Anda di halaman 1dari 14

IDENTIFIKASI HORMON CHORION

GONADOTTROPIN DALAM URINE



Isroh Lutfiana (4001414030)
Meila Fride F. (4001414046)
Arina Faizati (4001414048)
TUJUAN

Setelah mengikuti praktikum kali ini,
diharapkan mahasiswa dapat :

Memahami fungsi hormon chorion


gonadotropin dalam urine
Terampil melakukan identifikasi
hormon chorion gonadotropin dalam
urine
DASAR TEORI

HCG
.Human Chorion Gonadotropin adalah
hormon yang dihasilkan oleh jaringan
plasenta yang sedang berkembang sesaat
setelah terjadi ovulasi, yaitu 8 hari
setelah ovulasi (Tim Dosen Biokimia,
2016).

Kadar HCG meningkat dalam darah dan urin
segera setelah implantasi ovum yang sudah
dibuahi. Dengan demikian ditemukannya HCG
merupakan dasar bagi banyak tes kehamilan
(Murray et al, 1999).

Tes kehamilan menggunakan urin karena


dalam urin wanita hamil mengandung HCG
(Human Chorion Gonadotropin)
(Hanafiah,2008).
ALAT DAN BAHAN

Identifikasi HCG
Alat : Strip HCG tester
Beker Glas
Bahan : Sample urine (ibu hamil 7
bulan)
CARA KERJA
Identifikasi HCG

1
Strip HCG tester
Celupkan pada

2
urine
Amati pada
3
Garis merah pada strip HCG
tester
CARA KERJA


Identifikasi golongan darah

1
Darah (ditempetkan pada gelas
objek)
Tetesi dengan

2
Anti serum (A, B, AB, dan O)
amati
3

penggumpalan
DATA PENGAMATAN

Identifikasi HCG
PEMBAHASAN
Identifikasi HCG

Prinsip uji kehamilan denganhCG Urine
Stripadalah mendeteksi hormonHuman Chorionic
Gonadotropin(hCG) yang diproduksi oleh
plasenta. Plasenta sendiri terbentuk setelah
terjadi pembuahan.

Interpretasi hasil uji denganhCG urine stripadalah :

1. Jika muncul 2 garis merah muda, berarti hamil.


2. Jika hanya muncul 1 garis merah muda, berarti tidak
hamil.
PEMBAHASAN

Ketika test pack dicelupkan dalam urin wanita
hamil, maka HCG akan bereaksi dengan anti-
HCG1 . Di area T (tes) molekul kompleks
(HCG)-(anti-HCG!) akan berikatan dengan
(anti-HCG2) membentuk (HCG)-(anti-HCG1)-
(anti-HCG2). Reaksi ini akan membuat
indikator warna merah, dan bergerak naik ke
atas sesuai gaya kapilaritas.

Di area C (kontrol) anti-HCG1 yang masih tersisa
(yang tidak berikatan dengan HCG) akan
berikatan dengan anti anti-HCG1 membentuk
suatu kompleks (anti-HCG1)-(antianti-HCG1).
Terbentuknya kompleks ini juga akan
memberikan warna merah.
Sehingga akan terbentuk dua strip warna merah
(positif hamil).
Jika negatif, maka tidak mengandung HCG, hanya
akan terbentuk kompleks (anti-HCG1)-(antianti-
HCG1) sehingga hanya terbentuk 1 strip merah.
KESIMPULAN

Fungsi hormon HCG adalah untuk deteksi
kehamilan yang terkandung dalam urin
ibu hamil
Cara identifikasi HCG yaitu dengan
menggunakan strip HCG tester yang
dicelupkan pada sampel urin. Hasil
positif menunjukkan tanda dua strip
merah, tanda negatif menunjukkan satu
strip merah.
DAFTAR PUSTAKA

Hanafiah, T.M. dan Andriaanz G. 2008.
Diagnosis Kehamilan dalam Buku Kebidanan.
Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Murray, Robert K. , et al. 1999. Biokimia
Harper. Jakarta: EGC.
Tim Dosen Biokimia. 2012. Petunjuk Praktikum
Biokimia. Semarang: Laboratorium Bioorganik
Jurusan Kimia FMIPA UNNES.

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai