Anda di halaman 1dari 46

GAMBARAN UMUM..

PUSAT PELAYANAN KELUARGA


SEJAHTERA..
(PPKS) BKKBN..Udiin
Bin Adun

Wafat
23-04-2025

Oleh
Anshar, S.Sos
I.
PENDAHUL
UAN
A.Latar Belakang
1. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Pasal 47
dinyatakan bahwa; Pemerintah dan pemerintah
daerah menetapkan kebijakan pembangunan
keluarga melalui pembinaan ketahanan dan
kesejahteraan keluarga. dengan upaya:
a. peningkatan kualitas anak
b. peningkatan kualitas remaja
c. peningkatan kualitas hidup lansia
d. pemberdayaan keluarga rentan dengan
memberikan perlindungan dan bantuan agar hidup
wajar
e. peningkatan kualitas lingkungan keluarga;
f. peningkatan akses dan peluang terhadap penerimaan
infor-masi dan sumber daya ekonomi melalui usaha
mikro keluarga.
A.Latar Belakang
Inisiatif Pembentukan Program Pusat
Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)
merupakan pengembangan dari
Program Ketahanan dan
Kesejahteraan Keluarga (PK3)
Sistem-sistem yang mempengaruhi
Kehidupan Keluarga (Teori Ekology Manusia)
Mikro Orang tua
Saudara Kandung
Sistem MAKRO 8 Fungsi Keluarga
Anggota keluarga lain di rumah
Sistem EKSO Meso Teman sebaya
Tetangga
Lingkungan bermasyarakat
Sistem Posyandu
MESO Kelompok bersosialisasi
Tempat pendidikan/Sekolah
Sistem Perlindungan dan
ss
MIKRO Pemberdayaan
Exo Lingkungan pelayanan sosial
dan umum peduli anak, remaja,
lansia
Tingkat sosial-ekonomi
Perlindungan dan
pemberdayaan
Makro Hukum/regulasi yg kondusif
Kebudayaan
Norma
Sumber: Bronfenbrenner, Making Human Beings Human, 2004 Agama
Jaminan sosial, pembiayaan
5
Pengembangan Program PK3
Menggunakan Pendekatan Siklus
PROGRAM Hidup
PEMBINAAN
KETAHANAN
LANSIA
Pengembangan
Anak Usia Dini
Holistik
Integratif (BKB)
BKR dan Pusat
Informasi Konseling
Remaja/Mahasiswa

PROGRAM PEMBERDAYAAN
EKONOMI KELUARGA

6
Fokus Program PK3
Penerapan8 FUNGSI KELUARGA
BKKBN
Fungsi
Sosial
Fungsi Budaya
Agama
Fungsi
konservasi
Lingkungan Cinta
dan

Fungsi
KKB Kasih
Sayang
Ekonomi
Fungsi
Perlindungan
Fungsi Fungsi
Kesehatan Sosialisasi
Reproduksi Pendidikan
7
Jumlah Penduduk Sasaran Program PK3
Sensus Penduduk 2010

27,9juta
keluarga
miskin

8
Kenapa Sasarannya KELUARGA ?
o Keluarga adalah wahana utama dan
pertama untuk:
o Mengembangkan potensi keluarga
o Mengembangkan sosial dan ekonomi
keluarga
oSchool of love atau penyemaian 8
Fungsi Keluarga
o Keluarga merupakan sel suatu bangsa, jika
sel-sel tersebut tidak kokoh maka
kehidupan suatu bangsa menjadi rapuh 9
10
JUMLAH PENDUDUK
RANKING 4 BESAR DI DUNIA ( 240 JUTA )
CINA 1,3 M, INDIA 1 M, AS 280 JT.
JUMLAH PENDUDUK DI DUNIA 6,7 M
TIAP TAHUN TAMBAH : 3 4 Juta Jiwa (
sama dengan penduduk Singapura/tahunnya)
TIAP BULAN TAMBAH : 291.000 Jiwa
TIAP HARI TAMBAH : 9.750 Jiwa
SETIAP JAM : 405 Jiwa
(12 JAM) : 5.266 Jiwa
Lbih Sedih Lagi AKI ? : 282/100.000 kh.
KDRT dan Perceraian sangat tinggi.
11
HUMAN DEVELPOMENT
INDEX
NEGARA ASEAN
RANKING
NEGARA
ASEAN DUNIA
SINGAPURA 1 25
BRUNEI 2 34
MALAYSIA 3 61
THAILAND 4 74
FILIPINA 5 84
INDONESIA 6 124 dari 187
VIETNAM 7 109
KAMBOJA 8 129
MYANMAR 9 130
LAOS 10 133
TIMOR LESTE 11 140
Sumber data :
-2006 ESCAP Population Data Sheet
12
-UN (United Nations). 2009. Millennium Indicators Database.
Program Pembangunan Ketahanan
dan Kesejahteraan Keluarga (PK3)
belum menjadi program prioritas
bagi stakeholder dan mitra kerja

Masih kurangnya tenaga pengelola


dan kader/pendamping program
PK3 baik dari segi kuantitas
maupun kualitasnya

Masih kurangnya dukungan


data dan informasi berbasis
Sistem Informasi Management
(SIM) melalui Tekhnologi
13
Informasi (TI) yang akurat dan
Problematika Balita dan Anak

Masih
Rendahnya
Pengetahuan
Orang Tua
tentang
pengasuhan 14
Tumbuh Kembang Balita dan Anak

Meningkatnya tindak
kekerasan pada anak dan
keluarga - 2.413 kasus
tahun 2010, 2508 kasus
tahun 2011 (KPA)

15
Remaja dan Problematikanya

16
Umur pertama kali berhubungan Seksual:
Belum Menikah Laki-laki dan perempuan 10-
24 tahun

RISKESDAS 2010 17
51.986 pengguna
NAPZA adalah mereka
yang berusia remaja
(usia 16-24 tahun).
Mereka yang pelajar
sekolah berjumlah
5.484 dan mahasiswa
berjumlah 4.055.
(BNN,2008)
45,9%
Penderita
AIDS adalah
Remaja
(Kemenkes,
2011)
18
% Perempuan usia 10-59 th
menurut
Umur Perkawinan Pertama

1.Masih tingginya
usia
perkawinanperta
ma dibawah 20
tahun (4,8% pada
usia 10-14 tahun,
41,9% pada usia
15-19 tahun).
2.Adanya
kebijakann yang
tumpang tindih
19
Riskesdas 2010
Lansia dan Problematikanya
Jlh lansia (60
tahun keatas)
7,6% dari total
penduduk atau
sekitar 18 juta
jiwa

Sekitar 60-70
% tergolong
Lansia 20
Pengembangan Program BKL
Sasaran Keluarga Yang mempunyai
Lansia:
PSP Keluarga terhadap kesejahteraan
Lansianya;
Kepedulian Masyarakat, mitra, Stakeholder
& instansi terkait
Sasaran Keluarga Lansia Lansia
Peduli:
Memberikan peluang ke II untuk berkiprah
yang menghasilkan barang dan jasa
sesuaikeondisinya kepala lansuia;
Kepedulian masyarakat, stakeholader &
mitra kerja terkait
- Silver College
Tingginya Keluarga Pra S
dan KS I
g aa
a r g
u a a r
l u
k e ar g a
e l
ta k l u rg
ju lah ke ua
, 9 m ta el
7
2 i j u j u k
r r 4 aa n
s a d a 2 , t )
e )
b % r nd 0 1 6 a 0
e
s ,8 sa e 2
4 e p
(4 eb sil
s a
(H 22
Bila ada masalah
PPKS SALAH SATU SOLUSI
Di PPKS Informasi Lengkap
Di PPKS konsultasi dilakukan
Di PPKS Konseling
diselenggarakan
Di PPKS Rahasia Pribadi dan
Keluarga Terjaga
Di PPKS Pelayanan Prima
Di PPKSTujuan Tercapai
B.Tujuan
Terlaksananya penyelenggaraan
pelayanan pelayanan data dan informasi
Kependudukan dan KB, layanan
konseling dan konsultasi Keluarga Balita
dan Balita, Keluarga remaja dan remaja,
pasangan pranikah, Keluarga Berencana
dan Kesehatan Reproduksi, keluarga
harmonis, keluarga Lansia uang
mempunyai dan keluarga lansia, serta
pembinaan usaha ekonomi keluarga
agar dapat mempercepat terwujudnya
keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
C.1 - Sasaran
1.Sasaran:
a. Tersedianya wadah kegiatan dan atau rangkaian
kegiatan pelayanan keluarga dalam satu
tempat;
b. Terselanggaranya layanan informasi KKB,
layanan konseling maupun layanan pembinaan,
bimbingan dan fasilitasi Keluarga Balita,
pasangan pranikah,keluarga remaja dan
remaja,Keluarga Berencana dan Kesehatan
Reproduksi, keluarga harmonis ,keluarga Lansia
dan lansia serta pembinaan usaha ekonomi
keluarga
c. Tersedianya tempat rujukan bagi pusat-pusat
pelaya-nan Keluarga Sejahtera yang berbasis
masyarakat.
C.2 - Ruang Lingkup
2.Ruang Lingkup:
a. Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional fasilitasi
b.Perwakilan BKKBN provinsi
Operasional
c. SKPD-KB Provinsi Operasional
d.SKPD-KB Kabupaten/Kota
Operasional
e. Kec & desa: di Balai Penyuluhan KB
Operasional
D.Batasan Pengertian (1)

1. Pembangunan berkelanjutan adalah


pembangunan terencana di segala bidang
untuk menciptakan perbandingan ideal
antara perkembangan kependudukan
dengan daya dukung dan daya tampung
lingkungan, serta memenuhi kebutuhan
generasi sekarang tanpa harus
mengurangi kemampuan dan kebutuhan
generasi mendatang, sehingga menunjang
kehidupan bangsa.
D.Batasan Pengertian (2)

2. Kualitas penduduk adalah kondisi


penduduk dalam aspek fisik dan nonfisik
yang meliputi derajat kesehatan,
pendidikan, pekerjaan, produktivitas,
tingkat sosial, ketahanan, kemandirian,
kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk
mengembangkan kemampuan dan
menikmati kehidupan sebagai manusia
yang bertakwa, berbudaya, berkepribadian,
berkebangsaan dan hidup layak.
D.Batasan Pengertian (3)
3. Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat yang terdiri dari suami istri,
atau suami, istri dan anaknya, atau ayah
dan anaknya, atau ibu dan anaknya.
4. Pembangunan keluarga adalah upaya
mewujudkan keluarga berkualitas yang
hidup dalam lingkungan yang sehat.
5. Keluarga Berencana adalah upaya
mengatur kelahiran anak, jarak dan usia
ideal untuk melahir-kan, mengatur
kehamilan, melalui promo-si, perlindungan,
dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi
untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
D.Batasan Pengertian (4)
6. Akses Informasi adalah kemudahan yang
diberikan kepada seseorang atau masyarakat
untuk memperoleh informasi publik yang
dibutuhkan.
7. Informasi adalah keterangan kernyataan,
gagasan, dan tanda-tanda yang
mengandung nilai, makna dan pesan, baik
data, fakta maupun penjelasannya yang
dapat dilihat, didengar dan dibaca, yang
disajikan dalam berbagai kemasan dan
format sesuai dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi secara
elektronik atau non-elektronik.
D.Batasan Pengertian (5)

8.Pelayanan Informasi adalah jasa yang


diberikan oleh Badan Kependudukan
dan Keluarga Berencana Nasional
kepada masyarakat pengguna informasi.
9.Pengaturan kehamilan adalah upaya
untuk membantu pasangan suami istri
untuk melahirkan pada usia yang ideal,
memiliki jumlah anak, dan mengatur
jarak kelahiran anak yang ideal dengan
menggunakan cara, alat, dan obat
kontrasepsi.
D.Batasan Pengertian (6)
10.Keluarga berkualitas adalah keluarga yang
dibentuk berdasarkan pernikahan yang sah
dan bercirikan sejahtera, sehat, maju,
mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal,
berwawasan ke depan, bertanggung jawab,
harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
11.Ketahanan dan kesejahteraan keluarga
adalah kondisi keluarga yang memiliki
keuletan dan ketangguhan, serta mengandung
kemampuan fisik-materil guna hidup mandiri
dan mengembangkan diri dan keluarganya
untuk hidup harmonis dalam meningkatkan
kesejahteraan kebahagiaan lahir batin.
D.Batasan Pengertian (7)
12.Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera
adalah merupakan wadah kegiatan dan atau
rangkaian kegiatan pelayanan keluarga melalui
pemberian KIE, konseling, bimbingan dan
fasilitasi.
13.Kelompok Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS )
adalah sekumpulan keluarga yang saling
berinteraksi dan terdiri dari berbagai tahapan
keluarga sejahtera, mulai dari keluarga Pra
Sejahtera sampai dengan Keluarga Sejahtera
III Plus baik yang menjadi peserta KB, PUS
yang belum ber-KB, serta anggota masyarakat
yang berminat dalam rangka mewujudkan
keluarga kecil bahagia sejahtera.
D.Batasan Pengertian (8)

13.Pasangan Usia Subur (PUS)


adalah pasangan suami istri yang
istrinya masih berusia produktif
(15-49 tahun).
14.Keluarga Pra Sejahtera (KPS)
adalah keluarga-keluarga yang
belum dapat memenuhi kebutuhan
dasarnya secara minimal, seperti
kebutuhan akan ibadah,
pangan, papan, kesehatan
II. KEBIJAKAN
PENYELENGGARAAN (1)
1.Arah Kebijakan
a. Dasar Kebijakan:
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 62 tahun 2010
tentang BKKBN Pasal 3 huruf e dan d,: salah satu fungsi
BKKBN adalah melaksanakan advokasi dan koordinasi serta
menyelenggara-kan komunikasi, informasi, dan edukasi
Pembinaan yang berbasis masyarakat telah dilaksanakan
oleh seluruh pemerintah daerah Kabupaten dan Kota,
sedangkan yang berbasis instansi belum dilaksanakan.
b. Arah Kebijakan:
Arah kebijakan pembentukan Pusat Pelayanan Keluarga
Sejahtera ini adalah merupakan wadah kegiatan Advokasi,
KIE dan Konseling keluarga yang berbasis instansi BKKBN.
II. EBIJAKAN
PENYELENGGARAAN (2)
2.Kebijakan Umum (1)
a. Dasar Kebijakan Umum:
Pelayanan konseling keluarga ini dilakukan dalam satu
tempat yang merupakan satu kesatuan dengan instansi
Perwakilan BKKBN
Diharapkan melalui kegiatan ini keluarga akan lebih
mampu membina dan mengembangkan anggota
keluarga dalam kegiatan yang positif, baik berada di
dalam keluarga maupun kegiatan di luar keluarga.
b. Kebijakan Umum:
Kebijakan Umum adalah melakukan kegiatan pelayanan
dan Koseling Keluarga
II. EBIJAKAN
ENYELENGGARAAN (3)
3.Kebijakan Khusus: (1)
a. Pada tahap awal seluruh provinsi membentuk
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera;
b. Menggalang dukungan komitmen dari Bupati
dan Walikota setempat dengan
mengikutsertakan (SKPD-KB) pada setiap
tahap kegiatan;
c. Lokasi tempat kegiatan PPKS di lokasi yang
mudah diakses dan dijangkau keluarga;
d. Sesuai dengan kesepakatan dengan Bupati
dan Walikota, perwakilan BKKBN provinsi
dapat merubah atau menyesuaikan kegiatan
selama masih dlm lingkup kegiatan yang
telah ditetapkan.
II. EBIJAKAN
PENYELENGGARAAN 4)
3.Kebijakan Khusus :(2)
e.Dalam pengembangan sampai tingkat lini lapangan
dapat dipadukan dengan Balai Penyuluhan KB.
f. Apabila kegiatan dilaksanakan terpadu dengan
SKPD KB Kabupaten dan Kota setempat,
aset/barang dari perolehan DAK Bidang KB sesuai
Peraturan Perundang-an dan membuat Berita
Acara penyerahan Barang.
g.Perwakilan BKKBN Provinsi melakukan advokasi,
komunikasi dan fasilitasi untuk pengembangan
PPKS di tingkat kabupaten dan kota.
h.Perwakilan BKKBN Provinsi memantau pelaksanaan
kegiatan PPKS di wilayah Provinsi bersangkutan.
II. EBIJAKAN
PENYELENGGARAAN (6)
4. Kegiatan Prioritas pembentukan PPKS:
a. Penyediaan sarana bangunan PPKS adalah
bangunan yang terletak di wilayah provinsi,
berfungsi sebagai tempat pelayanan langsung
pada keluarga. (dengan merenovasi bangunan
yang sudah ada);
b. Pemenuhan sarana dan prasarana Pelayanan
Informasi dan Konseling;
c. Pelatihan/orientasi bagi petugas;
d. Penyediaan sarana permainan edukasi, warung
internet bagi remaja, BKB Kit, peralatan konseling,
dan ATTG dalam usaha ekonomi produktif;
e. Penyediaan Perlengkapan Kerja Pengelola.
III. MEKANISME
PENYELENGGARAAN

A. Proses Kegiatan;
B. Materi Konseling Keluarga;
C. Mekanisme Pengelolaan;
D. Monitoring dan Evaluasi.
A. Proses kegiatan

1. Pelayanan Informasi
dan Dokumentasi KKB
2. Konseling Keluarga
3. Pelayanan Rujukan
4. Pelayanan Teknis
5. Sasaran/Klien
Jenis Pelayanan
A.Pelayanan Informasi dan dokumentasi
Kependudukan dan Keluarga Berencana;
B. Pelayanan Konsultasi & Konseling:
1. Konseling Keluarga Balita & Balita;
2. Konseling Keluarga Remaja dan Remaja;
3. Konseling Pranikah;
4. Konseling Keluarga Harmonis;
5. Konseling Keluarga Lansia dan Lansia;
6. Konseling Keluarga Berencana dan
Kesehatan Reproduksi;
7. Pembinaan Usaha Ekonomi Keluarga.
C. Mekanisme Pengelolaan

1. Menetapkan Organisasi
Pelaksana
2. Menyiapkan Tenaga Pengelola
3. Melatih Tenaga Pengelola
4. Menggerakan Peran Serta
Masyarakat
5. Menyiapkan Sarana dan
Prasarana
6. Menyiapkan Tenaga Konselor
RUANG dan ALUR
PELAYANAN

1 3
Ruang
Pelayan
an
4 Tindaka
n/
Kegiata
D. Monitoring dan Evaluasi

1. Monitoring:
What
Who
Why
Wher
2. Evaluasi: e
When
How
Terimakasih
Matur nuwun
Hatur nuhun