Anda di halaman 1dari 23

REFERAT

PERITONITIS

Oleh:
Andreas
112014295
PEN D AH ULUAN

Peradangan peritoneum (peritonitis)


merupakan komplikasi berbahaya
yang sering terjadi akibat
penyebaran infeksi dari organ-organ
abdomen
A N ATO M I D A N
FISIO LO G I
P ER ITO N EU M
Fungsi peritoneum

Menutupi sebagian dari organ abdomen


dan pelvis
Membentuk pembatas yang halus
sehingga organ yang ada dalam rongga
peritoneum tidak saling bergesekan
Menjaga kedudukan dan
mempertahankan hubungan organ
terhadap dinding posterior abdomen
Tempat kelenjar limfe dan pembuluh
darah yang membantu melindungi
terhadap infeksi.
Peritonitis
Definisi
Peritonitis adalah peradangan pada
peritonium yang merupakan
pembungkus visera dalam rongga perut.
Peritoneum adalah lapisan tunggal dari
sel-sel mesoepitelial diatas dasar
fibroelastik. Terbagi menjadi bagian
viseral, yang menutupi usus dan
mesenterium dan bagian parietal yang
melapisi dinding abdomen dan
berhubungan dengan fasia muskularis.
Etiologi
Melalui organ yang terinfeksi
Kegiatan seksual
Infeksi rahim dan saluran telur
Kelainan hati & gagal jantung
Pasca pembedahan
Dialisa peritoneal (pengobatan gagal
ginjal)
Iritasi tanpa infeksi
Materi kimia yang iritan (asam lambung
dari perforasi usus, empedu dari laserasi
hepar).
patofi
siologi

kantong-
keluarnya kantong nanah
invasi bakteri eksudat (abses)
fibrinosa diantaraperleka
tan fibrinosa

dapat menetap Perlekatan


sebagai pita-pita biasanya
obstruksi usus. fibrinosa menghilang bila
infeksi
menghilang
klasifi
kasi

primer

Peritonit sekund
is er

tersier
Manifestasi klinis
Kembung/terasa kenyang

Mual muntah

Nafsu makan menurun

Diare

Urin berkurang

Sulit buang angin


Manifestasi klinis
Rangsangan peritoneum (+)

Peritonitis bakterial: suhu badan,


takikardia, hipotensi, letargi, syok

Nyeri subjektif: nyeri waktu bergerak


jalan, bernafas, batuk, atau mengejan.

Nyeri objektif: nyeri jika digerakkan:


palpasi, nyeri tekan lepas.
DIAGNOSA
Gambaran klinik
inspeksi : perut distensi
Palpasi : nyeri tekan, nyeri lepas,
defans muskular
Perkusi : hipertimpani
Auskultasi : suara peristaltik menghilang
Pemeriksaan laboratorium
Didapatkan :
Leukositosis
Hematokrit
Asidosis metabolik
Pemeriksaan radiologis

Foto polos abdomen 3 posisi


Didapatkan :
Gambaran udara kabur dan tidak
tersebar merata
Penebalan dinding usus
Perselubungan menyeluruh atau
pun di bagian-bagian tertentu
Gambaran garis permukaan cairan
dalam usus (air-fluid levels) atau
dalam rongga peritoneal
(intraperitoneal fluid level)
Kalau terdapat perforasi akan terlihat
udara bebas di bawah diafragma.
DIAGNOSIS BANDING
Apendisitis
Pankreatitis
Gastroenteritis
Kolesistitis
Salpingitis
kehamilan ektopik terganggu
PEN ATALAKSAN AAN

Penggantian cairan dan elektrolit yang


hilang secara intravena

Pemberian antibiotika yang sesuai

Lavase peritoneum dilakukan pada


peritonitis yang difus menggunakan
larutan kristaloid (saline)

tindakan-tindakan menghilangkan nyeri.


Resusitasi hebat dengan larutan
saline isotonik

dekompresi saluran cerna dengan


penghisapan nasogastrik dan
intestinal

Pembuangan fokus septik atau


penyebab radang lain
laparotomi
KOMPLIKASI
Komplikasi dini
Septikemia dan syok septik
Syok hipovolemik
Sepsis intra abdomen
rekuren
Abses residual intraperitoneal
Portal Pyemia (misal abses
hepar)
Komplikasi (cont)

Komplikasi lanjut
Adhesi
Obstruksi intestinal rekuren
PROGNOSIS
Prognosis untuk peritonitis lokal dan
ringan adalah baik

Pada peritonitis umum prognosisnya


mematikan akibat organisme virulen
KESIMPULAN
Peritonitis adalah peradangan pada
peritonium yang merupakan
pembungkus visera dalam rongga
perut.

Diagnosis dari peritonitis ditegakkan


dari gambaran klinik, pemeriksaan
laboratorium dan radiologis
Kesimpulan (cont...)

Prinsip umum terapi pada peritonitis


adalah penggantian cairan dan elektrolit
yang hilang yang dilakukan secara
intravena, terapi antibiotika, terapi
analgesik diberikan untuk mengatasi
nyeri, dan tindakan bedah mencakup
mengangkat materi terinfeksi dan
memperbaiki penyebab.