Anda di halaman 1dari 28

Logam

Bukan
Besi
Definisi
Logam non ferro atau logam bukan besi adalah
logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe).
Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai jenis
dan masing-masing memiliki sifat dan karakteristik
yang berbeda secara spesifik antara logam yang
satu dengan logam yang lainnya.

Keberagaman sifat dan karakteristik dari logam Non


Ferro ini memungkinkan pemakaian secara luas baik
digunakan secara murni atau pun dipadukan antara
logam non ferro bahkan dengan logam Ferro untuk
mendapatkan suatu sifat yang baru yang berbeda
dari sifat asalnya.
Sifat logam
Bukan Besi
Pada dasarnya logam Bukan Besi ini memiliki
sifat-sifat seperti :
mampu dibentuk dengan baik
massa jenisnya rendah
penghantar panas dan listrik yang baik
mempunyai warna yang menarik
tahan karat
kekuatan dan kekakuannya umumnya lebih rendah
dari pada logam ferro
sukar dilas
Macam macam
logam Bukan Besi
Logam bukan besi dapat
digolongkan menjadi :
logam berat : nikel, seng, tembaga, timah
putih dan timah hitam
logam ringan : alumunium, barium, kalsium
Logam mulia/murni : emas, perak, platina
logam refraktori/tahan api : Molibdenum ,
titanium, wolfram, zirkonium
logam radio aktif : radium dan uranium.
1. Proses Peleburan
Pada mula nya, Tanur Tinggi dengan kapasitas kecil,
digunakan untuk melebur tembaga, timah dan beberapa
unsur lain nya. Didalam tanur bahan baku dicampur dengan
kokas, kemudian di tiupkan udara untuk mempercepat proses
pembakaran. Karena tiupan udara nya cukup cepat (kencang),
maka ukuran kokas, maupun bijih tidak boleh lebih kecil dari
1 cm. Saat proses peleburan berlangsung, ditambahkanfluks
untuk memperoleh logam yang lebih murni, sekaligus untuk
mengurangi kekentalan (viskositas) terak cair.

Dapur-dapur yang umum digunakan untuk melebur logam


bukan besi, biasanya dari jenis reverberasi. Penambahan
fluks (pembentuk terak), bertujuan untuk mengurangi
oksidasi, dimana biasanya dapur di lengkapi oleh alat tadah
uap maupun tadah debu. Biasanya, disamping menggunakan
dapur peleburan, digunakan juga dapur pemanggang untuk
meng-oksidasi bijih dari mineral sulfida, gas oksidasi
dihembuskan melalui kisi dan mengenai bijih, sedangkan
dapur pemanggang digunakan untuk memurnikan tembaga
2.Pembuatan Alumunium
Ciri-ciri umum
Nama, lambang, Nomor
aluminium, Al, 13
atom
Jenis unsur logam lainnya
Golongan, periode, blok 13,3, p
Massa atom standar 26.9815386(13)
Sifat fisika
Fase solid
Massa jenis (mendekati
2.70 gcm3
suhu kamar)
Massa jenis cairan pada
2.375 gcm3
t.l.
Titik lebur 660,32C
Titik didih 2519 C

Bijih bauksit merupakan salah satu sumber pembentukan


aluminium yang cukup ekonomis, yang bila di Indonesia, banyak
terdapat di daerah Bintan dan Kalimantan. Untuk menambang
bauksit, dilakukan dengan penambangan terbuka, setelah bauksit
di haluskan, kemudian di cuci dan dilakukan pengeringan, baru
kemudian bauksit mengalami pemurnian menjadi oksida
aluminium atau alumina.
Untuk memperoleh aluminium murni, biasanya
digunakan Proses Bayern Karl Josef Bayer yaitu:

Bauksit halus dan kering, dimasukkan ke dalam pencampur


(mixer), diolah dengan NaOH yang bila bereaksi dengan
bauksit dibawah pengaruh tekanan dan suhu diatas titik didih
nya, akan menghasilkan Aluminat Natrium yang dapat larut.
Tekanan di dalam dapur dikurangi
Ampas yang terdiri dari oksida besi tak larut, silikon, titanium
dan kotoran-kotoran lain nya, ditekan melalui saringan dan
dikumpulkan agak disamping.
Kemudian, cairan yang mengandung alumina dalam bentuk
aluminat natrium, dipompakan ke luar dan dimasukkan kedalam
sebuah tangki pengendapan diberi tambahan kristal hidroksida
aluminium yang halus, yang kemudian berubah menjadi inti
kristalisasi,kemudian dilakukan penyaringan dan dipanaskan
Proses Bayern

Melalui proses elektrolisa, alumina akan berubah menjadi


oksigen dan logam aluminium. Jalan nya proses elektrolisa
adalah: alumina murni dilarutkan pada cairan criolit (natrium
aluminium fluorida) di dalam dapur elektrolit yang besar atau
disebut sel reduksi. Arus listrik kemudian dialirkan pada
campuran melalui elektroda karbon, logam aluminium di
endapkan pada katoda karbon yang berada di dasar sel.

Panas akibat aliran listrik digunakan untuk memanaskan isi


sel, sehingga akan selalu cair, dengan demikian alumina
dapat ditambahkan secara terus menerus (disebut: proses
kontinu
Kegunaan aluminium antara lain:

Aluminium digunakan untuk peralatan rumah tangga,


bingkai jendela, sampai kerangka bangunan.
Pelapis kemasan biskuit, cokelat, dan rokok.
Campuran logam 90% Al dan 10% Mg (magnalium)
bersifat kuat dan ringan, hanya digunakan pada
pembuatan pesawat terbang.
Campuran 20% Al, 50% Fe, 20% Ni, dan 10% Co dapat
digunakan sebagai magnet yang sangat kuat.
Tawas (KAl(SO4)), digunakan untuk penjernih air dan zat
anti keringat.
Al(OH)3 digunakan untuk menetralkan asam lambung
yang berlebihan.
Thermit (campuran Al dan Fe2O3) digunakan untuk
mengelas logam.
Aluminium sulfat digunakan pada pewarnaan tekstil
mbuatan Magnesium
SUMBER SUMBER MAGNESIUM

magnesium di alam berasal dari


batuan kapur (Dolomit) CaCO3,
MgCO3, garam Epsom (MgSO4.7H2O),
dan MgO.

Magnesium buatan didapat dengan


mengelektrolisis magnesium klorida
yang terfusi dari air asin, sumur,
dan air laut.
Cara pembuatan Magnesium

Ada dua metode yang dapat digunakan


untuk pembuatan magnesium :

1. Metode elektrolisis
2. Metode reduksi thermal
Metode elektrolisis
Air laut dicampur dengan kapur (kalsium
hidroksida) dalam tangki pengendapan.
Magnesium hidroksida presipitat
mengendap, disaring dan dicampur
dengan asam klorida. Larutan ini
mengalami elektrolisis agar eksploitasi
menghasilkan logam magnesium, yang
kemudian dituang/dicor menjadi batang
logam untuk diproses lebih lanjut ke
dalam berbagai bentuk
BACK
Metode reduksi thermal
Batuan mineral yang mengandung
magnesium (dolomit, magnesit, dan
batuan lainnya) dibagi dengan reduktor
(seperti ferrosilicon serbuk, sebuah paduan
besi dan silikon), dengan memanaskan
campuran di dalam ruang vakum. Sebagai
hasil reaksi ini, wujud uap dari magnesium,
dan uap tersebut mengembun menjadi
kristal magnesium. Kristal ini kemudian
meleleh, halus, dan dituang menjadi
batang logam untuk diproses lebih lanjut
ke dalam berbagai bentuk.

BACK
Manfaat Magnesium

untuk memberi warna putih terang pada


kembang api dan pada lampu Blitz.
Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi
tungku,
Senyawa Magnesim Hidroksida digunakan dalam
pasta gigi untuk mengurangi asam yang terdapat
di mulut dan mencegah terjadinya kerusakan
gigi, sekaligus sebagai pancegah maag.
Membuat campuran logam semakin kuat dan
ringan sehingga biasa digunakan pada alat-alat
rumah tangga.

BACK
4.Pembuatan Tembaga
Ciri-ciri umum
Nama, Lambang , tembaga,
No.Atom Cu, 29
Logam
Jenis Unsur
Transisi
Massa Atom
63.546(3)
Standar
Sifat fisika
Fase solid
Massa Jenis
Chalcopiritadalah bijih (mendekati Suhu 8.94 gcm3
tembaga, merupakan Kamar)
campuran antara Cu2S Titik Lebur 1084.62C
danCuFeS2 yang di peroleh Titik Didih 2562C,
dari hasil tambang di Kalor Peleburan 13.26 KJ/mol
bawah permukaan tanah.
Alur Proses Pembuatan Tembaga :

Penggilingan Bijih Chalcopirit


Pencampuran
Pemanggangan
Peleburan dalam Dapur Reverberatory
Penuangan ke dalam Konverter
Pemurnian
Kegunaan
tembaga,antara lain:
Merupakan penghantar panas dan listrik yang
sangat baik, maka banyak digunakan pada
alat-alat listrik.
Sebagai perhiasan, campuran antara
tembaga dan emas.
Sebagai bahan pembuat uang logam.
Sebagai bahan pembuat logam lain, seperti
kuningan,perunggu ,monel, dan alniko.
CuSO4 dalam air digunakan sebagai zat
warna. CuCl2, digunakan untuk
menghilangkan kandungan belerang pada
pengolahan minyak.
5. PEMBUATAN TIMAH HITAM

Sifat Fisik
Fasa pada suhu kamar : padatan
Densitas : 11,34 g/cm3
Titik leleh : 327,5 0C
Titik didih : 17490C
Panas Fusi : 4,77 kJ/mol
Panas Penguapan : 179,5 kJ/mol
Kalor jenis : 26,650 J/molK

Timbal tidak ditemukan bebas di alam akan tetapi


biasanya ditemukan sebagai biji mineral bersama
dengan logam lain misalnya seng, perak, dan
tembaga.
Sumber mineral timbal yang utama adalah
Galena (PbS) yang mengandung 86,6% Pb,
Cerussite (PbCO3), dan Anglesite (PbSO4)
Alur Proses Pembuatan Timah
Hitam :

Pemanggangan Konsentrat Timah


Hitam
Pencampuran
Proses Sintering dan Tanur tinggi
Pengaliran ke dalamdapur
pelunakan
Pemurnian
egunaan Timah Hitam :

Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup
kawat listrik.
Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran,
laboratorium yang menggunakan radiasi misalnya sinar X.
Timbal cair dipergunakan sebagai agen pendingin dalam
peralatan reactor yang menggunakan timbale sebagai
pendingan.
Timbal banyak dipakai untuk elektroda pada peralatan
elektrolisis.
Timbal karena sifatnya tahan korosi maka dipakai dalam
bidang kontruksi.
Dalam bentuk senyawaan, maka tetra-etil-lead dipakai
sebagai anti-knock pada bahan bakar.
6.adalah salah
PENGECORAN LOGAMsatu teknik
BUKAN
BESI
pembuatan produk dimana
logam dicairkan dalam tungku
peleburan kemudian di
tuangkan kedalam rongga
cetakan yang serupa dengan
bentuk asli dari produk cor
yang akan dibuat
Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan ciri
dari proses pengecoran, yaitu :

Adanya aliran logam cair kedalam


rongga cetak.
Terjadi perpindahan panas selama
pembekuan dan pendinginan dari
logam dalam cetakan
Pengaruh material cetakan
Pembekuan logam dari kondisi cair
umur dari cetakan, ada pengecoran
dengan sekali pakai (expendable Mold)
dan ada pengecoran dengan cetakan
permanent (permanent Mold).
Cetakan pasir termasuk dalam
expendable mold karena hanya bisa
digunakan satu kali pengecoran saja,
setelah itu cetakan tersebut dirusak saat
pengambilan benda coran. Dalam
pembuatan cetakan, jenis-jenis pasir yang
digunakan adalah pasir silika, pasir zircon
atau pasir hijau. Sedangkan perekat antar
butir-butir pasir dapat digunakan,
bentonit, resin, furan atau air gelas
Terdapat sedikit perbedaan antara pengecoran
logam bukan besi dan pengecoran besi, yaitu :

Pasir yang digunakan biasanya lebih halus


Benda kerja yang akan di cetak umum nya
lebih kecil dan permukaan yang rata.
Pasir cetak tidak perlu terlalu tahan panas
Suhu pengecorannya lebih rendah
Untuk pengendalian suhu yang lebih akurat,
maka dapat menggunakan beberapa jenis
dapur, antara lain: dapur tahanan listrik, busur
tak langsung atau dapur induksi.
To
Be
Continue
.