARAH PUASA
, KAROTEN PLASMA .
2. PEMERIKSAAN KHUSUS : PROTEIN BOUND IODINE,
HORMON T3 DAN T4 , TSH ,BUTANOL EXTRACTABLE
IODINE, I 131 UPTAKE TEST, RADIOACTIVE
TRIIODOTIRONIN TEST, SCANING.
3. RADIOLOGIS : BONE AGE, KRONOLOGIS AGE
4. EKG : VOLTASE RENDAH
5. EEG : VOLTASE RENDAH
6. UJI TERAPEUTIK : KALAU DIAGNOSIS SUKAR, TERAPI
HORMON TIROID
PENGOBATAN
1. OBAT KHUSUS : HORMON TIROID. CARA : MULAI DOSIS
KECIL, LALU DINAIKKAN SAMPAI MENDEKATI DOSIS
TOKSIK, LALU DITURUNKAN LAGI.DOSISI YANG EPAT
IALAH DENGAN MENILAI GEJALA KLINIS DAN HASIL
LAB.TANDA DOSIS BERLEBIHAN : TIDAK BISA TIDUR,
BERKERINGAT, GELISAH, POLIURIA, TAKIKARDIA,
HIPERTENSI, MUNTAH, DIARE
2. MAKANAN YANG ADEKUAT CUKUP KALORI DAN PROTEIN
3. VITAMIN DAN MINERAL
DIAGNOSIS BANDING
1. MONGOLISME
2. HIPOPITUITARISME
3. OSTEOGENESIS IMPERFEKTA
4. AKONDROPLASIA
5. AMIOTONIA KONGENITAL
6. LIPODISTROPI(SINDROM HURLER)
7. PENYAKIT PENIMBUNAN GLIKOGEN
PROGNOSIS
MAKIN MUDA PEMBERIAN HORMON TIROID MAKIN BAIK
PROGNOSISNYA
BILA TERAPI SETELAH UMUR 1 TAHUN BIASANYA TIDAK
TERCAPAI IQ YANG NORMAL
PERTUMBUHAN BADAN BISA BAIK
HIPOTIROID DIDAPAT : PENGOBATAN YG BAIK PROGNOSIS
LEBIH BAIK