Anda di halaman 1dari 10

Gede W.

J
Pengertian Radioterapi
Radioterapi adalah modalitas pengobatan
dengan menggunakan Zat Radioaktif
Terbungkus dan/atau Pembangkit Radiasi
Pengion (Bapeten, 2013).
Radioterapi merupakan suatu metode
pengobatan penyakit kanker atau tumor
yang menggunakan teknik penyinaran
dari zat radioaktif maupun radiasi
pengion lainnya (Gatot & Tuti, 2005).
Tujuan Radioterapi
Untuk mendapatkan tingkatan sitotoksik radiasi terhadap
planning target volume pasien, dengan seminimal mungkin
pajanan (exposure) radiasi terhadap jaringan sehat dan di
sekitarnya (Gatot & Tuti, 2005).
Untuk memberikan radiasi dengan dosis yang terukur dan tepat
pada volume tumor yang telah ditetapkan untuk eradikasi tumor
dengan kerusakan yang minimal pada jaringan sehat sekitar
tumor, dalam rangka kontrol lokal dan meningkatkan kualitas
hidup dengan mempertimbangkan survival dengan biaya yang
dapat dijangkau.
Selain tujuan kuratif, radioterapi juga berperan penting dalam
manajemen terapi paliatif dan pencegahan dari gejala suatu
penyakit seperti mempertahankan integritas tulang dan fungsi
organ dengan morbiditas yang minimal (Edward, dkk (2013)
dalam Adji & Djakaria, 2014).
Jenis-Jenis Pesawat
Radioterapi
Jenis-Jenis Radioterapi
Radioterapi secara umum dibagi
menjadi dua macam yaitu
Radioterapi eksternal dan
Radioterapi internal
Radioterapi Eksternal
Terapi radiasi sinar eksternal adalah tindakan yang
digunakan untuk menghantarkan satu atau lebih sinar
sinar-X dengan kekuatan tinggi dengan tepat ke tumor.
Tindakan ini juga dikenal sebagai EBT, singkatan dari
External Beam Radiotheraphy, menggunakan sinar
yang menargetkan area tumor untuk menghancurkan
sel-sel kanker, dan menyisakan jaringan normal di
sekitarnya.
Sinar-X berkekuatan tinggi ini dihantarkan dari mesin
yang disebut akselerator linear (linac), dan karena sinar
dihasilkan di luar tubuh pasien, tidak ada sumber
radioaktif yang diletakkan di dalam tubuh pasien.
Ada dua jenis terapi radiasi sinar eksternal,
yaitu terapi radiasi konformal tiga dimensi dan
terapi radiasi intensitas-termodulasi (IMRT).
Yang pertama bekerja dengan memetakan
tumor dengan menggunakan alat pencitraan,
dan kemudian mengobati daerah yang terkena
menggunakan beberapa kali penyinaran radiasi.
Sementara terapi radiasi intensitas-
termodulasi adalah metode pengobatan yang
memungkinkan perubahan intensitas radiasi di
saat pengobatan sedang berlangsung.
(https://www.docdoc.com/id/info/procedure/ra
dioterapi-sinar-eksternal)
Radioterapi Internal
Ada dua cara radioterapi internal yang umumnya dilakukan, yaitu :
Implan.Umumnya implan akan ditempatkan pada bagian tubuh
yang terkena kanker atau di dekatnya. Ukuran dan bentuk implan
sangat beragam dengan materi radioaktif yang berbeda-beda.
Terutama digunakan untuk kanker pada rahim, rektum, serviks,
prostat, mulut dan leher.
Cairan. Dengan cara meminum cairan yang mengandung iodin
radioaktif. Misalnya untuk pengobatan kanker tiroid. Kandungan
iodin radioaktif akan diserap oleh aliran darah, kemudian diserap
oleh sel-sel tiroid baik yang terkena kanker atau normal. Iodin
kemudian akan terkumpul dan menghancurkan sel-sel pada
tiroid.
(http://www.alodokter.com/manfaat-radioterapi-untuk-pengobatan-
kanker)
Pentingnya QA pada Kegiatan
Radioterapi
Dari kuesioner yang diberikan WHO kepada 56
institusi dari 52 negara didapat jawaban bahwa
Program Jaminan Kualitas pada radioterapi
perlu dilakukan untuk:
1. Meminimalkan kesalahan dalam perencanaan
perlakuan dan pemberian dosis pada pasien
serta memperbaiki hasil terapi dan
mengurangi komplikasi serta kekambuhan,
2. Sebagai ajang interkompararasi radioterapi,
baik nasional, regional dan internasional
3. Mengeksploitasi kinerja peralatan
radioterapi modern. Hal ini dapat
tercapai bila derajat akurasi tinggi
dan konsistensi tercapai.
4. Meningkatkan aplikasi radioterapi di
negara berkembang.