Anda di halaman 1dari 14

Kimia Bioanorganik

Pendahuluan

Studi tentang bioanorganik memberikan pengetahuan tentang


fungsi dan kerja logam pada sistem biologis makhluk hidup.
Logam-logam tersebut menjadi situs aktif dalam bentuk
kompleks koordinasi dengan ligan yang mekanisme dan
interaksinya mempunyai peran penting dalam sistem biologis.

coordination chemistry

General aspects of bioinorganic chemistry


Porfirin
Porfirin Senyawa siklik
yang dibentuk dari
gabungan empat cincin pirol
melalui jembatan metenil (-
CH=).
Sifat khas porfirin adalah
pembentukan kompleks
dengan ion-ion logam
(metaloporfirin) yang terikat
pada atom nitrogen cincin-
cincin pirol.
Porfirin
Metaloporfirin juga membentuk senyawa-senyawa antara lain:

1. Hemoglobin (Hb)
- Merupakan porfirin besi yang terikat pada protein globin
- Fungsi: mengangkut O2 di darah
2. Mioglobin
- Pengangkut O2 di jaringan otot (pigmen pernafasan)
3. Klorofil
- Profirin yang mengandung Mg dan digunakan saat
proses fotosintesis tumbuhan sehingga membantu proses
metabolik tumbuhan dengan bantuan merah pada
spektrum sinar tampak.
4. Ko-enzim B12
- Mengandung atom Co dalam struktur cincin corrin.
Kimia Bioanorganik Besi
Besi adalah logam berat atau logam transisi yang paling
tersebar luas dalam sistem biologi.

Persenyawaan besi ikut serta dalam berbagai aktivitas


kehidupan. Dua fungsi utama bahan yang mengandung besi
adalah:
1. Pengangkutan oksigen, dan
2. Mediasi dalam rantai pemindahan elektron.

Besi dapat sebagai heme, kompleks porfirin


Hemoglobin
Mioglobin
Kompleks Heme
Heme adalah kompleks senyawa protoporfirin IX dengan
logam besi yang merupakan gugus prostetik berbagai protein
seperti hemoglobin, mioglobin, katalase, peroksidase,
sitokrom c dan triptophan pirolase.
Heme terdiri atas bagian organik dan suatu atom besi. Bagian
organik protoporfirin tersusun dari empat cincin pirol.
Keempat nya terikat satu sama lain melalui jembatan metenil,
membentuk cincin tetrapirol. Empat rantai samping metil, dua
rantai samping vinil dan dua rantai samping propionil terikat
kecincin tetrapirol tersebut .
Atom besi didalam heme mengikat keempat atom nitrogen
dipusat cincin protoporfirin. Atom besi dapat berbentuk fero
(Fe2+) atau feri (Fe3+) sehingga untuk hemoglobin yang
bersangkutan disebut juga sebagai ferohemoglobin dan
ferihemoglobin atau methemoglobin. Hanya bila besi dalam
bentuk fero, senyawa tersebut dapat mengikat oksigen .
Struktur Klorofil
Coenzym B-12
The bestknown biological function of cobalt is its intimate
involvement in the coenzymes related to vitamin B12
It consists of four principal components:
1. A cobalt atom.
2. A macrocyclicligand called the corrinring, which bears
various substituents. The essential corrinring system is shown
in bold lines. It resembles the porphinering, but differs in
various ways, notably in the absence of one methine(=CH)
bridge between a pair of pyrrolerings.
3. A complex organic portion consisting of a phosphate group, a
sugar, and an organic base, the latter being coordinated to the
cobalt atom.
4. A sixth ligand may be coordinated to the cobalt atom. This
ligand can be varied.
TERIMA KASIH
Gugus Prostetik (Kofaktor), yaitu bagian enzim yang tidak
tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau
molekul-molekul organik yang disebut KOENZIM. Molekul
gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil),
ion-ion logam yang menjadi kofaktor berperan sebagai
stabilisator agarenzim tetap aktif.