Anda di halaman 1dari 22

MANAGEMEN PASIEN

KEMOTERAPI

PERTEMUAN KE-3
PENDAHULUAN
Aseptik dispensing di rumah sakit :
Intravena admixture
Cytotoxic reconstitution
Parenteral nutrition preparation.
Penggunaannya meningkat karena :
Infeksi nosokomial
Senyawa karsinogenik pada obat-obat sitostatika
Perlu tailor made dalam pengobatan pasien.
...... PENDAHULUAN
Meningkatnya kejadian infeksi nosokomial
Meningkatnya jumlah kasus kanker di Rumah Sakit.
Sifat karakteristik obat-obatan injeksi terutama anti
kanker
Sitostatika bersifat toksik
Interaksi kimiawi antar obat-obatan
Individualize regimen therapy
Peran Farmasi dalam Pemberian
Kemoterapi
Penyiapan obat bermutu
Penghitungan dosis obat
Pemantauan laboratorium
Preparasi obat kemoterapi
Pemberian obat tepat waktu
Pemantauan efek samping
Pemberian obat di rumah
Kemoterapi + Terapi lain
Karena keterbatasan manfaat kemoterapi
dikombinasi dengan pengobatan lain untuk
mengambil manfaat
Kemoterapi maasing-masing
Adjuvantdiberikan :
sesudah operasi
Kemoterapi Neo adjuvantdiberikan sebelum
operasi
Kemoterapi Paliatifmengurangi besar tumor
yang menyebabkan nyeri atau sulit bernafas
Kemo radiasi
Regimen Kemoterapi
Regimen kemoterapi biasanya dibuat dengan singkatan
berdasarkan nama obat, kadang-kadang berdasarkan
nama penemunya.
Regimen memuat jenis obat beserta dosis, waktu
pemberian, jumlah siklus, jarak antar siklus
PRESCRIBING CANCER CHEMOTHERAPY

Keamanan pemberian kemoterapi dimulai dengan


treatment plan :
Identifikasi pasien
TB / BB / BSA
Diagnosis
Regimen kemoterapi
Jumlah siklus
Hasil laboratorium ( CBC / LFT / RFT )
PERHITUNGAN DOSIS
Sebagian besar berdasarkan luas permukaan tubuh (Body Surface Area)
Beberapa berdasarkan dosis tetap, BB, AUC, umur.
Dosis masing-masing orang berbeda, harus dihitung.
BSA (body surface area) :

TB(cm)xBB(kg)

3600

Dosis berdasarkan AUC = Calvert Formula


Target AUC x ( GFR + 25 ), target AUC ditentukan dari riwayat kemoterapi sebelumnya.
CARA PEMBERIAN
KEMOTERAPI
Rute :
Umumnya diberikan secara sistemik melalui pembuluh darah
vena, baik sentral maupun perifer
Pemberian mell. vena perifer dapat berupa bolus maupun drip.
Lain-lain : oral , dibawah kulit (subcutan), dan intratekal.
Beberapa secara lokal
Waktu :
Siklus 1minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4minggu
Jumlah siklus 4-6 siklus.
Penggunaan Obat-obat dirumah

Biasanya pasien sudah merasa enak, tidak ada masalah


dengan efek samping kemoterapi. Tetapi harus di ingat
efek samping yang timbul beberapa jam atau beberapa
hari setelah kemoterapi.
Obat antiemetik harus diminum sampai beberapa hari
setelah kemoterapi
Sediakan Nystatin OS untuk mengatasi sariawan yang
mungkin timbul
KASUS - 1
CT ( carboplatin + paclitaxel 175 mg/m2 )
Indikasi : kanker paru jenis non small cell (NSCLC)
Pasien dengan BB = 55 kg, TB = 160 cm, GFR = 60
mL/mnt., target AUC 5.
Bagaimana mempersiapkan regimen kemoterapi
tersebut ?
PERSIAPAN
Penghitungan dosis :
LPB = 1.56 ~ 1.5 m2
Carboplatin dose = target auc x (gfr +25) = 5 x ( 60 + 25 ) = 425
mg.
Paclitaxel = 1.5 x 175 = 262 mg.
Siapkan obat sejumlah kebutuhan
.....PERSIAPAN
Carboplatin :
Sediaan 450 mg/45 mL
Pelarut = Dex 5% / NaCl 0.9%
Ambil larutan carboplatin sebanyak 42.5 mL dimasukkan kedalam
Dex 5% / NaCl 0.9% 500 mL.
Harus terlindung cahaya
Stabilitas = 8 jam di suhu kamar dan 24 jam di refrigerator.
.... PERSIAPAN
Paclitaxel :
Sediaan paclitaxel 100 mg 16.7 mL
Pelarut = Dex 5% / NaCl 0.9% 300 mL
Ambil larutan paclitaxel sebanyak 43.7 mL dimasukkan
kedalam Dex 5% / NaCl 0.9% 300 mL.
Siapkan dalam kolf non PVC, dan infus set non PVC
Stabilitas = 27 jam jangan disimpan di refrigerator.
CARA PEMBERIAN
Hidrasi dengan NaCl 0.9% 3 jam
Sebelum pemberian paclitaxel perlu premedikasi :
Dexamethasone 20 mg iv bolus
Ranitidine 50 mg iv
Diphenhidramin 10 mg iv
Paclitaxel diberikan terlebih dahulu dari carboplatin.
Skema pemberian
WAKTU OBAT/CAIRAN JUMLAH PEMBERIAN
00 : 00 Lar infus NaCl 0.9% - 500 cc Drip
500 mL
+ inj ................ IV bolus
+ inj ................ IV bolus
+ inj ................ IV bolus
00 : 30 Paclitaxel 262 mg 250 cc 2 jam
02 : 30 Lar infus NaCl 0.9% - bilas
500 mL
02.40 Carboplatin 510 mg 3 jam
05.40 Lar infus NaCl 0.9% - Bilas 30 menit
500 mL
KASUS 2
R-CHOP
Rituximab 375 mg/m2 iv D1
Doxorubicin 50 mg/m2 iv D1
Cyclophosphamide 750 mg/m2 iv D1
Vincristine 1.4 mg/m2 iv D1
Prednison 100 mg po D1-5
Indikasi : High-grade non-Hodgkins Lymphoma
Pasien dengan BB = 50 kg, TB = 160 cm
Dosis : LPB = 1.5
Rituximab = 562 mg
Doxo = 75 mg
Cyclo = 1150 mg
Vincristine = 2.1 mg
Prednison = 100 mg
PERSIAPAN
Rituximab dalam 250 mL 0.9% NaCl
Doxorubicin konsentrasi = 2 mg/mL. Untuk mendapat 75
mg doxo diperlukan 37.5 mL larutan doxo. Pelarut Dex 5
% ,NaCl 0.9% dengan konsentrasi < 2 mg/ml. Larutkan
doxo 37.5 dalam 250 mL NaCl 0.9%
Cyclophosphamide konsentrasi = 20mg/mL, pelarut NaCl
0.9% atau dex 5%. Ambil 57.5 mL, dilarutkan dalam NaCl
0.9% 250 mL.
Vincristin 1 mg/mL, dilarutkan dalam NaCl 0.9% atau dex
5%. 10 mL
Cara pemberian
Pemberian iv rituximab harus denga premedikasi
antihistamin (diphenhydramine 10 mg iv) dan paracetamol
Pemberian dimulai dengan infus kecepatan 50 mg/jam dan
dapat ditingkatkan setelah 30 menit pertama sampai
maksimum 400 mg/jam.
Skema Pemberian
WAKTU OBAT/CAIRAN JUMLAH PEMBERIAN
00 : 00 Lar infus NaCl 0.9% - 500 500 cc Drip
mL
+ Inj ........ IV bolus
+ Inj ........ IV bolus
+ Inj ........ IV bolus
00 : 30 Rituximab 400 cc 3 jam
03 : 30 Lar infus NaCl 0.9% - 500 bilas
mL
03 : 50 Vincristine bolus
04 : 00 Lar infus NaCl 0.9% - 500 bilas
mL
04 : 10 Doxorubicin 100 cc 30 menit
04 : 40 Lar infus NaCl 0.9% - 500 bilas
mL
Note:
Vincristine dan doxorubicin bersifat vesicant, berikan
rituximab dahulu diikuti dengan vincristine dan
doxorubicin.
Allopurinol 300 mg 1 x sehari biasanya diberikan untuk
mencegah tumor lysis syndrome.