Anda di halaman 1dari 42

NEONATAL

HYPERBILIRUBINEMIA

Oleh:
Imas masturoh
Dokter internship rsud leuwiliang
Keterangan Umum

ANAMNESIS
Alloanamnesis dilakukan pada tanggal 06
Februari 2017.

KETERANGAN UMUM
Nama : Bayi Ny. R
Jenis Kelamin: Laki-laki
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor, 02 Februari
2017
Umur : 4 hari
Golongan darah : A
Anak ke : 1 (G1P0A0)
Partus Jenis : SC atas indikasi
Asma
Letak bayi : Belakang kepala
Dengan Pertolongan :Dokter
Spesialis Obstetrik Ginekologi
BB dan PB Lahir : 3140 gram, 48
cm
Tanggal Masuk :05 Februari 2017
Nama Ayah : Tn. Ahmad Muzaki
Umur : 24 tahun
Golongan darah : A
Alamat : kp. Sawah kulon, RT/RW 01/02,
kec. Leuwiliang, Kab. Bogor

Nama ibu :Ny. Fitri


Umur :37 tahun
Golongan darah : O
Alamat : kp. Sawah kulon,
RT/RW 01/02, kec. Leuwiliang, Kab. Bogor
KELUHAN UTAMA :

Bayi tampak kuning


ANAMNESIS KHUSUS

Ibu bayi mengetahui bayi tampak


kuning sejak satu hari hari SMRS.
Keluhan kuning tidak disertai dengan
panas, kejang, dan penurunan
kesadaran. Buang air besar
berwarna kuning, tidak tampak
seperti dempul. Buang air kecil tidak
tampak seperti teh pekat
ANAMNESIS UMUM

RIWAYAT KEHAMILAN
Kehamilan ini merupakan kehamilan
pertama, Ibu memeriksakan
kehamilannya pada dokter SpOG dan
kontrol secara teratur setiap bulan.
Selama kehamilan, ibu mengaku
tidak pernah minum obat selain
vitamin, asam folat, omega, zinc, dan
suplemen lain yang diberikan dokter.
Selain itu, ibu pasien juga tidak
mendapatkan vaksinasi tetanus toksoid baik
sebelum maupun selama kehamilan.
Riwayat Asma ada. Riwayat tekanan darah
tinggi, kencing manis, sakit kuning, maupun
riwayat kelainan darah, selama ibu hamil
maupun dalam keluarga, tidak ada.
Golongan darah ibu adalah O, sedangkan
golongan darah ayah A. Rhesus ibu tidak
diketahui, rhesus ayah positif. Golongan
darah bayi ini A.
RIWAYAT PERSALINAN

Bayi lahir 4 hari yang lalu dari seorang ibu


G1P0A0. Bayi letak belakang kepala, lahir
secara SC ditolong dokter SpOG atas indikasi
ibu Asma berat. Bayi langsung menangis
kuat, gerak aktif, dan tali pusat langsung
dipotong. Berat badan lahir 3140 g, panjang
badan lahir 48 cm. APGAR score 7-8. Riwayat
kebiruan saat persalinan ataupun
sesudahnya tidak ada. Bayi mendapatkan ASI
dan susu formula SGM dikarenakan air susu
ibu tidak mencukupi kebutuhan bayi.
RIWAYAT PERAWATAN

Bayimasuk ke ruang perinatologi


usia hari ke 4. Berat badan saat
masuk ruang perawatan adalah
3300 g. Bayi mendapatkan fototerapi
(Blue Light Therapy) pada hari ke-3
perawatan.
ANAMNESIS TAMBAHAN:
RIWAYAT MAKANAN

RIWAYAT MAKANAN
Pada 3 hari pertama, bayi diberikan
susu formula SGM karena ASI ibu
tidak mencukupi. Setelah itu, bayi
diberikan ASI on Demand dan susu
formula.
RIWAYAT IMUNISASI
PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan fisik dilaksanakan pada


tanggal 06 Januari 2017.

PENGUKURAN
Umur : 4 hari
BB : 3300 g
PB : 48 cm
LK : 32 cm
LD : 30 cm
TANDA VITAL
Laju Napas: 50 x/menit
Suhu : 36,7o C
Heart Rate : 130 x/menit

KEADAAN UMUM (kesan umum dari


pemeriksaan)
Keadaan sakit : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Alert, menangis kuat, gerak aktif
Kejang : Tidak ada
Letak paksa (posisi) tubuh : Tidak ada kelainan
PEMERIKSAAN KHUSUS

KEPALA
Bentuk : normocephal, cephal hematom (-)
fontanel anterior belum menutup
Muka : ikterik (+)
Mata : sklera : ikterik -/-
konjungtiva : anemis -/-
Hidung : PCH -/-
Telinga : sekret -/-
Mulut : perioral sianosis (-), langit-langit intak,
lidah basah bersih
frenulum linguae ikterik (-)
Leher : KGB tidak teraba
THORAKS
Thoraks depan
Inspeksi : bentuk dan gerak
simetris, ikterik (-)
Auskultasi : VBS kanan=kiri, rhonki
-/-, wheezing -/-
Thoraks belakang
Inspeksi : bentuk dan gerak simetris,
ikterik (-)
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II murni reguler

ABDOMEN
Inspeksi : datar, ikterik (-), tali pusat terawat
Auskultasi : bising usus (+) normal
Palpasi : Hepar: tidak teraba
Lien: tidak teraba

GENITALIA
Jenis kelamin : laki-laki
EKSTREMITAS : akral hangat, CRT <2 detik
KULIT : ikterik (+), Kremer 2
NEUROLOGI
Refleks moro : (+)
Refleks hisap : (+)
Refleks rooting : (+)
Refleks genggam : (+) kuat

Ballard Score sudah dilakukan pada tanggal


06 Januari 2017, dengan score 35. Masa
gestasi 38 minggu
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Jenis Hasil Nilai
Pemeriksaa Rujukan
n
Hemoglobin 16 15,0 24,6
g/dl
Hematokrit 45 50-62 %
Leukosit 13.700 5-21 ribu/uL
Trombosit 214.000 217-497
ribu/uL

Bilirubin 13.1 <12 mg/dL
Total
Bilirubin 0.20 <0.30
DIAGNOSIS

Differential Diagnosis:
Neonatus Hiperbilirubinemia Fisiologis
Neonatus Hiperbilirubinemia Patologis
ec Inkompatibilitas ABO
Neonatus Hiperbilirubinemia Patologis
ec Defisiensi G6PD
Diagnosis Kerja:
Neonatus Hiperbilirubinemia Fisiologis
TATA LAKSANA
ASI on Demand
Mencegah hipotermi lampu sorot
(pertahankan suhu bayi 36,5-37,5C)
Blue Light Therapy

PROGNOSIS
Quo Ad Vitam : Ad bonam
Quo Ad Functionam : Ad bonam
PENCEGAHAN
Primer
Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI
paling sedikit 8-12 x/hari untuk beberapa hari
pertama
Tidak memeberikan cairan tambahan rutin
seperti dextrose atau air pada bayi yang
mendapat ASI dan tidak mengalami dehidrasi
Sekunder
- Pemeriksaan golongan darah ABO dan
rhesus
Follow up 07-02-2017

S: ikterik (-), reflek hisap kuat


O: HR : 140x/m
RR : 48x/m
T :36,7
BB :2990 g
A : Neonatal hiperbilirubinemia (usia
4 hari)
P: Foto terapi stop
ASI ad lib
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

Ikterus (jaundice) terjadi apabila


terdapat akumulasi bilirubin dalam
darah, sehingga kulit (terutama) dan
atau sklera bayi (neonatus) tampak
kekuningan.
Hiperbilirubinemia adalah istilah yang
dipakai untuk ikterus neonatorum
setelah ada hasil laboratorium yang
menunjukkan peningkatan kadar serum
bilirubin.
Ikterus Fisiologis

Pada BCB yang diberi susu formula, kadar


bilirubin mencapai puncaknya sekitar 6-8 mg/dl
pada hari ke-3 kehidupan menurun cepat
selama 2-3 hari penurunan lambat 1-2 minggu.
Pada BCB yang mendapat ASI, kadar bilirubin
puncak (7-14 mg/dL) dan penurunan terjadi lebih
lambat 2-4 minggu bahkan 6 minggu.
Pada BKB yang mendapat susu formula kadar
puncak yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama,
Peningkatan kadar billirubin 10-12 mg/dl ,bahkan
15 mg/dL tanpa disertai kelainan metabolism
bilirubin.
Ikterus non-fisiologis

terjadi sebelum usia 24 jam


peningkatan kadar bilirubin total serum >5
mg/dL/hari; adanya tanda-tanda penyakit
yang mendasar pada setiap bayi (muntah,
letargis, malas menetek, penurunan berat
badan yang cepat, apnea, takipnea, atau
suhu yang tidak stabil);
bilirubin total serum >17 mg/dL pada bayi
yang mendapat ASI
ikterus yang bertahan setelah 8 hari pada
BCB atau setelah 14 hari pada BKB
METABOLISME BILIRUBIN (1)
80% ERITROSIT MATUR, 20% eritrosit imatur dan hem lain

Hemoglobin HEME + globin


R
Heme ooksigenase
E HEME BILIVERDIN + CO + Fe++
S Biliverdin reduktase
BILIVERDIN BILIRUBIN

DARAH BILIRUBIN + ALBUMIN BILIRUBIN indirek

Bilirubin berik. dg PROTEIN Y / Z + ASAM GLUKORONAT


H Bilirubin-uridin difosfat-
E Glukuronil transferase

P BILIRUBIN MONOGLUKORONAT
2 mol bil. Monoglukoronat Trans-Glukoronidase
A
1 mol bil. Diglukoronat + 1 mol bil. tak terkonjugasi
R BILIRUBIN MONO & DIGLUKORONIDE

28
METABOLISME BILIRUBIN (2)
KANALIKULI BILIRIASIS
DUKTUS BILIRIASIS
Duktus hepatika dekstra Duktus hepatika sinistra
Vesika felea
Duktus sistikus Ampula vateri
G BILIRUBIN Enzim bakteri
UROBILINOGEN
I - Mesobilinogen
- Urobilinogen
T - Sterkobilinogen
~10% resorpsi oleh usus ~90% masuk ke usus besar
VENA PORTA
FESES
VESIKA FELEA GINJAL (STERKOBILINOGEN)
(UROBILINOGEN) 50-250 mg/hari
Empedu d.choledochus + 4 mg/hari
intestinum
Etiologi

Sering ditemukan yaitu:


Hiperbilirubinemia fisiologik
Inkompabilitas golongan darah ABO dan Rhesus
Breast milk jaundice
Infeksi
bayi dari ibu penyandang diabetes melitus
Polisitemia/hiperviskositas.

Jarang ditemukan yaitu:


Defisiensi G6PD
Defisiensi piruvat kinase
Sferositosis kongenital
Sindrom LuceyDriscoll
Penyakit Crigler-Najjar
Hipotiroid
Hemoglobinopati.
Faktor risiko
ASI yang kurang
Peningkatan jumlah sel darah merah
contoh, bayi yang memiliki jenis golongan
darah yang berbeda dengan ibunya, lahir
dengan anemia akibat abnormalitas
eritrosit (antara lain eliptositosis), atau
mendapat transfusi darah; kesemuanya
berisiko tinggi akan mengalami
hiperbilirubinemia
Infeksi/ inkompabilitas ABO-Rh
Manifestasi klinis
Deraja Luas ikterus Perkiraan
t kadar
ikterus bilirubin
I Kepala dan leher 5 mg/dl
II Sampai badan atas (di atas 9 mg/dl
umbilikus)
III Sampai badan bawah (di bawah 11 mg/dl
umbilikus) hingga tungkai atas (di
atas lutut)
IV Sampai lengan dan kaki di bawah 12 mg/dl
lutut
Manifestasi Klinis

Ikterusakibat pengendapan bilirubin


indirek, pada kulit cenderung tampak
kuning-terang atau oranye, ikterus pada
tipe obstruktif (bilirubin indirek) kulit
tampak kuning kehijauan atau keruh.
Perbedaan ini biasanya hanya terlihat
pada ikterus yang berat. Bayi dapat
menjadi lesu dan nafsu makan jelek.
Tanda-tanda kern ikterus jarang muncul
pada hari pertama ikterus
Pemeriksaan Laboratorium

bilirubin total dan direk


Transcutaneous bilirubin (TcB)
Pemeriksaan tambahan:
Golongan darah dan Coombs test
Darah lengkap dan hapusan darah
Hitung retikulosit, skrining G 6PD
Bilirubin direk

Pemeriksaan serum bilirubin total harus


diulang setiap 4-24 jam tergantung usia bayi
dan tingginya kadar bilirubin.
Penatalaksanaan

Tujuan mengendalikan agar kadar


bilirubin serum tidak mencapai nilai
yang dapat menimbulkan kern-
ikterus/ensefalopati bilirubin, serta
mengobati penyebab langsung
ikterus tadi.
Penatalaksanaan

a. Terapi sinar kedua mata ditutup,


Posisi bayi sebaiknya diubah-ubah setiap
6-8 jam agar bagian tubuh yang terkena
cahaya dapat menyeluruh. Stop jika
teerdapat efek samping: enteritis,
hipertermia, dehidrasi, kelainan kulit,
gangguan minum, letargi dan iritabilitas.
b. Transfusi tukar: mengganti eritrosit yang
telah terhemolisis dan membuang pula
antibodi yang menimbulkan hemolisis.
Kriteria Transfusi Tukar Berdasarkan
Berat Bayi dan Komplikasi

Berat Bayi Tidak Rasio Ada Rasio


(gram) Komplikas Bili/Alb Komplikasi Bili/Alb
i (mg/dL) (mg/dL)

< 1250 13 5.2 10 4

1250 15 6 13 5.2
1499
1500 17 6.8 15 6
1999
2000 18 7.2 17 6.8
2499
2500 20 8 18 7.2
Yang dimaksud ada komplikasi apabila :
1. Nilai APGAR < 3 pada menit ke 5
2. PaO2 < 40 torr selama 1 jam
3. pH < 7,15 selama 1 jam
4. Suhu rektal 35 O C
5. Serum Albumin < 2,5 g/dL
6. Gejala neurologis yang memburuk terbukti
7. Terbukti sepsis atau terbukti meningitis
8. Anemia hemolitik
9. Berat bayi 1000 g
Macam Transfusi Tukar:
1. Double Volume artinya dibutuhkan dua kali
volume darah, diharapkan dapat mengganti
kurang lebih 90 % dari sirkulasi darah bayi
dan 88 % mengganti Hb bayi.
2. Iso Volume artinya hanya dibutuhkan
sebanyak volume darah bayi, dapat
mengganti 65 % Hb bayi.
3. Partial Exchange artinya memberikan
cairan koloid atau kristaloid pada kasus
polisitemia atau darah pada anemia.
Volume Darah pada Transfusi
Tukar
Kebutuhan Rumus*
Double Volume BB x volume darah x 2
Single Volume BB x volume darah
Polisitemia BB x volume darah x (Hct sekarang Hct
yang diinginkan)
Hct sekarang
Anemia BB x volume darah x (Hb yang diinginkan
Hb sekarang)
(Hb donor Hb sekarang)
BB x volume darah x (PCV yang
diinginkan PCV sekarang)
(PCV donor)
c. Pemberian ASI secara optimal
d. Terapi sinar matahari terapi
tambahan atau bahkan terapi
awalan menjemur bayi dibawah
sinar mentari pagi antara jam 7
hingga 9 selama sekitar setengah jam
dengan dilakukan variasi posisi
(terlentang, tengkuap, maupun
miring).
TERIMA KASIH